
Sore ini Yuna terlihat sudah terlihat begitu anggun dengan sebuah gaun panjang berwarna dusty pink yang begitu indah dan menawan. Gaun itu memiliki desain lengan yang sedikit rendah dan menggembang seperti balon namun sedikit terjatuh.
Riasan wajahnya juga terlihat begitu natural dan tak membosankan untuk dipandangi. Perpaduan antara eye shadow , blush on, contour hidung, warna liptnt yang begitu lembut menjadikannya begitu ayu dan memukau.
Di depan cermin rias, Yuna masih memandangi dirinya melalui pantulan cermin itu sembari merapikan rambutnya yang saat ini sudan mulai memanjang hingga melewati bahunya.
Senyumnya terukir begitu manis sembari sedikit menggerak-gerakkan wajahnya untuk memaatikan jika make up-nya sudah sempurna dan setidaknya tidak mempermalukan Kagami Jiro sebagai seorang petinggi utama dari Doragonshadou.
Tiba-tiba saja seorang pria tampan dengan setelan jas yang begitu rapi dan necis mulai datang dan menghampirinya lalu mulai memeluknya dari belakang.
"Istriku cantik sekali." ucap Kagami Jiro menggoda Yuna dan tersenyum menatap wajah ayu Yuna dari pantulan cermin di hadapannya.
"Ah ... tidak kok. Aku tidak cantik. Dan masih banyak yang lebih cantik dari diriku." sahut Yuna merendah dan meraih kedua tangan Kagami Jiro yang saat ini melingkar di leher hingga dadanya.
"Tidak ... tidak ... bagiku kamu adalah yang paling cantik untukku setelah wanita pertamaku." ucap Kagami Jiro dengan senyum lebar.
Mendengar ucapan dari Kagami Jiro, sebenarnya cukup mengingatkan Yuna terhadap sesuatu dan membuatnya sedikit tersipu hingga akhirnya Yuna juga mulai tersenyum lebar. Hingga akhirnya mereka berdua mulai tertawa kecil bersama.
"Jangan mengungkit masalah itu lagi. Itu membuatku merasa begitu malu." celutuk Yuna setelah tawa mereka berdua mulai reda kembali.
"Hhm. Baik-baiklah, Sayang. Namun jika aku tak sengaja khilaf, ingatkan saja nanti." sahut Kagami Jiro mulai menggesek-gesekkan ujung hidungnya yang mancung pada pipi Yuna lalu sesekali mengecupnya dengan lembut.
"Ahh mana bisa seperti itu." sahut Yuna sedikit murung karena mendengar ucapan dari Kagami Jiro yang seakan tidak memiliki sebuah kenginan dan keseriusan dalam ucapan janjinya.
__ADS_1
Tawa kecil mulai terdengar dari Kagami Jiro seakan menggelitiki daun telinga Yuna. Nafas khasnya yang segar dan beraroma mint dapat dirasakan oleh Yuna.
"Baiklah. Kita berangkat yuk!" ajak Yuna yang merasa jika dirinya sudah rapi dan siap untuk segera pergi dan mulai bangkit dari tempat duduknya lalu berbalik berhadapan dengan Kagami Jiro.
"Hhm. Sebentar ..." ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan tersenyum semakin mendekati Yuna dan tiba-tiba saja malah mengecup leher jenjang Yuna dan sedikit menyesapnya hingga menimbulkan kiss mark berwarna kemerahan.
Yuna dibuat cukup terkejut dan bingung dengan tingkah Kagami Jiro yang menurutnya konyol itu. Bagaimana mungkin Kagami Jiro melakukan hal seperti itu dan meninggalkan bekasnya? Padahal saat ini Yuna sedang mengenakan sebuah gaun yang cukup terbuka di bagian leher, dan mereka juga harus menghadiri sebuah pertemuan bersama saat ini.
"Jiro ... apa yang sudah kamu lakukan?" protes Yuna saat melihat sebuah kiss mark pada leher jenjangnya melalui cermin rias di hadapannya dengan kening yang berkerut.
"Itu adalah tanda cintaku." sahut Kagami Jiro dengan santainya dan masih saja tersenyum tipis.
