
Kagami Jiro dan Yuna mulai berjalan di tengah-tengah ruangan teater tipe premiere menapaki jalan yang sedikit bertangga dengan berhiaskan kerlap-kerlip lampu yang berukuran begitu mungil yang menghiasi di masing-masing pinggiran jalannya. Begitu indah dan memberikan nuansa yang begitu romantis. Terlebih mereka sedang berdua di dalam ruang teater ini. Yeap, mereka hanya berdua saja!!
Tipe studio premire memang pilihan yang paling tepat untuk menikmati dan mendapatkan pengalaman menonton film dengan kesan mewah dan eksklusif. Lobby yang disediakan untuk tempat pemesanan tiket dan ruang tunggu bagi para penonton The Premiere juga dibuat khusus dan terpisah. Tiket The Premiere juga memiliki tampilan eksklusif dengan terbungkus amplop.
Mengapa sama sekali tidak ada pengunjung? Mengapa bisa begitu sepi seperti ini? Atau jangan-jangan ini memang sudah direncanakan oleh pria iblis ini? Wah ... aku harus lebih berwaspada! Dia begitu memiliki kekuasaan dan bisa melakukan apapun sesuka hatinya! Apa kali ini dia memiliki sebuah rencana yang buruk untukku? Oh My! Kamu tidak boleh lengah sama sekali, Yuna! Kamu harus selalu waspada!
Batin Yuna yang mulai mencurigai Kagami Jiro, dan sesekali melirik pria yang masih melenggang bersama bersamanya.
"Kita duduk dimana?" tanya Yuna ingin memastikan sesuatu dan menghentikkan langkah kakinya.
"Pilihlah dimanapun kau mau untuk duduk." sahut Kagami Jiro yang juga mulai menghentikkan langkah kakinya dan menunduk untuk menatap Yuna.
"Mengapa bisa begitu? Dan mengapa dari tadi aku tak melihat pengunjung lainnya selain kita?" tanya Yuna memberanikan diri.
"Karena hari ini seluruh teater film ini adalah milikku! Tak akan ada orang yang bisa masuki teater film ini hari ini tanpa seijinku." sahut Kagami Jiro dengan senyuman manisnya.
Ternyata memang benar seperti dugaanku. Dan dia memang sengaja melakukan semua ini! Dia melakukan reservasi untuk semua teater di dalam gedung bioskop ini. Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan? Berhati-hatilah kau, Yuna! Dia pria licik yang begitu berbahaya dan bisa melakukan semua hal yang dia inginkan. Apapun itu!
Batin Yuna semakin menatap Kagami Jiro dengan begitu tajam dan penuh waspada.
"Ayo pilihlah tempat duduk dimanapun yang sedang kau inginkan!" perintah Kagami Jiro yang terlihat sudah tak sabar ingin segera duduk di sebuah bangku.
__ADS_1
Yuna terlihat memutar bola matanya dan sedikit mendengus karena kesal. Lalu dia mulai berbalik dan mulai mencari tempat duduk di tengah-tengah dan mulai duduk menatap layar proyektor yang berukuran 35 mm, dengan ukuran kurang lebih 30,78 meter x 13,11 meter. Begitu besar!
Layar tersebut khusus dibangun dan disiapkan untuk bioskop ini. Bioskop ini juga memiliki proyektor yang dijalankan oleh lampu 8 ribu Watt. Wow! Keren sekali!
Tak lama setelah Yuna dan Kagami Jiro duduk, kini lampu di dalam teater ini mulai dipadamkan dan suasana menjadi begitu remang-remang. Tak ada sponsor sama sekali, bahkan sebuah film dengan genre aksi kini mulai diputar begitu saja pada layar lebar itu.
Yuna terlihat begitu menikmati sebuah film yang sudah diputar itu. Sepasang netranya tak pernah lepas menatap sebuah layar yang berukuran cukup besar itu dengan begitu serius dan berkonsentrasi.
Sementara Kagami Jiro lebih suka mengamati dan menatap Yuna yang bahkan Yuna saja tak menyadari jika pria itu terus saja menatapnya sedari tadi.
