
Seorang perampok dengan salah satu mata ditutup dan hampir menyerupai seorang bajak laut, kini menyadari sosok Kagami Jiro yang memberontak dan tidak mengangkat kedua tangannya.
"Hei! Siapa kau, Cecunguk sialan?! Cepat angkat tanganmu!" hardik preman itu menatap tajam Kagami Jiro yang hanya berjarak kira-kira 5 meter darinya.
"Hhm? Bagaimana jika aku tidak mau melakukannya?" tantang Kagami Jiro dengan seringai manis menatap pria itu.
"Kau akan habis ditanganku jika berlagak sok keren, Keparat sialan!" pria itu berlari kecil ke arah Kagami Jiro.
Sementara Kagami Jiro mulai sedikit berjalan cepat ke sisi kanannya dan segera berpegangan pada sebuah tiang besi yang biasanya dipergunakan untuk para penari tiang yang berpakaian dengan cukup sexy dan terbuka.
Kedua tangan Kagami Jiro berpegangan pada tiang besi itu, lalu dia mulai mengayunkan tubuhnya berputar dengan cepat berlawanan dengan arah jarum jam dan sukses menendang 3 orang preman yang sedang berada di sekitarnya.
BRRAAKK ...
BRRUUKK ...
GUBRRAAKK ...
PRRANNGG ...
Ketiga preman yang terkena tendangan maut dari Kagami Jiro seketika langsung ambruk dan menimpa beberapa meja dan kursi sekaligus dan menjadikan ruangan ini sedikit berantakan.
Dengan cepat Kagami Jiro naik ke atas sebuah meja bar dan dengan cepat terjun kembali dengan menghantam tubuh seorang preman hingga terjatuh dan menimpa preman yang lainnya.
Seorang preman mulai menodongkan senjata apinya ke arah Kagami Jiro dari arah jam 9. Namun insting seorang pemimpin Doragonshadou yang begitu tajam tentu saja bisa membaca dengan baik semua pergerakan yang cukup mulus itu.
__ADS_1
Dengan cepat Kagami Jiro menarik sebuah taplak meja berwarna merah maroon yang di atasnya sudah tersaji beberapa makanan yang begitu menggiurkan saliva, bahkan sepertinya semua makanan itu belum disentuh sama sekali oleh sang pemesan.
Dengan begitu gesit Kagami Jiro mulai menghempaskan taplak beserta segala sesuatu yang berada di atasnya ke arah preman yang sedang berniat untuk menarik pelatuk dari senjata apinya.
Taplak itu kini berhasil menutupi dan membungkus preman itu, sedangkan segala makanannya mulai berjatuhan menghujani preman itu, hingga akhirnya tembakan itu tertahan.
Kini seorang preman mulai berlari dari arah jam 11 dan sudah bersiap dengan sebuah pisau untuk menghunus tubuh Kagami Jiro. Kagami Jiro yang menyadari pergerakan itu, segera menendang sebuah meja oval dengan begitu santai hingga meja oval itu menabrak preman itu hingga mendorong tubuhnya menabrak dinding.
BRRAAKK ...
"Hei, Keparat sialan!" tiba-tiba terdengar teriakan seorang pria. "Cepat hentikkan semua ini dan angkat tangan jika kau tak mau nyawa gadis ini berakhir begitu saja!" ucap seorang pria dengan suara yang menggelegar dan berasal dari belakang Kagami Jiro.
Kagami Jiro perlahan mulai berbalik dan kini dia dibuat sedikit terkejut saat mengetahui seorang preman sedang menyandra seorang gadis, dan gadis yang sedang disandra ternyata adalah Nana.
Nana terlihat begitu khawatir dan ketakutan saat melihat sebuah pisau yang berada tak jauh dari wajah dan lehernya. Bahkan dia terlihat sedang menahan napasnya kali ini.
"Angkat tangan atau nyawa gadis cantik ini akan melayang begitu saja!!" tandas preman yang sedang menyandra Nana dengan suaranya yang begitu menggelegar.
Kini Kagami Jiro segera mengangkat kedua tangannya. Dan seorang preman yang sedang berdiri di belakangnya dengan tingkah songongnya meraih punggung Kagami Jiro dan sedikit mendorongnya ke depan.