"Kita akan pergi menemui teman-temanmu. Tapi kamu malah melakukan hal seperti itu dan meningalkan tanda kemerahan di tempat yang begitu terbuka seperti ini." keluh Yuna yang mulai mengambil sebuah syal untuk menutupi tanda kemerahan pada leher jenjangnya itu.
Mendapatkan tatapan seperti ini kini membuat sepasang mata Yuna seketika mrmbulat dan dengan cepat Yuna segera menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
Namun hal itu tak membuat Kagami Jiro mengurungkan niatnya dan malah dengan cepat meraih dan menarik pinggang Yuna dan semakin mendekatkan tubuh Yuna padanya.
"Ja-jangan, Jiro ... kita harus segera berangkat. Sebaiknya jangan lakukan itu sekarang ..." ucap Yuna sedikit tergagap karena khawatir Kagami Jiro malah akan menyerangnya sekarang.
"Hhm? Baiklah ... baiklah ... Aku terima semua kode-kode ini." ucap Kagani Jiro tersenyum manis dan mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Kita lakukan saja nanti malam lagi."
"Eh??"
__ADS_1
"No reason again! Ayo kita segera berangkat!" ucap Kagami Jiro mengecup singkat bibir Yuna lalu segera meraih tangan Yuna untuk segera menggiringnya meninggalkan kamar hotel ini dan menuju ke sebuah suatu restoran yang sudah dijadikan sebagai tempat pertemuan.
...⚜⚜⚜...
Yuna dan Kagami Jiro mulai mendatangi sebuah restoran bergengsi yang terletak tak jauh dari hotel mereka. Le Train Bleu, sebuah restoran ikonik dengan suasana yang begitu megah nan mewah.
Kolaborasi antara Le Train Bleu dan Maison Rostang bukan hanya dengan desain yang begitu elegan, namun restoran ini juga menawarkan masakan mewah namun dengan mempertahankan sentuhan lokal Prancis.
Beberapa meja dengan taplak putih terlihat sudah tersaji hidangan dengan tampilan sempurna dan rasa yang luar bisa. Begitu segar, terstruktur, dan memiliki keunikan cita rasa makanan yang membuat tak ingin berhenti menyuap tentunya.
Bahkan mungkin saja duduk dan minikmati makanan di tempat ini akan seperti menikmati sihir yang membuat hati berbunga-bunga. Langit-langit yang dipenuhi dengan nuansa keemasan serta lampu hias gantung yang juga berwarna keemasan menjadikannya perpaduan desain ini menjadi begitu menakjubkan luar biasa.
Menikmati makanan di restoran ini adalah bagaikan sebuah pengalaman yang melampaui ruang dan waktu, menampilkan hidangan terstruktur, segar, dan halus seperti lukisan seni abstrak dari beberapa chef yang luar biasa.
Makanan yang mereka siapkan adalah masakan dengan menu tradisional Prancis yang elegan dan bercita rasa tinggi ini serta dimasak menggunakan bahan-bahan yang segar berdasarkan musimnya.
Hidangan yang disajikan di restoran ini kebanyakan adalah yang kaya akan kaldu. Saat menyuap makanan ini sesendok demi sesendok rasanya waktu seperti berhenti, membuat hanyut dalam rasa makanan yang begitu kuat dan mendekap lidah. Kala perut dimanjakan makanan yang menggugah selera, mata pun dimanjakan pemandangan mempesona. Perfect!
Seorang pelayan restoran kini mulai menyambut kedatangan Yuna dan Kagami Jiro dan mulai memandunya untuk mengantarkannya pada sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya dengan nama Kagami Jio.
Dan rupanya di meja itu sudah ada 2 gadis bule dan juga 2 orang pria bule yang mungkin juga berumuran seperti Kagami Jiro. Dan salah satu gadis itu adalah Ella, sepupu jauh dari Kagami Jiro.
Mereka menyambut hangat kedatangan Kagami Jiro dan Yuna, kecuali Ella yang sepertinya masih saja kurang menyukai Yuna.
__ADS_1