Casanova In Love

Casanova In Love
Kim Nara ...


__ADS_3

"Yosuke, permainan billard mudah dimainkan dan sangat baik untuk pikiran. Makanya kakak mengajakmu pergi ke tempat ini." Kagami Jiro mulai merangkul kembali Yosuke setelah mereka memutuskan untuk berhenti bermain. "Permainan ini juga membutuhkan beberapa kemampuan khusus, seperti daya tahan dan pemahaman tentang kondisi mental yang benar. Kita juga harus memiliki kualitas fisik khusus untuk bermain dengan baik, seperti saat kita sedang melakukan olahraga lainnya." imbuh Kagami Jiro yang kini mereka berdua mulai duduk bergabung bersama Wilson dan Igor.


"Billiard juga permainan yang membutuhkan fokus, konsentrasi dan keterampilan untuk bisa bermain dengan baik. Ada banyak strategi yang harus diterapkan saat bermain billiard untuk memasukkan bola ke dalam lubang di atas meja. Cukup penting untuk mempelajari teknik yang membantu untuk meningkatkan permainan biliar seperti yang dilakukan para profesional, setidaknya untuk bisa bersaing dengan lawan dalam permainan." ucap Kagami Jiro lalu menuangkan wine pada gelasnya setelah Kagami Jiro duduk bergabung bersama rekan kerjanya.


"Berkonsentrasilah saat ingin memukul bola cue, bahkan saat posisi bola di atas meja mungkin terlihat sederhana. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi dalam memukul bola. Banyak pemain yang masih meremehkan teknik fokus ini, padahal penting untuk memukul bola dengan lurus." imbuh Kagami Jiro setelah menikmati wine-nya.


"Kak Jiro benar sekali. Namun seberapa keras aku berlatih, aku tak akan pernah bisa untuk mengalahkan kakak." celutuk Yosuke yang juga mulai menuangkan wine di gelanya lalu meneguknya. "Bagi kartu untukku juga, Wilson!"


"Tuan Kagami Jiro ini memang yang paling hebat dalam hal apapun, Tuan Yosuke. Tak ada yang bisa mengalahkannya dalam hal apapun." sahut Wilson yang mulai mengocok kartu itu dengan sangat keren dan mulai membaginya untuk Igor, Kagami Jiro dan juga Yosuke.


"Namun tuan Kagami Jiro masih bisa dikalahkan jika bermain kartu blackjack." celutuk Igor yang tentu saja membuat mood Kagami Jiro sedikit memburuk.


Dengan cepat Igor menutup rapat mulutnya kembali dan segera menutupinya dengan beberapa kartu miliknya. Sepasang matanya mulai menatap Kagami Jiro, namun saat Kagami Jiro mulai menatap Igor, Igor langsung menunduk dan seketika nyalinya menjadi ciut.


"Diam saja jika tidak mau aku memotong gajimu, Igor!" tandas Kagami Jiro dengan tegas dan penuh penekanan.


"Ba-baik, Tuan Kagami Jiro ..." sahut Igor sedikit tergagap


Kagami Jiro mulai menungkan wine itu ke dalam gelasnya lagi dan mulai meneguk minuman berwarna kemerahan itu dan langsung menghabiskannya dengan cepat.

__ADS_1


BBRRAKK ...


Dengan cukup keras Kagami Jiro meletakkan gelas yang sudah kosong itu. Hentakan terdengar begitu keras dan membuat semua orang yang berada di meja itu kager, terutama Igor.


Di tengah-tengah asyik bermain kartu blackjack bersama, kini ponsel Wilson yang berada di atas meja mulai berdering. Sempat terlihat nama si pemanggil adalah Kim Nara, salah satu anggota Doragonshadou klan Yokohama yang pernah diculik oleh orang suruhan Mu Lucas saat Kim Nara baru saja bergabung bersama Doragonshadou.


Hayoo, siapa yang masih ingat siapa yang menyelamatkan Kim Nara saat itu? Kalian reader setia yang masih mengingatnya sangat luar biasa!! Dan berarti memiliki ingatan yang luar biasa!!


