Casanova In Love

Casanova In Love
Wanita Kedua?


__ADS_3

Kagami Jiro mulai merobohkan tubuhnya tepat di atas tubuh Yuna begitu saja. Pria dewasa itu terlihat masih mengatur nafasnya kembali, dan tubuhnya juga sedikit basah karena peluhnya.


Setelah beberapa saat Kagami Jiro mulai duduk kembali dan menyelimuti tubuh polosYuna dengan selimut tebal dan lembut berwarna putih, lalu Kagami Jiro juga mulai berbaring di samping Yuna dengan sedikit memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Yuna,.dan sedikit mengangkat kepalanya dengan tangan kanannya yang menopang kepalanya.


Kagami Jiro terus saja menatap wajah gadis yang baru saja melepaskan harta paling berharga itu untuknya. Sedangkan Yuna masih saja tak berani menatap pria yang baru satu pekan dinikahinya itu.


GREEP ...


Tangan kiri Kagami Jiro kini mulai melingkar dengan manis memeluk tubuh ramping Yuna.


"Yuna ... aku minta maaf. Padahal aku sudah mengatakannya untuk melakukannya dengan hati-hati. Namun aku malah tak bisa mengendalikan diriku." ucap Kagami Jiro setengah berbisik dan masih tak bosan memandangi Yuna.


"Lupakan saja dan mari segera tidur." ucap Yuna berusaha untuk tetap tenang.


Padahal sebenarnya Yuna masih saja merasa gugup dan belum terbiasa dengan suasana seperti ini. Suasana saat berduaan dengan seorang pria di dalam satu kamar dan sangat dekat seperti itu.


"Apa kamu sedang marah padaku, Sayang?" Kagami Jiro mulai meraih sisi samping wajah Yuna dan sedikit menghadapkannya padanya hingga kini tatapan mereka berdua kembali bertemu.


"Tidak. Hanya saja ... aku masih belum terbiasa. Maaf ..." ucap Yuna dengan jujur.


Mendengar jawaban dari Yuna, membuat Kagami Jiro tersenyum tipis dan mulai mengecup kening Yuna, "Tidak masalah kok. Lama-lama pasti kamu akan terbiasa, Sayang. Mau melakukannya lagi?"

__ADS_1


"Apa?" ucap Yuna sangat shock dan mengangkat kedua alisnya menatap Kagami Jiro hampir saja tidak percaya.


"Ya ... sekali lagi yuk ..." bujuk Kagami Jiro mulai mengecup singkat kembali bibir Yuna. "Aku ingin segera memiliki seorang anak. Ibuku sudah sangat menantikannya. Jika perlu langsung kembar. Pasti ibu akan sangat bahagia." imbuh Kagami Jiro mulai meluncurkan jemari kirinya membelai wajah Yuna dan menuruni hingga leher jenjangnya.


"Jadi kali ini kamu menggunakan ibumu sebagai alasan untuk membuatku melakukannya kembali bersama denganmu?" ucap Yuna hampir saja tidak percaya.


"Bukan, Sayang. Aku berkata dengan jujur padaku. Keinginan ibuku adalah keinginannya sendiri. Dan sebenarnya sudah cukup lama ibu menginginkan seorang cucu. Bahkan ibu menginginkan dua cucu kembar sekaligus. Hanya saja saat itu, aku belum berfikir untuk menikah." ucap Kagami Jiro dengan jujur.


"Kenapa? Bukankah ada banyak gadis hebat di sekitarmu saat itu?" selidik Yuna yang masih memegangi selimut putih tebal nan lembut itu yang hanya menutupi sampai batas dadanya.


"Hhm ... memang iya. Tapi bukan mereka yang aku mau."


"Gadis-gadis hebat seperti seorang Nana Fukada, kamu bisa sama sekali tidak menginginkannya untuk menjadikan sebagai seorang istri? Wah ... wah ... padahal begitu banyak pria di dunia ini yang tergila-gila padanya." celutuk Yuna hampir saja tidak percaya mendengar ucapan dari Kagami Jiro.


"Tapi mengapa aku? Aku hanyalah seorang gadis biasa yang sangat jauh dari mereka. Aku sangat jauh dari sempurna. Sedangkan mereka ..."


