
Dasar! Lagi-lagi pria busuk itu ingin membuat masalah denganku ya. Padahal aku sudah berencana mau menghindarinya. Tapi dia malah selalu menggannguku! Apa sebenarnya mau dia?!
Batin Yuna yang terlihat begitu kesal.
"Baiklah, Bibi. Kami akan segera pergi dari sini. Ayo Yuna kita pergi ke tempat lain saja!" ajak Jonathan tanpa memperpanjang masalah dan mulai mengambil tisu untuk membersihka sisa saos barbeque di sekitar mulutnya.
"Tunggu, Jonathan. Ada yang harus aku lakukan sebelum kita pergi." ucap Yuna mulai memikirkan sesuatu. "Dia ada dimana sekarang, Bibi Megumi?"
"Ada di ruangan VIP bersama keluarga besarnya." sahut Megumi seadanya.
"Baiklah, Jonathan, tunggu sebentar disini ya! Ada sesuatu yang mau aku lakukan." Yuna mulai meraih segelas minuman bersodanya yang masih memiliki isi hampir memenuhi gelas, karena Yuna baru saja meminumnya sedikit.
Kemudian Yuna mulai melenggang menunju suatu ruangan, ruangan di sebelah yang hanya berbataskan dengan kaca bening dengan ukiran binga-bunga tulip yang begitu indah.
"Apa yang mau dilakukan Yuna?" gumam Jonathan yang masih mengawasi Yuna dari kejauhan.
Sementara itu...
Yuna terus melenggang dengan membawa segelas minuman bersoda dan semakin mendekati meja Kagami Jiro.
Disaat Kagami Jiro sedang asyik menikmati makan siangnya kembali bersama keluarganya, tiba-tiba saja seorang gadis tak sengaja / entah sengaja menabrak sisi kiri tubuh Kagami Jiro, sehingga segelas minuman soda yang dibawa oleh gadis itu mulai tumpah dan membasahi pakaian super mewah Kagami Jiro.
BYUURR ...
Semua orang yang berada di meja makan begitu tercengang dengan kejadian mendadak ini, bahkan senyuman Kagami Jiro untuk keluarga tercintanya tiba-tiba saja membeku begitu saja.
Jonathan dan pemilik Rokkasen restaurant yang melihatnya dari kejauhan juga begitu terperangah melihat aksi nekat Yuna yang begitu berani.
Namun dengan begitu santainya Yuna berkata dengan manis dan polos, "Oh My! Maafkan aku, Tuan. Aku terlalu menikmati keindahan restoran ini, hingga tidak sengaja menabrak tuan."
Kagami yang masih duduk pada posisinya yang sama, terlihat mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Kau pasti sengaja melakukannya kan, Gadis bermulut pedas?! tandas Kagami Jiro yang kini beralih menatap Yuna dengan sepasang mata elangnya yang begitu tajam.
__ADS_1
"Tidak, Tuan. Tentu saja aku tidak sengaja. Jika tidak percaya, tuan bisa memeriksa semua rekaman kamera CCTV di sini. Maka akan menemukan semua jawabannya." ucap Yuna dengan begitu manis, karena Yuna merasa begitu yakin Kagami Jiro tak akan melakukan pemeriksaan rekaman kamera CCTV.
Karena jika sampai Kagami Jiro melakukan semua itu, maka sama saja dia juga akan menggali kuburannya sendiri. Karena di dalam salah satu rekaman itu, pasti akan merekam dirinya yang sedang berusaha untuk mengusir Yuna dan Jonathan dari Rokkasen restaurant.
"Aku tidak mau tau! Yang jelas kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini!" Kagami Jiro menandaskan dengan masih menggunakan intonasi yang cukup tinggi.
"Maaf, Tuan. Yuna memang salah, kami akan melakukan semua ganti rugi untuk pakaian tuan." ucap pemilik restoran yang tiba-tiba saja datang.
"Aku mau gadis itu yang membayar semua ini, Nyonya!" tandas Kagami Jiro lagi. "Papa, ibu aku akan mengurusnya dulu." Kagami Jiro mulai bangkit dan menarik paksa lengan Yuna untuk meninggalkan restoran ini.
Bahkan sebenarnya Kagami Jiro menariknya dengan begitu kuat hingga membuat lengan Yuna sedikit merah.
