Casanova In Love

Casanova In Love
Kecerdikan Untuk Melawan Musuh


__ADS_3

"Cihh ... bukankah kau yang sedang berusaha untuk menipuku saat ini! Aku tidak merampok! Aku hanya ingin kau mengembalikan semua uangku dengan sukarela, dengan begitu aku tak akan memperpanjang masalah ini. Dan aku akan melepaskanmu dan menganggap semua ini tak akan pernah terjadi." ucap Samuel seolah-olah dialah yang sedang menjadi korban saat ini.


Wilson tertawa kecil mendengar ucapan dari Samuel, "Apa? Apa kau bilang? Mau melepaskanku begitu saja setelah aku mengembalikan semua uang ini? Apa aku tidak salah dengar? Yang ada aku yang tidak akan melepasmu karena kau sudah membuat masalah denganku!" ucap Wilson menandaskan dangan cukup tegas.


"Apa?! Berani kau melawanku?!" tantang Samuel mulai bangkit dari tempat duduknya lalu berdiri dan melangkah dua langkahmendekati Wilson. Kini Samuel berkacak pinggang menatap Wilson yang masih duduk.


Wilson mulai bangkit dari tempat duduknya dan kini berhadapan dengan Samuel, "Mengapa aku harus takut? Orang sepertimu tak pantas untuk ditakuti! Kau bahkan tidak akan bisa menyentuhku, apalagi melukaiku?! Cihh ..."


"Sialan pria sampah ini! Beraninya meninggi di hadapanku!" geram Samuel dengan wajah yang mulai memanas. "Hiatthh ..." Samuel mengepalkan tangan kanannya lalu melayangkannya ke udara untuk menghantam wajah Wilson, namun Wilson bisa menghindarinya dengan cepat dan sangat baik, malah Samuel yang terhuyung hingga dia hampir saja terjatuh dan malah menabrak meja permainan lainnya.


"Haishh ... sialan! Lihat saja! Aku tak akan melepaskanmu begitu saja!" Samuel mulai berdiri dengan tegap kembali lalu meraih ponselnya untuk menghubungi anak buahnya.


Setelah beberapa saat beberapa pria sudah datang dan mulai menghampiri mereka, dan salah satu dari pria itu adalah Rie Fu, sniper yang saat itu menembak Yukimura.


"Selalu saja bisanya bersembunyi dibalik ketiak anak buah! Sungguh memalukan sekali kau ini!!" Wilson menahan tawa dan menutupnya dengan punggung telapak tangannya.


"Dasar pecundang banyak bicara! Berikan pelajaran untuknya!" Samuel mengangkat tangan kanannya ke atas dan mulai menginstruksi para anak buahnya untuk segera menyerang.


Ketiga anak buahnya mulai mendekati Wilson dan Sean dan bersiap untuk segera menyerang dengan memasang kuda-kuda.


Sebuah kursi yang berada tak jauh dari Wilson mulai Wilson tendang dengan sangat santai dan sukses mengenai salah satu dari mereka.

__ADS_1


BRRAAKK ...


Sementara Sean mulai naik ke atas salah satu meja Casino lalu dengan cepat dia melompat dan melayangkan tinjunya untuk mengenai salah satu dari mereka.


BUAAGGHH ...


Kini tersisa Rie Fu yang sudah bersiap berlari ke arah Wilson dengan membawa sebuah pisau lipat. Dengan begitu cepat dan gesit Wilson berhasil membekuk tubuh Rie Fu dan mematahkan serangan itu dengan mengunci tubuh Rie Fu ( posisi tubuh Rie Fu membelakangi tubuh Wilson, dengan tangan kanan Wilson mencengkeram pergelangan tangan kanan Rie Fu yang masih membawa sebuah pisau lipat yang kini menghadap ke leher Rie Fu).


"Kau bukanlah petarung jarak dekat! Lalu mengapa kau berusaha untuk menyerangku dengan cara seperti ini?!" ucap Wilson setengah berbisik tepat di dekat telinga Rie Fu. "Apa kau bodoh?!"


"Siapa kamu sebenarnya?!" ucap Rie Fu sedikit melirik Wilson yang berada tepat di sisi samping belakangnya.


