
Tokyo Designer Gakkuin College
Di sebuah ruangan kuliah yang begitu luas dan sudah ramai oleh para mahasiswa dan mahasiswi, terlihat seorang gadis yang memiliki paras yang begitu cantik alami dengan rambut sebahu, terlihat sedang menimang-nimang sebuah kalung berwarna silver.
Raut wajahnya tergambarkan dengan begitu jelas, jika sedang ada yang sedang dia pikirkan saat ini. Sesekali dia juga menghembuskan napas kasarnya ke udara.
Mengapa kalung ini bisa berada di dalam kamar tuan Kagami Jiro?
Batinnya yang masih menimang-nimang kalung itu.
"Yuna!!" tiba-tiba seorang gadis datang dan menepuk bahu Yuna lalu gadis itu duduk di sebelah Yuna.
"Anju, ada apa?" ucap Yuna tanpa menatap Anju, sahabatnya.
"Lihatlah! Kamu mendapat kiriman paket dari seseorang!" gadis berambut keriting itu kini menyodorkan sebuah tote bag berwarna hitam untuk Yuna.
"Apa ini? Dan siapa yang mengirim?" Yuna mengkerutkan keningnya dan mulai memeriksa isi dari tote bag itu.
"Entahlah. Aku hanya dimintai tolong oleh senior Sean untuk memberikannya padamu. Tapi kata senior Sean tadi ada seorang pria berpakaian rapi datang ke kampus dan menitipkan ini untuk diberikan padamu." jelas Anju.
Di dalam tote bag itu ada sebuah kotak berukuran sedang dan juga sebuah surat. Yuna mengambil surat itu untuk membacanya, sementara Anju memeriksa isi dari kotak itu.
Gadis kecil. Aku hadiahkan ponsel baru untukmu, karena sudah menemaniku makan ramen kemarin malam. Kagami Jiro.
Begitulah isi dari surat itu yang ternyata dari Kagami Jiro.
Apa? Jelas-jelas malam itu aku yang sudah begitu merepotkannya hingga dia memasak untukku! Lalu mengapa dia tau jika ponselku sedang rusak? Ah ... iya! Kata paman Igor tak ada yang tidak dia tau. Padahal aku sudah memutuskan untuk tidak berhubungan dengannya lagi setelah hari itu. Kalau seperti ini, bagaimana aku menghindarinya? Apa sebaiknya aku kembalikan saja ponsel ini padanya? Hhm ... ya ... setelah pulang dari kampus, sebaiknya aku mengembalikan ponsel ini!
Batin Yuna memantapkan hati.
"Whoa!! Yuna, ponsel keluaran terbaru ini sungguh keren sekali! Aku baru pertama kali melihatnya secara langsung! Boleh aku coba?" celutuk Anju yang ternyata sudah mulai mengaktifkan ponsel itu.
"Anju! Jangan dihidupkan ..." sergah Yuna.
"Terlambat. Aku sudah menghidupkannya, Yuna. Hehe ... sebentar saja kok. Aku hanya ingin melihat-lihat saja." sahut Anju lalu mengutak-atik ponsel itu. "Siapa yang mengirimkan ini, Yuna? Pasti pria yang sangat kaya ya ..."
"Tuan Kagami Jiro ..." jawab Yuna dengan jujur.
__ADS_1
"Apa?? Tuan Kagami Jiro?!" ucap Anju yang terlihat begitu terkejut bukan main mendengar nama itu. "Pemimpin dari Doragonshadou yang malam itu menyelamatkan kita?"
"Hhm. Iya, dia yang mengirimnya." sahut Yuna yang terlihat sedikit cemberut.
"Bagaimana tiba-tiba dia bisa memberimu hadiah seperti ini? Apa yang terjadi malam itu bersamanya? Kau dibawa ke appartemennya bukan?" selidik Anju begitu mencurigai Yuna. "Jangan bilang kau sudah ditiduri olehnya juga ..."
Mendengar ucapan dari Anju, seketika membuat sepasang mata Yuna sedikit membulat, dan wajahnya terlihat begitu tidak terima.
"Jangan bicara omong kosong, Anju! Aku tak akan segila itu! Huft ..." Yuna mendengus kesal mendengar ucapan dari Anju.
"Aku hanya bercanda, Yuna. Hehe ... jadi apa rencanamu kali ini?" tanya Anju yang masih sibuk melihat-lihat ponsel itu.
"Aku akan mengembalikannya pulang kuliah nanti. Namun aku tak tau, apakah aku bisa menemuinya nanti. Dia orang yang begitu sibuk. Haishh ... menyebalkan! Mengapa tiba-tiba saja dia mengirimiku hadiah ini?!" Yuna terlihat begitu kesal dan sedikit mengacak-acak rambutnya.
