
Perlahan Kagami Jiro sedikit menunduk dan mulai menurunkan Yuna di dalam Buggati Divo miliknya. Yuna yang sudah dalam posisi duduk menatap sisi samping pemuda itu dalam jarak yang begitu dekat dari wajahnya, sehingga membuatnya sedikit kaku dan begitu tegang.
"Bagiku bersama denganmu akan jauh lebih berbahaya!" celutuk Yuna tanpa sadar, dan dengan cepat Yuna segera membungkam mulutnya kembali, sementara sepasag mata beningnya sedikit membulat.
Oops, matilah aku! Apa sekarang aku sedang dalam bahaya? Apakah sekarang pemuda di hadapanku ini akan menghabisiku dan membunuhku karena ucapanku yang mungkin saja sudah menyinggungnya? Oh My ... aku belum ingin mati sekarang! Namun aku juga tak akan bisa mengalahkan pemuda kuat di hadapanku ini!
Batin Yuna yang mulai risau dengan pemikirannya sendiri.
Kagami Jiro yang mendengarkan ucapan Yuna.tersenyum samar dan mulai beralih menatap Yuna sehingga keduanya saling bertatapan beberapa saat. Jarak keduanya kini begitu dekat, dan itu sungguh membuat Yuna menjadi semakin gugup.
Dengan cepat Yuna segera memalingkan wajahnya ke sisi lainnya, agar suasana tidak bertambah semakin canggung.
"Bersama denganku, apakah terlalu menakutkan dan membuatmu merasa dalam bahaya?" ucap Kagami Jiro dengan seulas senyum.
"Ah ... it-itu ... maksudku adalah ... ehm ... itu karena tuan Kagami Jiro selalu saja berurusan dengan para kriminal dan berandalan. Dan ... tentu saja itu akan sangat menakutkan untukku." kilah Yuna asal sambil nyengir dan begitu merasa tidak enak.
"Jika soal itu, maka kau tidak perlu khawatir. Saat bersamaku, aku akan menjamin keselamatanmu." ucap Kagami Jiro masih tersenyum samar menatap Yuna, bahkan Yuna yang kini sudah tidak menatapnya lagi.
Kagami Jiro segera keluar dan menutup pintu mobil dan segera melenggang untuk memasuki mobil itu dari pintu di samping kemudi.
Kagami Jiro mulai menghidupkan mesin mobil dan segera mengemudikannya dengan kecepatan laju yang cukup kencang, hingga membuat Yuna berpegangan kuat pada sisi samping mobil itu dan sesekali memejamkan matanya.
Kagami Jiro yang menyadari semua itu terlihat sedang menahan tawa. Bagaimana tidak? Seorang gadis yang terlihat begitu pemberani dan tak takut pada para preman, kini dia terlihat begitu ketakutan saat berada di dalam sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepepatan yang cukup kencang.
"Huuft ..." Kagami Jiro menahan tawa dan menutupi mulutnya dengan punggung telapak tangannya.
Gadis ini lucu sekali ... aku kira dia tak akan takut pada apapun.
__ADS_1
Batin Kagami Jiro semakin dengan sengaja menambah laju kecepatan Buggati Divo miliknya. Sehingga membuat Yuna semakin mempererat pegangannya dan menggigit bibir bawahnya.
"Tuan, apakah kau berniat untuk membuatku mendapat serangan jantung?!" celutuk Yuna akhirnya karena sudah merasa jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Ah ... apa? Aku tidak dengar." sahut Kagami Jiro berpura-pura tidak mendengarnya.
"Tolong kurangi kecepatan lajunya, Tuan!" Yuna kembali mengulangi ucapannya dan sedikit mengeraskan suaranya.
"Aku tidak dengar, Gadis manis. Telingaku sedikit bermasalah hari ini. Mendekatlah dan katakan padaku lagi ..."
Kali ini Yuna sedikit mencondongkan tubuhnya dan mulai mengatakannya lagi, "Tolong kurangi kecepatan lajunya, Tuan. Aku bisa mati jika seperti ini terus ..."
"Ah ... begitu ya. Baiklah, aku akan menguranginya." ucap Kagami Jiro tersenyum samar dan mulai mengurangi kecepatan laju mobilnya.
Setelah beberapa saat, akhirnya mobil itu mulai memasuki sebuah appartemen elit di Yokohama. Oakwood Suites Yokohama. Kini Kagami Jiro mulai melakukan parkir di basement. Sebenarnya Kagami Jiro belum pernah mengajak gadis manapun untuk diajaknya mengunjungi appartemen barunya.
