
Udara pagi terasa masih begitu segar. Langit biru dan sedikit berawan terbentang dengan luas. Burung-burung menar-nari di udara dengan kicauannya yang merdu. Bebatuan yang tinggi menjulang berdiri di tepian pantai yang memiliki air laut berwarna biru kehijauan
Rerumputan hijau juga terlihat menunuhi bentangan lembah yang luas dan sedikit landai ini. Angin berhembus begitu sejuk dan membuat pepohonan dan rerumputan menari-nari di udara.
Terlihat Yuna dan Kagami Jiro yang menuruni sebuah tangga kecil yang berada diantara rerumputan yang rapi dan sengaja dirawat oleh warga sekitar.
Inilah Seongsan Ilchulbong, merupakan destinasi wisata berupa kawah gunung berapi dengan luas 99.000 meter persegi dan ketinggian 182 meter di ujung timur Pulau Jeju. Kawah ini diperkirakan mempunyai diameter sekitar 600 meter dan tinggi sekitar 90 meter.
Seongsan Ilchulbong terlihat seperti mahkota raksasa karena terdiri dari 99 bebatuan tajam di sekeliling kawah. Selain itu, pemandangan indah saat matahari terbit dan puncak yang dikelilingi bunga canola yang berwarna kuning cerah.
"Ini sungguh indah sekali!! Udaranya begitu sejuk dan masih sangat alami ..." Yuna yang berjalan sedikit di depan Kagami Jiro kini membuka kedua tangannya dan membentangkannya lebar-lebar.
Sepasang matanya sedikit menyipit dan Yuna terlihat begitu menikmati bentangan panorama yang begitu indah dan menakjubkan di hadapannya itu.
"Apa kamu menyukainya, Yuna?" tanya Kagami Jiro yang masih berjalan di belakang Yuna dengan dengan kedua tangannya yang masih tersemat dengan rapi di dalam saku celana santai pendeknya.
"Hhm. Seongsan Ilchulbong sangat indah! Udaranya juga begitu segar, apalagi saat pagi seperti ini." sahut Yuna dengan bersemangat dan mulai menuruni satu tangga lagi.
Namun Yuna malah sedikit tersandung dan badannya sudah terhuyung ke depan dan hampir saja terjatuh. Dengan cepat Kagami Jiro segera meraih tangan Yuna hingga akhirnya tubuh Yuna mulai tertahan dan tidak jadi terjatuh.
"Hati-hati ... atau kamu bisa terjatuh. Ini berbahaya sekali, Yuna." ucap Kagami Jiro yang masih menahan tangan Yuna, lalu mulai turun untuk menyusul Yuna.
"Hhm. Maaf. Aku terlalu bersemangat." Yuna meringis menatap Kagami Jiro.
__ADS_1
"Hhm. Biar lebih aman, sebaiknya aku akan menggendongmu saja." tanpa mendengarkan jawaban dan persetujuan dari Yuna, Kagami Jiro langsung saja menggendong depan Yuna.
Hal itu tentu saja membuat Yuna merasa terkejut, namun mau seperti apapun Yuna menolaknya, Kagami Jiro pasti akan tetap kekeh untuk menggendongnya.
"Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri ..." ucap Yuna yang pastinya merasa kurang nyaman dan masih malu.
"Tidak. Kamu saja sudah hampir terjatuh karena berjalan tidak dengan hati-hati. Kali ini aku akan menggendongmu. Lagipula beberapa hari ini aku sudah tidak berlatih mengangkat beban." celutuk Kagami Jiro dengan asal.
"Apa?! Jadi kamu menyamakan aku seperti para barbel milikmu itu?" ucap Yuna tak percaya dan sedikit membelalak menatap pria yang sedang menggendong dirinya saat ini.
Kagami Jiro menatap Yuna dan tertawa kecil memperlihatkan deretan giginya yang putih dan sangat rapi itu.
"Aku tidak menyamakanmu, Sayang. Tapi kalau boleh jujur, berat badanmu tak ada seper delapan dari berat beban yang biasa aku angkat. Yeap, bisa dikatakan bench press-ku adalah 8 kali dari berat badanmu, Yuna. Itu jika aku mengerahkan kekuatan standarku. Jika aku memakai tenaga khusus, makan bisa lebih berlipat lagi." ucap Kagami Jiro yang masih tertawa kecil.
