
Setelah Yuna berhasil keluar dari elevator itu, kini Kagami Jiro mulai memanjat tembok itu dengan begitu gesit dan cukup keren. Hingga akhirnya dia bisa keluar dari elevator melalui celah di atas itu.
Setelah berhasil keluar dari elevator, Kagami Jiro mulai merapikan kembali pakaiannya yang mungkin baginya mulai terlihat sedikit kusut. Karena Kagami Jiro adalah pria yang selalu berpenampilan rapi dan bersih.
"Tuan, apa tuan Kagami Jiro baik-baik saja?" ucap salah satu team penyelamat itu yang terlihat menghkawatirkan bosnya.
"Aku baik-baik saja. Segera perbaiki elevator ini, karena tidak efisien jika hanya memakai yang tersisa saja." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu ramah.
"Baik, Tuan. Kami akan segera memperbaikinya. Dan secepat mungkin elevator ini akan bisa digunakan lagi." sahut pria yang memakai pakaian rapi dengan memakai luaran sebuah rompi berwarna hitam.
"Baiklah. Lakukan yang terbaik." kini Kagami Jiro mulai melenggang untuk menghampiri Yuna yang saat ini sudah duduk di sebuah bangku panjang dan memegangi kedua lututnya.
"Ini milikmu. Simpanlah." Kagami Jiro mulai menyodorkan sebuah benda pipih untuk Yuna.
Yuna yang tadi masih menunduk dan menantap kedua lututnya, kini sedikit mendongak menatap benda pipih itu.
"Terima kasih ..." ucap Yuna pelan dan menerima ponsel itu lalu segera menyimpannya kembali di dalam sling bag miliknya.
"Tidak perlu berterima kasih. Jika masih butuh istirahat kau bisa beristirahat dulu. Kau masih terlihat begitu shock." sahut Kagami Jiro yang masih berdiri tegap di hadapan Yuna.
"Tidak bisa, aku harus segera pergi ke kampus. Karena hari ini akan ada presentasi tugas dan harus menemui Lektor kepala." sahut Yuna dengan serius. "Aku tidak bisa meminta ijin begitu saja, karena hari ini adalah dead line-nya."
"Katakan padaku siapa nama Lektor kepalanya? Aku akan mendapatkan ijin untukmu." ucap Kagami Jiro mulai menengadahkan tangannya, dan tiba-tiba saja Igor sudah datang dan memberikan sebuah ponsel untuk Kagami Jiro. "Tak ada yang tidak mengenalku, bahkan semua Lektor kepala, profesor / guru besar, Lektor di seluruh Tokyo, semuanya mengenaliku dengan baik!"
Kini Kagami Jiro mulai menyalakan ponselnya dan sudah bersiap untuk menghubungi seseorang, hanya tinggal Yuna menyebutkan nama dari Lektor kepalanya saja.
"Tidak, Tuan Kagami Jiro." tolak Yuna dengan sopan. "Aku adalah seorang mahasiswi, dan aku juga harus mematuhi perintah dari Lektor kepalaku. Lagi pula aku sendiri yang sudah meminta diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi hari ini. Jadi aku harus tetap hadir. Dan, terima kasih atas semuanya. Aku permisi ..." Yuna bangkit dan mulai melenggang begitu saja.
Dengan langkah lebarnya, Kagami Jiro mulai mengejar Yuna, tanpa terlihat dia sedang terburu-buru saat dia sedang berusaha untuk mengimbangi jalan Yuna.
"Yuna. Bukankah sudah aku katakan, aku akan mengantarmu." ucap Kagami Jiro yang kini sudah berhasil mengimbangi langkah Yuna.
__ADS_1
"Oh, benar juga. Maaf aku terlalu shocked, Tuan. Hingga melupakannya begitu saja."
"Hhm Okay. Aku paham."
Mereka berdua terus melenggang bersama, hingga akhirnya mulai sampai di depan sebuah elevator lainnya.
"Apakah kita akan menaiki elevator lagi kali ini?" guman Yuna terpaku menatap elevator itu.
"Tentu saja. Ini lantai 12. Apa kau lebih memilih turun dengan menggunakan tangga manual saja?"
Yuna terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Kagami Jiro. Gadis berwajah cantik nan tegas itu masih menatap lekat pintu elevator itu, hingga akhirnya pintu itu mulai terbuka dan tak ada seorangpun di dalamnya.
