Casanova In Love

Casanova In Love
Kagami Jiro Vs Taki


__ADS_3

"Hei sampah sialan!!" mulai terdengar suara melengking yang berasal dari belakang Taki, sehingga Taki mulai melepaskan cengkeraman pada bahu Yukimura.


Seketika tubuh Yukimura ambruk begitu saja di atas tanah. Seluruh tubuhnya sudah banyak dipenuhi dengan darah segar yang merembes pada pakaiannya, bahkan wajahnya juga sudah dipenuhi dengan darah segar.


"Kau! Siapa kau berani menantangku seorang diri? Hahh??" ucap Taki dengan suaranya yang begitu menggelegar memecah keheningan malam yang terasa begitu dingin dan menusuk.


"Yanai Taki, seorang master samurai dan juara taekwondo serta juara kungfu nasional. Pernah mengalami beberapa cedera ketika menjalani masa pelatihan yang begitu keras. Pernah mengalami gagar otak ringan ketika pertandingan, seorang lawan tak sengaja menghantam wajahmu hingga kau terjatuh dan kepalamu menabrak pembatas besi saat itu dengan cukup keras. Kau saat ini juga sedang dipromosikan untuk menjadi pemimpin Death Eyes, benar begitu?" ucap Kagami Jiro dengan seringai dan masih bergaya begitu santai.


Yeap, gaya kedua tangan yang dimasukkan dengan rapi ke dalam saku hodie hitamnya. Kagami Jiro juga mulai berjalan beberapa langkah untuk mendekati Taki dengan tangan kosong tanpa senjata.


"Kau ... darimana mengetahui semua informasi itu?!" ucap Taki dengan begitu terkejut dan selalu waspada dengan samurainya yang masih berada di genggamannya.


"Itu sungguh bukan apa-apa untukku! Aku akan selalu mendapatkan informasi apapun yang aku mau! Bahkan informasi tentang bossmu, aku sudah sangat hafal di luar kepala!" ucap Kagami Jiro dengan malas. "Sekarang hadapi aku, jika kau kalah! Maka kau harus mundur!"


Taki tertawa mendengar ucapan Kagami Jiro yang begitu percaya diri untuk menang, "Lalu bagaimana jika aku yang menang?"


"Jika kau yang menang, maka aku akan melakukan apapun yang kau perintahkan." jawab Kagami Jiro tanpa pikir panjang.


"Baiklah! Jika aku yang menang maka aku akan mengirimmu ke neraka! Karena aku tak akan setengah-setengah jika menghadapi musuh!"


"Baiklah. Tapi jika aku yang menang, kamu harus menepati janjimu. Dan kamu juga harus berubah menjadi orang yang baik! Bagaimana?"


"Cckk. Baiklah, Bocah! Siap-siap saja untuk segera mohon belas kasihanku. Gyahahaha ..." Taki tertawa terbahak-bahak karena menganggap ucapan Kagami Jiro bak lelucon lucu untuknya.

__ADS_1


"Hhm. Okay! Sekarang serang aku, dan kerahkan seluruh kemampuanmu!" ucap Kagami Jiro tak sabaran dan sedikit memiringkan kepalanya menatap Taki dengan seringai manis.


"Dasar bedebah sialan malah menyuruhku untuk menyerang! Baiklah, aku akan turuti maumu! Dan jangan sampai kau memohon-mohon meminta belas kasihan padaku! Hiaatthh ..." kini Taki segera berlari ke arah Kagami Jiro dan bersiap untuk menghunuskan pedang samurainya ke tubuh Kagami Jiro. Namun dengan cepat Kagami Jiro segera menangkap tangan kanan Taki dan berhasil mematahkan serangannya dengan mudah, hingga samurai itu terlepas dan terjatuh.


Kini Kagami Jiro menghantam dagu Taki dengan cukup kuat, dan membuatnya terhempas ke belakang ambruk di tanah. Namun Taki segera bangkit kembali dan segera mengambil samurainya yang tadi sempat terjatuh.


"Kemampuanmu bertarung, bermain dengan samurai, dan kemampuan kungfumu cukup baik! Aku mengakuinya. Namun masih ada satu hal yang masih belum kau kuasai dengan baik. Kau belum bisa menguasai emosimu dengan baik! Kau mudah terpancing, atau lebih tepatnya kau memang bodoh?!" ucap Kagami Jiro tersenyum meremehkan.


