
"Yuna!! Kau sungguh tak berperasaan dan kejam sekali ya!" seorang pria dengan rambut hitam yang sedikit acak-acakan mendengus kesal saat menikmati sebuah potato chips bersama gadis bernama Yuna itu di sebuah taman.
"Hhm? Memang apa yang sudah aku lakukan padamu? Mengapa mengataiku seperti itu, Jonathan?" tanpa rasa bersalah tentunya Yuna menyauti ucapan Jonathan yang terlihat sedang sangat kesal.
"Kau masih tidak paham apa kesalahanmu? Parah sekali kau, Yuna! Kau ini temanku apa musuhku sih?!" Jonathan sedikit mengeeucutkan bibirnya karena kesal.
"Bicara dengan jelas, Jonathan! Aku sungguh tak paham apa yang sedang kau bicarakan saat ini lo." sungut Yuna sembari merebut potato chips itu dari Jonathan.
"Cih ... dasar kau ini! Padahal jelas-jelas kemarin sudah berjanji padaku akan makan malam bersama di Rokkasen restaurant. Namun kau malah tidak datang! Padahal aku menunggumu sampai jam 9 PM."
"Benarkah itu, Jo? Mengapa kau tidak mengatakan padaku? Dan mengapa kau tidak menghubungiku?" ucap Yuna mulai menatap serius Jonathan.
"Padahal aku menghubungimu, tapi kau tak mengankatnya. Dan aku juga mengirimkan pesan untukmu." celutuk Jonathan yang masih cukup kesal. "Jika memang tak bisa datang, seharusnya kau memberiku kabar dong!"
"Tapi tak ada pesan masuk maupun panggilan sama sekali lho!" ucap Yuna membela diri.
Jonathan mulai mengeluarkan ponsel miliknya lalu memperlihatkan pesan yang dia kirimkan untuk Yuna saat itu, " Nih. Lihatlah!"
Yuna sedikit mendekat dan mulai membaca pesan itu yang keterangannya sudah ada 2 check list, dan itu artinya seharusnya pesan itu sudah sampai untuk Yuna.
"Tapi mengapa pesan itu tidak sampai untukku? Apa yang terjadi? Bahkan aku tak melihat panggilan darimu. Hhhmm ..." Yuna melihat jam pengiriman pesan itu dan mencoba untuk mengingat-ingat seauatu.
Pada saat itu aku sedang berada di restoran Shiba Thofuya Ukai bersama tuan Kagami Jiro. Lalu mengapa bisa seperti itu? Saat itu aku pergi ke toilet, dan aku meninggalkan ponselku begitu saja. Apakah ini adalah ulah dari tuan Kagami Jiro? Tapi mengapa dia melakukannya? Mengapa dia tidak memberitahuku? Dan malah menghapusnya begitu saja? Ih, dasar menyebalkan! Aku sungguh tak mengerti dengan tingkah laku dan perbuatannya itu! Huft ... kasihan sekali Jonathan. Dia menungguku lebih dari 2 jam di sana.
Batin Yuna sedikit cemberut menatap Jonathan, sahabat kecilnya.
"Jonathan. Maafkan aku. Mungkin ponselku sedang sedikit rusak saat itu. Hingga pesan dan panggilanmu tidak ada yang masuk. Saat itu perutku juga sangat sakit, dan seluruh badanku juga terasa letih. Jadi malam itu aku tidur cepat untuk mengistirahatkan badanku. Maaf ya ..." ucap Yuna dengan tulus meminta maaf.
__ADS_1
"Huft ... baiklah! Tidak masalah kok. Apa kamu masih selalu kesakitan saat hari pertama?" celutuk Jonathan sangat blak-blakan, karena dia sungguh mengetahui hampir semua hal tentang Yuna.
"Hhm. Begitulah ... tapi kata orang saat sudah menikah dan sudah memiliki anak, rasa sakit itu akan berkurang sih. Hehe ... entahlah ..."
"Jangan katakan padaku kau mau menikah dalam waktu dekat ini, Yuna! Kau bahkan baru memasuki semester 1 S2-mu. Umurmu juga masih cukup muda."
"Hhm. Kau benar. Setidaknya aku akan menyelesaikan study- ku dulu."
