
Kini Kagami Jiro mulai memberikan hujaman-hujaman itu kembali dan Yuna hanya bisa merintih menahan rasa sakit dan kali ini Yuna berpegangan dengan memeluk tubuh kekar Kagami Jiro. Cengkeraman dan cakarannya nya yang begitu kuat kini melukai punggung Kagami Jiro dan meninggalkan luka disana.
"Ughh ... aghh ... Jiro ... ini sungguh sakit sekali ..." rintih Yuna menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.
Namun Kagami Jiro tak menghentikkan serangannya dan masih saja melanjutkan hujaman-hujaman itu untuk mencapai sesuatu.
Sungguh mereka semua adalah penipu. Padahal mereka yang pernah mengatakannya padaku jika hal seperti ini adalah nikmat, tapi pada kenyataannya semua ini adalah sangat menyakitkan.
Batin Yuna mulai teringat dengan beberapa temannya yang pernah menceritakan kepada dirinya mengenai pengalaman bercintanya dengan kekasihmya.
Disaat sesuatu yang hangat mulai membasahi **** * Yuna untuk yang kedua kalinya pada malam ini bersamaan dengan tubuh Kagami Jiro yang sedikit bergetar seakan terkena sengatan arus listrik, barulah Kagami Jiro menghentikan semua serangannya dan mulai menyelimuti tubuh Yuna lalu berbaring di sebelah Yuna untuk kembali mengatur nafasnya.
"Yuna ..."
"Hhm ..."
"Sudah mengantuk?"
"Belum, bagaimana aku bisa mengantuk setelah kamu melakukan semua ini padaku, Jiro?" sahut Yuna ceplas-ceplos.
"Baiklah ... baiklah ... begaimana jika kita saling berbincang dan menceritakan diri kita masing-masing seperti yang kamu mau? Bukankah kamu mengatakan padaku ingin mengenalku lebih jauh? Mari kita lakukan, Sayang. Kemarilah ..." ucap Kagami Jiro sambil memiringkan tubuhnya dan menyiapkan lengannya untuk dijadikan bantalan Yuna.
"Haruskah aku berbaring disitu?" pertanyaan yang cukup konyol dari Yuna itu terdengar cukup lucu untuk Kagami Jiro.
"Ya, kamu harus! Jika kamu tidak mau, maka aku akan melakukannya lagi untuk yang ketiga kalinya di malam ini." ucap Kagami Jiro yang sebenarnya hanya menggertak Yuna.
__ADS_1
Namun gertakannya kali ini sukses dan membuat Yuna segera mendekat kepada Kagami Jiro dan berbaring di atas lengan kuatnya.
Tidak mungkin! Mana tahan aku jika pria ini mau melakukannya untuk yang ketiga kalinya di malam ini. Sungguh ini masih terasa sangat sakit dan perih! Aku tidak sanggup lagi. Hiks ... jika dia masih saja memaksaku, itu artinya dia benar-benar sangat kejam.
Batin Yuna kembali masih dengan posisi miring menghadap Kagami Jiro, namun pandangan Yuna menunduk menatap sebuah tato naga pada dada bidang bidang Kagami Jiro sebelah kirinya.
GGREEP ...
Tangan kiri Kagami Jiro kini mulai melingkar dan sedikit memeluk pinggang ramping Yuna.
"Yuna, apa yang ingin kamu ketahui tentangku?" ucap Kagami Jiro memecah keheningan malam itu.
"Hhm. Sebenarnya aku sudah lama ingin menanyakan hal ini padamu ..."
"Hhm? Katakan saja, Yuna. Aku akan menjawab apapun yang kamu tanyakan. Aku akan memberitahukan apapun yang ingin kamu ketahui." sahut Kagami Jiro dengan lembut.
"Justru aku sangat menyukai kamu yang unik." sahut Kagami Jiro dengan jujur sembari mengecup rambut Yuna. "Aku akan mengatakan satu hal yang pernah terjadi di masa lalu padamu, Yuna. Saat itu aku pernah mengatakan dan berjanji kepada diriku sendiri. Jika aku bertemu dengan seorang gadis yang menolakku dan tidak menyukaiku karena segala yang aku punya, maka aku berjanji akan menjadikan gadis itu untuk menjadi satu-satunya wanitaku ... aku akan menjadikan gadis itu untuk menjadi istriku." imbuh Kagami Jiro sembari membelai lembut rambut Yuna.
