Casanova In Love

Casanova In Love
Kembali Ke Danenchofu


__ADS_3

Narita Airport 5 PM


Kagami Jiro, Yuna dan Igor kini sudah tiba kembali di Tokyo, Jepang. Mereka bertiga terlihat begitu lelah ketika melenggang bersama di sebuah jalur khusus VIP. Tentu saja! Karena perjalanan yang cukup jauh baru saja mereka tempuh dari Paris.


Sebuah limusin mewah berwarna hitam metalik.terlihat sudah terparkur di depan kedatangan VIP dan sedang menantikan kehadiran mereka kembali dan saat ini.


"Silakan, Tuan Kagami Jiro. Sialkan, Nyonya Yuna." salah satu pengawal keluarga Kagami yang sedang bertugas untuk menjemput mereka kini sudah membukakan pintu mobil itu untuk tuan dan nyonyanya.


Kagami Jiro dan Yuna mulai memasukinya dan diikuti oleh Igor yang membawa beberapa koper milik tuan dan nyonyanya.


Mobil itu kini mulai meluncur di kediam keluarga besar Kagami Jiro yang terletak di Danenchofu. Sambutan hangat dari Aiko, Christal dan Yosuke mengiringi kehadiran kembali Kagami Jiro dan Yuna. Sementara Kagami Gumi sedang tidak ada di rumah, karena sedang bertugas di luar kota.


"Selamat datang kembali, Pengantin baru!" sambutan hangan dari Aiko dengan senyum lebar dan memeluk menantu pertamanya, Yuna.


"Hallo, Kakak ipar Yuna. Halo, Kak Jiro. Selamat datang kembali." sahut Christal dengan senyum lebar. "Mana oleh-oleh untukku?"


"Hhm. Semua oleh-oleh ada di dalam koper berwarna biru itu. Buka saja, Christal." sahut Kagami Jiro sambil menunjuk sebuah koper berwarna biru dengan tatapan matanya.


"Wah asyik ..." sahut Christal langsung mendatangi sebuah koper berwarna biru yang dibawakan oleh Igor.


"Kak, apa kakak juga bertemu dengan Ella dan Nichole saat di Paris? Apa kakak tidak menyampaikan salamku untuk mereka berdua?" ucap Yosuke yang berdiri berada di belakang Aiko.


"Maaf, Yosuke. Tapi kakak hanya bertemu sebentar saja dengan mereka berdua. Dan kami hanya berbincang sebentar. Jadi kakak tidak sempat mengatakan salammu untuk mereka." sahut Kagami Jiro yang sebenarnya begitu malas untuk membicarakan Ella maupun Nickhole saat ini.


Terlebih Ella dan Nichole sudah berusaha untuk mencelakai Yuna, namun Kagami Jiro tak mau membeberkannya kepada seluruh anggota keluarganya di Jepang dan tidak mau memperpanjangnya lagi.


"Ya sudah. Kami beritirahat dulu, Ibu. Besok juga sudah harus kembali bekerja. Dan Yuna juga sudah harus masuk kuliah lagi." ucap Kagami Jiro mulai merangkul Yuna yang saat ini berdiri di sampingnya. "Ayo kita beristirahat, Sayang!" imbuh Kagami Jiro beralih menatap Yuna.


Perlakuan manis dan lembut dari Kagami Jiro di hadapan keluarga besar keluarga Kagami tentu saja membuat Yuna merasa begitu kikuk dan malu luar biasa. Dan tentu saja Yuna masih belum terbiasa dengan semua kemesraan yang diekspos secara terang-terangan ini.


"Baiklah. Kalian mandi dan beristirahatlah dulu. Namun turunlah untuk makan malam bersama." ucap Aiko dengan begitu hangat.

__ADS_1


"Kami sudah makan malam di luar sebelum pulang, Ibu." sahut Kagami Jiro lagi.


"Oh, ya sudah. Kalau begitu segera bersihkan diri kalian berdua lalu berirtirahatlah. Kalian berdua pasti lelah setelah melakukan perjalanan udara yang cukup panjang." ucap Aiko lagi dengan senyum ramahnya.


"Hhm. Baiklah. Kami akan naik dan beristirahat. Sampai jumpa, Ibu, Christal, Yosuke!" Kagami Jiro yang masih merangkul Yuna kini mulai menggiring Yuna untuk naik ke atas untuk menuju kamarnya.


Kagami Jiro dan Yuna mandi secara bergantian. Yuna yang sudah menyelesaikan ritual mandinya lebih dulu, kini terlihat masih berkutat dengan sebuah laptop yang selama 2 pekan ini sudah lama tak disentuhnya sama sekali karena ditinggalkannya di dalam kamar itu saja.


Wajah ayunya terlihat begitu serius menatap layar berukuran 14 inchi di hadapannya itu. Jemarinya juga terlihat begitu lincah menari di atas keyboard yang menyala itu. Sesekali Yuna juga terlihat menulis sesuatu di dalam sebuah lembaran kosong.


Setelah beberapa saat, akhirnya Kagami Jiro sudah terlihat kembali lagi setelah menyelesaikan ritual mandinya. Namun Kagami Jiro masih hanya menggunakan jubah mandinya saja. Rambut hitam pekatnya yang lurus dan tipis masih terlihat sedikit basah, karena Kagami Jiro baru saja mencuci rambutnya.


"Yuna, kamu masih belum tidur? Apa kamu sedang menungguku, Sayang?" Kagami Jiro kembali menggoda Yuna dan segera duduk di sebelah Yuna yang masih saja menatap layar di hadapannya itu.


