Casanova In Love

Casanova In Love
Kelicikan Untuk Kelicikan


__ADS_3

Namun di tengah kebimbangannya saat ini, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri Aiko dan memeluknya dari belakang begitu saja. Hal ini membuat Aiko begitu terkejut dan hampir saja meninju atau menggigit orang itu.


Namun Aiko mulai mengurungkan niatnya setelah melihat sebuah jam tangan yang melingkar manis pada pergelangan tangan kiri pria yang masih mengenakan setelan jaz itu.


Aiko sedikit mendengus karena terkejut dan merasa kesal karena ulah putra pertamanya yang datang secara tiba-tiba dan malah langsung memeluknya begitu saja dari arah belakang.


"Jiro sayang!! Kamu mau membuat ibu jantungan?!" Aiko mendengus kembali karena masih kesal.


"Wah, hebat sekali ibuku yang cantik ini bisa langsung mengetahui dan mengenali jika ini adalah aku." Kagami Jiro tertawa kecil dan mulai duduk di seberang Aiko.


"Tentu saja ibu tau." sahut Aiko mulai meneguk teh matcha hangatnya yang baru saja dia minum sedikit saja. "Sayang, kapan kamu datang? Mengapa ibu tidak menyadari saat kamu datang?"


"Baru saja kok. Apa ibu sedang ada masalah? Mengapa sampai tak menyadari saat aku datang? Ibu juga terlihat sedang memiliki sebuah beban saat ini." tanya Kagami Jiro mulai mencurigai Aiko. "Ibu bisa cerita denganku. Aku akan membantu ibu sebisa mungkin." imbuh Kagami Jiro mulai meraih jemari Aiko.


Aiko menggenggam jemari itu dengan jemarinya yang lain dan mulai tersenyum hangat menatap Kagami Jiro.


"Ibu baik-baik saja, Sayang. Hanya ada sedikit masalah saja tadi dengan klien." kilah Aiko dengan seulas senyum.


"Klien yang mana, Ibu? Dan apa masalahnya? Ibu ... aku adalah wakil presdir di Ruby Shine, dan aku juga berhak tau jika Ruby Shine sedang ada masalah. Jangan memendamnya sendiri, Ibu." ucap Kagami Jiro dengan hangat.


"Ahaha ... hanya masalah kecil tidak perlu dibahas lagi. Oh iya, bagaimana dengan semua persiapan pernikahanmu, Sayang? Apakah pakaian pernikahan kalian sudah jadi?" ucap Aiko mengalihkan pembicaraan.


"Hhm. Sudah hampir selesai." sahut Kagami Jiro seadanya.


"Bagaimana dengan Yuna? Apa kalian masih sering bertemu? Kalian tidak sering bertengkar kan? Di saat mendekati hari pernikahan, biasanya akan ada beberapa ujian dan masalah yang datang. Ibu harap kalian berdua bisa melewatinya dengan baik dan dewasa." ucap Aiko dengan tulus.


"Hhm. Iya, Ibu. Aku dan Yuna akan baik-baik saja. ibu tenang saja." sahut Kagami Jiro dengan senyum tipis.


"Hhm. Memang harus seperti itu. Baiklah. Ibu masih ada pertemuan perjanjian dengan seorang klien. Ibu pergi dulu." ucap Aiko lalu mulai bangkit untuk berdiri dan meraih sebuah tas kecil berwarna hitam.

__ADS_1


Aiko mulai melenggang dan meninggalkan ruangan ini, sedangkan Kagami Jiro masih berada di ruangan ini dan tatapannya terlihat tajam menatap lurus ke depan.


"Ibu ... semua akan baik-baik saja! Keluarga Bai tidak akan memutuskan kontrak dengan perusahaan kita! Mereka tak akan mencabut saham mereka! Ibu tenang saja!" gumam Kagami Jiro pelan namun terlihat begitu serius.


Sebuah benda pipih mulai diraih Kagami Jiro dari dalam saku pakaiannya. Sebuah nomor mulai ditelponnya. Setelah menunggu selama beberapa saat akhirnya panggilan itu mulai diangkat oleh orang di seberang.


"Igor! Cari tau semua tentang keluarga Bai! Laporkan semua informasi penting dan kelemahan mereka secepatnya padaku!" titah Kagami Jiro kepada Igor, asistennya.


"Baik, Tuan!" sahut Igor dari seberang.


