Casanova In Love

Casanova In Love
Si Pria Iblis


__ADS_3

"Aku mencari-cari ternyata tuan, ternyata tuan berada disini ya. Ini pakailah ... ini adalah pakaian ayahku yang paling besar. Semoga muat untuk tuan." Yuna yang sudah menyusul Kagami Jiro kini mulai menyodorkan sebuah sweater berwarna hitam untuk Kagami Jiro.


Kagami Jiro segera menerima dan mulai memakainya dan ternyata sweater milik ayah Yuna itu sedikit kekecilan untuk Kagami Jiro dan terlalu ketat.


"Apakah tidak ada yang lebih besar dari ini?" protes Kagami Jiro. "Ini terlalu kecil untukku. Bahkan sangat membentuk lekuk tubuhku, apa kau sengaja?"


Yuna terlihat menghela napas dan wajahnya terlihat begitu kesal, "Hanya ada itu! Sudah, aku mau mencuci pakaian tuan dulu."


"Yuna, tunggu!"


"Ya, Tuan. Ada apa lagi?!" geram Yuna menahan emosinya.


"Dimana ayah, ibu, dan kakakmu? Mengapa aku tak melihat mereka di rumah ini? Kau tidak tinggal sendirian bukan?" selidik Kagami Jiro yang sangat ingin mengetahuinya.


"Kami bukanlah keturunan sultan dan bangsawan yang begitu terjamin hidupnya seperti tuan." ucap Yuna dengan senyum lebar menatap Kagami Jiro, namun senyumannya terlihat begitu menusuk. "Tentu saja ayah dan ibu sedang bekerja. Dan kakakku ... dia di New York. Ya sudah, aku akan mencuci baju tuan dulu."


Yuna mulai meninggalkan Kagami Jiro, sementara Kagami Jiro melihat-lihat kembali pekerjaan Yuna dan melihat-lihat desain itu berbaring di atas sofa hingga akhirnya Kagami Jiro tertidur begitu saja.


Yeap, bayangkan saja, dia sudah bekerja ekstra di Osaka, dan semalam dia juga kurang beristirahat karena bertemu dengan Jessy. Bahkan saat tiba di Kanagawa, dia langsung menghadiri rapat besar dengan beberapa klan Doragonshadou. Setelah itu masih harus makan siang bersama keluarganya, hingga sekarang bertemu dengan Yuna.


Setelah mencuci dan melakukan pengeringan dengan menggunakan mesin cuci. Yuna menjemur pakaian Kagami Jiro di teras samping ruangan mencuci. Bahkan Yuna juga menghabiskan waktu disana dengan membaca beberapa majalah.


Setelah pakaian itu kering, Yuna mulai membawanya kembali dan mulai menyetrika pakaian-pakaian itu.

__ADS_1


"Huft, tidak aku sangka akan menjadi seperti ini!" ucapnya mendengus begitu kesal. "Aku juga harus bersih-bersih dan memindahkan beberapa peralatanku ke butikku sore ini. Semoga saja Jonathan mau membantuku."


Setelah selesai menyetrika pakaian itu, Yuna segera membawanya dan kembali untuk mencari Kagami Jiro lagi. Namun Yuna tidak menemukannya dibeberapa ruangan.


"Apakah dia masih di ruangan kerjaku?" gumam gadis cantik yang masih mententeng sebuah kemeja merah maron dan juga sebuah jaz putih.


Yuna memutuskan untuk melihat ruangan itu kembali, dan benar saja di dalam ada Kagami Jiro yang sudah tertidur di atas sofa itu.


Yuna mulai menggantung pakaian yang sudah begitu rapi dan harum itu dan sebernarnya sedikit bingung melihat pria dewasa yang sedang tertidur itu, hingga tak sadar Yuna mulai berjalan mendekatinya dan mulai mengamatinya.


"Jika sedang tertidur seperti ini, pria ini terlihat tidak begitu menyebalkan. Dilihat dari wajahnya, sepertinya dia begitu lelah saat ini, sebaiknya aku biarkan saja deh. Kasihan juga. Dan sebaiknya aku kembali menyelesaikan tugasku saja, masih ada beberapa gaun yang harus aku selesaikan dengan cepat." gumam Yuna pelan lalu duduk di atas karpet menghadap ke meja.


