Casanova In Love

Casanova In Love
Seorang Pahlawan


__ADS_3

KKRRAAKK ...


Dress yang sedang membalut tubuh Yuna, kini terkoyak bagian depannya hingga memperlihatkan sebagian pakaian dalam yang sedang Yuna kenakan saat ini.


Pria itu terlihat semakin bergairah hingga dia mendorong tubuh Yuna dan mulai berniat untuk menjamah tubuh indah itu.


Sekuat tenaga Yuna berusaha untuk melawan pria itu, namun tetap saja Yuna tak bisa melepaskan dirinya dari cengkeraman pria itu. Karena saat ini pria itu sudah begitu dipenuhi oleh hasrat yang begitu menggebu dan menjadi semakin kuat karena keinginannya.


Yuna tak bisa berbuat apapun lagi kali ini, tenaganya seakan sudah habis begitu saja. Gadis cantik itu hanya bisa pasrah dan berharap ada seseorang yang datang untuk segera menyelamatkannya saat ini. Air mata hangatnya mulai membasahi wajah ayunya yang sudah dipenuhi oleh beberapa lebam itu.


Siapapun tolong aku ... ayah ... ibu ... paman Tatsuya ... kak Siena ... kakak ipar ... senior Sky ... tuan Kagami Jiro ... siapapun ... aku mohon ... tolong aku ...


Batin Yuna yang sudah mulai sesak dan begitu tak bertenaga lagi untuk menghadapi pria itu.


BBRRAKK ...


Tiba-tiba terdengar suara tendangan yang begitu kuat dan keras hingga pintu kamar appartemen itu roboh dan ambruk begitu saja. Seorang pria tampan dengan aura yang begitu menakutkan mulai melenggang dan memasuki kamar itu.


Pria dengan aura yang begitu menakutkan yang tak lain adalah Kagami Jiro itu melenggang dan mendekati Yuna yang sedang bersama dengan pria mesum itu, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai menendang pria mesum itu dengan cukup keras hingga tubuhnya terhempas dan menabrak meja rias.


BRRAAKK ...


Segala benda yang sudah tertata dengan rapi di atas meja rias itu kini sudah menjadi begitu berantakan dan berserakan di atas lantai.


Tak puas dengan semua itu, kini Kagami Jiro mulai menghampiri pria mesum itu lagi lalu menghujani wajah pria itu dengan pukulan bertubi.

__ADS_1


"Amicitia!! Kau begitu keterlaluan kali ini!! Kau pantas aku lenyapkan!" Kagami Jiro terus menghujani pria yang dipanggil dengan nama Amicitia hingga akhirnya sepasang tangan yang berukuran lebih kecil darinya mulai menahan dan menghentikkan serangannya.


Kagami Jiro mulai menatap sisi sampingnya, untuk melihat orang yang sedang menghalangi niatnya untuk melenyapkan pria itu. Ternyata kali ini Yuna yang sudah berusaha menghentikkan serangannya untuk Amicitia.


Gadis yang sudah beruraian dengan air mata itu menggeleng pelan dan terlihat begitu lemah menatap Kagami Jiro. Pandangannya begitu memohon agar Kagami Jiro berbelas kasih dan menghentikkan niatnya untuk melenyapkan Amicitia.


Melihat keadaan Yuna yang begitu berantakan dan sudah kacau, bahkan pakaiannya yang sudah koyak entah mengapa membuat hati Kagami Jiro semakin ngilu. Dia menatap tajam kembali Amicitia lalu menghempaskan tubuh pria itu dengan cukup kasar.


Kini Kagami Jiro mulai membenarkan coat hitam miliknya yang saat ini membalut tubuh Yuna. Yeap, Kagami Jiro mulai membenarkannya agar menutupi tubuh Yuna. Perlahan Kagami Jiro meraih kedua bahu Yuna dan membantunya untuk berdiri kembali.


"Ikutlah bersamaku!" ucap Kagami Jiro yang masih berusaha untuk terlihat tetap tegas seperti biasanya dan segera melenggang untuk meninggalkan kamar ini.


Dengan begitu patuh Yuna mulai melenggang dan mengikuti Kagami Jiro. Meskipun saat ini penyelamatnya adalah Kagami Jiro, seorang casanova sejati. Namun Yuna tak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa dia begitu merasa beruntung dan merasa begitu aman saat ini.


