
Yuna dan Kagami Jiro mulai meninggalkan restoran itu lalu menaiki elevator bersama. Setelah beberapa saat, akhirnya pintu elevator mulai terbuka dan mereka berdua segera keluar dari elevator itu.
Setelah berjalan sedikit menyusuri koridor, akhirnya mereka mulai memasuki sebuah kamar apartemen bersama.
Tak bisa dibayangkan betapa gugupnya Yuna saat ini, hanya berduaan dengan seorang pria yang sudah memiliki status tunangan. Dan sebenarnya fikiran Yuna sudah tidak karuan kemana-mana saat ini.
"Kamu mau minum seauatu? Biar aku buatkan ..." ucap Yuna menawaari sesuatu.
"Tidak kok. Aku datang untuk menemanimu saja. Tidak perlu repot-repot melakukan apapun, apalagi kamu masih sakit." jawab Kagami Jiro
Sebuah melodi dengan instrumen klasik yang menenangkan hati kini mulai terdengar dari ponsel Kagami Jiro. Kagami Jiro mulai meraih ponselnya untuk mengangkat panggilan itu.
"Ya, Igor? Ada apa?" ucap Kagami Jiro to the point.
"Tuan Kagami Jiro ada dimana saat ini? Mengapa aku tidak melihat di ruangan kerja? Ada seorang tamu yang berasal dari luar negeri dan mencari tuan." ucap Igor dari seberang line.
"Tamu dari luar negeri? Siapa?" tanya Kagami Jiro dengan kening yang sedikit berkerut.
"Putri dari pemilik saham terbesar di Ruby Shine, Tuan." jawab Igor.
"Oh, katakan saja untuk datang kembali besok. Hari ini aku tidak bisa kembali ke markas pusat ataupun ke Ruby Shine. Calon istriku sedang sakit, aku harus menjaganya saat ini." setelah mengatakan itu, Kagami Jiro segera mengakhiri panggilannya begitu saja, dan mulai menghampiri Yuna kembali.
"Aku baik-baik saja kok. Hanya minum vitamin dan minum air hangat lalu istirahat nanti juga sembuh kok. Dan sakit seperti ini biasanya hanya sebentar kok. Tuan bisa kembali saja, kasihan tamu itu datang jauh-jauh dari luar negeri lo ..." ucap Yuna yang merasa tidak enak hati karena Kagami Jiro yang mengkhawatirkan dirinya secara berlebihan.
Kagami Jiro mengangkat sedikit kepalanya lalu mulai sedikit menunduk dan memiringkan kepalanya dengan senyum manis.
"Pertama ... sepertinya kamu terlalu meremehkan hukumanku ya, dan kali ini aku akan menghukummu lagi. Mulai sekarang aku tak akan memberikan kelonggaran sedikitpun jika kamu salah memanggilku."
"Ahh ... itu ... maaf aku salah lagi ..." ucap Yuna berharap kali ini Kagami Jiro juga akan memaafkannya lagi.
Namun rupanya harapan Yuna tidak terkabul. Kagami Jiro malah semakin mendekati wajah ayu Yuna dan memiringkan kepalanya, hingga akhirnya.
__ADS_1
CUUPP ...
Kecupan singkat itu mendarat pada pipi kiri Yuna yang sekarang sudah merona karena mendapatkan hukuman atau sebenarnya lebih tepat seperti serangan. Yuna mulai menunduk agar Kagami Jiro tidak semakin menggodanya saat ini.
"Kedua, tamu itu pasti hanya mencariku hanya karena urusan pribadi saja. Dan aku tidak mau memproritaskan dia saat ini. Ya sudah, kamu beristirahatlah di dalam kamarmu. Aku akan mengambil air hangat untukmu." perintah Kagami Jiro dengan hangat.
"Hhm ..." Yuna mengangguk pelan lalu mulai berlalu menuju ke kamarnya.
"Huftt ... pria itu benar-benar sengaja sekali melakukannya." gerutu Yuna yang mulai meletakkan salah satu tas kesangannya di atas nakas, lalu mulai berbaring di atas ranjangnya.
"Tapi mengapa aku merasa dia sedikit berubah ya. Tidak menyebalkan seperti dulu ... dan sikapnya juga sedikit lebih manis ... argghhh ... apa yang aku pikirkan!!" Yuna merubah posisi tidurnya dan membenamkan kepalanya di atas bantal. "Apakah aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya? Ahh sial!! " Yuna mulai memukul-mukul temlat pembaringannya dengan tangan kanannya yang mengepal.