Yuna mulai menghidupkan laptopnya untuk mengecek beberapa tugasnya dalam pekan ini. Tugas dari akademinya maupun tugas mandiri di luar kampus. Karena selalin belajar, Yuna juga sudah begitu sering mendapatkan pesanan beberapa gaun maupun pakaian lain dari kelas menengah ke atas. Bahkan beberapa selebriti juga sudah sering kali menggunakan pakaian desain dari Inukai Yuna.


Beberapa file mulai dibukanya kembali, namun tiba-tiba terdengar alunan musik yang begitu pelan yang berasal dari ponsel Yuna yang masih dibawa oleh Kagami Jiro. Dan ponsel itu berada pada saku depan celana putih Kagami Jiro.


Namun suara yang begitu pelan dan terdengar begitu mencekam mulai memenuhi ruang telinga gadis itu, "Apa yang kau sedang lakukan padaku disaat aku lengah seperti ini?"


DEGGHH ...


Seketika jantung Yuna seakan berhenti berdetak begitu saja, sepasang mata beningnya mulai membulat sempurna seakan sebuah bahaya sedang mengancam dirinya saat ini.


"Kau tidak sedang berniat untuk mencelakaiku bukan?" ucapnya lagi karena Yuna masih saja terdiam dan belum menjawab ucapannya.

__ADS_1


GGRREEP ...


Yuna yang mulai sadar kembali kini segera mengambil kembali ponselnya dengan begitu cepat.


"Bisakah gadis sepertiku mencelakai seorang pria sepertimu?" pertanyaan retoris mulai Yuna lontarkan begitu saja karena kesal mendengar tuduhan dari Kagami Jiro padanya. "Aku hanya mengambil ponselku kembali karena ada yang mencoba menelponku. Pakaian sudah selesai aku cuci dan setrika. Silakan tuan pakai kembali dan segera pergi dari rumahku!"


Yuna bangkit kembali dan berniat meninggalkan ruangan itu, namun lagi-lagi Kagami Jiro menehan tangannya.


"Tunggu ... selain membuat beberapa gaun kamu juga bisa membuat beberapa pakaian lainnya bukan? Seperti kemeja pria atau jaz ?"


"Tentu saja aku bisa!" jawab Yuna tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Baiklah! Begini ... sekarang aku berubah pikiran. Buang saja pakaian itu! Aku mau kamu membuatkan kemeja dan jaz untukku saja untuk mengganti pakaianku yang sudah kamu rusak! Yah ... meskipun karyamu tak sebaik dari designer langgananku sih. Tapi karena aku sedang berbaik hati, maka aku akan memberimu sebuah kesempatan untuk membuatkan pakaian untukku." ucap Kagami seenak jidatnya dan penuh percaya diri.


Yuna yang mendengar ucapan dari Kagami Jiro meremas pakaiannya dan mulai menatap tajam Kagami Jiro kembali.


Dasar! Pria ini benar-benar seperti iblis! Sudah susah payah aku mencuci pakaiannya hingga bersih dan harum, namum dia menyuruhku untuk membuangnya? Dan sekarang dia malah menyuruhku untuk membuat pakaian untuknya?! Aku doakan kau sial dalam pekan ini, Kagami Jiro!!


Batin Yuna menyumpahi Kagami Jiro.


"Kau bisa kan? Kalau tidak bisa ganti saja dengan uang 2 juta yen ( kira-kira 230 juta rupiah)! Maka akan aku anggap semua lunas!" ucap Kagami Jiro dengan santai.


"Kau sedang memerasku? Bagaimana mungkin pakaian itu seharga sewa rumah?" Yuna membelalak dan begitu emosi menatap Kagami Jiro.

__ADS_1


"Memang harganya segitu. Kalau tidak, cukup buatkan saja pakaian untukku! Maka aku akan anggap semua lunas!" kini Kagami Jiro mulai bangkit dan berdiri tepat di hadapan Yuna yang hanya memiliki tinggi mencapai bahu Kagami Jiro saja.


"Cepat tentukan pilihanmu!" perintah Kagami Jiro dengan seringai manisnya.


__ADS_2