"Hhm. Mayu memberitahuku, jika ada beberapa pesanan lagi. Bahkan pekan lalu permintaan pelanggan cukup tinggi." sahut Yuna tanpa menatap Kagami Jiro sama sekali dan tentu saja hal seperti ini sangat membuat Kagami Jiro cemburu.


"Yuna ... berhentilah bekerja! Serahkan urusan butik kepada Mayu saja. Jika perlu aku akan mengutus seseorang profesional untuk memegang butikmu. Kamu hanya tinggal fokus kuliah dan menjadi istriku saja. Kamu hanya perlu melayaniku dengan baik saja. Aku masih bisa menghidupimu dan memberikan semua apapun yang kamu mau." ucap Kagami Jiro yang merasa diabaikan kembali oleh Yuna.


Tidak di Jepang, tidak di Paris, Kagami Jiro selalu saja merasa seakan dinomor sekian-kan oleh Yuna dan tidak dianggap penting oleh Yuna.


Pandangan mereka berdua saling bertemu, dan sepasang mata kucing Yuna saat memohon kepada Kagami Jiro, tentu saja akan meluluhkan seorang Kagami Jiro lagi hingga Kagami Jiro mulai mengusap pelipisnya dan sedikit menghembuskan nafas kasarnya ke udara.


"Huft ... baiklah. Aku akan tetap mengijinkanmu berkarya dan bekerja, namun tetap ada syaratnya." ucap Kagami Jiro yang tentu saja akan mempertimbangkan semua, termasuk semua hal yang akan dilakukannya.


"Syarat? Jadi kamu tidak ikhlas ya memberiku ijin?!" sungut Yuna merasa sedikit kesal.


"Bukan begitu, Sayang. Aku hanya ingin kamu tidak melupakan kewajibanmu sebagai seorang istri. Itu saja kok. Kamu tetap boleh bekerja, namun saat di rumah kamu juga harus fokus untuk melakukan semua kewajibanmu sebagai seorang istri dan mengurusku dengan baik." ucap Kagami Jiro mulai menyimpan file Yuna dan segera mematikan laptop itu tanpa seijin Yuna.


"Tentu saja, Jiro. Tapi ... tapi aku juga harus membantu Mayu. Begitu banyak pesanan dan harus segera diselesaikan." ucap Yuna sedikit keberatan oleh tindakan dari Kagami Jiro.


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan membantumu dengan mengirimkan beberapa pegawai dari LV Fashions untuk membantu butikmu. Kamu hanya perlu bekerja sewajarnya seperti biasanya saja tanpa harus terforsir, dan kerjakan semuanya esok lagi." ucap Kagami Jiro dengan santai.

__ADS_1


"LV Fashion? Sebenarnya siapa pemilik brand itu? Mengapa kamu terlihat begitu dekat dengannya?" tanya Yuna sangat ingin tau.


"Pemiliknya? Hhm ... tentu saja dia adalah ..." ucap Kagami Jiro belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna karena Yuna malah memotongnya begitu saja.


"Apakah dia seorang wanita?" potong Yuna tiba-tiba.


Kagami Jiro terdiam dan tersenyum gemas menatap Yuna.


"Hhm. Dia adalah seorang wanita." sahut Kagami Jiro masih dengan senyuman penuh binar. "Wanita hebat yang sangat berkharisma dan elegan."


Yuna mulai terlihat murung dan malah terdiam saja.


"Apa kamu sedang cemburu, Yuna?" tanya Kagami Jiro dengan sengaja menggoda Yuna.


"Tidak! Untuk apa aku cemburu?!" sahut Yuna dengan sangat tegas.


"Apa kau yakin, Yuna? Dia adalah wanita yang sangat cantik loh." tambah Kagami Jiro semakin menggoda Yuna.


"Aku tidak peduli! Aku mau tidur saja!" sungut Yuna segera bangkit dari duduknya dan berniat untuk segera meninggalkan Kagami Jiro.


Namun lagi-lagi Kagami Jiro dengan cepat malah meraih tangan Yuna dan membuatnya terduduk di atas pangkuannya.


"Jiro! Aku mau tidur!" ucap Yuna berusaha untuk melepaskan dirinya dari Kagami Jiro.


Namun Kagami Jiro malah semakin menahan tubuh Yuna hingga Yuna tak bisa terlepas darinya.


"Jangan khawatir, Sayang. Wanita manapun tak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku. Dan saat ini aku hanya ingin mencintaimu dengan sempurna. Dan asal kamu tau, Yuna ... wanita pemilik dari LV Fashions adalah ibuku." ucap Kagami Jiro dengan hangat.


Mendengar ucapan dari Kagami Jiro tentu saja membuat Yuna begitu malu dan seketika wajah putihnya merona begitu saja. Tentu saja! Bagaimana mungkin Yuna merasa cemburu kepada Aiko, mertuanya sendiri!


"Ahh ... benarkah itu? Maafkan aku. Mengapa aku sampai tidak mengetahuinya? Bodohnya aku! Padahal LV Fashions begitu terkenal. Tapi bagaimana bisa aku tidak menyadarinya. Ughh ..." ucap Yuna merasa tidak enak dan malu luar biasa.

__ADS_1


"Baiklah. Mari kita segera tidur saja! Tidak usah memikirkan hal lainnya lagi dulu." sahut Kagami Jiro mulai bangkit dari duduknya dan masih menggendong depan Yuna dan membawanya ke pembaringan.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2