
"Selamat pagi, Tuan Fu." sapaan penuh kehormatan mulai Kagami Jiro layangkan kepada salah satu parner kerjanya itu. "Maaf jika sudah menunggu terlalu lama, Tuan. Perjalanan sedikit macet."
"Tidak masalah, Tuan Kagami Jiro." jawab pria yang kira-kira juga masih berusia 30 tahun itu.
"Apakah ada masalah di Wiston Diamond Gallery, Tuan Fu?" tanya Kagami Jiro setelah duduk di seberang salah satu rekan bisnisnya itu.
"Ya. Winston Diamond Gallery sedang memiliki kendala, Tuan. Semua perhiasan yang sudah tuan Kagami Jiro sudah kami terima dengan baik. Namun ..." ucap tuan Fu belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna.
"Namun ada apa, Tuan Fu? Katakan saja padaku." ucap Kagami Jiro lagi.
"Untuk pemotretan hari ini kami mengalami kendala, Tuan Kagami Jiro. Ada salah satu costumer kami yang tiba-tiba saja melakukan permintaan khusus." ucap tuan Fu yang terlihat mulai ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Katakan saja padaku, Tuan Fu. Tidak perlu sungkan. Aku akan membantu jika memang sangat diperlukan." Kagami Jiro menyauti dengan sangat ramah.
"Hhm. Sebenarnya costumer itu adalah pelanggan VIP kami. Dan sudah lama dia menjadi pelanggan VIP kami. Namun permintaannya kali ini terlalu unik, Tuan. Jadi ... untuk pemotretan kali ini dengan perhiasan dari Ruby Shine, dia menginginkan tuan Kagami Jiro sendiri yang menjasi modelnya." ucap tuan Fu yang sebenarnya cukup merasa segan kepada Kagami Jiro untuk mengatakan permintaan dari pelanggannya.
Permintaan itu sesaat membuat Kagami Jiro terpaku dan senyumannya mulai memudar. Karena Kagami Jiro tak pernah melakukan pemotretan apapun kecualu saat pra-wedding, pernikahan, atau foto bersama dengan tema formal di perusahaan.
Bagaimana mungkin aku menjadi model dari produk perhiasanku sendiri? Ini sungguh akan sangat kacau! Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya? Aku paling benci dengan kamera!
Batin Kagami Jiro yang kini merasa cukup bingung.
"Maaf, Tuan Kagami Jiro. Namun jika memang tuan tidak bersedia maka tidak perlu melakukannya. Aku akan berbicara kembali dengannya untuk membahas masalah ini." ucap tuan Fu lagi karena masih merasa begitu segan kepada Kagami Jiro.
"Tidak, Tuan Fu. Aku juga bertanggung jawab sepenuhnya atas Ruby Shine, jadi aku akan melakukannya. Namun pasanganku untuk berfoto, aku akan memilihnya sendiri! Bagaimana?!" ucap Kagami Jiro sangat terpaksa.
__ADS_1
"Benarkah itu, Tuan? Wah terima kasih, Tuan Kagami Jiro. Tuan memang sangat progesional dan pemimpin yang baik. Bahkan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan." sahut tuan Fu dengan wajahnya yang penuh binar.
"Hhm. Ya sudah jadi kapan aku harus melakukan pemotretan itu?" tanya Kagami Jiro lagi.
"Sore ini di Winston Diamond Gallery, Tuan. Tuan hanya perlu datang saja. Semuanya akan aku persiapkan." ucap tuan Fu kembali.
"Baiklah. Aku akan sempatkan untuk datang ke Winston Diamond Gallery sore ini." sahut Kagami Jiro kembali.
Setelah menemukan titik terang, akhirnya pemilik dari Winston Diamond Gallery itu mulai berpamitan dan meninggalkan Ruby Shine.
Kagami Jiro yang kini sudah sendirian berada di ruangan kerjanya, kini termenung selama beberapa saat karena memikirkan pemotratan untuk pemasaran perhiasan dari Ruby Shine.
Kagami Jiro mulai memejamkan sepasang matanya dan mulai memijit keningnya karena cukup pusing.
"Semua wanitapun akan sama saja. Mereka bisa saja berfoto dengan baik. Namun aku tak akan bisa." gumam Kagami Jiro pelan dan masih memejamkan sepasang matanya.
