Casanova In Love

Casanova In Love
Bertemu Kembali


__ADS_3

Dua jam yang lalu ...


Kin Izumi terlihat sudah mulai beristirahat dan tertidur setelah melakukan sesuatu yang cukup menguras tenaganya. Sementara Amane masih belum bisa tertidur meskipun berulangkali dia telah mencobanya. Seperti ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.


Yeap, sebenarnya ini adalah karena dia yang masih kepikiran dan teringat dengan permintaan Kagami Jiro yang sedang memintanya untuk menjemputnya di Paradise Club. Ditambah lagi suara dan nada berbicara Kagami Jiro saat itu terdengar sedang tidak sehat.


Dan tentu saja itu menambah tingkat khawatir Amane. Meskipun apa yang sudah terjadi sebelumnya sempat membuatnya kecewa dan sakit, namun Amane adalah gadis yang baik dan tidak akan tega membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada orang lain.


Terlebih Kagami Jiro pernah dekat dan menjadi temannya. Andai saja malam itu tidak terjadi hal itu, mungkin keduanya masih akan bisa berteman. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Amane segera memakai pakaiannya kembali. Satu persatu mulai dia kenakan, dan terakhir dia meraih ponsel dan sling bag-nya.


Dengan sangat berhati-hati Amane mulai meninggalkan appartementnya dan meninggalkan suaminya yang kini sudah tertidur. Amane memutuskan untuk nekat dan pergi ke Paradise Club karena sebenarnya dia juga sangat mengkhawatirkan Kagami Jiro.


Gadis cantik itu menghadang sebuah taxi berwarna kuning cerah dan segera memerintahkan sopir untuk menuju ke Paradise Club.


"Antar aku ke Paradise Club secepat mungin, Pak!" perintahnya.


"Baik, Nyonya." sahut sopir taxi itu lalu mulai melajukan taxinya.


...⚜⚜⚜...


"Jiro!!" teriak seorang gadis yang baru saja turun dari taxi dan melihat seorang pria sedang dipapah seorang gadis karena sudah mabuk.


Gadis dengan balutan blazer hitam dan dipadankan dengan celana jeans terlihat berlari kecil dan mulai menghampiri mereka berdua. Dari raut wajahnya terlihat bahwa dia begitu khawatir saat ini.


"Jiro apa kamu baik-baik saja?" ucapnya setelah menghampiri keduanya.


"Apa anda mengenal tuan ini, Nona?" ujar gadis pekerja Paradise club itu pada gadis yang baru saja menghampirinya.


"Ya. Dia adalah temanku. Maaf sudah merepotkan. Sekarang biar aku yang akan mengantarnya."


"Baik, Nona. Daritadi dia menunggu seseorang untuk menjemputnya, namun tidak kunjung datang juga asisten yang dihubunginya. Dan kini Paradise club sudah tutup. Jadi aku berniat untuk mengantarnya. Tapi karena sudah ada nona, maka sebaiknya nona saja yang mengantar."


"Oh iya. Aku akan mengantarnya. Terima kasih sudah mengurus temanku dengan baik."


"Sama-sama, Nona."


Kini Amane mulai memapah Kagami Jiro dan mulai menaiki taxi. Amane duduk di kursi belakang, sementara Kagami Jiro berbaring dan menggunakan paha Amane sebagai bantalan kepalanya.


"Jiro, katakan padaku dimana kau tinggal sekarang? Kau sudah pindah dari appartemen lamamu bukan?" tanya Amane sambil menatap pemuda yang masih berada di pangkuannya yang sekarang sudah merem melek karena sudah sedikit tidak sadar.

__ADS_1


"Tempat tinggalku? Hhm ... aku tinggal di surga." celotah Kagami Jiro dengan asal dan tersenyum meskipun matanya terpejam. "Kamu siapa? Bukankah aku seharusnya bersama Igor?"


"Oh benar juga! Sebaiknya aku menghubungi Igor." gumam Amane. "Dimana ponselmu, Jiro?"


"Aku tidak tau ..." kini Kagami Jiro sedikit merubah posisinya kini menjadi miring menghadap perut Amane.


Amane mulai mencari ponsel Kagami Jiro di saku pakaiannya dan akhirnya menemukannya juga, namun ponsel itu dikunci dengan menggunakan sebuah pasword.


"Jiro, katakan apa paswordnya?"


"Hhm ... aroma ini ... aku pernah mencium aroma ini." ucap Kagami Jiro semakin membenamkan di bagian perut Amane. Dan tentu saja ini membuat Amane sedikit risih.


"Jiro katakan paswordnya, agar aku bisa menghubungi Igor."


"Ah ... aroma yang begitu lembut. Apakah kau Amane?" gumam Kagami Jiro yang masih di posisi yang sama.


Ah, percuma saja mengajaknya berbicara saat ini. Dia tidak akan bisa berpikir dan berkata dengan benar saat ini.


