
Kagami Jiro dan Yuna terlihat sedang menikmati makan malam bersama di salah satu restoran di dalam hotel ini. Pemandangan Menara Eiffel di malam hari masih bisa nikmati di sisi sampingnya, karena dinding restoran ini sengaja didesain transparan agar bisa melihat pemandangan yang memukau itu baik di siang hari maupun malam hari.
Restoran ini menawarkan dan menyajikan berbagai macam masakan Perancis yang telah disiapkan oleh chef pemenang penghargaan bergengsi di sebuah chef awards di kota besar ini. Dan salah satu menu andalannya adalah semur ayam khas Prancis.
Namun kali ini Kagami Jiro memesan sebuah menu Coq au vin, dimana ayam akan direbus dengan anggur merah Burgundy, lardon, jamur, dan bawang putih. Coq au vin ini disajikan dengan nasi basmati, sayuran panggang, pasta, atau roti mentega yang renyah. Awalnya, hidangan ini dianggap sebagai makanan petani dan secara tradisional disajikan dengan jamur, lardon, dan bawang mutiara. Namun tidak untuk sekarang.
Sementara Yuna memesan Boeuf Bourguignon, yaitu salah satu makanan khas Prancis yang berasal dari wilayah Burgundy. Makanan ini terbuat dari potongan daging sapi dengan sayuran yang dipadukan dalam saus anggur merah.
Proses pembuatan boeuf bourguignon membutuhkan waktu yang cukup lama. Daging sapi direbus dalam anggur merah dengan kentang, wortel, jamur, bawang putih, bawang merah dan buket garni yaitu seikat timi, peterseli dan daun salam.
Tak lupa Kagami Jiro dan Yuna juga memesan Clafoutis, yaitu makanan penutup yang terbuat dari buah yang dilapisi dengan adonan dari telur, gula, susu, dan tepung. Dan hidangan ini secara tradisional diberi hiasan ceri hitam. Clafoutis biasanya disajikan hangat, ditaburi dengan gula bubuk atau sesendok krim di sampingnya.
Yuna terlihat begitu lahap dan dengan cepat menghabiskan boeuf bourguignon miliknya. Sangat terlihat jika makanan itu tidak asing lagi untuknya.
"Bagaimana? Apa kamu menyukai masakannya?" tanya Kagami Jiro dengan wajahnya yang begitu berseri sambil memasukkan potongan jamur ke dalam mulutnya.
"Hhm. Ini enak sekali! Aku pertama memakan boeuf bourguignon adalah bersama dengan kak Siena. Namun aku memakannya di sebuah kafe di pinggiran sungai Seine." sahut Yuna yang kini mulai menikmati makanan penutup itu.
"Besok kita bisa pergi kesana kalau kamu mau." ucap Kagami Jiro mulaj menikmati minumannya.
"Hhm. Saat siang hari sungai Seine juga terlihat sangat indah kok. Bahkan kita bisa berjalan-jalan santai dan duduk-duduk di tamannya." sahut Yuna begitu bersemangat.
"Ya ya ya ... besok kita akan pergi bersama kesana. Sekarang cepat habiskan makananmu dan kita segera kembali ke kamar hotel." ucap Kagami Jiro yang mulai menyudahi makannya dan mengusap sisa makanan di mulutnya dengan sebuah sapu tangan.
__ADS_1
"Hhm ... tunggu sebentar." sahut Yuna segera menghabiskan makan penutup yang manis itu.
Kagami Jiro hanya bersandar dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di depan dada bidangnya. Namun wajahnya sedikit tersenyum dan pandangannya masih menatap lurus Yuna yang sedang menikmati clafoutis itu.
Gadis ini sangat menyukai makanan manis. Besok sebaiknya aku membelikan banyak kue untuknya saat jalan-jalan. Hmm ... benar sekali!
Batin Kagami Jiro mulai merogoh ponselnya untuk melihat-lihat beberapa kafe yang menjual kue manis yang beradadi sekitar sungai Seine.
TRANG ...
Yuna mulai meletakkan sendok dan garpunya dengan posisi tertutup menandakan jika Yuna sudah menyelesaikan ritual makan malamnya.
