
Pagi hari yang masih begitu dingin. Bahkan cahaya mentari yang seharusnya menyinari dengan hangat, kini masih bersembunyi di balik salju dan kabut. Suasana ini akan sangat mendukung untuk kembali meringkuk di bawah selimut yang begitu tebal dan hangat.
Mungkin seperti itulah yang sedang dirasakan oleh seorang pria yang saat ini masih bersembunyi di bawah selimutnya yang lembut dengan memeluk sebuah guling. Begitu pulas dia menikmati istirahatnya.
Namun nampaknya semua tak akan berjalan dengan mulus sesuai dengan harapannya untuk menghabiskan akhir pekan dengan tidur sepanjang hari. Kini ponselnya mulai berdering, dan sesuatu akan menggagalkan rencananya untuk hari ini.
"Hhm? Apa kau sudah bosan untuk hidup, Igor?!" sapaan tajam itu mulai dilontarkan begitu saja saat sekilas pria itu sedikit membuka matanya untuk melihat nama si pemanggil, hingga akhirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan itu.
"Maaf, Tuan Kagami Jiro. Maaf jika aku sudah mengganggu waktu istirahat tuan di akhir pekan yang seharusnya tuan tidak bisa diganggu. Maafkan aku, Tuan. Tapi ..."
"Jangan banyak basa-basi dan cepat katakan sesuatu, Igor! Apa yang membuatmu menghubungiku sepagi ini?" tandas Kagami Jiro yang sesekali masih menguap begitu panjang. "Hooaammm ..."
"Tuan. Ini bahkan sudah siang. Ini sudah hampir jam 11 AM ..." ucap Igor berusaha mengatakan kebenaran, bahwa saat ini sudah siang.
Namun niat baiknya untuk mengingatkan Kagami Jiro rupannya malah dinilai Kagami Jiro sebagai bantahan dan perlawanan. Dan tentu saja ucapan dari asisten pribadinya itu membuat mood Kagami Jiro pagi ini seketika menjadi buruk.
"Aku akan memotong gajimu bulan depan kalau masih berani membantah ucapan dan perintahku lagi!" ancam Kagami Jiro sambil membenarkan posisi tidurnya kembali untuk memperoleh posisi yang lebih nyaman.
"Tidak, Tuan. Aku mohon jangan lakukan itu. Banyak cicilan yang harus aku bayar bulan depan, belum lagi cicilan dari istriku yang mengambil beberapa perabot rumah tangga dan furniture rumah, Tuan." ucap Igor dengan nada memelas.
"Haishhh ... itu masalah kalian berdua! Kau benar-benar sudah merusak mood ku pagi hari ini!" Kagami Jiro mendengus kesal. "Sekarang cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan padaku sebelum aku mengakhiri panggilan ini!" imbuh Kagami Jiro menandaskan kembali.
"Begini, Tuan. Kami sudah menemukan sniper yang melukai tuan Yukimura saat itu. Namun dia sudah berhasil pergi ke luar negeri." Igor mulai melaporkan dengan nada begitu serius.
__ADS_1
"Dimana?"
"Macau, Hongkong. Bahkan dia bekerja di salah satu tempat perjudian disana saat ini. Kasino Grand Lisboa. Beberapa orang dari Doragonshadou sudah menyelidiki semua ini, dan ternyata dia bukan bagian dari Death eyes. Namun dia adalah suruhan Samuel." ucap Igor melaporkan informasi terbaru yang baru saja dia dapatkan untuk Kagami Jiro.
"Samuel!! Beraninya dia menyerang kami seperti itu!!" geram Kagami Jiro menakutkan. "Aku akan mendatanginya dan memberikan pelajaran untuknya!" imbuhnya.
Meskipun Kagami Jiro mengatakan masih dalam posisi berbaring, namun ucapannya terdengar begitu tegas dan cukup menakutkan.
"Bahkan Samuel juga sudah berada di Macau saat ini,Tuan." ucap Igor lagi.
"Siapkan helikopter dan beberapa orang untuk ikut bersama denganku. Siapkan seorang master dari permainan kasino black jack maupun permainan lainnya yang dimiliki oleh Doragonshadou! Sore ini kita akan berangkat ke Macau!" titah Kagami Jiro sambil memegangi keningnya dan memijinya pelan.
