Casanova In Love

Casanova In Love
Nyanyian Kagami Jiro?


__ADS_3

Malam ini Yuna sengaja mengajak kedua putranya untuk tidur di kamarnya seperti 2 malam terakhir ini. Yeap, semua itu Yuna lakukan untuk mengusir sunyi dan kesendiriannya karena saat ini Kagami Jiro sedang berada di Nagano untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.


Dua malam sebelumnya mereka selalu melakukan video call, meskipun Yuna harus memaksa Kagami Jiro terlebih dahulu. Karena sebenarnya Kagami Jiro paling anti dengan hal-hal seperti itu.


Namun malam ini mereka malah terlalu asyik saling mengirim pesan melalui sebuah aplikasi. Saking asyiknya mereka tak menyadari jika saat ini sudah hampir tengah malam.


Tidurlah, Sayang. Besok bukankah kamu masih harus ke kampus dan ke butik? Kagami Jiro.


Pesan dari sang suami yang baru saja diterimanya itu membuat Yuna tersenyum tipis dan mulai memikirkan sebuah rencana. Lalu Yuna mulai mengetik sebuah pesan balasan untuk Kagami Jiro.


Aku akan tidur setelah kamu menyanyikan sebuah lagu untukku. Yuna.


Balas Yuna dengan senyuma lebar masih memandandangi layar dari ponselnya yang masih menyala itu.


TRING ...


Setelah beberapa saat ponsel Yuna kembali berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk. Yuna mulai membuka pesan itu yang rupanya pesan itu adalah sebuah pesan balasan dari Kagami Jiro.


Apa? Menyanyi? Tapi kamu sangat memahamiku bukan, Sayang ... jika aku tidak pandai menyanyi. Dan lagi aku juga sedang tidak ingin melakukan sebuah video call, Sayang. Kagami Jiro.


Senyuman tipis itu masih menghiasi wajah Yuna ketika Yuna membaca pesan dari Kagami Jiro. Yuna yang saat ini masih terduduk dan bersandar pada sandaran pembaringannya, kini mulai membalas pesan dari Kagami Jiro.


Aku tidak mau tau. Pokoknya kamu hafus menyayikan sebuah lagu untukku! Lagu apa saja tak masalah. Dan kita tidak harus melakukan video call saat ini kok. Cukup rekam saja. Jika kamu tidak mau melakukannya, maka aku tidak akan tidur! Yuna.


Yuna mengetik pesan itu dan menahan tawanya agar tidak pecah di tengah heningnya malam ini.


Sementara itu ...


Kagami Jiro yang juga sedang berada di sebuah kamar hotel di Nagano kini terlihat sedang kebingungan saat mendapatkan sebuah pesan dari istri kesayangannya.


"Argh ... Yuna." keluhnya pelan dan mulai menghela nafas lalu melepaskannya perlahan.


Baiklah, aku akan menyanyi untukmu. Tapi berjanjilah untuk jangan menertawakanku ya. Kagami Jiro.

__ADS_1


Pesan itu ditulis oleh Kagami Jiro lalu dia mulai menekan sebuah tombol send. Hanya berselang beberapa detik saja, ponselnya sudah berbunyi lagi dan rupanya Yuna sudah membalas pesan itu.


Ya, Sayang. Aku janji tidak akan menertawakanmu. Yuna


Pesan dari Yuna itu membuat Kagami Jiro menghela nafasnya kembali.


"Baiklah. Ehem ... ehem ... ehemm ..."


Kagami Jiro mulai berdehem beberapa kali dan akhirnya mulai menekan sebuah tombol merah untuk merekam dirinya yanh kini akan menyanyikan sebuah lagu.


"Dengan cinta yang akan terus tumbuh dan akan abadi selamanya. Sampai kapanpun entah itu sepuluh tahun, seratus tahun, bahkan hingga 1000 tahun pun rasa cinta akan selalu ada."


Kagami Jiro bernyanyi dengan pelan namun sepenuh hati. Lagu klasik yang Kagami Jiro nyanyikan saat ini adalah lagu pertama yang dinyanyikannya untuk seorang wanita.


Auh kok bayanginnya lucu ya. Seorang Kagami Jiro yang begitu sangar dan menakutkan kini menyanyi hanya untuk seorang wanita. Ahahaha ... ya sudah kita lanjut dengar saja yuk.


"Esok aku akan lebih tersenyum dibanding dengan dari hari ini. Karena hanya bersamamu aku dapat merasakan hal indah seperti itu. Meski puluhan tahun, ratusan tahun, ribuan tahun. Aku akan tetap mencintaimu, Sayang."