BUGHH ...
BUGHH ...
"Aarghh ... menyebalkan!!" sungut Yuna masih terlihat kesal.
"Ahh ... iya ... masuk saja ..." balas Yuna setengah berteriak lalu mulai duduk dengan benar dan merapikan rambutnya yang sudah sedikit menjadi berantakan.
CEKLLEKK ...
"Ada apa? Aku mendengar kamu berteriak. Apa ada sesuatu yang sedang terjadi?" Kagami Jiro mulai memasuki kamar Yuna dengan membawa segelas air putih hangat untuk Yuna.
"Hehe ... tidak ada kok. Aku baik-baik kok." kilah Yuna.
"Hhm. Ya sudah minum ini. Aku mengambilnya dari kotak obat. Ini obat penambah darah saat sedang datang bulan bukan?" Kagami Jiro memperlihatkan beberapa kapsul merah di dalam sebuah botol bening yang berukura.n kecil.
Yuna meliahatnya lalu menerimanya, "Hhm iya. Ini adalah vitamin untuk penambah darah. Terima kasih sudah mengambilkannya untukku."
"Ya sudah minumlah dulu ..."
__ADS_1
"Hhm ..." Yuna segera mengambil sebuah kapsul berwarna merahh itu lalu meminumnya dengan air putih hangat yang sudah disiapkan oleh Kagami Jiro. "Terima kasih ya ... maaf juga karena sudah merepotkan."
"Aku senang melakukannya dan aku tidak merasa sedang direpotkan. Kelak kamu juga harus terbiasa hidup seperti ini bersamaku. Jangan bosan jika kelak aku terus saja menciummu setiap hari ya ..." ucap Kagami Jiro dengan tawa kecil.
Nah loh ... lagi-lagi Kagami Jiro selalu saja membuat Yuna tersipu malu.
"Kamu tidurlah. Aku akan menjagamu ..." titah Kagami Jiro mulai duduk di depan kursi rias Yuna dan mengambil sebuah figura kecil yang berisikan dengan foto Yuna.
Bagaimana aku mau tidur dan istirahat kalau kamu masih berada disini? Hiks ...
Batin Yuna dengan senyum palsunya, namun Yuna mulai berbaring miring membelakangi Kagami Jiro lalu memeluk sebuah guling.
Namun sudah beberapa saat memejamkan mata, Yuna juga masih saja tidak bisa untuk tidur. Tentu saja! Bagaimana bisa tidur dan beristirahat jika ada seorang pria yang sedang mengawasinya saat ini? Tentu saja Yuna merasa tidak cukup tenang meskipun status mereka saat ini adalah sebagai tunangan.
Kagami Jiro mulai menyadari semua itu, hingga akhirnya pria bergengsi itu mulai memutuskan untuk meninggalkan kamr Yuna agar Yuna bisa beristirahat.
"Baiklah, aku akan di luar saja. Kamu tidur dan istirahat saja dulu." ucap Kagami Jiro lalu bangkit dari tempat duduknya lalu mulai melenggang meninggalkan kamar Yuna.
CEKLEKK ...
Huft ... akhirnya dia pergi dari kamarku juga.
Batin Yuna merasa begitu lega setelah Kagami Jiro sudah meninggalkan kamar Yuna.
Sementara itu ..
"Gadis itu masih saja takut kepadaku ya? Padahal jelas-jelas aku tak akan mungkin melakukan hal buruk terhadapnya. Tapi gadis itu selalu saja seperti itu terhadapku. Padahal jika memang aku punya niat jahat kepadanya, maka aku sudah akan melakukannya dari awal. Sudah begitu banyak kesempatan untuk memakannya jika aku memang mau melakukan hal seperti ini, tapi itu sama sekali tidak aku lakukan! Sungguh gadis yang unik! Kali ini kamu akan benar-benar menjadi milikku." senyuman penuh binar mulai menghiasi kembali wajah tampan itu.
Kagami Jiro mengamil tas pipihnya yang sedari tadu diletakkannya di atas meja ruang tengah, kini pria itu mulai menyibukkan dirinya dengan sebuah laptop untuk mengusir rasa bosannya.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1