"Lepaskan tanganku! Ini sakit sekali!!" Yuna masih saja berusaha untuk menarik tangannya kembali. Namun semakin dia menarik maka Kagami Jiro akan semakin menariknya dengan lebih kuat.
Kini mereka berdua sudah berada di halaman depan Rokkasen restaurant.
"Sekarang katakan padaku, bagaimana kau akan mengganti pakaianku yang sangat mahal ini?!" Kagami Jiro memicingkan matanya menatap Yuna.
"Tidak mau! Aku paling tidak suka akan hal seperti itu! Jika pakaianku terkena noda seperti ini, maka aku akan segera membuangnya!"
"Ya sudah kalau begitu buang saja!" tantang Yuna dengan begitu santai.
Mendengar jawaban Yuna, sebenarnya cukup membuat Kagami Jiro begitu kesal!
"Begini saja! Kau coba untuk mencucinya dulu! Setelah itu aku akan mempertimbangkannya kembali."
"Baiklah!"
"Sekarang masuk!" kini Kagami Jiro sudah membukakan pintu mobil samping kemudi untuk Yuna.
"Kenapa aku harus masuk?!"
"Jangan banyak tanya dan cepat masuk!"
__ADS_1
"Dasar! Selalu saja sesuka hati sendiri!" Yuna mendengus kesal namun akhirnya memasuki Buggati Divo itu.
Kagami Jiro mulai memasuki Buggati Divonya dari pintu lainnya. Dan mulai menghidupkan mesin mobil itu.
"Katakan dimana kamu tinggal!"
"Huft ... kita ke tempat cuci pakaian saja! Aku akan mencucinya disana!" sahut Yuna sedikit mendengus.
"Kau ingin mempermalukan seorang Kagami Jiro untuk kedua kalinya?!" tandas Kagami Jiro membulatkan matanya dengan begitu sempurna. "Aku tidak membawa pakaian ganti saat ini! Jadi pilih saja! Rumahmu atau appartementku!"
Tentu saja Yuna lebih memilih untuk pergi ke rumahnya, jika dibandingkan harus mendatangi appartement itu lagi.
"Azabu! Aku tinggal di Azabu!" ucap Yuna dengan sangat berat hati.
"Wow! Kau tinggal di Azabu?! Bagaimana bisa? Azabu bukanlah tempat tinggal orang biasa. Disana adalah pinggiran kota yang benar-benar elit dan mahal dimana harga untuk memiliki sebuah apartemen modern atau tanah sangatlah tinggi. Bahkan banyak kenalanku yang juga tinggal disana seperti kenalan Nana, beberapa anggota diplomat, dan masih banyak lagi."
"Ya. Paman Tatsuya yang membantu kita untuk mendapatkan tempat tinggal itu. Karena tempat tinggal kita yang dulu sudah dijual oleh ayahku." jawab Yuna dengan malas. "Oh, astaga! Aku melupakan Jonathan dan meninggalkannya begitu saja!" kini Yuna mulai mencari sesuatu di dalam sling bag-nya dan mulai mengeluarkan ponselnya.
Namun baru saja membuka kunci layar ponsel itu, dengan cepat Kagami Jiro segera merebut ponsel itu dari Yuna.
GRREEP ...
Dengan cepat Kagami Jiro segera memasukkan beberapa nomor pada ponsel itu.
"Apa yang tuan lakukan? Kembalikan ponselku!" Yuna menengadahkan tangan kanannya berharap Kagami Jiro akan mengembalikan ponselnya.
"Kau sedang bersamaku, jadi fokuslah hanya padaku!" tandas Yuna lalu menyimpan ponsel Yuna pada saku pakaiannya yang tidak basah karena minuman bersoda itu.
Dasar pria busuk ini! Selalu saja bertingkah sesuai dengan kemauannya sendiri saja tanpa memberikan kebebasan dan menghargai orang lain. Ciihh ...
Yuna menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya dan segera memalingkan wajahnya dengan begitu kesal menatap sisi samping jalanan kota Yokohama yang sedang dilaluinya.
Karena sadar Yuna sedang kesal saat ini, Kagami Jiro dengan sengaja mulai menaikkan kecepatan laju Buggati Divo kesayangannya hingga reflek membuat Yuna segera berpegangan pada sisi mobil dengan cepat, dan tentu saja Yuna juga terlihat begitu ketakutan.
__ADS_1