
Sia semakin tersenyum lebar dan terlihat begitu bahagia mendengar semua ucapa sang ibu. Begitu juga dengan Kagami Jiro juga masih saja tersenyum misterius menatap ibu dan anak itu secara bergantian.
"Jadi apakah itu artinya kamu sudah membatalkan rencana pernikahanmu dengan gadis pilihanmu itu, Jiro? Jika sudah, maka kamu harus segera melamar dan menikahi Sia! Kamu tau bukan keluarga kita sudah sangat dekat sejak lama. Dan penyatuan ini akan membuat kedua keluarga besar Kagami dan Bai akan semakin kuat dan kokoh!" ucap Bai Mei masih dengan senyum lebar dan mulai meneguk matcha hangat miliknya yang baru saja diantarkan oleh seorang pelayan laki-laki.
"Nyonya besar Bai Mei!" ucap Kagami Jiro menandaskan dengan cukup tegas. "Aku mengatakan jika nyonya besar Bai Mei tidak bisa mencabut begitu saja saham di dalam perusahaan Rubby Shine! Dan aku sama sekali tidak pernah berfikiran apalagi memutuskan untuk membatalkan pernikahanku dengan Yuna. Yuna sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rubby Shine. Jadi tolong jangan sangkut pautkan dia!" ucap Kagami Jiro menandaskan kembali.
Bai Mei dan Sia terlihat sangat terkejut dan hampir tidak percaya mendengarkan ucapan dan keputusan dari Kagami Jiro yang dianggapnya malah kurang sopan ini.
"Jiro!! Apa kamu sadar dengan apa yang baru saja kau ucapkan?!" ucap Bai Mei dengan raut wajahnya yang mulai berubah.
"Tentu saja aku sadar, Nyonya besar Bai Mei! Dan aku sangat sadar dengan semua keputusanku." jawab Kagami Jiro dengan santai.
"Jiro. Apa yang kamu katakan? Jelas-jelas aku lebih baik dari gadis itu. Aku lebih kaya, aku juga lebih cantik dan aku punya segalanya!!" ucap Sia seakan masih tidak terima dengan keputusan dari Kagami Jiro.
"Kamu memang punya segalanya! Tapi hatimu tak bisa menyamai hati Yuna, walau hanya setengahmya saja!!" jawab Kagami Jiro yang membuat Sia dan Bai Mei semakin naik pitam karena ini seperti sebuah tamparan keras untuk keluarga Bai karena putri mereka dihina begitu saja.
"Jika kamu masih bersikeras dengan keputusanmu, maka saat ini juga aku akan segera memproses penarikan saham itu!! Jangan pernah menyesali keputusanmu ini anak durhaka yang sombong!!" geram Bai Mei mulai naik darah. "Ayo, Sia kita pergi saja!!"
"Jangan terburu-buru, Nyonya besar Bai Mei dan nona Sia. Aku punya seauatu yang begitu spesial untuk kalian. Sebuah kejutan untuk kalian berdua." Kagami Jiro berkata dengan nada bicara yang masih begitu santai dan segera menengadahkan tangannya ke samping. "Igor! Berikan padaku barang itu!!"
Igor segera memberikan sebuah amplop kecoklatan yang berukuran cukup besar dan segera menghempaskan dengan cukup kasar di atas meja tepat di hadapan Bai Mei
__ADS_1
"Apa lagi kali ini?!" tandas Bai Mei dengan ketus.
Bai Mei dan Sia tertahan kembali dan belum meninggalkan tempat itu. Kini Bai Mei mulai mengambil amplop itu dan segera membukanya, namun sesekali wanita paruh baya itu melirik Kagami Jiro dengan begitu kesal.
Kagami Jiro terlihat tersenyum tipis dan merasa sedikit tak sabar untuk melihat ekspresi ibu dan anak yang cukup licik itu untuk menerima kekalahannya itu.
Sepasang mata Bai Mei membelalak menatap beberapa foto yang baru saja dia keluarkan dari dalam amplop itu. Sangat terlihat jika wanita paruh baya itu sangat shock dan terkejut luar biasa.