"Jangan takut, Yuna. Kali ini tak akan terjadi sesuatu. Ayo masuk!" ucap Kagami Jiro mulai memasuki elevator itu.
Meskipun ragu dan langkah kakinya terasa begitu berat, namun akhirnya Yuna memasuki elevator itu bersama Kagami Jiro.
Setelah menekan sebuah tombol yang menyatakan lantai dasar, kini pintu elevator itu mulai tertutup kembali dan mulai bergerak turun lantai demi lantai.
"Jam berapa kamu pulang dari kampus? Mana tau ... aku juga sudah menyelesaikan rapatku, dan kita bisa kembali bersama."
"Mungkin 1 sampai 2 saja sih. Karena hanya presentasi saja." sahut Yuna yang sesekali memperhatikan sebuah kotak kecil yang berada di atas tombol yang terletak di sisi samping pintu elevator itu. Sebuah kotak yang menampilkan angka demi angka yang semakin mengecil, karena elevator ini sedang menuju lantai dasar.
"Baiklah. Kabari saja jika kamu sudah selesai. Karena kemungkinan rapatku juga hanya sebentar saja." ucap Kagami Jiro dengan asal.
Karena sebenarnya tak ada rapat sama sekali yang akan dilakukan di Tokyo hari ini! Kagami Jiro mengatakan akan memiliki sebuah pertemuan yang kebetulan diadakan di dekat kampus Yuna, sebenarnya itu adalah sebuah kebongan!
Malah sebenarnya hari ini Kagami Jiro harusnya pergi ke kuar kota bersama Igor untuk melakukan sesuatu. Yeap, seharusnya sore hari ini Kagami Jiro harusnya pergi ke Osaka.
"Tapi ... setelah dari kampus, aku harus mengambil kue dan juga hadiah untuk ayahku." sahut Yuna.
"Kebetulan sekali! Aku juga sedang ingin mencari hadiah untuk ayahmu!" sahut Kagami Jiro dengan seulas senyum.
__ADS_1
Nah loh ... lagi-lagi Yuna tak memiliki pilihan lain dan tak bisa menolak keinginan dari Kagami Jiro. Pria dewasa yang sedang berdiri di sampingnya itu selalu saja suka membuat keputusan sendiri tanpa mendengarkan saran dari orang lain! Dan ini juga yang membuat Yuna sedikit kesal padanya. Terkesan egois, karena tak mau mendengarkan uneg-uneg orang lain.
"Baiklah." jawab Yuna dengan asal.
TTRRIINNGG ...
Setelah beberapa saat angka pada layar kecil itu menunjukkan angka 1, lalu pintu elevator mulai terbuka. Dengan langkah kaki yang begitu bersemangat Yuna segera meninggalkan elevator itu dan bernapas lega.
Setelah itu mereka mulai melenggang bersama menuju ke parkiran di depan dan mulai mendatangi sebuah Buggati Divo, mobil kesayangan Kagami Jiro.
Setelah memasukinya, Kagami Jiro mulai mengemudikannya dengan kecepatan laju standar agar tidak di komplain oleh Yuna lagi. Buggati Divo itu mulai meluncur menuju sebuah kampus di Tokyo, Tokyo Designer Gakkuin College.
"Terima kasih, Tuan Kagani Jiro. Aku akan masuk dulu." ucap Yuna lalu mulai turun dari mobil itu.
"Hhm. Hati-hati. Aku akan langsung pergi."
"Hhm ..."
Yuna mulai melenggang dan mulai memasuki sebuah gerbang utama Tokyo Designer Gakkuin College.
Sebuah melodi indah mulai terdengar dan berasal dari ponsel Yuna. Dengan cepat Yuna segera mengankat panggilan itu yang ternyata berasal dari Jonathan.
"Hai, Jo! Ada apa?"
"Hari ini paman ulang tahun kan?"
"Ahh iya. Aku hampir saja lupa untuk mengundangmu juga. Datanglah malam ini ke apartemenku. Ibuku akan memasak cukup banyak untuk perayaan kecil-kecilan."
"Oh, okay! Sampai bertemu nanti malam!"
"Okay!"
__ADS_1
...⚜⚜⚜...