Kagami Jiro mulai berhenti di sebuah kamar appartemen yang masih berada dalam lantai yang sama dengan pria bernama Amicitia itu. Hanya saja, kamar mereka berbeda lorong saja. Lalu Kagami Jiro mulai menempelkan ibu jarinya pada sebuah monitor kecil berwarna biru itu.


Bahkan untuk akses masuknya saja, Kagami Jiro kini mulai menggunakan sidik jarinya lagi setelah dia berpindah appartemen.


BBIIPP ...


Setelah beberapa saat, akhirnya pintu itu mulai terbuka. Kagami Jiro mulai memasuki appartemennya. Sementara Yuna masih berdiri di depan pintu dan terlihat masih begitu ragu untuk memasukinya.


"Masuklah! Jangan takut! Aku tak akan memakanmu!" celutuk Kagami Jiro dari dalam.


Setelah berpikir selama beberapa saat, akhirnya Yuna mulai memasuki appartemen Kagami Jiro. Sebuah kamar dengan tipe Studio Deluxe Bay View King yang begitu rapi dan dipenuhi dengan nuansa putih mulai membuat Yuna merasa takjub.

__ADS_1


"Rapi dan bersih sekali ... bahkan kamar ini begitu harum." gumam Yuna begitu pelan dan mulai menghirup aroma wangi khas dari kamar dari seorang pemimpin Doragonshadou. "Segar sekali. Dan aroma ini begitu menenangkan hati ..."


Kagami Jiro terlihat sedang mencari sesuatu di dalam lemari pakaiannya. Setelah beberapa saat, dia mulai datang kembali dengan membawa sebuah kemeja putih lengan panjang.


"Sekarang lepas pakaianmu!" perintah Kagami Jiro dengan begitu santainya.


Namun ucapan dari Kagami Jiro seketika membuat Yuna membulatkan matanya, karena Yuna berpikiran negatif dengan ucapan yang baru saja Kagami Jiro lontarkan begitu saja.


"Apa maksud, Tuan?" ucap Yuna semakin menutupi tubuhnya dengan coat yang saat ini sudah membalut tubuhnya.


"Haishh ..." Kagami Jiro menepuk jidatnya dan terlihat begitu lelah dan pusing. "Pakai ini!!" Kagami Jiro mulai mengulurkan sebuah kemeja putih lengan panjang yang masih terlipat dengan begitu rapi.


"Apa ini?" ucap Yuna sedikit bingung, namun gadis cantik ini tetap menerimanya.


"Ini adalah pakaian ganti untukmu. Aku tinggal sendirian, jadi disini hanya ada itu. Dan itu adalah size terkecil yang aku punya." ucap Kagami Jiro lalu melenggang kembali untuk mengambil sebuah kotak P3K di dalam laci meja. "Bergantilah pakaian dulu dan segera kemari! Aku akan mengobati semua lukamu." perintahnya lagi.


"Uhm, baiklah." ucap Yuna begitu patuh lalu segera bergegas untuk menuju kamar sebelah, yang merupakan kamar dari Kagami Jiro.


Bukannya segera berganti pakaian, namun Yuna seakan tersihir setelah memasuki kamar ini. Kamar ini begitu bersih, rapi dan harum. Yuna juga melihat sebuah figura kecil yang dipajang di atas nakas.


Yuna mulai meraih figura itu dan melihatnya dengan seksama. Terlihat seorang pria tampan dengan senyum lebar sedang memeluk seorang gadis kecil berwajah mungil berambut sebahu.


"Manis sekali gadis kecil ini ..." Yuna bergeming pelan dan mengusap foto itu. "Apakah gadis kecil ini adalah putri bungsu dari keluarga Kagami? Ternyata begitu manis, seperti yang orang-orang katakan." Yuna tersenyum tipis lalu meletakkan foto itu kembali.


Namun tiba-tiba senyuman Yuna mulai memudar setelah menemukan sesuatu yang sangat tidak asing di atas nakas itu. Dengan begitu hati-hati Yuna mulai memungutnya.

__ADS_1


Pakaian seorang pemimpin Doragonshadou dan memuliki aroma seperti Kagami Jiro


__ADS_2