"Ibu, foto apa itu?" Sia yang merasa sangat penasaran kini mulai berpindah tempat duduk di sebelah ibunya untul melihat foto-foto itu juga.
"Sia!! Apa-apaan ini?!!" geram Bai Mei yang begitu dipenuhi dengan amarah karena melihat putri kesayangannya sedang berfoto dengan beberapa kekasihnya dan bergonta-ganti pria di sebuah hotel denga hanya mengenakan sebuah selimut hotel. "Kau ketelaluan, Sia!!"
PLLAAKK ...
"Ib-ibu ... maafkan aku. Aku bisa menjelaskan semua ini!" ucap Sia berusaha untuk meminta maat kepada Bai Mei.
"Kau meminta dan selalu merengek untuk dinikahkan dengan Kagami Jiro, namun seperti ini tingkah lakumu?! Kau sungguh membuat ibu merasa malu!!" Bai Mei terlihat begitu terpukul melihat putrinya yang selama ini selalu saja terlihat manis dan baik, ternyata memiliki pergaulan yang sudah diluar batas.
"Ibu, tidak seperti itu ... dengarkan aku dulu, Ibu!" Sia masih merengek dan menarik-narik lengan Bai Mei.
"Huftt ..." Kagami Jiro menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat begitu muak menyaksikan drama ibu dan anak ini.
__ADS_1
Karena hal itu sangat terlihat pada wajah Kagami Jiro, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai memerintahkan Igor lagi.
"Igor! Berikan amplop yang satunya untuk mereka!!" titah Kagami Jiro kepada asisten pribadinya.
Igor segera menuruti perintah dari tuannya untuk segera memberikan sebuah amplop kecoklatan lagi untuk mereka berdua. Kini dengan tidak sabar Bai Mei mulai membuka amplop kecoklatan yang baru saja diberikan oleh Igor itu untukknya.
Kali ini Bai Mei semakin membelalak dan membuka mulutnya lebar, namun segera ditutup dengan jemarinya saat itu juga.
"Foto apa lagi itu ibu?" Sia mulai merebut beberapa foto itu dari sang ibu.
Bai Meng mematung dan tak bisa berkata apa-apa saat melihat beberapa foto itu yang memperlihatkan dirinya sedang bemesraan dengan seorang pria yang jauh lebih muda dari Bai Mei.
"Ibu!! Siapa pria ini?! Mengapa berani sekali memeluk dan mencium ibu seperti ini?!" kali ini Sia juga terlihat marah kepada Bai Mei.
Namun Bai Mei seakan masih mematung dan tak bisa berkata apa-apa
"Bagaimana? Bagaimana jika semua foto ini tersebar dan diketahui oleh masyarakat? Dan bagaimana jika tuan besar Bai Yuan jika sampai melihat semua foto-foto ini? Hukuman apa yang akan dia berikan untuk menebus kebusukan istri dan juga putri satu-satunya ini?" ucap Kagami Jiro yang terdengar seperti sebuah ancaman untuk Bai Mei dan juga Sia.
"Dasar bocah kurang ajar! Semua foto ini pasti hanyalah palsu! Dan kau akan menyesali semua ini karena sudah berusaha untuk melakukan pencemaran nama baik keluarga Bai yang terhormat!!" tandas Bai Mei masih dengan angkuhnya.
Mendengar ucaoan dari Bai Mei membuat Kagami Jiro tertawa kecil selama beberapa saat..
__ADS_1
"Baiklah! Semua foto ini hanya rekayasa bukan? Jadi kalian akan sangat mudah untuk melakukan klarifikasi dan membuktikan jika kalian memang tidak bersalah. So, tidak masalah bukan jika aku menyebarkannya!" Kagami Jiro masih tersenyum misterius menatap Bai Mei dan juga Sia secara bergantian. "Igor cepat kirim semua foto itu ke media!!" imbuhnya memberi titah untuk Igor.