Casanova In Love

Casanova In Love
Yuna Sakit?


__ADS_3

Seorang gadis cantik masih berkutat di hadapan sebuah laptop di ruang kerjanya. Namun pekerjaannya kali ini cukup santai karena hanya fokus untuk merancang desain beberapa gaun pesanan dari pelanggan saja, karena sang suami cukup perhatian dan pengertian dan sudah mengirimkan beberapa karyawan untuk membantu proses produksi di butik gadis itu.


"Kak Yuna ..." tiba-tiba saja seorang gadis mulai memasuki ruangan kerja gadia yang tak lain adalah Yuna dan membawakan sebuah bingkisan untuk Yuna. "Ini okonomiyaki pesanan kak Yuna. Lengkap dengan jus jeruk!" imbuhnya dengan senyum lebar dan meletakkan semua makanan itu di atas meja kerja Yuna.


Pada awalnya Yuna memang begitu membayangkan betapa lezatnya menikmati okonomiyaki yang disantap dalam keadaan yang masih hangat dan meminum jus jeruk di hari yang cukup panas ini.


Namun baru saja Yuna membuka bingkisan okonomiyaki itu, dan baru saja mencium aroma masakannya membuat Yuna merasa begitu mual dan eneg. Sebenarnya bukan karena aroma masakannya yang tidak sedap, namun karena Yuna yang sedikit tidak sehat.


Karena saat sang asisten Yuna mencium aroma okonomiyaki itu tercium begitu harum, gurih dan lezat. Dan hal ini sebenarnya cukup membingungkan kedua gadis itu.


"Mayu. Bawalah okonomiyaki ini. Ini untukmu saja. Tiba-tiba saja aku tidak menginginkannya lagi dan aku merasa mual saat mencium aromanya." ucap Yuna menyodorkan kembali bingkisan pipih yang berisi sebuah okonomiyaki atau pizza ala negeri sakura itu yang masih hangat.


Mayu yang sebenarnya merasa cukup kebingungan akhirnya mulai mengambil bingkisan itu kembali.


"Apa mau memesan makanan lainnya saja? Aku akan pesankan lagi kalau kak Yuna mau." ucap Mayu menawari Yuna lagi, karena Yuna sama sekali belum makan siang.


"Tidak, Mayu. Aku minum jus ini saja. Tiba-tiba saja aku merasa tidak ingin makan." sahut Yuna mulai meraih segelas jus jeruk itu dan mulai menikmatinya.


"Baiklah. Jika menginginkan sesuatu katakan saja padaku. Jangan sampai tidak memakan sesuatu." ucap Mayu sebelum meninggalkan ruangan Yuna.


"Baiklah. Aku akan memberitahumu saat aku mau memakan sesuatu." sahut Yuna dengan seulas senyum.


"Hhm. Okay. Aku akan kembali ke depan." ucap Mayu lalu mulai berbalik dan meninggalkan ruangan kerja Yuna.

__ADS_1


TRINGG ...


Notifikasi pada ponsel Yuna mulai berbunyi, menandakan jika ada sebuah pesan yang masuk. Yuna segera meraih benda pipih di hadapannya dan mulai membaca pesan itu.


Sayang, turunlah. Aku sudah di bawah. Mari makan siang bersama. Kagami Jiro.


Sebuah senyuman manis tanpa Yuna sadari mulai menghiasi wajah Yuna. Setelah membalas pesan dari Kagami Jiro, Yuna mulai bersiap dan segera turun. Namun seluruh anggota tubuhnya dirasakan oleh Yuna sedikit berbeda. Saat ini Yuna merasa sedikit lelah dan lesu. Bahkan untuk berjalan saja rasanya sangat tidak bertenaga.


"Ada apa dengan tubuhku? Apa aku terlalu kelelahan? Apa aku sedang sakit?" gumam Yuna pelan dan memegangi keningnya sendiri sambil melenggang meninggalkan ruangan kerjanya.


Namun suhu tubuh Yuna masih terasa begitu normal dan tidak ada menandakan gejala demam sedikitpun. Karena merasa dirinya masih baik-baik saja, akhirnya Yuna mulai mengabakkan apa yang sudah dirasakannya.