"Jangan membicarakan gadis lain di hadapanku." ucap Kagami Jiro memotong ucapan dari Kagami Jiro. "Seberapa cantik dan sempurna mereka, aku tidak peduli. Karena aku tidak menginginkannya. Bagiku saat ini, hanya kamu adalah wanita cantik kedua di dalam hidupku. Dan kamu wanita kedua yang akan selalu aku lindungi mulai saat ini hingga selamanya ..." ucap Kagami Jiro yang sebenarnya cukup membuat Yuna bingung dan mengkerutkan keningnya.


Wanita kedua? Apa maksud dari ucapannya barusan? Apa itu artinya aku adalah istri simpanannya? Ah sial ... jika memang aku memang sudah dijadikan sebagai istri simpanannya, matilah dia karena sudah menipuku dan juga menipu keluargaku!! Bahkan dia baru mengatakan semua itu setelah merenggut mahkotaku!! Benar-benar pria jahat dan tidak punya hati!!


Batin Yuna merasa kesal sendiri dan tanpa sadari semua kekesalan itu begitu terukir dengan jelas pada wajah ayu nan tegas itu. Dan tanpa sadar Yuna mulai bangkit untuk menindih tubuh Kagami Jiro dan terduduk di atasnya, hingga Yuna melupakan sesuatu jika Yuna belum mengenakan sehelai pakaian apapun saat ini!

__ADS_1


Sikap dan ekspresi dari Yuna tentu saja membuat Kagami Jiro begitu kebingungan. Namun pemandangan indah dari tubuh polos Yuna yang saat ini berada tepat di atasnya itu, seketika membuat otak kiri Kagami Jiro kembali berfungsi hingga membuatnya kembali terbuai dan berniat untuk meraih sesuatu.


Namun dengan cepat Yuna segera mencengkeram kedua tangan Kagami Jiro dan sedikit mendekatkan wajahnya pada Kagami Jiro dengan tatapannya yang begitu tajam.


Wow ... reaksi macam apa ini, Yuna? Baru saja kamu merasakan senjata pamungkasku, namun kamu sudah meninginkannya lagi dan membuatmu bisa menjadi begitu agresif seperti ini? Ahh ... sungguh sangat jauh dari dugaanku. Rupanya kamu seperti ini ya ... malu tapi mau ...


Batin Kagami Jiro tersenyum penuh binar menatap wajah Yuna yang masih berada di atasnya.


"Katakan padaku dengan jujur sekarang juga!" ucap Yuna dengan tegas.


"Katakan apa? Bukankah seharusnya kamu yang mengatakan sesuatu padaku, Sayang?" ucap Kagami Jiro berbalik bertanya dengan nada bicara menggoda Yuna.


"Apa maksudmu?!" tanya Yuna masih dengan intonasi yang begitu tegas.


"Apa kamu menginginkannya lagi?"


"Jangan mengalihkan pembicaraan!!" ucap Yuna memotong ucapan Kagami Jiro karena masih merasa begitu kesal, karena mengira Kagami Jiro sudah menjadikan Yuna sebagai istri simpanan atau istri kedua tanpa sepengetahuan Yuna. Atau dengan kata lain Yuna sudah merasa ditipu oleh Kagami Jiro.


"Yuna, ada apa sebenarnya?" tanya Kagami Jiro mulai mengerutkan keningnya karena tidak mengerti mengapa Yuna tiba-tiba terlihat begitu murka seperti itu.


"Sekarang katakan padaku dengan jujur, Jiro!! Siapa istri pertamamu?! Aku harus segera bertemu dengan dia untuk menjelaskan semua ini kepadanya sebelum aku yang mendapatkan label buruk dari wanita itu dan juga masyarakat! Biar bagaimanapun aku adalah korban! Dan kamulah yang sudah bersalah atas semua ini!!" geram Yuna dengan wajahnya yang sudah kembali memanas karena amarahnya semakin memuncak.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau bicarakan, Yuna?" Kagami Jiro kembali bertanya dengan kedua alisnya yang masih berkerut saling berdekatan.


"Jangan banyak bertanya dan jawab saja pertanyaanku!!" tandas Yuna begitu tegas dan semakin kuat mencengkeram kedua tangan Kagami Jiro masih dengan posisi ke atas. "Dan mengapa kamu sudah membohongiku dan juga keluargaku? Mengapa kamu tega menjadikanku wanita kedua atau istri simpananmu?! Mengapa harus aku?!!"


__ADS_2