"Lalu bagaimana jika ada seorang pria yang tiba-tiba melamarmu dan mengajakmu untuk menikah? Apa kau akan menerimanya?"
"Pertanyaan macam apa itu? Aku saja tidak banyak mengenal banyak pria sekarang ini." kini Yuna mulai membuka minuman kalengnya dan mulai meneguknya.
"Siapa tau kau memiliki pengagum rahasia." celutuk Jonathan asal. "Bagaimana dengan senior Sky? Apa kalian masih sering berhubungan?" tanya Jonathan ingin tau.
"Hhm. Iya. Kadang-kadang dia masih menghubungiku. Bahkan saat aku ganti nomor karena ponselku rusak, senior Sky juga masih bisa menghubyngiku. Hhm ..." Yuna mengkerutkan keningnya dan berusaha berpikir keras.
"Wah benarkah? Senior Sky memang menghubungiku kemarin, tapi dia tidak mengatakan jika dia akan kembali ke Jepang." celutuk Yuna.
"Hhm. Aku mendengar sendiri dari adiknya sih."
"Wah ... bisa kumpul bersama dong kita."
"Kalian aja kali yang bertemu. Dia pasti akan mencari dan menemuimu deh nanti. Lihat saja ..." ucap Jonathan yang seketika membuat Yuna menatap sahabatnya kecilnya itu.
"Kenapa kau bisa seyakin itu, Jo?" Yuna mengernyitkan keningnya menatap Jonathan.
"Percaya deh padaku. Senior Sky pasti akan menemuimu, Yuna!" senyuman lebar Jonathan membuatnya semakin penasaran, namun Jonathan lebih memilih untuk diam dan tidak membahasnya lagi.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...
Seorang pria tampan terlihat sedang berada di ruangan kerjanya dan menatap sebuah laptop di di hadapannya. Jari telunjuknya sesekali diseretnya dan mengetuk untuk men-schroll layar di bagian kotak kursor.
Sepasang mata kecoklatan itu menatap lekat layar itu, dan tiba-tiba saja keningnya berkerut saat membaca sebuah surat elektronik dari seseorang.
"Hhm ... apa ini?" gumam Kagami Jiro saat melihat beberapa fotonya yang sedang bersama Nana dikirim melalui surat elektronik dengan akun anonim itu. "Cihhh ... hanya foto sedang berjalan bersama ke butik saja sudah berani meminta uang tebusan padaku. Bodoh!" ketusnya lalu memencet sebuah tombol dari telpon duduk kantor itu.
"Ya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" terdengar ucapan seorang gadis dari seberang.
"Bawakan aku Americano coffe sekarang juga!" titah Kagami Jiro lalu mengakhiri panggilan itu tanpa dia mendengar jawaban dari gadis itu yang mungkin seorang office girl yang bekerja di perusahaannya.
TRRIINNG ...
Terdengar suara notifikasi yang berasal dari ponsel Kagami Jiro. Dengan santai dia segera meraih benda pipih itu. Dan tiba-tiba wajahnya terlihat begitu berseri ketika membaca nama si pengirim pesan yang terlihat sekilas sebelum dia membaca pesan itu.
"Gadis kecil bermulut pedas yang menawan ..." gumamnya pelan membaca nama sang pengirim pesan.
Dengan tidak sabaran, Kagami Jiro segera membuka isi pesan itu dan mulai membacanya.
Tuan, kemeja dan jas milik tuan sudah aku selesaikan. Aku akan mengantarnya ke tempat tuan bekerja. Tolong kirimkan alamatnya untukku agar aku bisa segera ke perusahaan tuan. Yuna.
"Wah... gadis itu akan datang kesini ya. Hhm ... kebetulan sekali. Aku juga sudah lama tak melihat gadis itu. Rasanya sedikit rindu ..." gumam Kagami Jiro dengan wajahnya yang begitu berbinar lalu mulai membalas pesan dari Yuna dan mulai mengirimkan alamat markas utama Doragonshadou. Karena saat ini Jiro sedang berada di markas utama Doragonshadou.
Setelah memberikan titik lokasi kepada Yuna, Kagami Jiro juga mengingirmkan sebuah pesan untuk Yuna.
Datanglah cepat dan tepat waktu! Karena aku masih memiliki janji setelah ini! Kagami Jiro.
__ADS_1