
"Jika perkiraanku benar, maka target utama adalah klan Nagano, Jiro! Perkuat klan Nagano mulai dari sekarang! Karena kita tak pernah tau kapan Death Eyes akan mulai menyerang kembali." ucap Yukimura mengusap dagunya yang saat ini mulai ditumbuhi dengan bulu-bulu kasar yang mulai tumbuh krmbali setelah 2 minggu yang lalu dicukurnya.
Kagami Jiro yang mendengarkan ucapan dari Yukimura seketika mengkerutkan sepasang alis tegasnya karena masih belum mengerti mengapa tiba-tiba saja Yukimura menyimpulkan semua itu.
"Mengapa kau bisa berpikiran jika Death eyes akan menyerang Nagano, Yukimura?" ucap Kagami Jiro begitu ingin tau.
"Istilah bulan purnama itu bukanlah menyatakan waktu penyerangan, Jiro. Namun, angka 15 adalah target dari penyerangan yang sesungguhnya. Dan itu mengarah pada klan ke-15 dari Doragonshadou. Kyoto hanyalah digunakan untuk mengecohkan kalian saja. Namun, waktu penyerangan aku belum bisa memastikan, Jiro!"
"Jika memang seperti itu, lebih baik aku segera pergi ke Nagano!"
"Ya! Aku akan ikut bersamamu!"
"Perkuat dan tingkatkan keamanan seluruh klanmu. Terutama Nagano!"
"Hhm. Ya! Kita akan berangkat ke Nagano esok setelah aku menyelesaikan beberapa rapat."
"Baiklah. Malam ini aku akan tinggal di hotel saja!"
"Yukimura. Bagaimana kalau kita bermain kasino malam ini?"
"Kau bisa bermain kasino, Jiro?"
"Tentu saja! Kau meremehkanku ya?! Cihh ..."
"Ya sudah! Ayo kita berangkat!"
Akhirnya mereka berdua mulai meninggalkan kafe itu dan mulai memasuki sebuah Buggati Divo berwarna hitam. Kagami Jiro mulai mengemudikannya dan menuju ke Tokyo City Keiba. Sebuah tempat perjudian di daerah Tokyo.
Tempat ini begitu mewah dan dipenuhi dengan gemerlap lampu yang berwarna-warni. Meskipun gedungnya tidak terlalu besar, namun bangunannya terlihat begitu kokoh dan mewah.
Kini Buggati Divo itu mulai melakukan parkir dan keduanya mulai turun bersama lalu mulai memasuki gedung itu. Mereka mulai menyusuri tempat itu hingga akhirnya mulai memasuki sebuah ruangan setelah memasuki pintu yang hanya menutup bagian bahu hingga batas perut.
Mereka mulai mendatangi seorang dealer gadis yang berpakaian dengan cukup sexy. Karena tidak memiliki lawan, Yukimura dan Kagami Jiro memutuskan untuk menjadi lawan saat ini. Karena tujuan mereka datang ke tempat itu hanya karena iseng dan bermain-main saja.
"Nona bagikan kartunya untuk kami!" perintah Yukimura dengan nada bicara khasnya.
__ADS_1
"Berapa yang kalian pertaruhkan?" tanya dealer cantik itu mulai mengocok kartu-kartu / riffle suffle itu dengan cukup memukau.
"Sebenarnya kita hanya bermain dan iseng." sahut Yukimura apa adanya.
"Harus ada yang dipertaruhkan, Tuan." sahut dealer cantik itu dengan seulas senyum.
"Ya sudah. Masing-masing dari kami bertaruh 5000 yen ( kira-kira 1.200.000 rupiah )." ucap Kagami Jiro lalu mengeluarkan uang itu dan meletakkannya di atas meja
"Baik, Tuan." ucap dealer cantik itu mulai membagi kartu untuk Kagami Jiro dan Yukimura dengan masing-masing 2 kartu.
"Siapa namamu, Nona? Agar kita lebih mudah saat memanggilmu." celutuk Kagami Jiro sambil mengambil kedua kartu itu dan mulai melihat kartu miliknya. Sebuah senyuman tersembul dari wajah tampan nan sangar itu setelah Kagami Jiro melihat kartu miliknya.
Begitu juga Yukimura, dia juga mulai mengambil kartu miliknya dengan kening berkerut.
"Namaku Mandy, Tuan. Umurku 23." gadis itu menyauti dengam senyum manisnya dan membuat lesung pipi yang begitu dalam.
"Masih cukup muda." sahut Yukimura. "Hit! Berikan kartu untukku!" perintah Yukimura.
"Baik, Tuan." ucap dealer cantik bernama Mandy itu lalu memberikan sebuah kartu untuk Yukimura.
