
Igor sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena ucapan dari Kagami Jiro terdengar begitu keras seakan bisa merusak gendang telinganya saja. Dan tak lama setelah itu tiba-tiba panggilan itu berakhir begitu saja.
"Tuan Kagami Jiro benar-benar memiliki temperamen yang sangat tinggi. Dan selama ini dia hanya bisa memurut dengan nyonya besar Aiko dan nyonya Yuna saja. Gawat sekali kalau sudah marah seperti itu. Seakan semua yang berada di sekitarnya akan terkena sebuah badai tsunami saja." gumam Igor membayangkan Kagami Jiro yang sedang mencapai puncak tertinggi amarahnya.
"Ahh ... sebaiknya aku segera membelikan red velved cake untuk tuan Kagami Jiro. Jika aku sampai terlambat lagi mengantarkannya, bisa-bisa nyawaku akan berada dalam bahaya lagi." celutuk Igor mulai bergegas untuk membeli kue itu.
Setelah beberapa saat ...
Igor mulai datang menghampiri Kagami Jiro dan Yuna yang saat ini sedang duduk bersama di salah satu bangku taman Yamashita.
"Ini kue yang tuan pesan, Tuan." ucap Igor sambil memberikan sebuah bingkisan yang beraroma begitu manis itu kepada Kagami Jiro.
Menatap bingkisan itu sebenarnya cukup membuat Kagami mengkerutkan keningnya karena bingung. Jelas-jelas Kagami Jiro sudah memerintahkan Igor untuk membelikan red velved cake dengan porsi yang paling kecil. Namum rupanya Igor malah membelikannya dengan ukuran jumbo!
Kagami Jiro mulai beralih menatap Igor dengan tatapannya yang penuh ancaman sehingga membuat Igor mulai menunduk kembali, namun Igor juga berusaha untuk menjelaskan sesuatu kepada Kagami Jiro setelah mendapatkan tatapan yang penuh dengan ancaman itu.
"Tuan, maaf. Tapi satu-satunya kue red velvet yang tersisa saat ini hanyalah tinggal satu ini. Bahkan di beberapa toko kue juga sudah habis." jelas Igor memberanikan diri dan berharap Kagami Jiro akan memahami dan memaafkannya.
Kagami Jiro memijit keningnya dan merasa begitu kesal dan frustasi, karena itu artinya Kagami Jiro harus memakan kue yang berukuran cukup besar itu seorang diri.
"Lagipula bukankah nyonya Yuna juga begitu menyukai kue ini? Jadi tuan dan nyonya bisa memakannya bersama. Hehe ..." terdengar sebuah tawa konyol dari Igor yang semakin membuat Kagami Jiro merasa kesal tingkat dewa.
__ADS_1
"Diamlah, Igor!" tandas Kagami Jiro kesal dan seketika membuat Igor mulai mengunci rapat mulutnya sesuai perintah dari Kagami Jiro.
"Sayang. Memang apa bedanya antara kue ini dengan kue yang lainnya? Bukankah semua sama saja?" tanya Yuna yang mulai inhin tau mengapa suaminya terlihat begitu kesal karena Igor membelikan jenis kue yang itu.
"Ehm ... sebenarnya ada satu toko kue yang sangat aku sukai. Karena toko kue itu memiliki kue-kue yang begitu enak. Namun rupanya sudah habis. Dan akhirnya Igor malah membeli red velved cake di toko kue lainnya." ucap Kagami Jiro berkilah.
"Ya sudah tidak masalah kok. Lain kali kita masih bisa mencobanya bukan? Ya sudah ayo cepat makan kue ini, Sayang!" ucap Yuna penuh dengan binar dan tak sabar untuk melihat Kagami Jiro menyantap kue itu.
Kagami Jiro menelan salivanya dan sedikit tersenyum kaku menatap Yuna lalu mulai membuka bingkisan yang memiliki aroma manis itu.
