Casanova In Love

Casanova In Love
Pantai Odaiba


__ADS_3

"Tuan. Tapi ini bukan arah menuju apartemenku." celutuk Yuna saat menyadari arah laju mobil Buggati Divo ini bukanlah sedang menuju ke apartemennya.


"Hhm. Setelah makan siang dan cukup kenyang, aku jadi ingin sekali melihat pantai. Jadi kamu temani aku dulu ya. Sudah lama aku tidak melihat pantai." ucap Kagami Jiro tanpa meminta persetujuan dari Yuna, dan langsung saja memutuskan bahkan langsung menuju ke suatu pantai yang masih berada di wilayah Tokyo.


"Pantai?" kening Yuna berkerut dan menatap Kagami Jiro dengan ekspresi yang sulit untuk digambarkan.


"Yeap. Kita akan ke pantai Odaiba." jawab Kagami Jiro seadanya.


"Tapi ..." sergah Yuna yang terlihat begitu keberatan, karena entah mengapa Yuna sudah merasa begitu lelah.


"Hanya sebentar saja kok. Tenang saja, aku akan mengantarmu sampai ke apartemenmu nanti dengan selamat. Tidak perlu khawatir." Kagami Jiro sedikit tersenyum samar dan masih fokus mengemudikan mobil kesayangannya.


Apa lagi kali ini? Mengapa aku semakin terjebak dan malah selalu bersama dengan pria ini seperti ini?


Batin Yuna mulai menggerutu di dalam hatinya. Wajah ayunya nan tegas terlihat begitu murung karena letih yang sedang dirasakan saat ini.


Setelah beberapa saat, mulai terlihat sebuah pantai yang ini memiliki pasir putih yang begitu berkilauan yang terhampar cukup luas dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan mewah dan modern seperti pusat perbelanjaan dan juga dermaga.


Pantai Odaiba merupakan salah satu pantai terbaik di Jepang. Pantai ini terletak di Tokyo dan memiliki fasilitas-fasilitas pendukung yang sangat lengkap bagi para pengunjung. Biasanya, pantai ini selalu ramai dikunjungi di sore hari untuk melihat matahari terbenam atau hanya sekedar jalan-jalan sore.


Sebenarnya pantai ini adalah pantai buatan manusia, dan pasir di sini berasal dari pulau Izu. Namun keindahan pantai ini tak bisa diragukan.


Meskipun tidak bisa berenang di pantai ini, namun para pengunjung masih dapat menikmati olahraga pantai seperti bola voli sambil mengagumi indahnya kaki langit Tokyo dari pantai ini.

__ADS_1


Ada juga beberapa atraksi lainnya di sini yang dapat menghibur para pengunjung seperti replika/tiruan dari patung Liberty. Dan tempat ini adalah pilihan yang tepat jika tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk pergi ke tempat lain yang jauh.


Kagami Jiro membentangkan kedua tangannya lebar menikmati pantai yang terbentang dengan indah di hadapannya. Pria dewasa ini terlihat begitu rilex saat ini. Sebenarnya cuaca sedang begitu dingin saat ini, ditambah angin yang berhembus dengan cukup kencang semakin menambah rasa dingin ini hingga menusuk ke tulang.


Tiba-tiba saja Yuna merasa sedikit aneh dengan dirinya sendiri. Semua badannya terasa semakin letih dan sakit. Bahkan pandangannya mulai terasa sedikit kabur. Dan seketika perutnya terasa begitu sakit dan nyeri. Bahkan dia juga mulai berkeringat dingin saat ini.


Karena tak kuat lagi untuk menopang tubuhnya sendiri, Yuna mulai terduduk di atas hamparan pasir itu dan masih memegangi perutnya yang semakin terasa nyeri dan sakit.


"Ada apa ini? Seharusnya aku belum kadatangan tamu bulananku saat ini." gumam Yuna pelan. "Ini baru akhir bulan. Seharusnya masih 1 pekan lagi, karena jadwal tamuku selalu tepat selama ini."


