Casanova In Love

Casanova In Love
Pergi Ke Rumah Sakit


__ADS_3

"Semuanya sehat dan baik-baik saja, Tuan. Kandungan nyonya Yuna juga sangat sehat. Tidak perlu khawatir." ucap seorang dokter kandungan yang baru saja memeriksa Yuna. "Jangan lupa untuk mengkonsumsi susu dan juga vitamin." imbuh dokter wanita itu begitu ramah.


Kagami Jiro dan Yuna terlihat begitu lega setelah mendengarkan hasil pameriksaan dari sang dokter kandungan itu yang bahkan Yuna sudah datang kemarin bersama Aiko pada dokter kandungan itu juga.


"Syukurlah jika memang istri dan kedua bayi kembarku sehat." ucap Kagami Jiro merasa begitu lega. "Baiklah, Dokter. Terima kasih banyak. Kalau begitu kami permisi."


"Baik, Tuan."


Kagami Jiro mulai membantu Yuna untuk berdiri, bahkan Kagami Jiro juga masih membantu Yuna untuk berjalan karena masih sangat mengkhawatirkan Yuna dan calon buah hatinya. Dal hal ini adalah sangat wajar, karena ini adalah pertama kalinya untuk mereka berdua.


"Kak ... bagaimana keadaan kakak ipar Yuna?" todong Christal saat Kagami Jiro dan Yuna sudah keluar dari ruangan pemeriksaan itu dan mulai membantu Yuna untuk berjalan di sisi lainnya lagi.


"Aku baik-baik saja, Christal." sahut Yuna mulai terlihat tenang kembali dan tersenyum menatap Christal.


"Syukurlah jika begitu, Kak. Kau juga ikut senang dan merasa lega." sahut Christal.


"Baiklah. Kita akan segera kembali ke rumah, namun sebelum itu kita makan dulu bersama." Kagami Jiro mulai memutuskan kembali.


"Hhm. Okay, Kak!" sahut Christal begitu bersemangat.


...⚜⚜⚜...


"Jiro!!" suara seorang wanita peruh baya terdengar begitu melengking dan terlihat penuh kekesalan terhadap Kagami Jiro. "Bagaimana hal itu bisa terjadi begitu saja?! Padahal saat itu kamu sedang bersama Yuna bukan?! Apa kamu tau trimester pertama kehamilan adalah masa paling rentan? Dan masa-masa itu harus benar-benar dijaga! Namun kamu malah membiarkan Yuna jatuh begitu saja dari tangga!"

__ADS_1


"Ibu, aku bukan bermaksud membiarkan Yuna jatuh dari tangga begitu saja. Namun aku sendiri juga terjatuh, Ibu." ucap Kagami Jiro memelas saat menghadapi Aiko yang sedang merasa kesal terhadap dirinya.


"Apapun alasannya, seharusnya kamu harus bisa melindungi Yuna dan bayimu, Jiro!" ucap Aiko masih saja memojokkan Kagami Jiro yang dianggap begitu sembrono dan kurang berhati-hati.


"Ibu. Ini semua adalah salahku karena aku yang kurang berhati-hati. Aku hampir saja terjatuh, namun Kagami Jiro malah menarikku untuk menolongku dan malah ikut terjatuh bersama denganku. Bahkan Kagami Jiro malah mengorbankan dirinya untuk menjadi tameng dan melindungiku, Ibu." kali ini Yuna juga mulai berbicara untuk membela Kagami Jiro.


"Wah ... wah ... wah ... benarkah seperti itu, Sayang? Baiklah, lain kali harus lebih hati-hati ya, Sayang? Jika perlu selama trimester pertama ini sebaiknya kamu meliburkan diri dulu untuk segala aktifitas di luar, Yuna sayang. Baru setelah itu kamu boleh kuliah dan bekerja di butik lagi." ucap Aiko yang rupanya berpikiran sama dengan Kagami Jiro.


"Hhm. Benar sekali itu, Yuna. Selain untuk menjaga diri, juga untuk mengantisipasi jika ada orang yang tidak menyukai keluarga kita, atau orang yang tidak menyukai Doragonshadou. Belajar dari pengalaman, sebaiknya kamu tetap berada di rumah, dalam pengawasan keluarga Kagami. Jika perlu selama kamu hamil." imbuh Kagami Gumi yang rupanya sangat mendukung Aiko.