"Kim Nara?" gumam Kagami Jiro yang sempat membaca nama si pemanggil itu sebelum Wilson mulai meraih ponselnya dan berniat untuk mengangkatnya. "Sejak kapan kamu dekat dengan gadis kecil itu, Wilson? Hingga saling bertukar nomor ponsel dan saling menghubungi seperti ini?" selidik Kagami Jiro mulai menggoda Wilson.


"Ini hanya soal pekerjaan kok, Tuan. Kagami Jiro. Dan kami tidak terlalu dekat." jawab Wilson dengan jujur. "Aku akan mengangkat panggilan ini sebentar." imbuh Wilson lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang menjauh dari para rekan kerjanya.


"Ayo!! Lanjutkan!!" perintah Kagami Jiro untuk segera melanjutkan permainan kartu blackjack tanpa Wilson.


Hingga akhirnya seorang pengawal keluarga Kagami mulai menjemput Kagami Jiro, Yosuke dan Igor. Sementara Wilson malah menolak untuk diantar karena sedang menunggu seseorang yang katanya akan segera datang untuk menjemput sekaligus menemaninya.


Wilson yang masih saja menikmati wine itu, meskipun sudah hampir hilang kesadarannya sepenuhnya dan sudah semakin teler namun pria itu tak mempedulikan semua itu.


Setelah beberapa saat akhirnya terlihat seorang gadis dengan pakaian kasual dan mengenakan sebuah coat hitam dan rambut panjangnya yang diikat ke belakang dengan simple mulai mendatanginya.

__ADS_1


Gadis itu mulai merebut segelas wine yang sudah mau diteguk oleh Wilson lagi lalu meletakkan gelas itu di atas meja. Wilson yang merasa sedikit terganggu akhirnya mulai mendongak dan memicingkan sepasang matanya menatap gadis yang baru saja datang menghampirinya itu.


"Kaukah itu, Nara?" ucap Wilson sedikit ragu. "Berikan wine itu padaku, Nara. Aku masih menginginkannya!" ucap Wilson yang berusaha untuk meraih segelas wine miliknya lagi.


Namun dengan cepat Kim Nara segera menjauhkannya kembali agar Wilson tak bisa mencapainya.


"Tuan Wilson, tuan sudah minum wine terlalu banyak. Lebih baik sekarang segera pulang. Mari, aku akan mengantar tuan Wilson pulang." gadis yang tak lain adalah Kim Nara itu mulai meraih salah satu lengan Wilson dan mengalungkannya padal lehernya.


Lalu Kim Nara mulai membantu Wilson untuk berdiri dan mulai membantunya berjalan dengan memapahnya. Mereka berdua mulai meninggalkan tempat itu dan Kam Nara juga mulai mencari kunci mobil di dalam saku pakaian Wilson. Lalu mereka berdua segera memasuki mobil Wilson yang masih terparkir di depan tempat itu.


Jika dilihat-lihat, mereka berdua terlihat sudah begitu dekat dan akrab. Bahkan Kim Nara dengan berani sedekat itu dengan pria yang tak lain adalah salah satu bosnya di tempatnya bekerja saat ini.


"Tuan Wilson, katakan padaku ... dimana tuan tinggal?" tanya Kim Nara yang sudah menghidupkan mesin mobil Wilson.


Wilson terdiam dan tak menjawab pertanyaan dari Kim Nara. Bahkan saat ini Wilson sudah memejamkan sepasang matanya dan bersandar begitu saja pada sandaran kursinya.


"Kemana aku harus mengantar tuan Wilson? Aku sama sekali tidak mengetahui dimana tuan Wilson tinggal. Bagaimana ini?" gumam Kim Nara yang cukup kebingungan saat ini.


Hingga akhirnya gadis cantik yang berwajah begitu natural itu mulai mengemudikan mobil mewah itu dan memutuskan untuk membawa Wilson ke kontrakannya. Karena tak ada tempat lain yang terlintas di angannya saat ini untuk membawa salah satu bos besarnya itu.

__ADS_1


Mobil mewah itu terus saja membelah jalanan kota Tokyo yang masih begitu ramai dan mulai menuju ke sebuah kontrakan di Yokohama.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2