Namun tiba-tiba Yuna merasakan ada sesuatu yang hangat mulai keluar dari organ vitalnya dan seketika membuat sepasang matanya sedikit membelalak.


Oh tidak! Bagaimana ini? Aku bahkan tidak membawa pembalut saat ini! Aku harus minta tolong kepada siapa saat ini? Tidak ada orang yang aku kenal disini. Bahkan perutku semakin terasa sakit. Arrghh ... bagaimana ini?


Kagami Jiro masih belum menyadari akan hal itu dan dia masih saja melenggang semakin menjauh dari Yuna untuk mendekati pinggiran air laut.


"Yuna. Bagaimana menurutmu dengan pantai ini?" tanya Kagami Jiro tanpa menatap ke belakang sedikitpun, dan dia masih mengira jika Yuna masih mengikutinya di belakangnya.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Yuna dan Kagami Jiro masih belum curiga sama sekali. Kini dia mulai berhenti dan berkacak pinggang menatap pantai indah di hadapannya itu.


"Yuna, apa kau masih marah padaku?" ucapnya tanpa menoleh ke belakang. "Yuna ..."


Karena Yuna sama sekali tidak menyauti, akhirnya Kagami Jiro mulai menoleh ke sisi belakang. Dan betapa terkejutnya dia yang tidak mendapati gadis cantik itu sudah tidak ada di belakangnya saat ini.

__ADS_1


"Yuna ... dimana gadis itu? Apa dia berniat mau melarikan diri dariku lagi?" gumam Kagami Jiro yang terlihat begitu khawatir. "Mengapa gadis itu tidak jera juga setelah kejadian saat itu!" sungutnya mulai kesal karena melihat tingkah Yuna saat ini.


Dengan cepat Kagami Jiro segera menyusuri jalan yang tadi dilaluinya untuk mencari Yuna kembali. Pandangannya dia tebarkan di semua penjuru pantai, berharap akan segera menemukan sosok Yuna. Namun dia masih belum juga menemukan Yuna kembali saat ini.


"Yuna ... dimana kamu?" gumamnya pelan dan masih berusaha untuk mencari Yuna.


Kagami Jiro mulai meraih ponselnya dan berniat untuk menghubungi Yuna. Namun disaat Kagami Jiro mulai mengaktifkan ponselnya dan bersiap untuk menghubungi Yuna, tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada sebuah gazebo yang berada tak jauh dari pantai ini. Terlihat seorang gadis dengan pakaian hangatnya berwarna sweet cream sedang duduk meringkuk seorang diri di sana.


Dengan langkah cepat Kagami Jiro segera menghampiri gadis itu.


"Yuna!" Kagami Jiro juga mulai duduk bersimpuh di hadapan Yuna dan meraih kedua bahu Yuna. "Apa yang terjadi? Apa kamu baik-baik saja?"


Yuna mulai mendongak pelan dan wajahnya sudah terlihat begitu pucat saat ini. Lidahnya terasa begitu kelu untuk mengatakan apa yang sedang menimpanya saat ini kepada Kagami Jiro. Rasanya begitu malu, namun saat ini tidak ada orang lain lagi yang bisa dimintai bantuan. Seperti tak memiliki pilihan lain.


"Tuan Kagami Jiro ..." ucapnya begitu lirih karena menahan rasa sakit pada hari pertama menstruasinya.


"Ya. Katakan saja padaku! Ada apa? Apa kamu sakit? Ayo kita segera pergi ke rumah sakit!" Kagami Jiro sudah terlihat begitu panik saat ini.


"Tuan ... bolehkah aku meminta tolong?" ucap Yuna begitu lirih.


"Tentu saja. Katakan saja padaku!" jawab Kagami Jiro dengan begitu mantap.


"Tolong belikan air hangat untukku dan juga ..." ucap Yuna mulai terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya dengan sempurna.

__ADS_1


"Apa? Katakan saja padaku! Aku akan membelikan apapun itu untukmu! Obat paling mahalpun akan aku dapatkan!" tandas Kagami Jiro yang masih tak bisa menutupi kecemasan yang menghiasi wajaglh tampannya itu.


__ADS_2