"Aku memilih stand!" ucap Kagami Jiro dengan santai dan masih tersenyum samar.
Sementara Yukimura terlihat masih begitu ragu saat ini, namun akhirnya dia lebih memilih, "Hit. Berikan sati kartu untukku!" ucapnya begitu nekat.
"Baik, Tuan!" gadis bandar itu mulai memberikan sebuah kartu lagi untuk Yukimura hingga kali ini membuat Yukimura terseyum begitu puas.
"Okay! Bagaimana dengan ini!" Kagami Jiro dengan penuh percaya diri membuka semua kartunya. "19!"
Gadis dealer bernama Mandy itu tersenyum begitu manis lalu meraih uang Kagami Jiro begitu saja, "Kau kau kalah dariku, Tuan. Karena kartuku 20." ucap Mandy dengan begitu manis.
"Ahhh?? Apa?? Sial aku kalah rupanya!!"Kagami Jiro mendengus kesal dan sedikit menggebrak meja membuat Mandy sedikit terhentak karena kaget.
"Nona Mandy. Sepertinya nona harus menyerahkan semua uang itu padaku. Karena kartuku sangat sempurna ... 21! Bingo! Gyahaha ..." celutuk Yukimura mulai membuka kartunya.
Mandy dan Kagami Jiro sedikit membelalak karena terkejut. Yukimura bahkan mendapatkan angka Blackjack yang begitu sempurna. Keren!
__ADS_1
"Baiklah! Mulai lagi! Kali ini aku tak akan membiarkanmu menang Yukimura!" tandas Kagami Jiro dengan begitu tegas dan tak mau terkalahkan. "Yang aku pertaruhkan nilainya sama dengan taruhan awalku! 5000 yen!"
"Baik, Tuan Kagami Jiro." sahut Mandy lalu mulai mengocok kembali kartu-kartu itu dengan begitu indah dan begitu berseni. Kini Mandy mulai membagikan kartu itu untuk Kagami Jiro dan Yukimura masing-masing 2 kartu.
Yukimura dan Kagami Jiro mulai mengambil kartu masing-masing dan melihatnya begitu saja.
"Hit!" ucap Kagami Jiro dengan tegas. "Berikan kartu untukku, Mandy!"
Mandy mulai memberikan sebuah kartu paling atas untuk Kagami Jiro.
"Hit! Berikan untukku lagi, Mandy!" tandas Kagami Jiro kembali setelah melihat kartu-kartu itu mungkin saja masih memiliki nilai yang begitu kecil dan tentu saja belum membuatnya begitu puas.
"Baik, Tuan." sahut Mandy mulai memberikan sebuah kartu untuk Kagami Jiro lagi.
Sementara itu, Yukimura masih terlihat sedang berpikir dan mengamati Kagami Jiro yang nggak bermasalah sedikitpun.
SSEETT ...
Kagami Jiro mulai mengambil kartu itu dan mulai membukanya perlahan. Sepasang matanya kini mulai membelalak setelah menyaksikan keempat kartu miliknya itu yang begitu membuatkan cukup lama.
"Haisshh ... sial-sial!!" celutuk Kagami Jiro sambil membuka keempat kartu itu dan menghempaskannya begitu saja di atas meja.
Kartu Kagami Jiro menunjukkan nilai 22,yang artinya dia sudah bangkrut.
Sementara itu, Yukimura masih terlihat begitu ragu untuk memutuskannya kali ini, namun akhirnya dia mulai memutuskan untuk memilih, "Hit! Berikan padaku selembar kartu itu, Mandy!"
"Dengan senang hati, Tuan." sahut Mandy lalu memberikan sebuah kartu untuk Yukimura.
Namun kali ini Yukimura juga masih terlihat cukup ke bingung. Bahkan dia kembali ragu saat melihat semua kartu miliknya saat ini. Sementara Mandy terlihat tersenyum menatap kartu miliknya, dan tentu saja Yukimura memperhatikannya.
"Baiklah. Kali ini aku memilih stand!" ucap Yukimura dengan berhati-hati lalu mulai membuka kartu miliknya. "17!"
Seketika senyuman mandi membeku seketika. Gadis cantik itu kini mulai menunjukkan kartu miliknya yang memperlihatkan nilainya adalah 16.
"Aku menang lagi darimu, Nona!" Yukimura tersenyum lebar menatap gadis itu lalu mulai meraup semua uang itu.
__ADS_1
"Untuk memenangkan sebuah permainan Blackjack, kita tidak hanya membutuhkan keberuntungan atau kesempatan, Jiro. Tetapi kita juga harus memiliki sebuah strategi." ucap Yukimura disertai dengan senyuman lebarnya.