
Gadis dan pemuda itu masih saling menatap untuk beberapa saat, seolah melupakan lampu sorot yang kini sedang menyorot mereka berdua hingga menjadi bahan perhatian seluruh tamu undangan malam ini.
"Kamu ..." ucap keduanya secara bersamaan, yang keduanya terlihat begitu terkejut satu sama lain.
Pemuda itu mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga menyembulkan sebuah senyuman manisnya. Sementara sang gadis segera berusaha untuk berdiri tegap kembali. Namun tiba-tiba dia hampir saja terjatuh kembali, karena sepertinya kakinya sedang mengalami cedera saat ini.
Dengan cepat pemuda itu segera menangkap tubuh gadis itu kembali.
Semua orang bersorak kembali bersama, "Wow ..."
"Tuan, sepertinya kakiku sedikit terkilir karena menabrak sesuatu saat lampu dimatikan tadi. Maaf ... tapi kamu bisa melepaskan aku, aku akan segera pergi dan mengobati kakiku." ucap gadis yang tak lain adalah Yuna.
Mendengar penjelasan dari Yuna, pemuda yang tak lain adalah Kagami Jiro itu malah dengan sengaja segera mengangkat dan membopong tubuh ramping Yuna begitu saja, hingga reflek membuat Yuna mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Kagami Jiro.
Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Ahaha .... sepertinya memang kau ditakdirkan untuk mengenalku semakin dekat, gadis kecil. Yeap ... aku sudah mengingatmu sekarang. Kau adalah gadis kecil yang pernah aku jumpai saat di rumah sakit. Saat aku sedang mengurus beberapa urusan dan administrasi untuk gadis yang sudah menyelamatkan Christal. Hhm ... sepertinya akan menarik bermain-main denganmu.
Batin Kagami Jiro dengan senyuman misteriusnya.
"Tuan, kamu bisa menurunkan aku. Aku masih bisa berjalan." ucap Yuna membuyarkan lamunan dan siasat licik Kagami Jiro.
"Kakimu sedang terluka, Manis. Mari karena aku sedang berbaik hati, maka aku membantumu untuk mengantarmu ke ruang berobat." ucap Kagami Jiro yang kini sudah melupakan jika dia sudah terpilih oleh lampu sorot itu sebagai pemenang malam ini yang memiliki kesempatan berduet dengan model dan penyanyi besar Nana Fukada.
"Tapi, Tuan ... aku sungguh merasa tidak nyaman dengan semua ini." ucap Yuna yang berusaha menolak tindakan dari Kagami Jiro.
"Aku adalah ketua utama dari anggota divisi keamanan di gedung ini. Jadi aku juga bertanggung jawab penuh jika ada seseuatu yang menyangkut keamanan para tamu." jawab Kagamii Jiro yang sudah melenggang 2 langkah untuk meninggalkan aula utama.
__ADS_1
"Tuan Kagami Jiro!" sergah sang MC tiba-tiba yang menghentikan langkah kaki Kagami Jiro yang mulai beranjak dengan menggendong Yuna. "Selamat, Tuan. Anda sudah menjadi pemenang malam ini dan memiliki kesempatan menyanyi bersama Nana Fukada. Silakan naik ke atas panggung, Tuan Kagami Jiro."
"Maaf. Sebaiknya kalian cari lagi pemenang lainnya. Karena aku harus mengantar gadis yang sedang terluka ini." sahut Kagami Jiro dengan santainya.
"Apa anda serius, Tuan? Anda menolak hadiah menakjubkan ini yang bahkan dimimpikan semua tamu undangan?" ucap sang MC dari atas panggung yang terlihat begitu terkejut setelah mendengarkan jawaban dari Kagami Jiro.
"Yeap. Aku menolaknya! Silakan kalian cari saja pemenang lainnya." jawab Kagami Jiro masih begitu tegas dan tidak merubah keputusannya.
"Wow ... keren sekali! Sungguh gentle men dan pria yang sangat memukau!"
Lagi-lagi para tamu dibuat begitu terpana menyaksikan pemandangan yang dianggapnya begitu manis dan romantis itu. Namun, sebagian tamu undangan juga ada yang terlihat begitu bahagia karena mengetahui masih ada kesempatan untuk menjadi pemenang malam ini untuk berduet bersama Nana Fukada.