"Cantik dan tak pernah bosan aku menatapnya terus. Ini seperti racun paling mematikan yang pernah aku rasakan." gumam Kagami Jiro begitu pelan hingga Yuna saja tak mendengar ucapannya.
Yeap, formula green tea Jeju dan mint yang begitu segar, harum, dan wangi natural itu menjadikan seorang Kagami Jiro yang sedang berada di dekat Yuna dan mencium aromanya terlihat begitu tenang dan terkesima. Sangat terlihat dia sesekali menghirup dalam, di ruangan teater yang remang-remang itu.
Pria itu juga terus saja menatap mata menuruni pipi sisi samping kiri Yuna yang begitu putih dan mulus. Kagami Jiro juga memandangi hidung mancung Yuna yang tegak dan cantik, dan berakhir memandangi bibir kemerahan Yuna dari sisi samping dengan seulas senyum.
"Semua perpaduan yang cantik dan sangat sempurna! Benar-benar bentuk wajah yang indah ..." gumam Kagami Jiro tanpa sadar dengan suaranya yang lebih keras dan masih memandangi wajah Yuna dari samping.
"Tuan bilang apa barusan?" Yuna yang sedikit mendengarkan ucapan dari Kagami Jiro kini sedikit menoleh menatap Kagami Jiro dengan kening yang berkerut.
Antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh si pria berhati iblis itu.
__ADS_1
"Aku bilang filmnya sungguh cantik dan sempurna." kilah Kagami Jiro lalu merubah posisi duduknya menjadi sedikit lebih tegap dan menghadapkan badannya kembali ke depan dengan kepala yang masih menunduk.
"Tuan bilang filmnya cantik? Apa tuan sedang bercanda? Lihatlah, sekarang sedang scene apa, Tuan?" ucap Yuna sedikit tak percaya, gadis itu sedikit membelalak dan sebenarnya Yuna sedang menahan tawa saat ini.
"Memang sedang scene apa saat ini?" ujar Kagami Jiro sedikit kikuk lalu mulai melihat layar proyektor di hadapannya itu.
Nah loh ... betapa terkejutnya Kagami Jiro saat menyaksikan sebuah adegan di dalam layar yang berukuran raksasa itu. Sebuah adegan yang begitu membuat ngilu dan merasa jijik. Karena scene yang sedang ditampilkan saat ini adalah sebuah scene penyiksaan, saat seorang penyusup mulai diketahui oleh suatu gangster karena berani menyelinap ke markas lawan, lalu gangster itu mulai mengintrogasi penyusup itu hingga sampai menyiksanya karena tetap tak mau membuka mulutnya.
Kagami Jiro masih terdiam terpaku menyaksikan film pada layar lebar itu, sementara Yuna masih saja kebingungan menatap Kagami Jiro dari sisi samping, hingga gadis itu sedikit tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.
Kagami mengusap tengkuknya dan sedikit merasa kikuk karena begitu ceroboh hingga tak menyadari semua itu.
Haisshh ... sungguh memalukan sekali! Apa yang sedang kau lakukan saat ini, Jiro? Kau begitu terlihat bodoh di hadapan gadis kecil ini saat ini! Rusak sudah kharismamu!
Batin Kagami Jiro yang terlihat begitu frustasi dan akhirnya mulai memutar otaknya untuk memperbaiki keadaan.
"Maksudku adalah ... scene setelah ini, Yuna. Akan ada beberapa scene yang begitu menakjubkan setelah ini. Beberapa alat canggih seperti senjata api, roket dan juga satelit terbaru akan segera ditayangkan setelah scene ini. Dan itu benar-benar sangat keren!" sahut Kagami Jiro lalu mengambil beberapa pop corn yang sedang dipegang Yuna dan menikmatinya begitu saja.
"Oh, seperti itu ya." ucap Yuna dengan polos tanpa curiga sedikitpun.
"Tentu saja!" jawab Kagami Jiro mulai membalikkan keadaan dan terdengar begitu percaya diri.
__ADS_1