Casanova In Love

Casanova In Love
Wilson VS Samuel


__ADS_3

"Baik! Siapa takut?! Jangan sampai kau menyesal karena kehilangan semua uangmu!" ucap Samuel dengan penuh percaya diri lalu mulai duduk kembali.


Senyuman meremehkan itu masih dia perlihatkan saat menatap Wilson.


Permainan demi permainan mulai mereka mainkan bersama. Dan Wilson masih saja sengaja mengalah untuk semakin menjebak Samuel.


Samuel menjadi semakin lebih percaya diri jika dia memanglah seorang master kasino black jack. Dia merasa begitu bangga hingga dia sangat meremehkan Wilson yang dia kira hanyalah seorang pecundang yang hanya bisa banyak berbicara yang kebetulan hanya bertemu dengannya malam itu.


Hingga akhirnya Samuel mempertaruhkan semua uang yang dia dapat malam ini sekaligus pada permainan akhir mereka. Yeap, kali ini Samuel benar-benar yakin akan memenangkan permainan itu.


Binggo! Kau sudah masuk ke dalam perangkapku. Kini saatnya aku menghempaskanmu ...


Batin Wilson menyeringai manis. Carolina mulai mengocok kembali kartu-kartu itu seperti layaknya seorang master, keren sekali! Pergerakannya cepat dan sudah begitu terlatih


Kini Carolina mulai membagikan kartu-kartu itu untuk Samuel dan Wilson. Wilson membukanya dengan sangat hati-hati, begitu juga dengan Samuel. Dia sangat berkonsentrasi, karena kali ini dia akan mempertaruhkan semua uangnya.


"Hit!" ucap Samuel setelah melihat dua kartu miliknya.


"Hit!!" ucap Wilson yang ternyata juga akan memilih menambah sebuah kartu lagi.


Caroline mulai memberikan masing-masing satu kartu untuk mereka. Setelah itu Samuel dan Wilson mulai mengambil masing-masing kartu mereka.


Saat ini aku punya 5 diamond, 6 spade, dan 8 hati. Jadi nilai dari kartuku adalah 19. Sudah cukup tinggi! Namun aku masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan nilai lebih baik lagi jika aku mendapatkan 1 atau 2 nilai pada hit berikutnya. Namun jika melebihi 2, maka habislah riwayatku. Susunan kartu-kartu itu adalah acak, nilai besar dan kecil menjadi satu. Angka yang baru saja aku dapatkan selalu besar, itu berarti angka yang Samuel dapatkan berarti kecil. Aku harus cepat mengambil kartu selanjutnya sebelum samuel memutuskan untuk memilih hit!

__ADS_1


"Hit!! Hurry up and give me one more card, Caroline! ( Aku memilih ambil. Cepat berikan padaku satu kartu lagi, Caroline!)" ucap Wilson dengan cepat sebelum Samuel mengambil hit juga.


Belum sempat Caroline memberikan kartu baru untuk Wilson, kini Samuel juga sudah mengambil keputusan.


"Aku memilih hit! Berikan juga padaku!" titah Samuel.


"Sure, Sir!" Caroline berniat untuk memberikan kartu itu untuk Samuel, namun Wilson segera mencegahnya.


"Tunggu! Aku yang terlebih dulu meminta kartu baru! Jadi kartu itu milikku!" ucap Wilson menandaskan.


Carolina mulai menunduk menatap tumpukan kartu yang sedang di hadapannya lalu tersenyum.


"Oh, okay. I'am sorry for my negligence, Sir. (Oh, okay. Maaf atas kelalaianku, Tuan)" ucap Carolina lalu memberikan kartu teratas itu untuk Wilson.


"Memang apa bedanya dengan kartu itu atau tumpukan di bawahnya? Lagian sama-sama kita belum melihat isi kartunya! Dasar aneh!" celutuk Samuel lalu mengambil kartu baru itu dan mulai menggabungkan dengan kedua kartu lainnya.


Sedangkan Wilson tak terlalu menanggapi kicauan sampah itu. Wilson lebih fokus dan berkonsentrasi untuk melihat kartu barunya. Dan sebenarnya Wilson merasa cukup tegang saat ini. Tak kalah tegang, Sean yang masih berdiri di belakang Wilson juga cukup dibuat ketar-ketir untuk melihat kartu itu.