Yeap, setelah pindah dari appartemen lamanya, Kagami Jiro begitu menjaga privasinya dan tidak sembarangan mengundang seseorang. Dan Yuna adalah gadis pertama yang diundangnya, bahkan dipaksanya untuk datang.
"Terima kasih." ucap Yuna dengan begitu pelan lalu mulai turun dari mobil dan menatap sekelilingnya. "Tuan Kagami Jiro tinggal disini bersama siapa?"
"Tentu saja aku tinggal sendiri. Aku adalah pria lajang yang belum menikah." jawab Kagami Jiro dengan asal dan mulai melenggang memasuki Oakwood Suites Yokohama.
"Ehm, bukan. Maksudku adalah, apakah keluarga tuan juga tinggal di appartemen ini?" sahut Yuna yang mulai berjalan mengikuti Kagami Jiro.
"Tidak. Mereka tinggal di rumah besar Kagami di Danenchofu."
"Oh, begitu ya. Tuan, sebenarnya aku baik-bajk saja. Dan aku tidak terluka parah. Tolong ijinkan aku untuk pulang saja dengan menaiki taxi."
__ADS_1
"Tidak bisa! Sudah kubilang kau bersamaku malam ini!" Kagami Jiro menandaskan dengan begitu tegas. "Dan ini juga sudah terlalu larut. Apa perlu aku menggendongmu lagi untuk membawa dan mengobatimu?"
"Tidak-tidak, Tuan. Baiklah ... aku akan ikut bersama tuan. Dan aku bisa berjalan sendiri" ucap Yuna tak ada pilihan lain selain mengikuti perintah Kagami Jiro.
Mereka berdua terus melenggang melewati lobi utama hingga akhirnya menyusuri sebuah lorong kemudian menaiki sebuah lift.
"Keluargamu, atau pamanmu pasti akan sangat mengkhawatirkan kamu jika kamu pulang dalam keadaan yang seperti ini." ucap Kagami Jiro membuka obrolan di dalam lift, karena Yuna hanya terdiam saja bahkan sedikit menggigil karena ac apartemen yang begitu dingin, ataukah mungkin memang dia sedang tidak enak badan.
Kagami Jiro yang peka akhirnya berinisiatif melepaskan coatnya dan mulai memakaikan untuk Yuna.
"Tidak perlu, Tuan. Aku baik-baik saja ..." tolak Yuna dengan begitu sopan dan berniat untuk melepas kembali coat itu, tapi Kagami Jiro segera memakaikannya kembali untuk Yuna.
"Tidak bisakah kamu menjadi gadis manis dan penurut saja? Sudah, pakai saja. Kamu sudah begitu menggigil."
TRRIING ...
Tiba-tiba pintu lift terbuka, Kagami Jiro mulai melenggang keluar dari lift lalu diikuti oleh Yuna di belakangnya.
Apakah ini benar? Tidak seharusnya aku menuruti semua perintahnya! Bahkan casanova busuk ini malah mengajakku untuk pergi ke apartemennya. Bagaimana jika dia merencanakan sesuatu? Bagaimana jika dia melakukan sesuatu yang buruk terhadapku?
Batin Yuna yang yang masih menatap tajam punggung Kagami Jiro yang melenggang di hadapannya.
Apa sebaiknya aku melarikan diri saja ya? Hhm ... benar. Lebih baik aku melarikan diri daripada aku menyerahkan diriku pada pria busuk ini! Kau begitu cerdas, Yuna! Ayo segera pergi dari tempat ini!
Batin Yuna mulai menghentikkan langkah kakinya lalu mulai berbalik dan melangkah pelan berlawanan dengan Kagami Jiro.
Nah, benar ... lakukan dengan pelan-pelan dan sangat hati-hati. Maka casanova busuk itu tak akan menyadari jika aku sudah tiada. Ahaha ... mengapa aku tidak memikirkan hal sekeren ini daritadi?! Huft ...
__ADS_1
Batin Yuna yang masih melangkah dengan begitu hati-hati agar Kagami Jiro tidak menyadarinya.
Namun, baru berjalan beberapa langkah saja tiba-tiba seseorang sudah menarik sisi belakang coat yang sedang dipakai oleh Yuna, sehingga langkahnya tertahan.