Casanova In Love

Casanova In Love
Pria Licik


__ADS_3

Igor mulai memeriksa detak jantung Kagami Jiro dengan meletakkan kepalanya di atas dada Kagami Jiro dan menempelkan telinganya untuk mendengarkan detak jantung Kagami Jiro.


Sementara Yuna masih terlihat begitu khawatir karena merasa sangat bersalah. Bahkan Kagami Jiro mengalami hal semacam ini karena dirinya. Setelah beberapa saat, akhirnya Igor mulai bangkit dan berdiri menghampiri Yuna.


"Bagaimana, Tuan Igor? Apa terjadi hal yang serius?" todong Yuna tak sabaran.


"Benar sekali, Nona Yuna. Ini sangat serius dan begitu gawat darurat." ucap Igor dengan raut wajahnya yang juga terlihat sangat serius.


"Kalau begitu ayo segera kita bawa ke rumah sakit saja!" ucap Yuna masih sangat panik.


"Tidak bisa, Nona Yuna."


"Tapi mengapa?" tanya Yuna tak mengerti.


"Waktu tempuh rumah sakit terdekat jika ditempuh dalam keadaan tidak macet adalah minimal 30 menit. Sedangkan kita belum mengetahui kondisi jalanan Tokyo saat ini. Ini akan semakin membahayakan kesehatan tuan Kagami Jiro." jelas Igor.


"Lalu kita harus bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan saat ini?" ucap Yuna semakin panik saja.


"Sebenarnya ada satu cara yang bisa dilakukan saat ini, Nona Yuna ..." ucap Igor dengan hati-hati.


"Apa itu? Katakan saja padaku! Aku akan berusaha untuk menyelamatkannya!" ucap Yuna tak sabaran dan begitu yakin untuk melakukan apapun untuk menyelamatkan Kagami Jiro.


"Nona Yuna bisa memberikan ... uhm ..."


"Memberikan apa?" potong Yuna tak sabaran, karena Igor terlihat begitu ragu untuk mengatakannya.


"Nona Yuna bisa menyelamatkan tuan Kagami Jiro dengan ... uhm ... memberinya nafas buatan ..." ucap Igor dengan hati-hati dan menatap Yuna lekat.


"Apa?!" ucap Yuna hampir saja tak percaya dan mulai menatap tubuh Kagami Jiro yang masih terbaring dan tak sadarkan diri.


"Hanya itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan saat ini, Nona Yuna." ucap Igor lagi.

__ADS_1


Yuna masih saja menatap tubuh yang masih belum sadarkan diri itu dan terlihat begitu ragu untuk melakukannya. Namun akhirnya Yuna mulai mendekati tubuh Kagami Jiro dan duduk bersimpuh di sampingnya.


Yuna ... kamu harus melakukannya! Dia seperti ini karena kamu yang sudah mendorongnya hingga masuk ke dalam kolam renang itu. Lagipula memberinya nafas buatan dengan niat baik bukan masalah bukan? Hanya sekedar bibir yang saling bertaut satu sama lain ... oh my! Bisa gila aku!


Batin Yuna bergejolak, dan kini wajah ayu nan tegas itu sudah menjadi begitu merah karena membayangkan semua itu, hingga membuatnya menutup wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangannya.


Cepat lakukan, Yuna! Jika sampai kau terlambat melakukannya, hingga membuat pria ini kehilangan nyawanya, maka kau akan terjebak dalam jeruji sel!!


Batin Yuna lagi lalu mulai membuka dan menurunkan kembali kedua tangannya. Setelah memantapkan diri, kini Yuna mulai mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan.


Perlahan Yuna mulai menunduk dan mendekatkan wajahnya pada wajah Kagami Jiro. Sepasang matanya mulai terpejam lalu bibir keduanya mulai bertaut satu sama lain.


Sepertinya Yuna tidak memahami cara yang benar ketika akan memberikan nafas buatan. Seharusnya tidak dilakukan dengan cara seperti itu, dan itu malah lebih terlihat seperti orang yang sedang berciuman saja. Ahaha ...


Dan kepolosan Yuna kali ini tentu akan sangat menguntungkan untuk Kagami Jiro. Yeap ... sebenarnya saat ini Kagami Jiro hanyalah sedang berakting dan berpura-pura sedang menjadi korban tenggelam dan kehabisan oksigen. Dan Kagami Jiro juga sudah memerintahkan Igor untuk menyarankan Yuna memberikan nafas buatan untuknya. Dasar memang pria licik!