Aku mohon. Dua ... entah spade, hati, atau diamond! Apa saja deh ...


Batin Wilson memejamkan matanya sebentar sebelum dia melihat kartu baru yang baru saja dia dapatkan. Perlahan Wilson mulai membuka matanya kembali dan mengambil napas panjang lalu melepaskan dengan perlahan.


Kartu itu mulai dibuka perlahan oleh pria tampan dengan tatanan rambut yang selalu rapi ini. Ujung kartu mulai terlihat sebuah gambar diamond merah dengan angka yang masih belum terlihat sepenuhnya.

__ADS_1


Sean dan Wilson begitu tegang saat ini. Kini kartu itu mulai terbuka dengan sempurna dan sepertinya dewi fortuna sedang berpihak untuk Wilson kali ini. Sebuah senyuman menis terukir dengan indah menghiasi wajah tampan dan rupawan Wilson.


Tanpa sadar Sean menepuk keras bahu lebar Wilson saking bahagianya, namun badan Wilson hanya sedikit bergetar menerima hentakan yang cukup keras itu.


Samuel juga terlihat begitu senang saat menerima kartu barunya dan tiba-tiba saja dia memilih, "Stand!" ucapnya dengan penuh percaya diri lalu membuka semua kartu miliknya di atas meja.


Nilai yang Samuel miliki adalah 20, dan sepertinya dia cukup percaya diri untuk memenangkan permainan kali ini.


"Cepat berikan semua uangmu padaku! Gyahahaha ..." Samuel mulai tertawa menyebalkan dan sangat penuh percaya diri.


"Kau yakin kau akan menang dariku? Sebaiknya siapkan dirimu untuk kehilangan semua uangmu! Karena aku memiliki kartu yang sangat sempurna!" ucap Wilson dengan senyum menawannya sambil membuka keempat kartunya di atas meja dengan begitu elegan. "Dua puluh satu!"


Samuel membelalak lebar melihat keempat kartu milik Wilson yang memiliki nilai yang begitu sempurna itu, "Ba-bagaimana mungkin kau bisa memiliki nilai yang sangat sempurna seperti itu? Kau pasti curang! Benar! Kau pasti curang!" Samuel mulai berulah kembali karena tak terima dengan kekalahan.


"Tunjukkan padaku, bagian mana yang memperlihatkan aku bertindak curang!" sahut Wilson lalu meraup semua uang itu dari Samuel.


"Saat kau bersikeras merebut kartu terakhir! Kau pasti sudah mengetahui nilai dari kartu itu! Kau pasti curang! Atau mungkin Carolina sebenarnya adalah kenalanmu?!"


"Aku jelaskan sekali lagi padamu! Pertama aku tak tau isi dari kartu itu! Kedua, aku baru mengenal Caroline malam ini. Dan perlu kau ingat, yang memilih Caroline sebagai dealer kita adalah pengunjung lain yang sama sekali tak aku kenali!" jawab Wilson masih dengan santai.


"Aku tidak terima! Ini pasti tidak benar! Kau pasti sudah curang entah bagaimana cara licikmu ini bisa memenangkan permainan ini! Kau pastinsudah merencanakan semua ini. Padahal dari awal pemenangnya adalah selalu aku! Kau hanya pecundang yang berbuat curang! Sekarang kembalikan semua uang itu padaku! Itu milikku!" Samuel berusaha merebut sebuah tas hitam yang berukuran cukup besar yang berisi dengan banyak uang itu dari Wilson.


"Jika kau mau merebutnya dariku, aku tak akan segan-segan untuk memberimu pelajaran! Karena itu sama saja dengan kau merampokku!" ucap Wilson menandaskan.

__ADS_1


"Cihh ... bukankah kau yang sedang berusaha untuk menipuku saat ini! Aku tidak merampok! Aku hanya ingin kau mengembalikan semua uangku dengan sukarela, dengan begitu aku tak akan memperpanjang masalah ini. Aku akan melepaskanmu dan menganggap semua ini tak akan pernah terjadi." ucap Samuel seolah-olah dialah yang sedang menjadi korban saat ini.


__ADS_2