Casanova In Love

Casanova In Love
Kebohongan Jessy


__ADS_3

Aiko mulai mendekati Kagami Jiro dan menatap lekat putra pertamanya, "Sayang, katakan pada ibu. Apa yang dikatakan oleh nona itu adalah benar?"


"Nyonya ... aku tidak berbohong. Anak ini adalah anak dari Kagami Jiro dan ini adalah cucumu, Nyonya." Jessy mulai mendekati Aiko dan mengelus pelan perutnya.


Aiko terlihat begitu shock hingga tak bisa berkata-kata lagi. Sementara Kagami Gumi sudah terlihat dipenuhi oleh amarah yang kian memuncak.


Kedua orang tua Yuna mulai mendekati Yuna dan berusaha untuk menenangkan Yuna, khawatir jika putrinya akan begitu down setelah melihat sebuah kenyataan tak terduga ini. Bahkan ibu Yuna mulai meraih bahu Yuna dan mengusapnya pelan.


Namun Yuna hanya tersenyum tipis menatap sang ibu, meskipun sebenarnya hatinya juga cukup kecewa oleh kejadian malam ini. Disaat hari bahagianya untuk bertunangan dengan seorang pria, namun tiba-tiba saja seorang gadis mulai datang dan mengaku bahwa dia sudah mengandung anak dari sang pria.


"Jiro! Katakan sesuatu! Jangan hanya diam saja seperti ini?!" Kagami Gumi berkata dengan suaranya yang begitu besar dan sedikit serak dan terdengar begitu menggelegar memenuhi seisi aula ini.


Suasana semakin riuh, para tamu semakin sibuk dengan berbagai argumen mereka sendiri. Ada yang mengolok-olok Kagami Jiro, namun masih ada juga yang selalu membanggakannya.


"Baiklah, Papa ... aku akan membuktikan jika aku tidak bersalah." ucap Kagami Jiro berkata dengan begitu santai dan mulai menatap Jessy dengan tajam.


Gadis ini sungguh berani sekali dan tak punya malu! Dasar gadis bodoh! Beraninya bermain-main denganku dan berusaha untuk menipuku dan menjebakku! Kali ini kau akan menyesal, Jessy! Malam ini, di depan semua orang kau akan kehilangan wajahmu dengan sebuah tamparan keras karena kebodohanmu!!


Batin Kagami Jiro yang masih menatap Jessy dengan tatapan yang begitu menusuk dan tajam.


"Apa maksudmu berkata seperti, Jiro? Ini adalah anakmu, dan aku juga punya bukti!!" ucap Jessy tak mau kalah.


"Hhm? Aku akan bertanggung jawab jika itu memang adalah anakku!" sahut Kagami Jiro dengan mudahnya dan tersenyum menantang Jessy.


NYUUTT ...

__ADS_1


Meskipun baru saja berniat untuk menjalin sebuah hubungan yang lebih serius bersama Kagami Jiro, namun ucapan yang menyatakan Kagami Jiro akan bertanggung jawab kepada Jessy cukup membuat Yuna merasa sesak.


"Tentu saja ini adalah anakmu, Jiro. Jika kamu tak percaya, maka kamu boleh melakukan tes DNA setelah anak ini lahir! Namun saat ini kamu harus bertanggung jawab ..." sahut Jessy mulai berjalan mendekati Kagami Jiro.


"Igor! Lakukan!" Kagami Jiro mulai mengistruksi Igor untuk melakukan sesuatu.


"Baik, Tuan!" sahut Igor dengan patuh dan segera melenggang tegas untuk menghampiri Jessy, dan menghalangi langkah Jessy.


Jessy sedikit mundur kembali dan merasa sedikit ketakutan menatap Igor, namun gadis itu masih bersikeras dan tak mau diam saja.


"Kau mau apa?!" ucap Jessy yang mulai memeluk perutnya karena khawatir Igor akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya.


Namun Igor diam saja dan tak menjawab ucapan Jessy. Igor malah semakin mendekati Jessy dan mulai meraih perut Jessy dengan paksa.


"Lepaskan! Kau mau apa?!" erang Jessy yang masih berusaha untuk melundungi perutnya.


"Aarghh ... Igor ... apa yang sedang kamu lakukan padaku? Kamu bisa membunuh anakku." ucap Jessy memegangi perutnya dengan raut wajahnya yang begitu kesakitan.