"Jika ingin bermain licik dan kotor, maka aku akan melayani kalian ..." sebuah seringai manis mulai menghiasi wajah Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai sedikit menyandarkan tubuhnya dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di depan dada bidang itu. Lalu pria itu mulai memejamkan sepasang matanya dan memutar pelan kursinya.


"Kalian tak akan bisa berbuat sesuai hati kalian ..." gumamnya pelan.


...⚜⚜⚜...


Kagami Jiro mulai membuka amplop coklat itu lalu mulai mengeluarkan beberapa foto dari dalam amplop coklat itu. Sebuah senyuman misterius mulai menghiasi wajah tampannya yang terlihat begitu dingin dan mencekam.


"Nona Bai Sia juga sering bergonta-ganti kekasih. Bahkan ada beberapa potret dirinya bersama beberapa kekasihnya di hotel." ucap Igor lagi.


"Good job, Igor! Aku akan memberikan bonus untukmu!" ucap Kagami Jiro masih menyeringai manis menatap beberapa foto yang sudah dicetak oleh Igor.


"Terima kasih, Tuan!" sahut Igor sangat bersemangat.


Dasar para wanita licik ini ... jika ingin bermain-main denganku, maka aku akan melayani kalian dengan permainanku yang lebih menakjubkan dan fantastis!! Jika beberapa foto ini tersebar hingga sampai ke media, maka tamatlah riwayat kalian!!


Batin Kagami Jiro masih menyeringai menatap beberapa lembar foto yang sedang berada pada genggamannya saat ini.

__ADS_1


"Igor hubungi Bai Mei! Katakan jika aku ingin bertemu dengannya dan juga Sia malam ini di Rokkasen Restaurant!" titah Kagami Jiro mulai memasukkan kembali beberapa lembar foto itu ke dalam amplop coklat besar itu lagi.


"Baik, Tuan." sahut Igor lalu mulai menghubungi Bai Mei.


...⚜⚜⚜...


Bai Mei terlihat begitu puas dan selalu tersenyum penuh kemenangan setelah mendapatkan senuah panggilan telpon dari Igor yang mengatakan jika Kagami Jiro ingin bertemu dengan dirinya dan juga putrinya malam ini di Rokkasen Restaurant malam ini.


"Sia sayang. Malam ini berdandanlah yang cantik dan pakai gaun terbaikmu!" titah Bai Mei kepada putri kesayangannya yang paling sempurna dalam pandangannya sendiri.


"Ada apa, Ibu? Aku malas pergi kemana-mana!! Kagami Jiro akan segera menikah karena ibu yang tak berhasil membujuk nyonya Aiko!" sungut Sia dengan wajahnya yang begitu cemberut dan masih terlihat begitu kesal.


"Sayang. Apa kamu tau siapa yang sedang menelpon ibu barusan?" Bai Mei tersenyum lebar menatap Sia.


Sia menggeleng pelan dan masih terlihat begitu murung. Gadis itu terduduk di atas pembaringannya dan memeluk sebuah bantal.


"Igor baru saja menghubungi ibu. Dan dia mengatakan jika Kagami Jiro ingin sekali bertemu dengan ibu dan juga kamu malam ini di Rokkasen restaurant." ucap Baik Mei dengan bersemangat.


Sepasang mata sipit Sia mulai membulat dan menunjukkan ekspresi yang begitu terkejut namun juga bahagia.


"Benarkah itu, Ibu?" tanya Sia sangat bersemangat.


Bai Mei tersenyum lebar dan mengangguk, "Kagami Jiro pasti akan lebih mementingkan ibunya dan juga Rubbt Shine. Dan malam ini pasti dia akan memohon-mohon kepadamu untuk menikahimu agar ibu tidak membatalkan rencana ibu untuk menarik saham ibu, Sayang." ucap Bai Mei penuh percaya diri.


"Ahh ... ibuku memang yang terbaik!! Terima kasih, Ibuku sayang." Sia mulai memeluk erat Bai Mei.


Tidak aku sangka akan secepat ini Kagami Jiro mengajak bertemu. Pasti dia tidak ingin melihat perusahaan yang sudah Aiko pegang selama ini bangkrut begitu saja. Hehe ... kamu memang sangat cerdas, Bai Mei ...


Batin Bai Mei tersenyum penuh dengan kepuasan.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2