
Yuna, Jonathan dan ketiga pengawal Jonathan begitu disibukkan untuk membersihkan dan merapikan butik baru Yuna. Hingga tak terasa kini sudah menunjukkan pukul 9 PM begitu saja. Kini mereka mulai mengakhiri kesibukan mereka dan mulai makan malam bersama di sebuah kafe.
"Terima kasih, Jonathan. Karena kemurahan hati dan kebaikan kamu dan para pengawal kamu, semua menjadi lebih cepat dan efisien. Terima kasih ya!" ucap Yuna sambil menikmati ramen super pedasnya.
"Hhm. Tidak masalah. Aku suka kok membantumu! Oh ya, jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas, Yuna. Kamu juga harus menjaga lambungmu." Jonathan menikmati shabu-shabunya yang masih hangat.
"Aku tidak setiap hari kok memakan makanan pedas. Hanya ketika aku sedang lelah atau sedang ada masalah saja. Dan di hari yang dingin tentu saja. Ahaha ..." Yuna tertawa renyah dan membuat Jonathan menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali.
"Bagaimana hubunganmu dengan Seira? Akhir-akhir ini aku jarang melihat kalian saling menandai satu sama lain. Kalian baik-baik saja bukan?" kini Yuna mulai memasukkan sepotong telur rebus ke dalam mulutnya disertai dengan kuah ramen super pedasnya.
"Aku dan Seira sudah putus." jawab Jonathan begitu santai lalu meneguk minuman kalengnya.
"Apa? Putus? Bagaimana bisa? Bukankah kalian sudah pacaran hampir 5 tahun? Mengapa bisa berakhir dengan begitu cepat?" culutuk Yuna hampir saja tidak percaya mendengar ucapan dari Jonathan.
"Akhir-akhir ini aku dan dia saling sibuk dengan kehidupan masing-masing. Salah satu temanku juga memergokinya sedang berjalan dengan seorang pria beberapa kali."
"Mungkin mereka hanya berteman. Mengapa kamu langsung menyimpulkan hal negatif begitu saja? Bukankah selama ini kalian saling percaya?"
"Berteman tapi berciuman? Adakah hubungan yang seperti itu Yuna?" ucapan pertanyaan retoris dari Jonathan kini tak bisa membuat Yuna menyangkalnya lagi.
"Ya sudah. Jangan bersedih ... lebih baik mengetahuinya sekarang, daripada kau tak pernah mengetahuinya sama sekali. Setidaknya kau sudah mengetahui sikap dia saat di belakangmu." Yuna berusaha menghibur Jonathan dan menepuk bahu Jonathan beberapa kali. "Suatu saat kau pasti akan bertemu dengan gadis yang tepat! Percayalah padaku!"
"Hhm. Terima kasih Yuna."
"Yeap! Cepat habiskan shabu-shabu milikmu! Sekarang sudah hampir jam 10 PM!"
"Ahh ... aku mendadak kenyang!" Jonathan menyodorkan semangkok shabu-shabu itu dan mulai meletakkan sumpit dan juga sendoknya.
"Habiskan, Jonathan! Jangan hanya karena seorang gadis kau jadi seperti ini!" tandas Yuna dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Kau sudah seperti ibuku saja, Yuna! Menyebalkan! Cerewet sekali!" sungut Jonathan begitu pelan.
"Apa kau bilang, Jonathan? Aku cerewet?"
"Tidak-tidak. Kau sangat baik hati dan tidak sombong. Ahaha ..." kilah Jonathan dengan cepat.
"Aku mendengarnya saat kau mengucapkan aku cerewet!"
"Sepertinya kau salah dengar, Yuna. Hehe ..."
Perbincangan dan candaan dari kedua sahabat itu terus saja berlanjut mengiringi makan malam mereka berdua yang sudah begitu larut. Setelah menghabiskannya, Jonathan segera mengantarkan Yuna pulang ke apparteme Azabu.
...⚜⚜⚜...
Kagami Jiro yang sedang menyaksikan sesuatu di depan table hologram terlihat begitu fokus dan serius menyaksikan semua itu. Kagami Jiro sedang menyaksikan dan mengetahui cara kerja beberapa senjata rahasia terbaru Doragonshadou melalui table hologram itu.
"Tuan Jiro, kita mendapatkan surat elektronik misterius dari sebuah akun anonim yang tidak bisa dilacak!" seorang pria dengan setelan jaz hitam baru saja datang dan menghampiri Kagami Jiro.
