Casanova In Love

Casanova In Love
Menonton Bersama Yuna 2


__ADS_3

Sebuah film sudah selesai diputar begitu saja, dan kini film kedua juga mulai diputar. Seperti biasa, Yuna akan selalu serius dan berkonsentrasi ketika menonton film di bioskop.


Tidak seperti Kagami Jiro! Apa kalian tau menonton di bioskop akan selalu membuatnya tertidur disaat film itu sedang dimainkan. Christal pernah pernah beberapa kali mengajak Kagami Jiro untuk menonton di bioskop, dan kesekian kalinya juga sama saja! Kagami Jiro selalu saja tertidur saat pemutara film itu berlangsung.


Dan apa kalian tau? Ini adalah pertama kalinya seorang Kagami Jiro pergi ke bioskop bersama seorang gadis. Biasanya Kagami Jiro hanya akan pergi untuk makan bersama di restoran, minum bersama di club, atau pergi ke hotel untuk sekedar bersenang-senang.


Namun entah semenjak dia mengenal Yuna, si gadis kecil yang bermulut pedas itu membuatnya melakukan semua hal diluar kebiasaannya.


Yuna yang masih terlihat begitu menikmati film kedua yang sedang diputar dengan genre aksi itu, kini mulai meraih segelas capuccino iced blend dan mulai meminumnya. Tak sengaja gadis cantik itu menjatuhkan ponselnya, hingga akhirnya dia mulai menunduk untuk mengambil ponselnya yang terjatuh di bawah kaki Kagami Jiro.


Setelah mendapatkan ponsel itu kembali, kini gadis cantik itu segera duduk kembali, dan tak sengaja Yuna mendapati Kagami Jiro yang sudah tertidur begitu saja.


Tanpa sadar Yuna mulai mengamati pria dewasa yang sudah mendapatkan beberapa predikat kental dari dirinya yaitu, Si pria iblis, Si pria mesum, si pria busuk dan masih banyak lagi predikat-predikat buruk lainnya.


Tiba-tiba terbesit ada sedikit rasa bersalah jika mengingat semua itu, namun memang sikap Kagami Jiro terkadang memang begitu keterlaluan.


Pria ini bisa terlihat begitu kejam, namun terkadang juga bisa terlihat begitu manis. Ckk ... dasar bunglon! Selalu saja berubah-ubah setiap saat! Pasti karena ada maksud tersembunyi saja dia melakukan hal-hal yang baik! Aku tak akan mudah kau kelabuhi, Pria iblis!


Batin Yuna memicingkan sepasang matanya menatap Kagami Jiro yang masih tertidur dengan cukup pulas.


Sepasang manik-manik bening itu tiba-tiba terfokuskan menatap sudut bibir Kagami Jiro yang disana terdapat sedikit whipe cream yang terdapat pada minumannya yang masih melekat.


Yuna berinisiatif untuk membersihkannya dengan mengusapnya dengan jemarinya. Namun belum sempat Yuna melakukannya, tiba-tiba saja sebuah tangan yang cukup kuat menahan dan mencengkeram pergelangan tangan Yuna tepat saat tangan Yuna sudah berada beberapa inchi saja dari wajah Kagami Jiro.


Tangan yang terasa begitu dingin seperti orangnya! Ataukah mungkin Kagami Jiro sedang sakit? Entahlah! Sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu kini juga mulai terbuka perlahan dan menatap lekat Yuna.


"Apa yang sedang ingin kau kau lakukan padaku? Mengapa kau suka sekali mendekatiku disaat aku lengah?" ucap Kagami Jiro dengan memasang senyuman menawannya dan menatap lekat setiap detail wajah Yuna.


Sementara Yuna terlihat begitu terkejut hingga dia belum bisa berkata-kata untuk beberapa saat dan hanya mematung di hadapan pria dewasa itu.

__ADS_1


"Hhm? Apa yang sudah kau rencanakan padaku? Jika kau diam seperti ini dan tak bisa menjawabku, itu artinya kau benar-benar sedang merencanakan sesuatu bukan?" ucap Kagami Jiro kembali.


"Mengapa kau selalu berpikiran buruk seperti itu tentangku, Tuan?! Aku hanya ingin membersihkan sisa noda whipe cream pada bibir tuan." ucap Yuna berusaha untuk membela diri.