Setelah beberapa saat Yuna mencoba untuk memberikan nafas buatan versinya, kini Yuna mulai menyadari sesuatu jika bibir Kagami Jiro sedikit mengalami pergerakan dan seakan malah membalas kecupan untuk Yuna.


"Dasar pembohong! Sebenarnya kamu sudah sadar bukan!" Yuna memukul pelan dada bidang Kagami Jiro, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai membuka sepasang mata kecoklatan itu lalu perlahan duduk.


"Jahat! Berani sekali mempermainkan perasaan orang! Padahal aku sangat ketakutan!" antara kesal, marah, dan senang karena melihat Kagami Jiro yang sudah sadar kembali bercampur menjadi satu.


Karena sebenarnya Yuna memang sungguh ketakutan jika sampai terjadi hal yang serius kepada Kagami Jiro. Dan tentu saja Yuna lah yang harus bertangging jawab.


"Dasar, jahat!" entah kenapa Yuna sudah hampir mau menangis karena merasa sudah dipermainkan oleh Kagami Jiro.


"Aku baru saja terbangun. Jangan salah paham ..." ucap Kagami Jiro berusaha untuk menjelaskan.


"Pembohong!" Yuna tak mau mendengarnya lagi dan kini sudah berdiri.


Yuna juga menatap Igor begitu kesal karena sudah merasa dibohongi oleh mereka berdua. Namun Igor hanya menunduk dan tak berani menatap Yuna. Yuna terus melenggang dan melalui Igor begitu saja.

__ADS_1


Teriakan-teriakan dari Kagami Jiro tak dihiraukannya lagi. Perasaan kesal dan benci terhadap Kagami Jiro kini malah semakin bertambah besar dan kian menggunung saja.


Yuna memutuskan untuk meninggalkan resort ini dan segera pulang saja. Yuna mulai menghadang sebuah taxi berwarna kuning cerah yang kebetulan sedang melaju tak jauh darinya.


"Antar aku ke apartemen Azabu, Pak!" perintah Yuna.


"Baik, Nona." sahut sopir taxi itu lalu mengemudikan kembali taxi itu untuk menuju le apartemen Azabu.


Uh ....dingin sekali! Bahkan aku tidak membawa pakaian hangat. Pakaianku juga begitu basah.


Batin Yuna yang kini sedikit menggigil karena pakaiannya masih basah saat ini.


"Tolong matikan AC mobil ini, Pak!" perintah Yuna yang sudah tak tahan menahan dingin malam itu.


"Baik, Nona." sopir taxi itu menyauti dengan ramah dan segera mematikan AC di dalam mobil itu.


Setelah beberapa saat taxi itu membelah jalanan kota Yokohama, akhirnya taxi itu mulai menepi di depan apartemen Azabu. Disaat mulai menyadari sesuatu, Yuna terlihat begitu kebingungan saat ini.


Sling bag beserta semua isinya rupanya tertinggal di dalam resort itu. Bahkan saat ini Yuna tak membawa uang sedikitpun untuk membayar ongkos taxinya.


Aduh. Pasti sling bag itu tertinggal saat aku melepaskannya karena menyelam ke dalam kolam renang itu. Aduh bagaimana ini? Hilang sudah ponselku ...


Batin Yuna yang terlihat begitu memelas. Yuna segera turun dari taxi itu dan sedikit berjalan ke depan. Yuna sedikit menundukkan kepalanya untuk menjelaskan semuanya kepada sopir taxi itu.


"Pak. Dompet dan tasku sepertinya tertinggal di Heaven resort. Aku akan mengambil uang di rumahku dulu dan akan turun lagi." ucap Yuna berharap sopir taxi itu mau menunggunya.


Namun sepertinya sopir taxi itu sedikit kurang setuju jika harus menunggu Yuna.


"Aku hanya akan mengambil uang saja, Pak. Dan aku akan segera turun lagi. Karena saat ini aku tidak membawa uang sama sekali." jelas Yuna lagi.


"Ada apa ini?" tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang berada tak jauh dari Yuna.

__ADS_1


__ADS_2