Casanova In Love

Casanova In Love
Skak Mat


__ADS_3

Kini sepasang mata Bai Mei mulai membelalak semakin lebar, seakan Bai Mei masih tak percaya dan sangat terkejut bukan main setelah menyaksikan rekaman CCTV di beberapa lokasi yang sudah digabungkan menjadi satu dan ditanyangkan secara beruntun itu. Kedua jemarinya mulai membungkam mulutnya yang kini juga sudah terbuka cukup lebar.


Tidak mugkin!! Bagaimana mungkin ini bisa tejadi?! Sialan!! Ini semua gara-gara Vin yang sangat ceroboh!! Mengapa Vin begitu bodoh!! Apa dia tidak bisa menggunakan sedikit saja otaknya?! Cihh ... padahal penyamaran itu sudah sangat sempurna!! Namun karena kebodohan Vin, kini semua rencanaku hancur begitu saja!! Aku menyuruh Vin melenyapkan Bai Yuan agar senua hartanya jatuh padaku. Dan aku akan segera menikah dengan Vin!! Namun rupanya pemuda itu sungguh bodoh!! Idiot!! Hancur sudah semuanya!!


Batin Bai Mei yang sudah terlihat begitu frustasi karena rencananya yang sudah disusunnya dengan cukup matang, rapi dan sudah cukup hati-hati kini menjadi berantakan semua karena kekasihnya yang begitu ceroboh dan kurang berhati-hati.


Padahal seberapa berhati-hati Vin dalam melakukan aksunya, tetap saja Wilson pasti akan segera menemukannya. Cepat ataupun lambat, semua akan terendus oleh Wilson.


TUKK ...


Sang petugas introgasi mulai menghentikan pemutaran video rekaman CCTV yang sedikit gelap itu karena semua itu terjadi saat malam hari. Namun wajah-wajah sang pelaku alias Vin dan juga wajah Bai Mei sangat terlihat dan sangat dikenali. Jadi mereka tak akan bisa menyangkalnya lagi.


"Bagaimana, Nyonya Bai Mei? Sekarang tolong jelaskan kepada kami, mengapa nyonya Bai Mei begitu tega mengakhiri nyawa suami nyonya sendiri dengan menggunakan kekasih nyonya?" kalimat pertanyaan yang dilontarkan oleh petugas kepolisian itu terdengar sudah seperti skak mat untuk Bai Mei yang tak bisa bertindak lagi.


Kini Bai Mei bukan hanya kehilangan suaminya, namun semua harta warisan itu juga tak akan pernah dia miliki karena perbuatannya yang sangat tidak berperikemanusiaan dan sangat kejam.


"Ak-aku ... ak-aku ..." ucap Bai Mei tergagap.


Wanita paruh baya yang sejak awal begitu merasa paling tinggi, arogan, merasa paling benar, dan merasa paling berkuasa kini seketika menjadi ciut dan tak bernyali kembali.


"Aku ... aku tidak sengaja melakukannya. Aku dan suamiku mengalami sebuah pertengkaran hebat sebelum malam itu. Dan aku tak sadar sudah menyuruh Vin untuk melenyapkan suamiku. Aku bersalah ... dan aku tidak sadar ... aku khilaf ... hiks ... dan kini aku merasa sangat menyesal telah melakukan itu semua. Hiks ..." kali ini Bai Mei mulai menangis, entah hanya akting ataukah karena dia memang benar-benar sangat menyesal. Entahlah ...

__ADS_1


"Nyonya Bai Mei. Apa nyonya melupakan sesuatu?" salah satu petugas investigasi mulai bertanya dan terlihat sudah mencium gelagat Bai Mei yang sedang berdusta. Petugas investigasi itu tersenyum miring menatap Bai Mei. "Nyonya Bai Mei sudah merencanakan pembunuhan ini. Dan ini terbukti dengan sangat kuat! Nyonya Bai Mei sudah menyiapkan sebuah topeng wajah manusia yang terbuat dari silikon dan sepertinya topeng tersebut memang sudah disiapkannya menyerupai wajah Kagami Jiro. Dengan kata lain nyonya Bai Mei dan Vin memang sedang ingin menjebak dan menjatuhkan Kagami Jiro dengan kasus pelenyapan tuan Bai Yuan."


Mendengar ucapan dari petugas investigasi itu, kini sukses membuat Bai Mei semakin membelalak dan terkejut bukan main. Seolah tak ada celah sedikitpun untuk berusaha membela dirinya sendiri.