Tiba-tiba saja ponsel itu berdering, dan layar itu menampilkan nama si pemanggil, Pangeran tampan.
Yuna dan Anju saling berhadapan bingung, hingga akhirnya Anju mengangkat panggilan itu dan men-loudspeaker-nya.
"Hallo ..." terdengar sapaan seorang pria yang begitu maskulin dari seberang telpon. "Yuna, apa kau mendengarku? Apa kau disana?"
"Ya ... aku dengar, Tuan." sahut Yuna dengan malas.
"Ya, Tuan. Lukaku sudah sembuh. Lagipula ini bukanlah luka serius kok." Yuna masih menyauti dengan malas.
"Hhm? Ya ya kau adalah gadis yang kuat! Ciumanmu juga berbeda dari yang lain ..." celutuk Kagami Jiro dengan asal.
Seketika Yuna dan Anju yang mendengarkannya dibuat membelalak. Bahkan Anju sampai melongo lebar dan segera menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Sedangkan Yuna menggeleng kuat menatap Anju.
"Sore ini bisakah kita bertemu, Tuan Kagami Jiro?" ucap Yuna yang merasa sangat kesal kali ini.
"Tentu saja bisa! Kirimkan saja titik lokasinya padaku nanti. Maka aku akan segera datang." sahut Kagami Jiro dengan cepat.
"Baiklah, Tuan. Aku masih harus mengikuti satu kelas lagi. Sampai jumpa."
"Hhm. Okay. Sampai jumpa ..."
Yuna segera mengakhiri panggilan itu, dan wajahnya terlihat begitu kesal.
__ADS_1
Dasar pria busuk itu!! Padahal malam itu kita hanya terjatuh, dan tidak sengaja bibir kita saling menempel! Apa itu pantas disebut dengan ciuman?! Dasar! Menyebalkan!
Sungut Yuna di dalam hati, wajah ayunya juga terlihat begitu kesal.
"Astaga Yuna!! Ternyata sudah ada yang terjadi diantara kalian berdua ya? Bahkan kalian sudah berciuman? Wah ... ciuman pertamamu bahkan dengan seorang pemimpin Doragonshadou yang menakutkan itu?"
Celutuk Anju yang masih begitu tak percaya, jika sahabatnya Yuna bisa melakukan hal semudah itu dengan pria yang baru saja dikenalnya. Bahkan pria yang sangat menakutkan!
"Tidak, Anju! Kau salah paham. Semua tidak seperti yang sudah kau bayangkan. Itu hanya kecelakaan! Dan aku sangat yakin, itu adalah salah satu siasat liciknya untuk menjeratku dan menjadikanku mangsanya." Yuna berusaha menjelaskan dan meyakinkan Anju jika dia bukanlah gadis yang seperti itu. "Percayalah padaku, Anju! Kau sudah sangat mengenalku bukan?"
Anju menatap Yuna beberapa saat, hingga akhirnya dia mengangguk pelan, "Berhati-hatilah padanya. Dia bukan pria biasa, Yuna. Dia begitu menawan, namun sebenarnya dia sangat mengerikan!"
Yuna tersenyum mendengarkan jawaban dari Anju, "Hhm. Tentu saja aku akan selalu berhati-hati padanya. Kamu tenang saja. Pulang kuliah nanti aku akan mengembalikan ponsel ini padanya. Setelah itu aku akan membeli ponsel sendiri."
"Hhm."
Sementara itu ...
Di dalam sebuah ruangan kerja pemimpin Doragonshadou, setelah mengakhiri panggilan telpon dengan Yuna, Kagami Jiro terlihat sedikit tersenyum samar.
Yuna mengajakku bertemu? Apa dia merindukanku?
Batin Kagami Jiro tersenyum tipis. Namun tiba-tiba senyumnya memudar setelah terdengar seseorang mulai mengetuk pintu ruang kerjanya.
Tok ... tok ... tok ...
"Masuk!" perintahnya dengan tegas.
Setelah beberapa saat, terlihat Igor yang mulai memasuki ruangan ini.
"Tuan memanggil saya?"
"Hhm. Igor! Gantikan aku untuk pertemuan bersama para klan Doragonshadou sore ini! Aku ada urusan mendadak!" perintah Kagami Jiro seenak jidatnya sendiri.
"Baik, Tuan Jiro." Igor menyauti dengan begitu patuh.
Padahal Kagami Jiro-lah yang membuat jadwal untuk pertemuan bersama para klannya sore ini. Namun dia malah meminta ijin dan mewakilkannya kepada Igor!
__ADS_1
...⚜⚜⚜...