
Kini Kagami Gumi mulai memicingkan sepasang matanya menatap gadis muda itu, "Kim Nara ..."
"Iya, Tuan besar Kagami Gumi." Nara menyauti dengan sedikit gemetaran, karena Kagami Gumi terlihat begitu garang dan menyeramkan.
"Katakan, siapa yang menculikmu saat itu!" ucap Kagami Gumi dengan begitu tegas.
"Ada 3 orang pria. Salah satu dari mereka adalah orang yang membayar kedua preman itu, Tuan." jawab Nara dengan nada begitu rendah.
"Bagaimana ciri-ciri mereka?" tanya Kagami Gumi lagi yang terlihat belum begitu puas.
"Si bos itu adalah seorang pria yang memiliki rambut pirang sedikit keemasan dan sedikit gondrong." jelas Nara berusaha untuk mengingatnya kembali. "Dan kalau tidak salah namanya adalah ... Mu ..."
Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan sedikit terkejut mendengar penjelasan dari Nara.
"Mu Lucas?" ucap Kagami Jiro menebak-nebak karena ciri-ciri yang disebutkan adalah mirip sekali dengam Mu Lucas.
"Benar! Benar sekali! Apa tuan mengenali pria bernama Mu Lucas?" tanya Nara begitu antusias.
"Apakah dia putra pertama dari keluarga Mu?" tanya Kagami Gumi sedikit tidak percaya.
"Benar sekali, Papa." Kagami Jiro menyauti seadanya.
"Kalian ada masalah? Mengapa Mu Lucas berusaha untuk melenyapkanmu, Jiro?" selidik Kagami Gumi keheranan. Karena selama ini yang dia tau, keluarga Mu adalah keluarga yang tidak bermasalah.
"Sebenarnya ceritanya cukup panjang, Papa. Akan aku ceritakan semuanya saat di rumah. Sekarang lebih baik kita segera kembali. Karena ibu, Christal, dan Yosuke pasti begitu khawatir." ucap Kagami Jiro mengusulkan.
"Baiklah ... mari kita segera kembali. Namun kita harus ke rumah sakit dulu."
"Baik, Papa."
Kini beberapa pengawal mulai membantu Kagami Jiro untuk berjalan, salah satu pengawal memberikan sebuah amplop kecoklatan untuk pemilik rumah ini.
Mereka membawa Kagami Jiro dan Nara ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan berobat. Karena ditakutkan Nara juga memiliki sebuah luka.
...⚜⚜⚜...
"Kak Jiro ..." seorang gadis kecil kini berlari mendekati seorang pemuda yang sedang duduk di atas ranjangnya.
__ADS_1
Beberapa perban terlihat sudah melilit dengan rapi pada beberapa anggota tubuhnya. Namun wajahnya terlihat begitu berseri menyambut gadis kecil itu dengan membuka kedua tangannya lebar-lebar.
PPLUUKK ...
Kini gadis kecil itu melempar dirinya ke dalam pelukan sang kakak dan menangis begitu saja.
"Kakak ... mengapa kemarin pergi begitu saja? Dan sekarang kembali malah terluka seperti ini? Hiks ..."
"Christal sayang. Kemarin kakak pergi untuk membeli hadiah lagi untuk Christal, tapi kakak malah terjatuh terpeleset. Jadi terluka seperti ini. Maaf ya jika kemarin tidak sempat berpamitan." Kagami Jiro tersenyum hangat dan mengusap lembut kepala Christal.
"Padahal aku hanya ingin bersama kakak. Hiks ..."
"Baiklah, akhir pekan nanti kakak akan pulang ke rumah. Dan kakak bagaimana kalau kita ke taman bermain?"
"Janji ya!"
"Okay, kakak janji!"
"Ajak juga kakak cantik Amane ya, Kak! Dia baik ..." rengek Christal sambil melepas pelukannya dan mendongak menatap kakaknya.
"Ah ... iya, kakak akan coba untuk mengajaknya nanti."
Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang terlihat masih begitu cantik dan modis mulai memasuki kamar itu.
"Ibu ..." ucap Kagami Jiro dengan senyum lebar melihat ibunya datang.
"Jiro ... kau baik-baik saja kan?" kini Aiko segera duduk di hadapan Kagami Jiro dan terlihat begitu terharu.
Bagaimana tidak? Putra pertamanya hampir saja tiada karena seseorang menjebaknya di sebuah gudang tua yang sudah dipasangi dengan alat peledak. Hampir saja Jiro benar-benar tiada. Dan sangat beruntung, dia menemukan ruang bawah tanah itu.
"Aku baik-baik saja, Ibu." Kagami Jiro tersenyum hangat lalu memeluk ibunya. "Aku kangen sekali dengan ibu!"