"Oh, benarkah itu? Kalau begitu lakukanlah dengan baik dan benar!" perintah Kagami Jiro lalu melepaskan pergelangan tangan Yuna.


Meskipun sebenarnya cukup kesal dan malas, namun Yuna tetap melakukan semua itu. Perlahan gadis cantik itu mulai mengusap sudut bibir Kagami dengan jemarinya.


Sementara itu Kagami Jiro terlihat begitu menikmati momen saat ini. Momen saat dia berada begitu dekat dengan Yuna, seorang gadis yang sudah membuatnya menjadi sedikit kehilangan tingkat konsentrasi, dan juga hingga membuatnya rela untuk membatalkan dan tidak mendatangi beberapa rapat penting hanya untuk pergi bersama Yuna.


"Sudah, Tuan." ucap Yuna mulai sedikit mundur kembali.


"Benarkah itu? Apa kau yakin itu? Tapi mengapa aku masih merasa jika masih ada whip cream yang tersisa pada sudut bibirku." ucap Kagami Jiro dengan asal.


"Ah, benarkah itu?" dengan cepat Yuna segera mendekat kembali dan memeriksanya tanpa rasa curiga sedikitpun. "Tapi ini sudah begitu bersih, Tuan."


Yuna segera mundur kembali dan kembali duduk dengan benar menatap layar proyektor kembali. Namun tiba-tiba saja semua lampu bahkan layar proyektor itu seketika mati dan ruangan menjadi begitu gelap tanpa cahaya seikitpun.


Dan hal itu reflek membuat Yuna segera mencengkeram lengan Kagami Jiro dengan cukup kuat. Dan lagi-lagi hal itu membuat Kagami Jiro begitu gemas sendiri karena melihat tingkah Yuna yang menurutnya lucu.


"Mengapa semua lampu tiba-tiba saja mati seperti ini?" ucap Yuna tak mengeri.


"Aku juga hanya pengunjung saja, jadi aku tidak tau." sahut Kagami Jiro asal.


"Seumur hidupku, ini adalah pertama kalinya aku melihat tempat bioskop sebesar ini mengalami hal seperti ini." celutuk Yuna mulai mencari sesuatu di dalam sling bag-nya.


Gadis pintar! Memang, ini adalah salah satu rencanaku! Dan kau memang begitu cerdas!


Batin Kagami Jiro dengan senyum misteriusnya dan semakin mendekati Yuna.

__ADS_1


KKLLIIK ...


Yuna mulai menghidupkan sebuah lampu senter dengan ponselnya untuk memberikan sedikit penerangan dan mendapati Kagami Jiro sudah begitu dengannya.


"Jangan bergerak ..." perintah Kagami Jiro menatap lekat Yuna dengan sepasang matanya yang kali ini terlihat begitu teduh. Atau mungkin karena efek cahaya yang begitu minim.


Yuna sedikit membulatkan sepasang matanya dan tidak bergerak sama sekali, namun dia masih terlihat begitu waspada.


Wajah Kagami Jiro semakin mendekati wajah Yuna, dan sebenarnya Yuna sudah bersiap dan mengepalkan tangannya. Jika sampai Kagami Jiro nekat melakukan sesuatu yang buruk, maka Yuna akan segera melayangkan tinjunya untuk Kagami Jiro.


Kagami Jiro berhenti tepat saat jarak diantara keduanya hanya tinggal beberapa inchi saja, lalu Kagami Jiro mulai sedikit menatap sisi kiri wajah Yuna dan mulai mengangkat tangan kanannya untuk meraih wajah Yuna.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Hayo-hayo kita main tebak-tebakan tak berhadiah dulu yuk. Ahahaha ...


Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Kagami Jiro ya? Apakah dia akan melakukan sesuatu yang akan membuat Yuna marah? Ataukan dia akan melakukan sesuatu hal lainnya?


Kita saksikan saja di bab selanjutnyanya. Tetap dukung selalu Casanova In Love ya.


Jangan lupa mampir ke karya Anezaki yang lainnya, yang judulnya Never Say Goodbye.


Novel yang menceritakan tentang seorang Kagami Jiro, pemimpin yakuza terbesar di dunia, Doragonshadou yang terjebak di dalam tubuh seorang idol besar yang berasal dari China. Dan tentunya akan sangat menarik dan keren ya.


Jangan lupa mampir ya. Salam hangat dari Anezaki ...


__ADS_1


__ADS_2