Casanova In Love

Casanova In Love
Blushing Yuna


__ADS_3

"Lain kali aku ingin kamu sendiri yang memasak untukku." ucap Kagami Jiro sambil memasukkan sepotong kecil ayam kari ke dalam mulutnya.


"Hhm. Baiklah ... lain kali aku yang akan memasak untukmu. Tapi aku harap kamu tidak terkejut saat mencicipi masakanku." sahut Yuna dengan asal.


"Tentu saja tidak. Aku akan menantikannya!!" sahut Kagami Jiro mulai menyuapi Yuna kembali dengan bersemangat. "Pasti aku akan menghabiskan semua masakanmu nanti. Oh iya, aku sudah memesan beberapa gaun pengantin untukmu. Nanti kamu tinggal pilih saja yang kamu suka dan mana yang mau kamu pakai."


"Mengapa seperti itu? Sebaiknya pilih satu yang akan dipakai saja! Jika memesan beberapa maka akan menghambur-hamburkan uang." ucap Yuna dengan cepat.


"Begitu ya ... sudah ... tidak masalah kok. Semuanya juga sudah terlanjur. Gaun yang lainnya yang tidak terpakai bisa kamu pakai saat perayaan anniversary selanjutnya." jawab Kagami Jiro dengan santainya.


"Tetap saja sayang kan. Gaun itu pasti sangat mahal. Dan berapa gaun yang sudah kamu pesan?" ucap Yuna mulai meraih dan membuka sebotol air mineral.


"Sepuluh gaun ..." jawab Kagami Jiro terlihat begitu santai.


"Apa? Sebanyak itu? Dan berapa harga satu gaunnya?" tanya Yuna begitu shock, lalu mulai meminum air mineral itu.


"4.700.000 yen ( kira-kira Rp. 500.000.000 rupiah)" jawab Kagami Jiro dengan santai.


BYYUURR ...


Yuna yang sedang meminum air mineral itu seketika menyemburkan minumannya ke depan, dan semua semburannya itu mengenai wajah serta pakaian rapi dan super mahal Kagami Jiro.


Kagami Jiro masih memejamkan matanya selama beberapa saat lalu mulai meletakkan rantang itu di atas meja. Sementara Yuna terlihat begitu ketakutan dan gugup saat ini setelah apa yang dia lakukan. Meskipun Yuna tidak sengaja melakukan semua itu, namun tentu saja Yuna begitu merasa terancam saat ini.


"Ma-maafkan aku ... aku tidak sengaja ... akan aku bantu membersihkannya." Yuna segera mengambil sebuah sapu tangan di dalam tasnya lalu mulai membersihkan wajah Kagami Jiro dan mulai membersihkan jaz super mewah itu.


Aduh ... bagaimana ini? Pasti dia akan sangat marah padaku. Lihatlah dia ... sebentar lagi pasti dia akan menerkamku. Hiks ... dasar, Yuna!! Dari tempat seluas ini mengapa kamu harus menyembur wajah pria ini. Hiks ... kali ini aku akan mendapatkan hukuman apa lagi ya dari pria ini? Sekarang bersiaplah untuk menemui ajalmu, Yuna ...

__ADS_1


Batin Yuna yang sudah terlihat begitu pasrah dan masih membersihkan pakaian Kagami Jiro. Namun jaz super mewah itu masih saja basah.


"Bagaimana ini? Apa kamu membawa pakaian ganti? Biarkan aku mencuci pakaian ini di rumah." ucap Yuna berusaha untuk menebus kesalahannya.


Sebenarnya raut wajah Kagami Jiro bukan seperti orang yang sedang menahan amarah. Namun raut wajahnya terlihat seperti orang yang sedang kebingungan saat ini. Baru kali ini hal seperti ini terjadi di dalam hidupnya. Kejadian seperti ini cukup langka di dalam hidup seorang Kagami Jiro.


Jika saja yang melakukan semua itu bukan Yuna, mungkin saja Kagami Jiro akan begitu marah dan akan meledak dalam seketika.


Yuna masih saja tak berani menatap wajah Kagami Jiro dan hanya fokus untuk membersihkan pakaian Kagami Jiro.


"Yuna ... sudahlah. Biarkan saja ..." ucap Kagami Jiro berusaha untuk menghentikkan Yuna karena melihat Yuna yang sedang berusaha untuk membersihkan pakaiannya membuatnya tak tega, namun Yuna malah memotong ucapan Kagami Jiro.