Gadis berparas ayu dan tegas itu melenggang dengan anggunnya dan mulai meninggalkan butiknya. Ritme dari sepatu hak tingginya terdengar begitu pelan dan teratur dan semakin menghantarkannya di hadapan sang suami yang sedang berdiri di samping Buggati Divo hitam metaliknya.


Kagami Jiro menyambut hangat Yuna dengan melemparkan senyumnya dan melambaikan tangannya. Yuna juga membalasnya dengan sebuah senyuman manisnya lalu mulai melenggang kembali semakin mendekati Kagami Jiro.


"Kamu merasa lelah? Kalau begitu setelah makan siang sebaiknya aku akan mengantarmu pulang saja." Kagami Jiro menyauti dan mulai terlihat mengkhawatirkan Yuna.


Yuna kembali tersenyum tipis dan meraih lengan Kagami Jiro, "Hanya merasa sedikit lelah kok. Aku baik-baik saja. "


"Baiklah. Lebih baik kita bergegas. Kamu mau makan apa saat ini, Yuna?"


"Aku ... Ingin makan ramen yang super pedas." jawab Yuna setelah terdiam dan memikirkan apa yang sedang dia ingin makan saat ini.

__ADS_1


"Baiklah. Ayo naiklah ..." kali ini Kagami Jiro mulai membukakan pintu untuk Yuna di samping kursi kemudi.


Setelah itu Kagami Jiro mulai naik dari pintu lainnya dan segera mengemudikan mobil faforitnya itu.


Siang ini mereka berdua menikmati makan bersama di sebuah restoran yang tak jauh dari Yuna's Fashion. Namun lagi-lagi Yuna hanya memakan beberapa suap saja sudah tidak mau memakannya lagi, dan malah lebih menyukai meminum jus jeruk saja.


"Mengapa hanya memakan sedikit saja, Sayang? Padahal ini adalah makanan kesukaanmu bukan? Atau ... apa kamu mau makan yang lainnya lagi? Biar aku pesankan jika kamu mau." ucap Kagami Jiro yang merasa kebingungan, karena ini adalah pertama kalinya Yuna tidak menghabiskan makanan faforitnya.


"Tidak perlu, Jiro. Entah mengapa hari ini aku malah lebih menyukai jus jeruk saja. Dan memang ... saat aku membayang semua makanan yang sedang ingin aku makan rasanya begitu bersemangat dan menggiurkan saliva, namun saat makanan itu sudah berada di hadapanku, tiba-tiba saja aku merasa begitu eneg hanya karena mencium aromanya saja." ucap Yuna yang sungguh kebingungan dengan dirinya sendiri yang sejak dari tadi pagi sedikit aneh dan tidak seperti biasanya.


"Kamu juga terlihat sedikit pucat dan tidak bertenaga. Mungkin kamu memang kelelahan. Sebaiknya setelah ini aku antar kamu pulang saja. Dokter pribadi akan memeriksamu saat di rumah." ucap Kagami Jiro mengambil keputusan.


"Tapi, Jiro ..." sela Yuna yang merasa sedikit keberatan untuk meninggalkan pekerjaannya.


"Tidak ada kata tapi. Kamu harus patuh padaku! Kamu sedang kurang sehat, jadi kamu harus beristirahat di rumah." ucap Kagami Jiro menandaskan kembali.


Yuna sedikit mendengus namun tidak berusaha untuk melawan Kagami Jiro lagi. Dan tidak ada pilihan lainnya lagi kecuali menuruti perintahnya.


"Baiklah ..." sahut Yuna sedikit murung dan mulai meminum jus jeruknya kembali.


"Setelah kamu sehat kembali, kamu baru diijinkan untuk bekerja maupun pergi ke kampus lagi." ucap Kagami Jiro lagi dan mulai mengambil sebuah sapu tangan untuk membersihkan sisa makanan pada mulutnya.


"Hhm ... baiklah. Aku mengerti." sahut Yuna begitu pelan dan terlihat sedikit murung sambil mengaduk-aduk jus jeruknya dengan sebuah pipet yang begitu lucu.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Kagami Jiro mulai mengantarkan Yuna untuk kembali pulang ke rumah besar Kagami. Setelah mengantarkan Yuna, Kagami Jiro langsung pergi kembali karena harus menghadiri sebuah pertemuan dengan beberapa klan Doragonshadou di Tokyo.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2