"Igor! Apa yang sedang kamu lakukan?!" Aiko juga terlihat begitu marah karena melihat perlakuan dari Igor yang menyebabkan Jessy terluka. "Nona ... apa kamu baik-baik saja?" Aiko yang tidak tega melihat Jessy yang terjatuh dan sudah bersimbah darah, kini mulai duduk bersimpuh untuk menolong Jessy.


Sementara Igor juga terlihat mulai kebingungan saat ini. Antara harus menjalankan perintah dari Kagami Jiro atau mundur karena nyonya besar Aiko malah memarahinya jika terus berusaha untuk membuktikan sesuatu tentang siasat Jessy.


"Perutku sakit sekali, Bibi ... argh ..." Jessy kembali memegangi perutnya dan terlihat seperti sedang menahan sakit


"Cepat siapkan mobil dan segera l bawa nona ini ke rumah sakit!!" perintah Aiko yang tak tega melihat Jessy kesakitan.

__ADS_1


Namun belum sempat satupun dari anak buahnya yang bergerak, Kagami Jiro segera megatakan sesuatu yang mungkin saja membuat semua orang bingung dan meragukan Jessy.


"Ibu ... sebaiknya ibu jangan membuang-buang tenaga untuk mengkhawatirkan Jessy ... karena itu akan sia-sia. Dia adalah gadis yang sangat licik!" ucap Kagami Jiro dengan santai. "Coba ibu perhatikan baik-baik, jika Jessy memang mengalami pendarahan mengapa lukanya bisa sampai ke perut? Bagaiamana itu bisa teejadi?".


Aiko mengkerutkan keningnya mendengar ucapan dari Kagami Jiro lalu mulai menatap Jessy untuk memperhatikan sesuatu seperti yang sudah dikatakan oleh putra sulungnya.


Bukan hanya paha sisi dalam Jessy yang terkena darah, namun pasa bagian perutnya juga berdarah hingga dress warna gelap yang sedang dia kenakan saat ini juga terkena dengan darah itu.


Sebenarnya tidak terlalu terlihat, namun jika kita lebih memperhatikannya maka noda pada pakaiannya akan terlihat.


"Igor, lanjutkan!" perintah Kagami Jiro kembali.


"Jiro! Kamu sungguh keterlaluan! Apa maksudmu dengan melakukan semua ini padaku?! Kamu benar-benar keterlaluan! Padahal aku sedang terluka. Aduhh ..." Jessy kembali memegangi perunya kembali.


Namun Igor tak menghiraukannya dan tetap berusaha untuk memenuhi titah dari tuannya. Igor mulai meraih paksa perut Jessy dan menekan-nekannya.


Para tamu semakin riuh dan berargumen jika Kagami Jiro memang sudah sangat tidak manusiawi, karena sudah tega melakukan hal buruk terhadap seorang gadis yang baru saja mengandung anaknya.


Kali ini Aiko juga membiarkan Igor begitu saja dan mulai berdiri kembali. Sebenarnya Aiko sangat mempercayai putranya. Jika memang itu adalah anak dari Kagami Jiro, maka sudah pasti Kagami Jiro akan mengakuinya.


Namun memang sepertinya ada yang sudah terjadi saat ini yang tidak dimengerti oleh Aiko. Dan hanya satu yang dia mengerti saat ini, perempuan ini sudah berusaha menipu semua orang.


Igor terus saja menekan-nekan perut Jessy yang memang terlihat seperti perut pada umumnya, hingga akhirnya sesuatu berhasil Igor keluarkan dari dalamnya. Sebuah dilikon melengkung dan sebuah kantong darah kecil!


Semua ini membuat Jessy begitu membelalak lebar. Para tamu undangan juga mulai berkicau riau kembali, namum kali ini mereka menghujat Jessy. Jessy merasa malu dan tak terima, namun rupanya dia masih belum mundur. Kini Jessy bangkit dan mulai melenggang ke arah Yuna.

__ADS_1


"Yuna! Aku akan membuktikan sesuatu padamu, jika aku dan Kagami Jiro memang pernah memiliki hubungan yang tidak biasa!! Aku akan membuktikannya sekarang juga!!" Jessy berkata dengan tegas dan menatap Yuna lalu mulai mencari sesuatu di dalam tasnya.


__ADS_2