Casanova In Love

Casanova In Love
Tamu Yang Datang Secara Tiba-Tiba


__ADS_3

Yuna dan Wilson mulai memasuki apartemen baru Wilson di Frazer Suites Akasaka. Apartemen yang tergolong elit dan mewah dan masih berada di kawasan Tokyo. Dan kali ini Wilson tinggal di lantai 10. Dan tentu saja semua itu juga sudah diatur dengan sedemikian rupa oleh Kagami Jiro.


"Masukklah, Yuna." setelah membuka pintu kamarnya, Wilson mulai mempersilakan Yuna untuk memasuki apartemen baru miliknya.


Yuna segera memasukinya dan diikuti oleh Wilson yang mulai menutup pintu itu. Sementara kedua pengawal transparan itu mulai beehenti mengikuti mereka berdua, dan menunggu di luar apartemen.


"Wah ... ini keren sekali loh, Wilson!" ucap Yuna dengan takjub.


"Hhm? Benarkah? Tapi meskipun begitu aku masih merasa asing dan kurang nyaman disini, Yuna." Wilson menyauti dengan sedikit murung dan mulai menyeret kopernya lalu dimasukkan ke dalam kamarnya.


"Kau pasti akan terbiasa deh." sahut Yuna yang juga mengikuti Wilson dan menarik koper yang sedang dia bawa.


"Semoga saja begitu. Oh iya, kau mau minum apa, Yuna?"


"Apa.saja deh yang ada." jawab Yuna dengam asal dan tersenyum tipis menatap Wilson


"Baiklah. Tunggu sebentar ya. Akan aku buatkan sesuatu untumu." ucap Wilson sebelum meninggalkan Yuna.


"Hhm. Iya, Wilson!" sahut Yuna lalu mulai sedikit merapikan beberapa barang yang masih berserakan.


Apartemen yang tak kalah mewah dari apartemen lama Wilson di Azabu. Hanya saja Wilson harua beradaptasi kembali dengan temlat tinggal barunya ini. Terlebih, Wilson adalah tipe pria yang cukup sulit untuk merasa betah dan nyaman untuk tempat tinggal barunya.


Namun tak ada pilihan lain selain melakukan semua ini. Wilson tak bisa menentang keputusan dari Kagami Jiro yang sekaligus menjadi sebuah perintah untuk dia laksanakan sebagai salah satu kaki tangannya.


Setelah beberapa saat, Wilson sudah kembali lagi dengan membawakan teh ocha hangat dan meletakkannya di atas meja di ruang tengah.


"Yuna, minumlah dulu. Tidak usah merapikan semua itu. Aku hanya meminta kamu menemaniku saja kok. Kemarilah ..." ucapWilson sambil menghempaskan tubuhnya di atas sofa berwarna kecoklatan itu.


Mendengar panggilan dari Wilson, akhirnya Yuna segera mendatanginya dan mulai bergabung bersama Wilson.


"Minumlah dulu. Aku membuatkan teh ocha hangat. Kudengar kamu baru saja sakit ya beberapa hari yang lalu?"

__ADS_1


"Ya, tapi aku sudah sembuh kok." sahut Yuna lalu duduk di atas sofa dan segera mengambil secangkir teh berwarna kehijauan yang masih hangat itu lalu meneguknya beberapa tegukan.


"Gadis seperti dirimu ternyata bisa sakit juga ya. Ahaha ..." Wilson tertawa kerkekeh menggoda Yuna.


"Memang kamu pikir aku robot apa? Tentu saja aku bisa sakit." sungut Yuna sambil meletakkan secangmir teh ocha hangat itu lagi di atas meja.


TRIINGG ...


Sebuah pesan masuk mulai diterima di ponsel, Yuna. Yuna segera mengambil ponsel di dalam saku bajunya lalu memeriksa pesan itu.


Malam ini adik kakak akan bertunangan. Acaranya akan dilaksanakan di rumah kakak. Kamu bisa datang kan, Yuna? Jonathan juga akan datang kok. Sky.


Ternyata pesan itu berasal dari senior Sky. Dengan cepat Yuna segera membalas pesan itu dan menyimpan ponselnya kembali.


"Siapa, Yuna? Apakah itu tuan ... maksudku apakah dia pria yang sedang berusaha untuk mendekati kamu?" tanya Wilson.


