
"Namaku Yuna. Dan umurku akan genap menjadi 21 tahun 5 hari lagi." jawab Yuna seadanya.
Hhm ... masih cukup muda ya, mengapa Tatsuya tidak pernah menceritakan jika dia memiliki keponakan seperti Yuna. Sial! Apa dia begitu takut sekali jika Yuna akan kujadikan sebagai sasaran juga? Hahaha, awas saja kau, Tatsuya busuk!
Batin Kagami Jiro lalu mulai bangkit kembali dan jongkok kembali di hadapan Yuna. Kaki jenjang Yuna yang begitu putih dan mulus terlihat begitu saja saat belahan tinggi dari gaun itu sedikit tersibak.
"Maaf sebelumnya ..." kini Kagami Jiro mulai meraih kaki kiri Yuna yang terlihat sedikit merah dan bengkak.
Dan jujur saja ini sedikit membuat Yuna merasa malu dan sedikit merona. Bukan karena dia yang mulai tergoda oleh Kagami Jiro, tapi seumur hidupnya baru kali ini dia mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang pria. Ditambah lagi pria yang sedang memegangnya adalah seorang pria dewasa yang bahkan sudah mendapatkan gelar seorang casanova sejati.
"Ini akan sedikit menyakitkan. Aku harap kamu bisa kuat dan menahannya." ucap Kagami Jiro yang sukses membuat Yuna merasa begitu ketakutan karena membayangkan rasa sakit yang akan dirasakannya.
Namun mau tidak mau Yuna harus tetap menerima metode penyembuhan dari Kagami Jiro, atau kakinya akan semakin terasa begitu sakit.
Kagami Jiro perlahan mulai memijat bagian kaki kiri Yuna bagian telapak dan pergelangannya kakinya. Yuna terlihat begitu tegang dan sedang menahan napasnya untuk beberapa saat agar dia tidak memekik saat Kagami Jiro sedikit menggeser sarafnya.
Kagami Jiro yang menyadari semua itu tersenyum tipis dan masih memijat kaki indah itu dengan begitu santai
"Jangan tegang. Percayakan saja padaku. Kau akan baik-baik saja setelah mendapatkan pengobatan spesial dariku, gadis kecil."
Yuna yang mendengar ucapan dari Kagami Jiro mulai menunduk menatap pria dewasa itu dan mengkerutkan keningnya lalu menarik kakinya dari pemuda itu.
"Tuan ... siapa yang kau panggil gadis kecil? Aku bahkan sedang melanjutkan S2 ku, dan umurku juga sudah hampir 21 tahun." celutuk Yuna mulai kesal karena dipanggi dengan sebutan gadis kecil.
"Ah ... baiklah nona Yuna. Aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan itu lagi. Sekarang kemarikan kakimu agar aku bisa segera mengobatinya. Atau kau mau kakimu tidak bisa digunakan untuk berjalan lagi?" ucap Kagami Jiro dengan nada jenaka yang membuat Yuna semakin membulatkan kedua matanya.
"Apa maksudmu, Tuan?!"
"Jika saraf kakimu yang sedang terkilir tidak segera dibenarkan maka itu akan sangat berbahaya. Seseorang yang terkena cedera seperti ini tidak menutup kemungkinan akan mengalami tingkat kecacatan dan arthritis, jantung, ataupun masalah pernapasan yang lebih tinggi." ucap Kagami Jiro sambil sedikit melirik Yuna yang sudah memasang ekspresi wajahnya yang terlihat begitu khawatir.
__ADS_1
"Ahh ... okay, baiklah. Sekarang tolong lakukan yang terbaik untuk kakiku, Tuan Kagami Jiro yang genius dan baik hati!" celutuk Yuna sambil menyodorkan kembali kaki kirinya dengan begitu terpaksa.
Kagami Jiro tersenyum penuh kemenangan dan mulai memijat kembali pergelangan kaki kiri Yuna yang masih terlihat sedikit bengkak dan merah. Suasana menjadi begitu hening kembali karena Yuna yang terlalu tegang dan khawatir akan menahan rasa sakit di kakinya, dan Kagami Jiro yang sedang fokus untuk memijat kaki Yuna.
"Jadi ... 5 hari lagi kau akan ulang tahun?" Kagami Jiro mulai membuka obrolan kembali tanpa mengurangi konsentrasinya saat memijit kaki Yuna.