"Tidak ... bukankah kamu masih ada beberapa pekerjaan setelah ini. Bagaimana ini?" ucap Yuna yang masih begitu merasa bersalah.


"Kau benar, Yuna. Setelah ini aku masih harus menemui beberapa klien." jawab Kagami Jiro dengan sengaja.


"Aku akan menghukummu sekarang! Karena kamu sudah mengotori pakaian dan juga wajahku, Yuna." Kagami Jiro mulai meraih dagu Yuna dengan jemarinya dan mendongakkan padanya.


Mati kau, Yuna ... kali ini kamu akan dihukum lagi oleh pria ini. Dan kali ini hukumannya akan seperti apa? Apakah dia akan menciumku lagi?? Ahh ... membayangkannya saya sudah membuatku malu!!


Batin Yuna dengan wajah yang mulai merona karena malu.


"Hukumannya adalah ... kamu harus berjanji padaku. Kamu hanya boleh percaya padaku saja. Dan kamu tidak boleh memoercayai ucapan orang lain, terutama ucapan orang asing! Apa kamu paham, Yuna?" ucap Kagami Jiro dengan lembut.


"Ak-aku paham. Tapi ... mengapa tiba-tiba saja berkata seperti itu?" Yuna menyauti dengan penuh tanda tanya di dalam hatinya.


"Meskipum hubungan kita sudah terlihat begitu mulus dan indah. Namun kita masih akan menemui beberapa hambatan. Mawar di hadapan kita terlihat begitu indah, namun akan selalu ada duri tajam di sekitar mawar itu. Seperti juga dengan hubungan kita ... tidak ada salahnya kita selalu berhati-hati." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu lembut dan tenang.

__ADS_1


Pria di hadapanku ini benar-benar tidak marah dan menghukumku? Apa aku sedang bermimpi?


Batin Yuna hampir saja tidak percaya karena Kagami Jiro tidak marah bahkan tidak menghukumnya kali ini.


"Kamu tidak marah padaku? Dan kamu tidak menghukumku?" tanya Yuna masih begitu penasaran.


"Apa kamu menginginkan aku marah padamu dan akan menghukummu?" ucap Kagami Jiro tersenyum tipis dan wajahnya masih begitu dekat dengan Yuna.


"Ti-tidak ... tentu saja tidak ... hanya saja ..." ucap Yuna terbata.


"Dan mengapa wajahmu begitu merah, Sayang? Apa kamu sedang mengharapkan aku akan memberikan hukum untukmu yang lainnya lagi?" ucap Kagami Jiro mulai menggoda Yuna lagi dan semakin mendekati wajah ayu Yuna


Mendengar ucapan dari Kagami Jiro kini membuat Yuna semakin merona dan kikuk. Namu dengan cepat Yuna segera menghempaskan tangan Kagami Jiro dan mendorong tubuhnya.


"Kyaaa ... tentu saja tidak!! Siapa yang sedang membayangkan hal mesum?!" ucap Yuna yang sudah berhasil mendorong tubuh Kagami Jiro dan mulai menutupi wajah merahnya dengan kedua jemarinya.


Kagami Jiro tertawa renyah melihat tingkah Yuna yang menurutnya begitu lucu dan menggemaskan, "Aku tidak mengatakan apapun lo. Apakah itu artinya kamu sedang membayangkan hal mesum bersamaku?" lagi-lagi Kagami Jiro berusaha menggoda Yuna dengan berbicara di dekat daun telinga Yuna.


BBRRAKK ...


Yuna segera berdiri dengan tegap dan gerakannya sungguh cepat. Dan hal itu sedikit membuat Kagami Jiro terkejut dan terdiam seketika.


"Aku akan pulang sekarang!" ucap Yuna lalu melenggang dengan langkah cepat dan segera bergegas untuk meninggalkan ruangan Kagami Jiro.


Sebenarnya Yuna sedang merasa malu tingkat tinggi hingga tak bisa menghadapi Kagami Jiro lagi. Hingga akhirnya Yuna memutuskan untuk segera meninggalkan tempat ini.


Kagami Jiro masih saja tertawa renyah selama beberapa saat karena mengingat tingkah Yuna yang menurutnya begitu lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2