"Bukan kok. Pesan ini dari seniorku. Malam ini adiknya akan melangsungkan pesta pertunangan. Jadi dia mengundangku." sahut Yuna dengan jujur.


"Mungkin akan berangkat bersama Jonathan." sahut Yuna lagi.


"Jonathan? Pria yang saat itu kau undang untuk makan malam di rumahmu juga?" tanya Wilson sedikit mengingat sesuatu.


"Iya. Dia juga mengenal senior Sky. Jadi mungkin kita akan berangkat bersama."


Tok ... tok ... tok ...


Belum sempat melanjutkan perbincangan lagi, tiba-tiba saja terdengar sebuah ritme ketukan teratur yang berasal dari pintu, menandakan sedang ada tamu yang sedang menunggu di luar apartemen.


Dan sebenarnya itu cukup membuat Wilson merasa bingung dan sedikit aneh. Tentu saja! Karena Wilson baru saja tiba di apartemen barunya kurang lebih beberapa menit yang lalu, dan kini dia sudah kedatangan seorang tamu begitu saja. Dan menurutnya ini sangat aneh.


"Yuna. Aku akan memeriksa siapa yang datang dulu." ucap Wilson lalu mulai bangkit dan segera melenggang ke arah pintu.

__ADS_1


"Hhm. Okay!" jawab Yuna dengan singkat.


Wilson mulai melenggang dan sudah mulai mendekati pintu. Dan sebenernya pria berdarah campuran ini sudah mencurigai siapa yang sedang bertamu di apartemen barunya kali ini.


Tuan Kagami Jiro ... itukah tamuku kali ini?


Batin Wilson yang mulai menerka dan sudah mulai meraih handle pintu dan sudah mulai menariknya ke bawah untuk membukanya.


CKKLLEEKK ...


Pintu mulai terbuka sedikit dan mulai semakin melebar. Terlihat seorang pria yang sedang berdiri dengan tegap membelakangi Wilson.


Pria itu mengenakan sebuah setelan jaz yang begitu rapi dan menyematkan kedua jemarinya pada saku celananya. Postur tubuh ini sungguh tidak asing untuk Wilson. Dan pria tamu ini adalah benar-benar Kagami Jiro.


Kini sang tamu mulai berbalik dan menatap Wilson sebuah kacamata hitam yang sedari tadi sudah bertengger manis pada tulang hidungnya yang mancung dan menjadi salah satu daya tariknya selama ini, kini mulai dilepaskannya. Senyuman manis dan menawan namun terlihat begitu dingin mulai menghiasi wajah tampan itu.


"Tuan Kagami Jiro ..." ucap Wilson yang masih menatap sang tamu dengan lekat dan sedikit terkejut.


"Hallo, Wilson!" sapaan ramah mulai dilontarkan oleh Kagami Jiro dengan senyuman yang sama.


"Hallo, Tuan. Selamat pagi. Mengapa tuan datang sepagi ini dan tidak memberikanku kabar? Padahal apartemenku masih sedikit berantakan, Tuan." ucap Wilson sedikit merasa tak enak.


"Aku ingin menyambutmu di hari pertamamu tinggal di apartemen ini, Wilson." ucap Kagami Jiro langsung melenggang untuk memasuki apartemen Wilson dan melalui Wilson begitu saja. "Bagaimana? Apakah kamu menyukai tempat tinggal barumu ini?"


Wilson yang tadinya sedikit minggir untuk memberikan jalan untuk Kagami Jiro kini mulai menutup pintu kembali dan mulai melenggang mengikuti Kagami Jiro ke dalam.


"Aku sangat menyukainya, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih banyak atas hadiah yang sudah tuan berikan kepadaku." jawab Wilson yang tak sepenuhnya berbicara dengan jujur.


Karena sebenarnya meninggalkan apartemen Azabu adalah salah satu hal yang cukup berat untuk dilakukan oleh Wilson. Selain tempat itu sudah membuatnya merasa nyaman, Wilson juga memiliki tetangga yang sangat membuatnya nyaman.


Sebuah keluarga baginya cukup hangat dan selalu memperlakukannya dengan baik dan membuatnya merasakan sebuah kehangatan dari sebuah keluarga yang lengkap dan begitu harmonis. Tak seperti yang terjadi di dalam hubungan keluarganya sendiri yang sudah hancur lebur dan berantakan.

__ADS_1


__ADS_2