Dan hal itu semakin membuat Yuna tak bisa melawan dan kekeh untuk tetap kuliah dan bekerja. Hingga akhirnya Yuna hanya bisa menurut dan mengiyakan perintah dari kedua mertuanya.


"Baik, Ibu ... papa." sahut Yuna pasrah dan mau tak mau harus patuh dengan apa yang kedua mertuanya perintahkan.


"Hhm. Terima kasih, Jiro." ucap Yuna masih dengan senyum yang begitu dipaksakan.


"Sama-sama, Sayang. Sekarang habiskan makanan dan susu ini. Setelah itu segera istirahat."


Yuna berusaha untuk memakan sesuap lagi, namun tiba-tiba ekspresi Yuna berubah menjadi sedikit aneh dan pucat. Dengan cepat Yuna segera menggeser kursinya dan bangkit dari tempat duduknya. Dengan cepat Yuna segera meninggalkan meja makan malam saat itu.


"Jiro, temani Yuna ... sepertinya Yuna mulai mual dan merasa tidak sehat kembali. Kejarlah dia, Jiro ..." titah Aiko.


"Baik, Ibu ..." sahut Kagami Jiro lalu meninggalkan meja makan dan segera menyusul Yuna yang rupanya pergi ke kamar mandi umum di rumah besar ini.

__ADS_1


"Orang hamil selalu saja seperti itu ya, Ibu? Seperti orang yang sedang mabuk. Jadi ingat saat ibu hamil Chtistal." celutuk Yosuke mulai melanjutkan makan malamnya kembali.


"Ya, Sayang. Kebanyakan wanita hamil akan mengalami hal seperti itu. Namun ada beberapa yang tidak mengalaminya. Semua tergantung dari bawaan bayi. Jadi kelak kamu juga harus baik-baik dan menjaga istrimu." ucap Aiko malah menggoda Yosuke.


"Ahaha. Umurku masih 24 tahun, Ibu. Masih lama lagi aku menikah." celutuk Yosuke dengan tawa kecil.


"Bahkan kak Yosuke saja sudah putus dengan kekasihnya, Ibu." sahut Christal membocorkan hubungan Yosuke dengan mantan kekasihnya.


"Benarkah itu? Wah, mengapa itu bisa terjadi?" tanya Aiko sangat ingin tau.


"Kak Seira pencemburu, Ibu. Padahal kak Yosuke hanya sedang bepergian urusan pekerjaann bersama seorang gadis cantik yang merupakan kliennya, tapi kak Seira marah-marah dan malah minta putus begitu saja." jelas Christal menjelaskan apa yang dia tau.


Dan tentu saja hal itu sedikit membuat Yosuke kurang nyaman karena kedua orang tuanya mengetahui kisah percintaannya yang sedikit menyedihkan dan tidak keren sama sekali.


"Christal, sudahlah jangan membahas dia lagi! Biarkan saja kami berpisah, itu artinya takdir bersama kami hanya memang sampai pada hari itu." sahut Yosuke mulai meminum teh hangatnya dan kurang nyaman saat membicarakan Seira.


"Wah, anak ibu dewasa sekali ya." puji Aiko tersenyum lebar menatap putra keduanya. "Benar sekali, Yosuke. Takdir memang sudah digariskan, namun ada sebagian takdir yang memang bisa kita rubah. Dengan bekerja keras dan memiliki komitmen, kita akan bisa merubah takdir. Jadi jika kamu masih belum bisa melepaskan Seira seutuhnya, dan masih menganggap dia gadis yang baik. Maka kamu bisa memperjuangkannya, Yosuke sayang."


"Ibu kok malah memintaku untul mengejar dia?" ucap Yosuke mulai menggerutu.


"Jangan lakukan itu, Yosuke! Sungguh sangat memalukan jika kamu sampai mengemis cinta dari seorang gadis! Kamu sangat sempurna! Tampan, mapan, memiliki pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Jadi jangam buta soal cinta, Yosuke! Kelak kamu akan bertemu dengam gadis yang tepat dan memahamimu!" ucap Kagami Gumi tiba-tiba.


Nah loh ... bagaimananya seandainya Kagami Gumi mengetahui bagaimana Kagami Jiro mendapatkan Yuna ya? Mungkin Kagami Gumi akan merasa begitu syok dan tidak menyangka seorang Kagami Jiro akan rela melakukan apapun untuk mendapatkan Yuna! Bahkan Kagami Jiro begitu mengejar-ngejar Yuna dan menurunkan egonya!

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2