"Masuk!" titah Kagami Jiro mulai menghela nafasnya kembali.
Rupanya Rin , asisten Kagami Jiro saat sedang berada di Ruby Shine kini sudah mulai memasuki ruangan yang cukup luas dan mewah ini.
"Tuan, rapat selanjutnya akan segera dimulai. Mereka sedang menunggu kehadiran tuan di ruangan rapat." ucap Rin dengan nada yang begitu rendah.
"Hhm. Siapkan semua berkas, drawing dan sample produk baru kita!" titah Kagami Jiro mulai bangkit dari tempat duduknya dan bersiap untuk segera menghadiri rapat pagi ini.
"Baik, Tuan."
__ADS_1
...⚜⚜⚜...
Sore ini Kagami Jiro mulai mendatangi Winston Diamond Gallery untuk melakukan beberapa pemotretan. Di sebelahnya sudah ada seorang wanita cantik masih dengan pakaian formal yang melingkarkan tangannya pada lengan kiri Kagami Jiro.
"Tuan Kagami Jiro. Aku sudah mempersiapkan beberapa model wanita. Tuan tinggal pilih saja mau berpasangan dengan siapa ..." ucap tuan Fu yang sudah terlalu bersemangat dan terburu-buru, hingga begitu terlambat menyadari jika Kagami Jiro sudah datang dengan seorang wanita.
"Sayang, sudah banyak model lo disini. Jadi kamu berfoto saja bersama salah satu dari mereka. Dan kali ini biarkan aku menonton saja." ucap wanita itu tersenyum lebar menatap Kagami Jiro.
Tak terlihat ada rasa cemburu sedikitpun pada wanita yang tak lain adalah Yuna itu. Bagi Yuna, sangat tidak masalah jika memang Kagami Jiro harus berfoto bersama dengan seorang model. Toh ini juga karena sebuah pekerjaan.
Namun tentu saja itu sangat tak biasa untuk Kagami Jiro, karena selama ini yang selalu membantu Kagami Jiro adalah Yuna ketika mereka akan menghadapi kamera.
"Ma-maaf. Aku terlalu bersemangat hingga tak menyadari jika nyonya Yuna juga ikut datang bersama dengan tuan Kagami Jiro." ucap tuan Fu merasa sedikit tak enak.
"Hhm Tidak masalah kok." sahut Kagami Jiro seadanya. "Sayang, aku hanya akan berfoto denganmu saja. Mau berfoto bersama dengan mereka-pun semua akan sama saja. Aku tak akan bisa melakukannya dengan baik. Kamu tau bukan aku ini seperti apa?" imbuh Kagami Jiro berkata dengan manis kepada Yuna dan mengusap lembutt dagu Yuna.
Ucapan dan perlakuan manis Kagami Jiro untuk Yuna kini membuat tuan Fu dan para model wanita itu membeku seketika. Rasanya bikin iri, dan masih kuranga percaya. Karena seorang Kagami Jiro rupanya begitu manis dan lembut terjadap istrinya.
"Baiklah ... baiklah ... aku akan melakukannya." sahut Yuna dengan senyum lebarnya.
"Hhm, baiklah. Tuan Fu, aku sudah mengatakannya kepada tuan. Jika aku akan memilih wanita yang akan menjadi pasanganku untuk berfoto bukan? Dan wanita itu adalah istriku sendiri." ucap Kagami Jiro mulai beralih menatap tuan Fu.
"Oh ... baiklah, Tuan. Tidak masalah. Pasti mereka akan lebih menyukainya, karena modelnya adalah orang yang sangat luar biasa!" jawab tuan Fu begitu antusias."
"Hhm. Semoga saja seperti itu." Kagami Jiro menyauti penuh harap.
__ADS_1
"Baiklah. Kimi, Jinu. Antar antar tuan Kagami Jiro dan nyonya Yuna ke ruang ganti untuk berganti pakaian. Dan rias dengan baik sesuai dengan tema!" titah tuan Fu kepada anak buahnya.
"Baik, Tuan." sahut Kimi dan Jinu dengam kompak dan segera mengantarkan Kagami Jiro dan Jinu untuk menuju ke ruangan ganti, untuk berganti pakaian.