"Bagaimana aku membayarnya? Aku hanya disuruh seseorang saat itu." jawab Rie Fu dengan jujur.


"Jika tak mau menurutiku maka akulah yang akan melenyapkanmu saat ini juga! Semua pengunjung disini tau jika kalian yang salah dan sudah membuat kericuhan ini! Meskipun kau adalah petugas keamanan disini, tapi tindakanmu saat ini adalah salah! Karena kau membela orang yang salah! Kesalahanmu di masa lalu saja sudah begitu membuatku marah, sekarang ditambah dengan ini? Cihh ... kau sungguh membuatku muak! Lebih baik kau berakhir saja!" Wilson yang masih mencengkeram tangan Rie Fu yang masing menggenggam pisaunya, kini menggerakkannya perlahan hingga pisau itu benar-benar sudah menggores dan melukai leher Rie Fu hingga darah segar mulai terlihat mengalir dari lehernya.


"Ba-baiklah ... aku menyesal! Aku minta maaf ... aku benar-benar disuruh oleh Samuel saat itu. Maafkan aku ... jangan bunuh aku ..."


Wilson menghentikkan pergerakan tangannya namun masih mencengkeram dengan kuat tangan kanan Rie Fu.


"Aku akan melepaskanmu, tapi kau harus membereskan Samuel! Jika tidak berhasil, maka aku sendirilah yang akan melenyapkanmu dari muka bumi ini!" tandas Wilson semakin memperkuat cengkeramannya.

__ADS_1


"Arghh ..." erang Rie Fu menahan rasa sakit pada pergelangan tangannya yang semakin kuat berada pada cengkeraman Wilson. Kuat sekali! Bahkan seakan tulang-tulang itu seakan mau patah saja rasanya. "Tolong lepaskan ... aku akan memenuhi perintahmu, Tuan ..."


"Jika berani bermain-main denganku, aku tak akan segan untuk meluncurkan sebuah peluru untuk menembus organ tubuhmu, seperti yang sudah kau lakukan saat itu untuk temanku."


"Bai-baik, Tuan ..."


Wilson mulai melepaskan Rie Fu dan menghempaskan tubuhnya dengan cukup keras ke depan sehingga tubuh Rie Fu menabrak sebuah meja kasino poker, dimana disana sedang ada dua orang pria bule yang tengah bermain tanpa mengindahkan semua keributan ini.


Namun meja itu dan beberapa kartu menjadi berantakan karena lengan Rie Fu yang mendarat pada meja itu, mengakibatkan kedua pria bule yang memiliki tubuh besar dan sangat kekar seperti seorang atlit American football menjadi begitu marah hingga wajahnya yang cukup putih itu menjadi sedikit memanas karena menahan emosi.


Salah satu dari pria bule itu mulai mengangkat kerah baju Rie Fu begitu tinggi ke udara lalu menghempaskan ke sisi kanan hingga kini tubuh Rie Fu menabrak sebuah mesin slot dan wajahnya menabrak sebuah tuas dari mesin itu hingga mengakibatkan hidungnya berdarah.


Tak puas dengan itu saja, pria bule itu mulai melenggang untuk menghampiri Rie Fu kembali untuk kembali menyerangnya.


Sean dan Wilson saling bertatapan dan mengangguk dalam senyumnya yang begitu tipis. Dan sebenarnya ini adalah salah satu rencana dari Wilson dan Sean, kerja team yang sungguh keren!


Sean yang begitu lihai dalam mencari sebuah informasi, menyadari jika kedua pria bule itu adalah seorang atlit American Football dan seorang atlit tinju. Mereka berdua sangat temperamen. Akan sangat marah dan mudah tersulut jika seseorang tiba-tiba mengganggu aktifitasnya.


Kini Wilson mulai melenggang dengan langkahnya yang lebar mendekati Samuel yang terlihat sudah sangat ketakutan. Wilson dengan santainya mengangkat kaki kanannya ke udara dan menendang kuat tubuh Samuel tepat pada bagian perutnya.


Tubuh yang tergolong tinggi dan kurus itu kini terhempas ke belakang hingga menabrak sebuah pilar raksasa.

__ADS_1


__ADS_2