Batin Amane lalu mulai mencoba memasukkan beberapa pasword namun selalu saja salah, hingga akhirnya dia tidak bisa memasukkan pasword lagi.


"Nona, kemana kita akan pergi sekarang?" tanya sopir taxi itu.


Batin gadis cantik dengan sepasang mata bak green shapphire diamond itu.


"Nona ... kita pergi kemana?" tanya sopir taxi itu lagi yang membuyarkan lamunan Amane.


"Ehm, antar saja di hotel terdekat dari sini, Pak."


Baik, Nyonya."


Setelah beberapa saat akhirnya taxi itu berhenti di depan sebuah hotel elit di Yokohama, InterContinental Yokohama Grand, an IHG Hotel.


Amane segera membantu Kagami Jiro berjalan kembali dan memasuki InterContinental Yokohama Grand, an IHG Hotel. Amane mulai memesan sebuah kamar dan mulai membawa Kagami Jiro bergegas untuk pergi ke kamar yang sudah dipesannya.


Mereka menaiki sebuah lift, lalu mulai menyusuri sebuah lorong hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah kamar dan mulai memasuki kamar yang cukup besar dan mewah itu.


Namun tepat saat mereka memasuki kamar itu, tiba-tiba saja Kagami Jiro memuntahkan sesuatu dan mengenai sebagian pakaian Kagami Jiro dan pakaian Amane.


"Jiro! Apa yang kau lakukan?" ucap Amame begitu terkejut.

__ADS_1


"Maaf,tapi perutku begitu mual ..."


Dengan cepat Amane segera menghubungi pelayan hotel dan meminta untuk dikirimkan pakaian untuk mereka berdua. Dan Amane memilihnya melalui katalog yang dikirimkan oleh seorang pelayan hotel, karena di dalam hotel ini juga ada butik kecil dan menjual beberapa pakaian.


Setelah seorang pelayang hotel mengirimkan pakaian itu, dia segera berganti pakaian. Kali ini dia mengenakan sebuah dress berwarna peach di bawah lutut dengan design yang begitu manis.


Lalu Amane mulai mendatangi Kagami Jiro yang sedang berbaring di atas pembaringan dengan membawakan pakaian ganti untuknya.


"Bagaimana ini? Apakah aku yang harus menggantikan pakaiannya juga?" gumam Amane yang terlihat begitu ragu-ragu.


Namun akhirnya dia memantapkan diri dan mulai melelaskan pakaian Kagami Jiro meskipun dia sangat gugup dan berdebar kembali. Jaz sudah dilepas dari pertama mereka memasuki kamar hotel ini, sekarang Amane mulai melepaskan kemeja berwarna navy itu setelah melepas seluruh kancingnya.


Dan kini Kagami Jiro sudah bertelanjang dada begitu saja, dan pemandangan ini sebenarnya sangat membuat gadis cantik peracik parfum itu begitu gugup. Bahkan dia sempat mengingat malam itu bersama pria yang saat ini berbaring di hadapannya.


Namun, Amane segera membuang jauh-jauh pikirannya itu dan segera membantu Kagami Jiro untuk memakai pakaiannya kembali.


"Jiro, sekarang duduklah sebentar dan pakai ini ... aku tidak bisa memakaikan T-shirt ini jika kamu tidak duduk.


"Ehmm ... aku tidak mau memakai baju!"


"Kamu bisa sakit nanti. Ayo duduk dan jangan mempersulitku, Jiro!" kini Amane berusaha menarik lengan kuat kuat Kagami Jiro dan berusaha membuatnya duduk.


Namun Kagami Jiro malah menariknya sehingga membuat Amane terjatuh di atas tubuhnya.


"Amane ... apakah ini benar-benar kamu?" kini Kagami Jiro membuka matanya dan menatap gadis lekat gadis yang sedang berada di atas tubuhnya.


"Jiro, mengapa kau bisa semabuk ini? Bukankah kau begitu kuat minum? Apa kau sedang ada masalah?" ucap Amane malah balik bertanya.


"Hhm? Apa kau sedang mengkhawatirkan aku, Amane?" Kagami Jiro tersenyum lebar menatap gadis itu.


Mengapa? Mengapa malah berdebar lagi setelah bertemu dengannya?! Ini tidak benar ... aku tidak boleh lengah lagi! Aku bahkan sudah menikah.


Batin Amane yang berusaha untuk segera bangun, namun Kagami Jiro masih menahan pinggang ramping itu dengan cukup kuat sehingga gadis cantik itu tak bisa melepaskan dirinya.


"Jiro ... kau mau apa? Jangan melakukan hal yang aneh!"


"Hal yang aneh seperti apa?" Kagami Jiro tersenyum manis dan menyibak rambut Amane ke belakang.


"Aku sudah mengantarmu, jadi aku akan segera pulang. Lepaskan aku, Jiro ..." pinta Amane.

__ADS_1


"Tidak, jujur saja aku sangat merindukanmu, Amane. Mengapa kita tidak bersama sebentar dulu ..."


__ADS_2