
Kagami Jiro dan Yuna masih melenggang bersama dan mulai menemukan beberapa kafe dan restoran di pinggiran jalanan itu dan sangat cocok untuk beristirahat sejenak sambil menikmati suasana sekitar.
Tempat itu memiliki pesona yang akan bisa langsung menghapus rasa lelah, karena cukup cantik dan sangat menakjubkan tentunya dengan bangunan-bangunan ala Perancis.
"Sayang, bagaimana jika kita makan dulu? Setelah makan kita baru melanjutkan kembali untuk menuju wall of love? " tanya Kagami Jiro menawari, karena saat ini sudah waktunya untuk menikmati makan siang.
Sebenarnya Yuna belum merasa cukup lapar, namun karena mengingat Kagami Jiro yang memiliki penyakin maag, akhirnya Yuna mengiyakan tawaran dari Kagami Jiro.
"Hhm. Baiklah. Ayo kita makan dulu!" sahut Yuna lalu melenggang bersama Kagami Jiro dan mulai memasuki sebuahrestoran dengan gaya Perancis.
Igor juga masih dengan setia mengikuti mereka, namun Igor tidak duduk bersama dengan mereka. Tetapi tiba-tiba saja Yuna segera memanggil Igor untuk bergabung bersama dengan mereka berdua.
"Igor. Makanlah bersama dengan kami!" ucap Yuna tiba-tiba.
"Tapi, Nyonya ..." sela Igor yang merasa tak enak karena tuannya sendiri saja tak memerintahkannya untuk makan bersama dalam satu meja.
Sebenarnya Kagami Jiro tak terlalu mempermasalahkannya, namun Igor masih merasa begitu segan dengan mereka berdu.
"Hhm. Makanlah bersama dengan kita, Igor! Beruntung kamu memiliki seorang nyonya yang begitu ramah dan baik kepadamu, Igor." imbuh Kagami Jiro sedikit melirik Yuna dan tersenyum tipis.
Yuna yang mulai melirik Kagami Jiro terlihat mengerucutkan bibirnya seakan tak sependapat dengan ucapan dari Kagami Jiro.
"Baik dan ramah apanya? Bukankah hal seperti ini memang sudah sangat wajar?" sahut Yuna tak terima.
Kumohon jangan bertengkar lagi di hadapanku. Aku tak mau menjadi korbannya lagi. Hiks ...
Batin Igor begitu memelas menatap Kagami Jiro dan Yuna secara bergantian, namun akhirnya Igor mulai menarik sebuah kursi berbahan kayu dengan kombinasi merah terang itu dan mulai mendudukinya.
Mereka mulai memesan beberapa makanan Perancis dan mulai memanjakan lidah mereka dengan cita rasanya yang begitu khas ala Perancis.
Meskipun Yuna sedang tidak lapar, namun sebenarnya Yuna memang menyukai makan. Bahkan saat ini gadis berwajah ayu nan selalu tegas itu begitu lahap menikmati makan siangnya. Namun seberapapun banyak Yuna memakan sesuatu, berat badannya hanya mentok di angka 48 kg saja!
__ADS_1
"Igor, seharusnya kemarin kamu mengajak istrimu. Agar kalian juga bisa berwisata bersama." celutuk Yuna dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan.
"Tidak bisa, Nyonya. Putriku masih cukup kecil. Kasihan jika aku mengajaknya untuk bepergian jauh." sahut Igor apa adanya.
"Hhm. Igor benar sekali. Lagipula bepergian membawa baby akan sedikit repot dan pasti lelah. Sebaiknya tunggu putrimu agar lebih besar dulu jika mau bepergian jauh, Igor!" sahut Kagami Jiro mulai meraih minuman dinginnya dan meneguknya.
"Iya, Tuan." sahut Igor dengan nada yang begitu rendah.
Setelah cukup memanjakan lidah dan mengisi perut, kini mereka bertiga mulai meninggalkan restoran itu. Kali ini mereka akan pergi ke Wall of Love atau dinding cinta yang ada di Paris. Di dinding ini biasanya para pengunjung bisa melihat ungkapan cinta yang ditulis sebanyak 311 kali dalam 250 bahasa. Romantis sekali!
Dinding itu berwarna hitam layaknya sebuah black bord dengan coretan-coretan berwarna putih seperti coretan sebuah kapur putih. Ada juga beberapa titik-titik kemerahan pada beberapa bagian.
Kagami Jiro dan Yuna mulai duduk bersana di sebuah bangku panjang yang menghadap pada dinding cinta itu. Mereka berdua membaca sambil menikmati profiteroles, salah satu makanan cepat saji khas Perancis yang begitu manis, yaitu kue puff kecil yang diisi dengan es krim vanila dan di atasnya diberi saus cokelat. Dan tentunya Yuna sangat menyukainya.