Apakah itu benar? Jika memang benar, alangkah menakutkan sekali kekuatan pria ini. Kuat sekali ...
Batin Yuna yang masih menatap Kagami Jiro tanpa berkedip.
"Ada apa? Mengapa kamu menatapku seperti itu, Yuna? Apa kali ini kamu sudah menyadari ketampananku, Yuna?" ucap Kagami Jiro mulai menggoda Yuna kembali. "Ahh ... akhirnya kamu mulai menyadarinya ya." imbuh Kagami Jiro dengan tawa renyah dan sedikit memicingkan matanya ketika menatap ke atas karena sinar sang mentari yang begitu menyilaukan.
Yuna dibuat melongo mendengar ucapan dari Kagami Jiro dan segera menutupinya dengan salah satu jemarinya.
"Tidak seperti itu!" ucap Yuna dengan cepat. "Mengapa ada orang yang memiliki kepercayaan yang begitu tinggi seperti kamu di dunia ini?" celutuk Yuna tak sependapat dengan penilaian Kagami Jiro.
__ADS_1
Karena saat ini Yuna tak sedang membayangkan sesuatu seperti yang dibayangkan oleh Kagami Jiro.
"Tentu saja! Apakah ada di dunia ini ada sesuatu yang tak bisa aku lakukan? Apakah di dunia ini ada sesuatu yang tak bisa aku miliki, Yuna? Katakan padaku ... bagiku hanya ada satu saja yang sangat sulit untuk aku raih dan aku dapatkan." ucap Kagami Jiro mulai beralih menatap Yuna kembali.
"Hhm?? Apa itu ..." potong Yuna yang merasa cukup penasaran.
Seorang Kagami Jiro memiliki kesulitan untuk mendapatkan sesuatu? Hal ini sungguh sedikit tidak masuk akal. Karena selama dia sangat berkuasa dimanapun dia berada. Bahkan dia bisa meminjam penjahit profesional dari Ruby Shine hanya untuk membantu butikku saat itu. Jadi sesuatu itu apa? Apa hal itu sudah di luarkendalinya hingga dia tak bisa mendapatkannya? Hhm ...
Batin Yuna yang mulai tak sabar untuk segera mendapatkan jawaban dari Kagami Jiro. Namun Kagami Jiro malah tersenyum tipis dan menatap Yuna selama beberapa saat, dan hal ini semakin membuat Yuna semakin penasaran karena Kagami Jiro tak segera menjawabnya.
"Sesuatu yang sangat sulit untuk aku raih dan aku dapatkan adalah kamu, Yuna." ucap Kagami Jiro terdengar begitu lirih dan hangat. "Untuk mendapatkan hati dan cintamu sangat sulit untuk aku lakukan. Dan itulah pertama kali aku merasakan sebuah perjuangan. Meskipun aku harus rela menurunkan egoku sendiri, aku sama sekali tak pernah menyesalinya. Karena akhirnya kamu bersedia membuka hatimu untukku. Terima kasih, Yuna. Terima kasih karena sudah memberikan sebuah kesempatan untukku. Aku berjanji, aku tak akan pernah mengecewakanmu. Aku akan selalu menjagamu, melindungimu, dan aku akan selalu membuatmu bahagia ..." ucap Kagami Jiro panjang lebar.
Dan ucapannya kali ini adalah benar-benar tulus dari dalam hatinya. Bukan hanya sebuah kata-kata manis yang biasanya Kagami Jiro lontarkan untuk para gadis yang selama ini selalu menjadi partnernya sebelum Kagami Jiro mengenali Yuna dengan baik.
"Uhm ... terima kasih, Jiro." ucap Yuna mulai tersipu malu kembali dan mulai menurunkan pandangannya agar mereka berdua tak bertemu pandang kembali.
"Hhm. Berpeganganlah dengan kuat pada leherku. Aku akan mulai menuruni tangga ini kembali." ucap Kagami Jiro dengan hangat.
Yuna menurut saja dan mulai mengalungkan kedua tangannya meningkar pada leher kuat Kagami Jiro. Setelah itu Kagami Jiro mulai menuruni tangga itu kembali untuk semakin mendekati Seongsan Ilchulbong.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1