"Baik, Tuan." sahut Igor dengan patuh.
Kagami Jiro mulai mengakhiri panggilan itu dan meletakkan kembali ponsel itu di atas nakas. Lalu dia mulai duduk dan menghidupkan laptopnya untuk memeriksa sesuatu.
"Hufttt ... waktunya tidak akan sempat jika mau mengajak Yukimura untuk pergi ke Macau. Bahkan dia sudah kembali ke desa Aiko Iyashi No Sato. Lebih baik pergi bersama dengan yang lainnya saja yang sudah stay di Tokyo." gumam Kagami Jiro pelan. "Sebaiknya aku mandi terlebih dulu."
Kagami Jiro mulai turun dari ranjangnya lalu bergegas untuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
...⚜⚜⚜...
Sore hari ini masih terlihat begitu gelap dan dingin. Bahkan kepingan-kepingan salju masih terlihat turun dan mendarat dengan sempurna di bumi hingga menjadikan bumi berselimut tebal dengan salju yang putih dan mengkilap itu.
__ADS_1
Sebuah helikopter berwarna putih, atau lebih tepatnya sebuah Airbus H225 Super Puma yang dimiliki oleh Doragonshadou terlihat sudah mulai mendarat secara vertikal di halaman belakang markas besar Doragonshadou.
Dua orang pria yang terlihat masih cukup muda lengkap dengan setelan jasnya dan dibalut dengan pakaian hangatnya, sudah terlihat menunggu tak jauh dari capung besi itu mendarat.
Sementara dari kejauhan mulai terlihat seorang pria yang terlihat begitu berwibawa dan berwajah tegas dengan setelan jas dan juga mengenakan winter jacket berwarna hitam mulai melenggang menuju halaman belakang dan semakin mendekati dimana capung besi itu mendarat.
Sementara di belakangnya sudah ada seorang pria yang selalu setia menemani sang tuannya lengakap dengan pakaian yang sama dan mententeng 2 koper berukuran kecil.
"Wilson?" Kagami Jiro mengkerutkan keningnya menatap salah satu pria yang akan ikut bersama dengannya ke Macau, Hongkong rupanya adalah Wilson, under boss dari Doragonshadou.
"Wilson adalah seorang master dari beberapa permainan kasino, Tuan. Jadi seperti yang sudah tuan perintahkan kepadaku, maka aku memilih Wilson untuk misi ke Macau, Hongkong kali ini. Dan aku juga sudah memberikan informasi ini untuk tuan Kagami Yosuke melalui email. Jadi ketika tuan Kagami Jiro dan Wilson sedang tak ada di Jepang, maka tuan Yosuke akan memegang kendali penuh Doragonshadou." jelas Igor.
"Hhm. Baiklah." Kagami Jiro menyauti dan masih menatap Wilson dengan sepasang mata kecoklatannya yang semakin menyipit.
Sementara Wilson hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis lalu membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
"Silakan, Tuan Jiro." Igor mulai memberikan jalan jan mengulurkan tangan kanannya mengarah pada pintu dari capung besi itu.
Kagami Jiro mulai memasuki helikopter itu dan diikuti oleh Igor, Wilson, dan Sean. Sean adalah orang yang ditugaskan mengawasi dan menyelidiki Samuel dan sniper itu.
Yeap, sore hari Kagami Jiro beserta keempat orangnya terlihat sudah bersiap untuk melakukan sebuah perjalanan yang cukup panjang ke Hongkong.
Perjalanan yang ditempuh adalah hampir 5 jam. Dan kali ini mereka tak akan menaiki kapal untuk mencapai kota sekaligus pulau itu. Sebuah kota ikonik yang terkenal dengan beberapa tempat kasino mewah yang legal. Kota yang sangat menakjubkan.
__ADS_1
Yeap, begitu banyak tempat perjudian di kota itu, namun semua itu adalah legal. Salah satunya yang akan mereka kunjungi adalah Kasino Grand Lisboa, karena tempat itulah target utama mereka.
...⚜⚜⚜...