Kagami Jiro terus melenggang dengan masih menggendong Yuna. Bahkan di sepanjang jalan Yuna tak pernah menyerah untuk meminta Kagami Jiro untuk segera menurunkannya.
Kini mereka berdua sudah mulai memasuki sebuah ruangan medis yang sudah disediakan oleh gedung pameran ini. Di dalam ada seorang perawat yang sedang bertugas. Namun Kagami Jiro malah melakukan sebuah hal tak terduga saat ini.
"Perawat, kamu keluarlah! Aku akan menangani pasien kali ini " perintahnya seenak jidatnya sendiri.
Perawat dan Yuna seketika dibuat melongo oleh perintah Kagami Jiro yang sedikit tidak masuk akal itu. Namun tak ada pilihan lain, perawat itu tetap mematuhi perintah dari Kagami Jiro dan mulai meninggalkan ruangan.
"Baik, Tuan." ucap perawat itu dengan patuh dan segera meninggalkan ruangan itu.
"Tuan, apa yang sedang anda lakukan? Jika tuan mengusir perawat itu, lalu siapa yang akan memeriksa kakiku?" celutuk Yuna yang masih terlihat begitu kebingungan.
"Perawat itu tak akan mampu mengobati cedera pada kakimu. Karena ini menyangkut saraf pada kakimu yang sedikit bergeser." Kagami Jiro menyauti dengan seulas senyum lalu perlahan mulai menurunkan Yuna di atas sebuah sofa tunggal.
__ADS_1
"Lalu mengapa membawaku kemari jika sudah mengetahui perawat itu tidak akan bisa membantu memulihkan kakiku yang sedang terkilir?" kali ini Yuna mengkerutkan keningnya begitu bingung menatap pemuda yang kini sedang mempersiapkan sebuah air hangat dengan memanasi sebuah wadah yang berisi dengan air di atas kompor.
Setelah beberapa saat, Kagami Jiro mulai datang dengan membawa sebuah baskom yang sudah berisi dengan air hangat.
Jangan-jangan pria busuk ini merencanakan sesuatu dan berusaha untuk mencelakaiku! Aku tidak boleh lengah, dan aku harus selalu berwaspada! Yeap ... jaangan tegang dan khawatir Yuna. Kau lumayan hebat dalam bela diri Judo!
Batin Yuna yang terlihat masih selalu mengawasi setiap pergerakakan dari Kagami Jiro. Bahkan kedua tangannya sudah bersiap dan mengepal untuk berjaga-jaga.
Sementara itu Kagami Jiro terlihat begitu tenang, dengan santai pemuda tampan itu sedikit melipat kedua lengan pakaiannya naik.
"Aku sudah terbiasa dalam membenarkan saraf yang terkilir seperti ini. Bahkan hanya dengan melihatnya sekejap saja, aku sudah bisa mengetahui kesalahan fatalnya." ucap Kagami Jiro dengan santai dan jongkok di hadapan Yuna yang sedang terduduk di kursi sofa tunggal berwarna kuning lembut itu dan meletakkan sebuah baskom berukuran sedang itu di depan kaki Yuna.
"Rendamlah kakimu dulu!" perintahnya Kagami Jiro lalu kembali berdiri dan duduk di sebuah sofa di sisi samping Yuna.
Tanpa membantah, Yuna segera melakukan apa yang pemuda itu perintahkan.
"Siapa namamu dan berapa umurmu? Kau masih terlihat begitu muda." ucap Kagami Jiro kembali membuka obrolan kembali.
"Namaku Yuna. Dan umurku akan genap menjadi 21 tahun 5 hari lagi." jawab Yuna seadanya.
Setelah beberapa saat, Kagami Jiro mulai bangkit kembali dan jongkok kembali di hadapan Yuna. Kaki jenjang Yuna yang putih dan mulus terlihat begitu saja saat belahan tinggi dari gaun itu sedikit tersibak.
"Maaf sebelumnya ..." kini Kagami Jiro mulai meraih kaki kiri Yuna dan perlahan mulai memijatnya.
Dan jujur saja ini sedikit membuat Yuna merasa malu dan sedikit merona.
__ADS_1