Menikmati profiteroles yang begitu manis sambil melihat dinding cinta bersama belahan jiwa, pastinya begitu menyenangkan dan sangat sempurna!! Dan itulah yang sedang dirasakan oleh Kagami Jiro dan Yuna.
Hanya saja Yuna terkadang masih begitu kaku dan belum menyadarinya, jika sebenarnya Yuna juga sudah menyukai Kagami Jiro. Dan hal ini terbukti saat Yuna mencium dupa pembangkit hasraat itu dan langsung mengingat Kagami Jiro. Bahkan berharap Kagami Jiro agar segera berada disisinya.
"Hhm ... tidak ada. Bukankah lusa kita harus segera kembali ke Jepang? Sebaiknya menikmati tempat yang dekat dengan hotel saja." sahut Yuna mulai memasukkan sesuap profiteroles ke dalam mulutnya dengan sendok kecil berbahan plastik. "Kamu mau lagi?" kali ini Yuna menatap Kagami Jiro dan menawarinya profiteroles miliknya.
Karena Kagami Jiro hanya memakan beberapa suap saja dan sisanya dibuangnya karena merasa eneg dan terlalu manis. Tentu kalian masih ingat bukan, jika Kagami Jiro kurang menyukai makanan manis?
"Tidak, Yuna. Makan dan habiskan. Setelah itu kita pulang ..."
HHUUPP ...
Tiba-tiba saja Yuna sudah memasukkan sesuap kue puff kecil yang diisi dengan es krim vanila dan di atasnya diberi saus cokelat itu ke dalam mulut Kagami Jiro saat Kagami Jiro berbicara dan membuka mulutnya.
"Yuna ... sudah aku katakan aku tidak mau lagi." ucap Kagami Jiro sambil membersihkan sisa makanan manis itu pada mulutnya dengan sebuah sapu tangan.
Melihat Kagami Jiro yang menggerutu karena ulahnya, seketika Yuna tertawa renyah begitu saja dan malah terlihat begitu berbahagia. Disaat itulah Kagami Jiro yang merasa cukup kesal akhirnya meraih pinggang Yuna begitu saja dan sedikit menariknya hingga akhirnya memberikan sebuah ciuman singkat pada bibir Yuna.
Mendapat perlakuan seperti itu secara tiba-tiba, spontan saja membuat Yuna menghentikan tawanya dan seketika membeku begitu saja.
__ADS_1
"Kau apa-apaan sih, Jiro?! Banyak orang disini." sungut Yuna mulai merona dan sedikit mendorong tubuh Kagami Jiro ke belakang.
"Oh, jadi kamu maunya kita melakukan di tempat yang sepi ya? Hmm ... baiklah-baiklah ... aku akan melakukannya sepuasnya saat kita sudah kembali ke hotel. Ahaha ..." Kagami Jiro menyauti dan tertawa renyah kembali.
"Kamu selalu saja seperti itu! Selalu saja mengambil keuntungan dariku!" ketus Yuna mengerucutkan bibirnya dan terlihat sedikit murung.
"Hhm? Benarkah itu, Sayang?" ucap Kagami Jiro menggoda Yuna kembali dengan nada jenaka.
"Hhm ... kamu menyebalkan!"
"Biarpun aku menyebalkan, namun kamu juga menyukainya bukan? Bahkan kamu selalu merindukanku." goda Kagami Jiro lagi.
"Tiak!! Percaya diri sekali!!" sahut Yuna berbobong.
Mendengar dan melihat Yuna yang sedang kesal, lagi-lagi membuat Kagami Jiro tertawa kembali saking gemasnya.
" Oh ya ... aku belum mengatakan soal hukuman untukmu bukan, Yuna?" ucap Kagami Jiro lagi dengan mengangkat kedua alis tegasnya yang tampan.
"Apa? Kamu masih saja bersikeras dan tetap akan menghukumku juga, Jiro?" tanya Yuna hampir saja tak percaya dan sedikit mengkerutkan keningnya menatap Kagami Jiro.
"Hhm. Dan hukumannya sangat mudah kok ..." sahut Kagami Jiro dengan senyuman misterusnya dan sesekali mengangkat kedua alisnya kembali.
"Apa?" tanya Yuna mulai merasa penasaran.
"Hukumannya adalah membuat dan melahirkan anak-anakku ..." ucap Kagami Jiro dengan entengnya.
Dan tentu saja ucapan dari Kagami Jiro sukses membuat Yuna mematung cukup lama hingga akhirnya wajahnya mulai merona kembali.
"Ahh ... apa lelucon apalagi sekarang ini?! Kamu sungguh menyebalkan, Jiro!" lagi-lagi Yuna mulai melayangkan beberapa tinjunya dan menghujani dada bidang Kagami Jiro.
Sedangkan Kagami Jiro hanya tertawa renyah saja melihat Yuna yang menurutnya lucu dan menggemakan.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1