"Hhm. Yah ..." jawab Yuna singkat.
"Apa kau akan membuat sebuah perayaan?"
"Aku tidak tau. Aku begitu sibuk mengerjakan beberapa gaun akhir-akhir ini." Yuna menyauti dengan jujur dan terlihat sedikit murung.
"Nah ... sudah selesai." ucap Kagami Jiro yang membuat Yuna kembali terkejut.
"Sudah selesai? Tapi bagaimana mungkin? Aku bahkan tidak merasakan rasa sakit saat tuan menggeser urat sarafnya!" Yuna sedikit mengangkat kakinya dan menggerak-gerakkan telapak kaki kirinya, dan benar saja ... rasa sakitnya sudah sedikit berkurang.
Senyum merekah mulai menghiasi wajah cantik dan tegas itu karena kakinya sudah merasa lebih baik.
"Nona Yuna, tidak ada sesuatu yang gratis di dunia ini."
"Eh? Apa maksudnya?" ucap Yuna sedikit terperangah dan tidak percaya dengan ucapan Kagami Jiro.
"Kau cukup membayarnya dengan makan malam bersamaku." ucap Kagami Jiro dengan senyuman manisnya menatap Yuna.
Tapi kamu sendiri yang menawarkan bantuan padaku? Lalu mengapa sekarang meminta bayaran padaku? Dasar licik!
Batin Yuna yang terlihat begitu kesal.
"Akhir pekan aku akan menjemputmu dan kita akan makan malan bersama!" ucap Kagami Jiro memutuskan sendiri seenak jidatnya.
__ADS_1
DDRRKK ...
Tiba-tiba saja pintu ruangan medis terbuka dan terlihat seorang gadis cantik dengan balutan gaun panjang keemasan mulai melenggang dengan anggun memasuki ruangan.
Yuna sedikit membulatkan mata ketika menyadari seseorang yang baru saja memasuki ruangan adalah seorang model dan penyanyi papan atas.
"Nona Nana Fukada ... whoa ... aslinya lebih cantik. Apalagi dilihat dari jarak sedekat ini." gumam Yuna yang masih begitu takjub melihat kecantikan dari Nana Fukada.
Kagami Jiro yang mendengarnya, kini sedikit mengkerutkan keningnya karena sedikit merasa aneh dan lucu melihat Yuna yang begitu mengagumi Nana Fukada.
"Jiro ..." Nana mulai berjalan dengan cepat dan menghampiri Kagami Jiro. "Mengapa kamu menolak hadiah itu? Padahal semua orang sangat memimpikan untuk mendapatkan hadiah itu. Apa kau segitu tidak maunya berdiri satu panggung bersamaku?" imbuh gadis berambut unik itu sesikit cemberut.
Mereka berdua saling mengenal dengan baik?
Batin Yuna yang kini beralih menatap Kagami Jiro dengan kening berkerut.
"Bukan, Nana. Nona disampingku ini tadi sedang terluka, dan dia tidak bisa berjalan karena kakinya cedera hingga bengkak. Jadi aku membawanya kemari untuk mengobatinya." jelas Kagami Jiro dengan jujur.
"Jadi kamu yang mengobatinya, Jiro?"
"Yeap. Kau tau kan aku sedikit bisa menangani luka seperti ini."
"Oh iya. Tentu saja aku tau! Acara sudah berakhir. Ayo kita segera pergi bersama!" Nana tersenyum manis dan mulai menggaet lengan Kagami Jiro begitu saja.
"Ahh, baiklah." jawab Kagami Jiro dengan singkat. "Nona Yuna, kakimu sudah bisa dipakai untuk berjalan bukan? Dan kamu akan pulang bersama presdir Tatsuya bukan?" ucap Kagami Jiro yang kini mulai beralih menatap Yuna yang masih terduduk di atas sofa tunggal itu.
"Ahh ... iya. Aku akan pulang bersama pamanku. Dan kakiku sudah lebih baik sekarang. Terima kasih." sahut Yuna dengan cepat.
"Oh iya, jangan lupa akhir pekan kau harus membayarku. Sampai jumpa, Nona." Kagami Jiro mulai melenggang bersama Nana tanpa memberikan kesempatan untuk Yuna menjawabnya.
__ADS_1
Dasar pria licik!! Padahal jelas-jelas dia yang bersikeras untuk menolongku tadi!
Umpat Yuna di dalam hati.