"Makanya sering-seringlah untuk pulang ke rumah! Jangan menginap terus di appartement. Memang apa yang kau lakukan di appartement? Sehingga membuatmu lupa untuk pulang?!" celutuk Aiko.
"Tentu saja beberapa pekerjaan, Ibu. Hehe ..."
"Jiro, ibu dengar dari teman bermain golf ibu, kau sedang berkencan dengan Amane ya?" ucap Aiko tiba-tiba yang membuat Kagami Jiro sedikit terkejut.
__ADS_1
"Itu ... sebenarnya ..." ucap Kagami Jiro kebingungan dan mengusap tengkuknya.
"Sejak kapan kalian berpacaran? Ibu sangat mendukung kalian lo. Amane gadis yang cantik, cerdas, lemah lembut, dan selalu rendah hati. Pokoknya ibu setuju!" ucap Aiko yang terlihat begitu bersemangat
"Christal juga setuju!" celutuk Christal bersemangat.
"Ahahaha ... kalian ini apa-apaan sih? Jangan memintaku untuk segera menikaha ya! Aku.tidak mau menikah sekarang! Aku akan menikah jika aku sudah ingin menikah!" celutuk Kagami Jiro seenak jidatnya sendiri.
"Memang kapan kau ingin menikah, Jiro? Usiamu sudah hampir 26 tahun. Umur segitu sudah bisa memberikan cucu untuk ibu itu ..." sahut Aiko sedikit jengkel menghadapi putra pertamanya.
"Tapi aku masih belum ingin menikah, Ibu. Bahkan aku belum bisa sepenuhnya menjadi seorang pemimpin Doragonshadou yang baik seperti papa. Lalu bagaimana aku bisa menjaga keluargaku kelak? Aku ingin memantaskan diriku terlebih dahulu agar aku bisa menjaga keluarga kecilku kelak." jawab Kagami Jiro yang membuat Aiko tak bisa berkata-kata lagi.
...⚜⚜⚜...
Seorang gadis cantik berambut blonde panjang dan bergelombang dengan gaya pakaian yang begitu modis dan trendy terlihat sedang melenggang dengan langkah terburu menuju sebuah ruangan.
Dia mulai memasuki sebuah ruangan tanpa permisi dan mengetuk pintu terlebih dahulu. Namun betapa terkejutnya gadis itu ketika mendapati seorang pria tampan sedang berbincang dan terlihat begitu akrab dengan seorang gadis yang berpakaian cukup rapi dengan setelan jasnya.
Gadis berambut blonde itu kini menatap tajam gadis yang sedang berdiri tak jauh darinya.
"Nara, bawalah berkas ini dan kerjakan ulang! Dan serahkan kembali padaku secepatnya." perintah pemuda itu sambil memberikan beberapa tumpuk dokumen kepada gadis bernama Nara.
"Baik, Tuan Jiro! Aku akan berusaha mengerjakan semuanya dengan cepat! Permisi!" ucap Nara sambil mengambil bertekad itu lalu bergegas meninggalkan ruangan itu.
Kini pemuda tampan itu menatap Jessy dan mengkerutkan keningnya, "Mengapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?Bagaimana jika aku sedang bersama dengan rekan kerja VIP? Tolong mengertilah sedikit Jessy! Ini adalah tempat kerja."
"Jiro! Ponselmu tidak aktif sampai sekarang! Bahkan kau tidak pernah kembali ke appartementmu! Dan kau juga melarangku untuk datang ke rumah besar Kagami!" ucap gadis bernama Jessy yang terlihat sudah begitu kesal.
"Ponselku rusak, bukankah kau melihat di lokasi kejadian saat itu? Dan jika kau datang hanya untuk marah-marah tidak jelas seperti ini lebih baik kau pulang saja! Aku sedang bekerja!" ucap Kagami Jiro sambil meraih laptopnya dan mulai menghidupkannya.
"Jiro!! Aku begitu mengkhawatirkanmu! Namun kau malah menghilang atau sebenarnya kau menghindariku?"
"Jessy, bukankah hubungan kita sudah berakhir? Dan hubungan kita selama ini hanyalah sebagai partner! Kau menemaniku, dan aku membayarmu." jawab Kagami Jiro dengan begitu santai.
"Partner?" ucap Jessy seolah tak percaya dengan apa yang sudah dia dengar.
"Hhm." sahut Kagami Jiro yang sudah mulai fokus dengan laptopnya.
__ADS_1
"Jiro!" kali ini Jessy berjalan ke sisi samping Kagami Jiro lalu menutup laptop Kagami Jiro begitu saja.
KKLLAPP ...