Lirik demi lirik dilantunkannya dengan sangat baik dan begitu menghayati.


Kagami Jiro terus saja menyanyikan lagu itu, bahkan ekspresi dan emosi dari wajah tampan nan sangar itu juga memperlihatkannya dengan sangat baik.


"Aku berjanji padamu selamanya, mulai saat ini, selama aku masih memiliki suara. Akan akan selalu menyanyikan lagu cinta untukmu. Bahkan saat nanti aku kehilangan suara setelah menua. Akan akan selalu memegang tanganmu. Aku mencintaimu kini, esok dan selamanya. Hanya kamu~ hanya kamu~~ hhmm ..."


Lantunan dengan lirik yang begitu manis itu kini mulai diakhiri oleh Kagami Jiro.


Yuna yang berada di seberang line menahan tawanya karena terlalu merasa bahagia karena suaminya sudah bersedia untuk menyanyikan sebuah lagu cinta untuknya. Padahal selama ini Yuna belum pernah sekalipun mendengar Kagami Jiro menyanyikan sebuah lagu.


Ahh ... ternyata berpisah sebentar membuatku merasa beruntung karena bisa mendengarkan suamiku menyanyi.


Batin Yuna saat mendengarkan nyanyian dari Kagami Jiro yang sebenarnya cukup bagus karena intonasinya juga tepat.


Sementara Kagami Jiro yang baru saja menyelesaikan sebuah permintaan dari sang istri dan megirim rekaman itu kini mulai mengatur nafasnya kembali.

__ADS_1


Rasanya sedikit aneh ketika menyadari dirinya melakukan hal yang menurutnya begitu konyol itu. Namun hanya demi sang istri tercinta, semua itu tak dijadikannya masalah besar.


Setelah beberapa saat, akhirnya Kagami Jiro memutuskan untuk menelpon Yuna karena sudah mulai malas untuk mengetik pesan. Tak menunggu terlalu lama, akhirnya panggilan itu mulai diangkat oleh Yuna.


Masih terdengar sebuah tawa kecil dan begitu pelan ketika Yuna mulai mengangkat panggilan itu.


"Sayang, bukankah kamu sudah berjanji tidak akan menertawakanku?" gerutu Kagami Jiro ketika menyadari tawa kecil Yuna dari seberang line.


"Maaf, tapi aku sudah berusaha keras untuk menahannya. Tapi aku tidak bisa menahannya. Maaf deh ..." jawab Yuna berusaha untuk menghentikan tawanya kembali.


"Huft ... apa suaraku begitu jelek, Sayang?" tanya Kagami Jiro dengan raut wajahnya yang sedikit murung.


"Tidak kok. Suaramu keren sekali. Bahkan kamu menyanyikannya dengan sangat baik. Mengapa kamu menyembunyikan suara emasmu dariku selama ini. Jika tau seperti ini setiap malam aku akan memintamu untuk bernyanyi untukku. Seperti lirik yang kamu nyanyikan tadi. Hehe ..." jawab Yuna masih dengan senyum lebar dan tawa kecil.


"Jangan berbohong, Yuna. Suaraku saat menyanyi sangat buruk." ucap Kagami Jiro.


"Hhm? Tidak kok. Aku berkata dengan jujur kok. Suara kamu bagus, Sayang. Dan kamu hanya boleh menyanyi untukku saja!" ucap Yuna masih saja menghiasi wajahnya dengan senyum lebar.


"Baiklah. Saat aku sudah kembali ke Yokohama, aku akan menyanyikan langsung di hadapanmu. Tapi kamu harus membayarku ya ..." jawab Kagami Jiro mulai melakukan negosiasi seperti biasanya.


"Ya ya ya ... aku akan membayarmu. Tenang saja. Kamu mau berapa? Asal jangan meminta melebihi dari asetku saja. Aku tidak akan bisa membayarnya." jawab Yuna seadanya.


"Aku tidak meminta bayaran itu kok." jawab Kagami Jiro dengan nada bicaranya yang mulai sedikit lembut.


"Lalu?" potong Yuna.


"Akan aku katakan setelah aku kembali. Sekarang tidur dan istirahatlah, Sayang. Besok aku akan menelponmu lagi." ucap Kagami Jiro dengan manis.


"Hhm. Baiklah ... kamu juga segera tidur dan beristirahatlah." jawab Yuna.


"Ya. Selamat tidur. Have a nice dream, Honey."


"You too ..."

__ADS_1


Mereka berdua mulai mengakhiri panggilan itu secara bersamaan dengan senyumannya. Lalu mereka mulai tidur dan beristirahat.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2