"Hhm. Ayo kita kembali! Aku sudah selesai." ucap Yuna setelah menghabiskan minumannya.
"Hhm. Okay!" sahut Kagami Jiro mulai memanggil seorang pelayan laki-laki yang kebetulan sedang melenggang tak jauh dari mereka.
Sebuah coat berwarna caramel mulai dilepaskan dan digantungkan oleh Yuna di tempat penggantungan yang sudah disediakan. Begitu juga dengan Kagami Jiro.
"Ah ... perut sudah terasa sangat kenyang. Saatnya tidur dan beristirahat!" ucap Yuna tanpa beban dan melupakan Kagami Jiro begitu saja.
Yuna melenggang dengan langkah ringan dan sangat santai memasuki kamar jenis president suites ini. Namun Kagami Jiro dengan cepat meraih salah satu tangan Yuna dan sedikit menariknya hingga tubuh Yuna sedikit berputar dan terlempar ke pelukan Kagami Jiro. Lalu Kagami Jiro mulai menahan punggung Yuna dengan tangan kirinya.
Pandangan mereka berdua kini saling bertemu, membuat senyuman Yuna perlahan memudar karena suasana kembali menjadi canggung untuk Yuna.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Yuna dengan polosnya.
"Ada apa?" tanya Kagami Jiro hampir saja tak percaya mendengar ucapan dari Yuna hingga membuat kedua alis tegasnya sedikit berkerut saling berdekatan. "Yuna ... kita ini sudah menikah! Apa kamu benar-benar sedang ingin mengujiku?"
"Hhm? Apa maksudmu? Aku bahkan tidak melakukan apapun." sahut Yuna masih dengan polosnya.
"Yuna, apa kamu benar-benar tidak mengetahui apa yang para pengantin baru lakukan bersama setelah menikah?" ucap Kagami Jiro yang merasa cukup lelah untuk menghadapi Yuna.
Yuna mulai menelan salivanya dan masih menatap lekat Kagami Jiro namun tubuhnya berusaha untuk sedikit menahannya agar tidak terlalu dekat dan menempel pada Kagami Jiro.
"Aku ... aku ... aku tidak cukup baik mengetahuinya." ucap Yuna sedikit tergagap.
"Baiklah. Kalau begitu biarkan aku yang mengajarimu. Kamu cukup diam saja dan nikmati saja semuanya! Kamu pasti akan menyukainya." sahut Kagami Jiro mulai hilang kesabarannya.
Dengan cepat Kagami Jiro segera menggendong depan tubuh ramping itu dan membawanya menuju ke pembaringan yang sudah dihias sedemikian rupa untuk pasangam pengantin baru ini.
Yuna terdiam seribu bahasa dan tidak tau lagi harus berkata dan bertindak, sehingga Yuna hanya pasrah saja mendapatkan perlakuan itu dari Kagami Jiro.
Kini Kagami Jiro mulai menurunkan Yuna di atas pembaringan bernuansa putih itu dengah hati-hati. Pandangan mereka berdua kembali bertemu. Kagami Jiro mendaratkan kedua tangannya di atas pembaringan dan mulai mengunci tubuh Yuna.
"Yuna, sekarang aku akan bertanya kembali padamu. Apa kamu sudah siap untuk mekakukannya denganku?" kali ini Kagami Jiro menanyakan kembali kepada Yuna karena tak ingin Yuna melakukannya karena terpaksa.
Yuna yang terduduk di hadapan Kagami Jiro yang hanya berjarak beberapa inchi dari dirinya itu kini mulai mengangguk pelan dengan sepasang matanya yang sedikit bergetar menatap Kagami Jiro.
__ADS_1
Jawaban atas kesediaan Yuna kini membuat Kagami Jiro mulai tersenyum tipis dan membuat mood-nya kembali membaik. Perlahan Kagami Jiro mulai menyibak rambut samping Yuna ke belakang telinganya. Dan hal itu membuat Yuna sedikit mengangkat kedua bahunya karena merasa sedikit geli.
Perlahan Kagami Jiro mulai mendekati wajah ayu Yuna yang kini sudah memanas karena merasa sangat kikuk.