Cihh ... sialan mereka bisanya main curang! Hhm ... aku tidak boleh bergerak sembarangan atau akan membahayakan nyawa Nana.
Batin Kagami Jiro yang terlihat sedikit kesal dan mulai mencari cara untuk menyelamatkan Nana.
"Kalian tenanglah! Yang kalian inginkan hanyalah uang bukan? Aku akan memberikan uang yang banyak untuk kalian. Namun sayangnya cek itu ada di dalam tas tunanganku. Jadi aku akan mengambilnya dulu." Kagami Jiro mencari alasan dan mulai melenggang beberapa langkah ke arah preman yang sedang menyandra Nana.
__ADS_1
"Jangan bermain-main dan berusaha untuk membodohiku, Keparat sialan! Jangan bergerak!" tandas preman itu lagi memperingatkan Kagami Jiro dan itu membuat Kagami Jiro menghentikkan langkahnya kembali.
"Percayalah padaku. Tunanganku adalah seorang model dan penyanyi besar! Kalian tau bukan jika dia sangat terkenal dan juga memiliki banyak uang? Aku akan mengambil cek itu dan memberikan untuk kalian? Kalian butuh nominal berapa? Katakan saja padaku!" ucap Kagami Jiro kembali meyakinkan preman itu.
"Berikan kami 5 juta yen ( kira-kira 460 juta rupiah)! Maka aku akan melepaskan gadis ini!" ucap preman itu yang masih menodongkan pisau itu di hadapan wajah Nana yang sudah begitu ketakutan.
"Baiklah. Kami akan memberikan 10 juta yen! Jadi lepaskan dia terlebih dahulu!" celutuk Kagami Jiro.
"Kau pikir aku bodoh?! Serahkan dulu cek itu baru aku akan melepaskan gadis ini!" tandas preman itu masih dengan sorot matanya yang begitu tajam.
"Bagaimana aku bisa menyerahkan cek itu, sementara ceknya masih kosong dan masih berada di dalam tas tunanganku?!" sungut Kagami Jiro memperlihatkan ekspresi kesal dan mulai berkacak pinggang.
"Tetap disitu! Biar aku yang akan mengambilkan cek itu!" tandas preman itu mulai membuka Hermes Birkin Bag by Ginza Tanaka berwarna silver dengan desain yang begitu glamour, dan dipenuhi dengan manik-manik permata yang begitu indah dan menawan.
Keluaran Hermes yg satu ini dirancang oleh Ginza Tanaka, seorang desainer dari Jepang. Terbuat dari platinum dan memiliki 2.000 berlian di kulit terluarnya bersama dengan 8 batu karat berbentuk buah pir, tidak heran apabila model yang satu ini sangat mahal ya!
Bahkan harga dari tas ini adalah 57 kali lipat dari uang yang diminta oleh para perampok itu! Jika saja para perampok itu mengetahui barang-barang branded yang sedang dikenakan oleh Nana adalah bernilai luar biasa, pasti mereka akan merampas semua barang-barang yang dikenakan oleh Nana.
"Dasar bodoh!" gumam Kagami Jiro begitu pelan karena melihat berandalan itu yang menurutnya cukup bodoh dan malah hanya meminta sejumlah uang yang tidak seberapa.
Disaat sang preman mulai mencari sesuatu di dalam tas silver yang begitu mewah itu, tatapan Nana dan Kagami Jiro saling bertemu, dan Kagami Jiro mulai mengisyaratkan dengan bahasa mata. Nana yang mulai paham, mengedipkan matanya dan mengangguk dengan pelan.
Kini Nana mulai meraih tangan kanan preman itu dan menggigitnya, disaat bersamaan Kagami Jiro mengambil sebuah pisau yang tergeletak di atas lantai dan menghempaskanya ke arah Nana dan preman itu.
JLEEBB ...
__ADS_1
Sepasang mata hazel Nana yang begitu indah kini membelalak, seakan jantungnya berhenti berdetak seketika. Dan dia terlihat begitu shock melihat darah segar mengucur tepat di hadapannya.