"Dan gadis itu adalah kamu, Yuna. Seorang gadis perrama yang berani menolakku, gadis yang berani mencaci maki diriku tanpa rasa takut, bahkan berani melawanku dengan penuh percaya diru. Tak pernah aku menemukan gadis unik seperti dirimu sebelumnya. Aku melakukaan segala macam cara hanya untuk bisa mendapatkan perhatianmu saat itu. Meskipun belum sepenuhnya aku mengatakannya secara gamblang saat itu karena aku masih cukup malu untuk menurunkan egoku. Namun tetap saja kamu tidak menyadari semua itu. Hahaha ..." ucap Kagami Jiro tertawa kecil. "Bahkan kamu hanya menerimaku saat kamu mengira jika aku sudah tiada saat itu. Benar-benar menyedihkan sekali bukan nasibku ini?" ucap Kagami Jiro panjang lebar, dan semua yang diucapkannya itu adalah jujur tanpa ada sedikitpun kebohongan Kagami Jiro selipkan di dalamnya.
"Kamu tidak jujur dari awal padaku, sementara caramu selalu saja membuatku semakin kesal kepadamu." Yuna menggerutu dan masih di dalam dekapan Kagami Jiro.
Kagami Jiro tertawa kecil mendengar ucapan Yuna, "Aku tidak pernah mengejar seorang gadis sebelumnya. Karena sebelumnya merekalah yang lebih dulu mendekatiku dan selalu menempel padaku. Jadi aku tidak begitu memahami cara mendekati seorang gadis secara alami."
"Ya ya ya ... kau memang terlalu sempurna dan mereka semua begitu memujamu!" Yuna mendengus dan nada bicaranya terdengar sedikit kesal.
__ADS_1
"Apa kamu sedang cemburu, Yuna?" tanya Kagami Jiro dengan nada menggoda. "Tenang saja, itu hanyalah masa lalu. Dan aku juga menerima dan membiarkan mereka selalu dekat denganku untuk beberapa hal. Aku tidak sepenuhnya melakukannya untuk diriku sendiri. Semua untuk pekerjaan."
Yuna terdiam dan tak menjawab ucapan dari Kagami Jiro lagi. Tentu saja Kagami Jiro akan mengatakan hal seperti itu. Pria mana yang akan mengakui dengan gentle jika dia pernah mengejar seorang gadis sebelumnya di depan gadisnya yang sekarang? Dan itulah yang sedang dipikirkan Yuna saat ini. Dengan kata lain sebenarnya Yuna masih belum mempercayai Kagami Jiro.
"Ya sudah. Lebih baik sekarang kita tidur saja. Besok aku akan mengajakmu untuk berjalan-jalan kembali."
"Hhm ..."
Sungguh sulit dipercaya ... malam ini aku sudah melepaskan mahkotaku dan membiarkan laki-laki ini melihat dan menjamah tubuhku. Aku tidak pernah menyangka aku akan menikah secepat ini, terlebih aku tak pernah menyangka jika aku akan menikah bersama pria yang selama ini sangat aku benci. Dunia ini terkadang memang penuh kejutan. Apakah kehidupanku juga akan berubah setelah menjadi istri seorang petinggi Doragonshadou? Ahh ... sudahlah ... sebaiknya aku tidur saja! Setelah melakukan semua ini, tiba--tiba saja membuatku mengantuk dan letih ...
Batin Yuna mulai memejamkan matanya dan tak membutuhkan waktu yang lama, Yuna sudah tertidur begitu saja di dalam pelukan Kagami Jiro.
...⚜⚜⚜...
Bonus part :
Kagami Gumi terlihat kebingungan melihat Aiko yang berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.
"Sayang, ada apa?" Kagami Gumi mulai bertanya karena sangat ingin tau apa yang sedang dikhawatirkan oleh sang istri.
"Aku sedang memikirkan Jiro dan Yuna, Sayang. Apakah mereka sudah berhasil membuatkan cucu untuk kita?" sahut Aiko mulai duduk di pinggiran pembaringan bersebelahan dengan Kagami Gumi.
"Sudahlah, Sayang. Mereka berdua sudah dewasa. Dan Jiro juga sudah sangat memahami apa yang sedang kita nantikan. Kita tunggu saja kabar baik dari mereka berdua." sahut Kagami Gumi dengan nada jenaka.
"Aku juga khawatir. Apa saat ini mereka baik-baik saja? Di hari pertunangan dan pernikahan saja begitu banyak masalah yang hadir menimpa mereka berdua. Jujur saja aku masih sangat khawatir, Sayang." ucap Aiko lagi yang terlihat begitu khawatir.
__ADS_1
"Jiro adalah putra kita yang sangat cerdas dan kuat. Dia akan baik-baik saja. Dan Jiro pasti juga akan melindungi Yuna dengan baik. Tenang saja, Sayang." ucap Kagami Gumi berusaha untuk menenangkan sang istri. "Sebaiknya kita juga bersenang-senang. Sudah cukup lama kita tidak melakukannya bukan?" imbuh Kagami Gumi dengan nada menggoda Aiko dan mulai mendekati Aiko, hingga akhirnya terjadilah sebuah pertempuran hebat malam ini di dalam kamar mereka.
...⚜⚜⚜...