"Iya, Tuan! Kami sudah berusaha untuk melacaknya, namun sepertinya pengirim surat elektronik itu juga memiliki orang yang cukup hebat dan cerdas!" sahut pria dengan setelan jaz itu menjelaskan.
"Memang apa isi dari surat elektronik itu?!" Kagami Jiro mulai melenggang 2 langgah ke sisi kiri untuk lebih menyaksikan table hologram itu lebih detail.
"Mereka mengatakan jika penyerangan selanjutkan sudah mereka targetkan kembali. Dan itu adalah Kyoto! Dan mereka juga mengatakan akan melakukan penyerangan saat malam purnama tiba."
Kagami Jiro mulai berhenti beberapa saat dan mulai serius mendengarkan laporan dari asisten pribadinya, Igor.
"Kyoto? Malam purnama? Malam purnama akan tiba dalam 3 hari lagi." gumam Kagami Jiro begitu pelan. "Mau melakukan penyerangan, tapi mengapa begitu blak-blakan? Bahkan sampai mengirimkan surat elektronik seperti ini? Apa mereka terlalu meremehkan Doragonshadou? Cihh! Beraninya mereka melakukan hal seperti ini!"
"Silakan perintahkan sesuatu, Tuan Jiro! Mereka akan bergerak sesuai dengan perintah tuan." ucap Igor dengan nada rendah dan menunggu perintah dari Kagami Jiro.
__ADS_1
"Kirimkan surat elektronik untuk Daiki agar tetap waspada dan menjaga wilayah klannya di Kyoto! Kirimkan juga surat elektronik untuk pemimpin klan sekitarnya untuk bersiap dan antisipasi jika memang akan ada penyerangan di Kyoto! Jangan biarkan setiap markas kosong tanpa dijaga! Karena bisa jadi ini adalah sebuah jebakan untuk mengecohkan kita semua!" ucap Kagami Jiro dengan begitu tenang.
"Baik, Tuan Jiro!"
"Bagaimana dengan Yoshinosa-sama?"
"Dia sedang berusaha untuk masuk ke dalam klan Death Eyes. Kita tak akan bisa menghubunginya, sebelum dia sendiri yang menghubungi kita, Tuan. Atau akan sangat berbahaya." ucap Igor berbicara dengan pelan namun tegas.
"Hhm. Aku tau! Ya sudah. Lakukan semua sesuai dengan yang aku perintahkan tadi!" Kagami Jiro menandaskan lagi dan mulai berkacak pinggang menatap table hologram itu.
"Baik, Tuan Jiro!" Igor membungkukkan badannya lalu mulai melenggang meninggalkan ruangan itu.
"Death Eyes? Siapa sebenarnya yang ada dibalik Death Eyes? Bukankah Yukimura pernah bergabung bersama mereka sebelumnya? Benar sekali! Seharusnya Yukimura akan sedikit mengetahui tentang mereka. Hhm, aku akan mengajaknya untuk bertemu!" gumam Kagami Jiro pelan lalu meraih sebuah benda pipih yang berada di dalam saku jaz abu-abu tuanya.
Setelah mencari nomor ponsel Yukimura, kini Kagami Jiro mulai menekan tobol hijau dan mulai menempelkan benda pipih itu pada telinganya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya panggilan itu mulai terhubung dengan Yukimura.
"Hallo, Jiro!" sapaan suara seorang pria yang terdengar begitu besar dan berat mulai terdengar dari arah seberang line. "Apa kabar, Jiro-sama!"
"Kabarku baik, Yukimura. Bagaimana dengan kabarmu?"
"Aku baik, Jiro! Sangat baik dan terlalu baik! Suasana di pedesaan begitu membuatku merasa tenang dan damai! Ini sungguh luar biasa, Jiro! Suatu saat kamu harus datang ke desa Aiko Iyashi no Sato!" ucap Yukimura begitu bersemangat.
"Ya. Aku akan pergi ke desa Aiko Iyashi no Sato suatu saat nanti. Namun saat ini kau harus ke Tokyo, Yukimura! Kita harus bertemu! Karena aku tak bisa pergi terlalu jauh saat ini! Doragonshadou sedang dalam pantauan seseorang!"
"Seseorang?"
"Saat kita bertemu, aku akan katakan padamu semuanya."
"Baiklah. Aku akan segera pergi ke Tokyo!"
__ADS_1
...⚜⚜⚜...