Sementara Igor yang masih saja berdiri tak jauh dari pasangan suami istri itu, kini dibuat sedikit melongo karena melihat sesuatu yang cukup langka. Seorang Kagami Jiro yang tidak menyukai makanan dengan segala jenis kue manis apapun, kini akan memakan kue itu!
Dan disinilah Igor baru saja tanggap, mengapa Kagami Jiro memerintahkan kepada dirinya untuk membelikan red velved cake yang berukuran paling kecil. Dan tentu saja perintah itu diberikan karena yang akan memakan kue itu kali ini adalah Kagami Jiro.
Maafkan aku, Tuan Kagami Jiro. Andai saja aku mengetahui semua ini dari awal, pasti aku akan berusaha untuk membantu tuan. Aku akan memakan sebagian kue ini lebih dulu. Dan aku akan memanipulasi kue ini dan membungkusnya dengan bingkisan yang lebih kecil dengan sepotong kue red velvet di dalamnya. Tapi rupanya aku begitu bodoh dan tidak memahami tuanku. Maafkan aku, Tuan Kagami Jiro.
Batin Igor merasa sangat bersalah dan menautkan kedua jemarinya. Sepasang netranya menatap penuh rasa tak tega saat Kagami Jiro mulai memasukkan sesuap kue berwarna merah segar dan dilengkapi dengan whipe cream itu.
Potongan demi potongan kue berwarna merah itu mulai disantap oleh Kagami Jiro meskipun dengan begitu terpaksa, hingga tak terasa Kagami Jiro sudah menghabiskan seperempat dari kue itu.
Yuna masih saja berbinar dan terlihat begitu berbahagia saat menyaksikan semua itu. Namun tiba-tiba saja Yuna mulai merengek dan mengatakan jika tiba-tiba saja Yuna juga mulai menginginkan kue itu.
__ADS_1
Keinginan Yuna kali ini tentu saja membuat Kagami Jiro merasa sedikit lega, karena itu artinya Yuna akan membantunya untuk menghabiskan red velved cake ini.
Dan hanya dalam kurang dari 5 menit saja, seketika kue itu sudah habis begitu saja karena Yuna yang begitu lahap memakannya. Kagamu Jiro segera menghabjskan 2 botol air mineral sekaligus yang sudah disediakan oleh Igor untuk menghilangkan rasa enegnya karena rasa manis yang berlebihan itu ( ini menurut Kagami Jiro).
"Ah ... lega sekali!! Makanan yang manis memang selalu membuat suasana hati menjadi lebih baik!!" ucap Yuna yang sudah cukup merasa kenyang dan mengelus-elus perutnya.
Itu adalah bagimu itu, Yuna. Bagiku makanan manis yang berlebihan malah akan membuatku merasa mual.
Batin Kagami Jiro yang masih saja mengambil sebotol air mineral lagi untuk diminumnya karena masih merasa mual juga.
"Pulang yuk! Aku sudah sangat lelah hari ini!" ajak Yuna tiba-tiba.
"Serius ingin segera pulang? Apa kamu tidak mau melihat festifal kembang api musim panas di taman Yamashita dulu? Mungkin sebentar lagi festivalnya akan segera dimulai setelah acara konser selesai." ucap Kagami Jiro.
"Tidak. Aku sudah begitu rindu dengan kasurku yang empuk. Ayo kita pulang saja, Sayang!" bujuk rayu Yuna sambil melingkarkan tangannya pada tangan Kagami Jiro dan tentunya Yuna juga menyempurnakan dengan wajahnya yang memelas saat memohon.
"Baiklah. Mari kita pulang saja." sahut Kagami Jiro menuruti Yuna. "Igor, siapkan mobilnya!" imbuh Yuna memberikan titahnya untuk Igor.
"Baik, Tuan." sahut Igor dengan nada rendah dan segera berlalu untuk menyiapkan mobil.
Setelah beberapa saat akhirnya sebuah mobil hitam metalik sudah berhenti di pinggiran jalan tak jauh dari Yuna dan Kagami Jiro duduk. Setelah menyadari mobil itu sudah menunggu mereka berdua, akhirnya mereka mulai melenggang bersama mendatangi mobil itu.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...