"Dasar bedebah sialan! Beraninya mengatakan hal seperti itu kepadaku!! Kau benar-benar akan mati di tanganku! Gggrrr ..." ucap Taki yang menjadi semakin emosi karena Kagami Jiro menyebutnya bodoh.


Cckk ... memang benar-benar bodoh! Padahal baru saja aku mengatakan tentang kelemahannya! Bukannya memperbaiki malah semakin terpancing! Sayang sekali, keahlian dan kekuatan dari Taki tak seimbang dengan kepintarannya! Padahal sekuat apapun seseorang, jika seperti ini maka akan sangat sia-sia. Karena titik lemah konsentrasi seorang lawan adalah, ketika emosi mereka sedang tidak stabil. Baiklah! Kau begitu ini akan mempermudahkan pergerakanku malam ini, Taki-sama.


Batin Kagami Jiro yang sudah bersiap untuk menerima serangan dari Taki dengan seringai manisnya.


Taki segera mendekati Kagami Jiro dengan langkah cepat, dia bersiap untuk menghunuskan kembali samurainya ke arah Kagami Jiro.


Perlahan Kagami Jiro mulai mendorong Taki, kemudian melakukan tendangan dengan lutut kanannya untuk menghantam dada Taki sehingga Taki mengendorkan serangan samurainya. Disaat itu, Kagami Jiro segera memanfaatkan kesempatan emas ini. Dia mulai melakukan tendangan samping dengan kuat dan mengenai leher Taki.


BRRUUGGHH ...


Kini tubuh Taki lagsung abruk dan samurai itu terhempas dan terjatuh tak jauh darinya. Ketika Taki berusaha untuk meraih samurai itu kembali, dengan cepat, Kagami Jiro segera menginjak telapak tangan Taki, lalu sedikit menekan dan memperkuat injakannya hingga menggeseknya sedikit hingga terdengar bunyi sesuatu yang retak.


KKRRAAKK ...

__ADS_1


"Bagaimana? Apa masih mau melanjutkan duel kita lagi?" ucap Kagami Jiro sambil memperkuat injakannya kembali.


"Arrgghh ... sakit sekali! Sial!!" erang Taki yang mengaduh kesakitan dan berusaha untuk melepaskan tangan kanannya.


"Jawab! Kau masih mau melanjutkan duel kita atau sudah mengaku kalah dariku!" tandas Kagami Jiro sambil memperkuat penekanannya lagi.


"Arrgghh ... sialan! Aku tidak akan pernah mengaku kalah darimu, Cecunguk gila! Kau pikir siapa dirimu berani kepadaku!" ucap Taki yang masih kekeh dan tak mau mengakui kekalahannya.


"Aku? Kau mungkin belum pernah melihatku atau mengenalku sebelumnya. Tapi aku yakin, kau sangat mengenal Doragonshadou!"


"Do-Doragonshadou? Apakah kau salah satu bagian dari klan mereka?" ucap Taki dengan sedikit terbata.


Kagami Jiro tersenyum tipis mendengar ucapan dari Taki, "Aku adalah Kagami Jiro! Pemimpin dari Doragonshadou saat ini! Apa sekarang kau masih berani untuk melawanku?!" ucap Kagami Jiro sedikit memelankan suaranya dan semakin memperkuat injakannya.


"Aarrgghh ... ampuni aku, Tuan Kagami Jiro! Maafkan aku karena tidak mengenalimu! Maafkan aku yang begitu bodoh ini ... aku akan menepati janjiku. Aku berjanji, Tuan ..."


"Cepat hentikkan anak buahmu sekarang juga!"


"Ba-baik, Tuan ..." ucap Taki lalu merogoh sebuah handy talky dan berusaha untuk menghubungi seseorang.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Taki mulai memberi perintah untuk anak buahnya.


"Kalian hentikan penyerangan sekarang juga dan serahkan diri kalian tanpa perlawanan!" perintah Taki kepada seseorang melalui handy talky-nya.

__ADS_1


"Baik, Boss." terdengar suara sahutan dari seberang.


Setelah itu Taki menyimpan kembali handy talky itu. Sementara Kagami Jiro mulai melepaskan dan mengangkat pijakannya. Setelah beberapa saat, akhirnya pihak kepolisian sudah datang dan menangkap para berandalan itu.


__ADS_2