Selama beberapa saat Bai Mei hanya terdiam dan tak tau harus berkata-kata lagi. Hingga akhirnya pihak kepolisian memutuskan jika Bai Mei dan Vin memang bersalah dan sudah bersekongkol untuk melenyapkan Bai Yuan serta menjadikan Kagami Jiro sebagai kambing hitam.


Beberapa hal itu tentu saja akan membuat mereka berdua menerima hukuman yang akan sangat berat.


...⚜⚜⚜...


Keputusan akan kasus pelenyapan Bai Yuan telah diputuskan oleh Pengadilan Distrik Yokohama. Putusan yang sudah dijadwalkan itu didatangi oleh para pengunjung di pengadilan untuk mendengarkan keputusan.


Terdakwa Vin dan Bai Mei juga telah mengaku telah didakwa, dan mereka juga sudah mengakui semua kejahatan berencana itu di dalam persidangan. Bahwa sebenarnya Bai Mei dan Vin yang jauh berusia lebih muda itu, sebenarnya memiliki sebuah hubungan khusus.


Hingga akhirnya malam itu Vin mulai melakukan aksinya dengan memakai sebuah topeng silikon yang sudah dipersiapkan oleh Bai Mei yang sebenarnya juga masih menyimpan dendam dengan Kagami Jiro yang sudah menolak putrinya.


Dalam persidangan sebelumnya, jaksa telah mencontohkan motif pembunuhan itu dan seperti apa Bai Yuan meninggal di malam itu di kafe Sakura.


Hingga akhirnya mereka berdua akan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Semua orang sengaja tak memberitahukan Yuna atas masalah bebasnya Kagami Jiro dari penjara. Dan tentu saja itu semua adalah perintah dari Kagami Jiro agar semua orang tidak memberitahukannya kepada Yuna. Karena Kagami Jiro ingin memberikan sedikit kejutan untuk Yuna.


Pihak kepolisian Kanagawa juga sampai menggelar sebuah konferensi pers untuk meluruskan kembali masalah itu dan tentunya untuk membersihkan nama Kagami Jiro.


Sebenarnya berita itu sudah tersebar di berbagai media. Namun Yuna memang sengaja tidak mau membuka, membaca, mendengarkan, atau melihatnya sama sekali. Yuna sengaja melakukannya dan tidak mau mendengar komentar-komentar buruk dari masyarakat untuk Kagami Jiro.


Seperti biasa malam ini Yuna hanya memandangi ponselnya saja dan berharap akan segera menerima sebuah pesan atau panggilan. Yuna yang bermula duduk di pinggiran tempat tidur, kini mulai bangkit dan melenggang ke arah balkon si dalam kamarnya. Lalu berhenti di dekat kaca bening pembatas antara balkon dan juga kamarnya.


Gorden putih yang masih terbuka itu dibiarkannya saja karena karena Yuna masih memandangi panorama indah di hadapannya. Suasana dengan langit yang sudah menjadi gelap, namun kegelapan itu menjadi sangat memukau oleh kelap-kelip lampu berwarna kekuningan maupun warna lainnya.


Gedung-gedung pencakar langit yang berjarak tak jauh dari kediaman keluarga besar Kagami itu terlihat seakan bertabur dengan gemerlapan lampu yang sangat memukau. Indah sekali ... namun Yuna masih terlihat begitu murung.


Dengan kedua tangan yang masih disilangkannya di bawah dadanya, sesekali Yuna mengangkat tangan kanannya ke atas untuk memeriksa kembali ponselnya.


Hembusan nafas kasar Yuna disertai raut wajahnya yang begitu murung menandakan hatinya masih sedikit gelisah karena sedang menantikan seseorang untuk menghubunginya.


Huftt ... seharian ini dia bahkan tak berusaha untuk menghubungiku. Apakah kali ini petugas kepolisian itu tidak mau meminjamkan ponselnya untuk Kagami Jiro? Dasar!! Mereka sungguh sangat menyebalkan!!


Batin Yuna yang merasa sedikit kesal.


GREEP ...

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada sepasang tangan besar yang mulai memeluk tubuh Yuna dari arah belakang. Dan tentu saja hal ini membuat jantung Yuna berdebar semakin cepat, karena tak ada siapapun di dalam kamar ini kecuali dirinya.


__ADS_2