Casanova In Love

Casanova In Love
Terjebak


__ADS_3

Setelah menghabiskan semangkok okayu dan beberapa suap daikon, kini Kagami Jiro mulai memberikan 3 buah kapsul berwarna merah, kuning dan putih yang sudah disiapkan di atas sebuah piring kecil untuk Yuna.


"Minumlah obat ini, ini adalah penurun demam, vitamin, dan obat flu." ucap Kagami Jiro menyodorkannya untuk Yuna.


"Hhm. Terima kasih." Yuna menyauti dengan sedikit segan, namun tetap menerima beberapa kapsul itu dan mulai meminumnya dengan air mineral.


"Yuna, aku ... ak-aku minta maaf soal kemarin." ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu ragu-ragu untuk mengucapkannya. "Aku memang sangat keterlaluan, maaf ..."


Masih bisa dihitung dengan jari, ini adalah kedua kalinya seorang Kagami Jiro meminta maaf kepada seorang gadis. Dan kedua permintaan maaf itu ditujukan untuk seorang gadia yang sama, yaitu Inukai Yuna.


Seorang gadis yang hampir sepenuhnya sukses membuat seorang Kagami Jiro berubah menjadi lebih baik dan perlahan meninggalkan beberapa kebiasaan buruknya. Dan berhasil membuat seorang Kagami Jiro hampir frustasi karena penolakan yang sering dilakukan oleh Yuna.


"Sudahlah, Tuan. Jangan membahas hal itu lagi. Lupakan saja." sahut Yuna yang terlihat malas untuk membahasnya kembali. "Aku sangat berterima kasih atas semuanya. Dan sekarang aku pamit. Aku akan pulang." ucap Yuna lalu bangkit dari tempat duduknya.


Namun tiba-tiba saja kepala Yuna terasa begitu pusing hingga pandangannya mulai sedikit kabu kembali dan mengakibatkan Yuna hampir saja terjatuh. Namun dengan cepat Kagami Jiro segera menangkapnya dan berhasil meraih kedua tangan Yuna.


"Maaf ... tiba-tiba saja pandanganku menjadi sedikit gelap, dan kepalaku masih terasa sedikit pusing." ucap Yuna.


"Sudah aku bilang sebaiknya kamu beristirahat dulu. Aku akan mengantarmu nanti sore. Sekarang istirahatlah dulu di kamar." sahut Kagami Jiro yang merasa sedikit kesal karena Yuna selalu saja bersikeras untuk segera pulang.


"Tidak, sebaiknya tuan mengantarku pulang saja. Dan aku akan segera beristirahat di rumah saja." sahut Yuna kekeh dan mulai untuk melenggang kembali.

__ADS_1


Namum baru saja berjalan beberapa langkah, tubuh Yuna kembali terhuyung dan mau terjatuh lagi, dengan cepat Kagami Jiro menangkap tubuh ramping itu. Karena tak sabar dan masih cukup kesal, akhirnya Kagami Jiro langsung saja menggendong Yuna di depan layaknya sedang menggendong seorang tuan putri seperti di dalam cerita-cerita dari negeri dongeng.


"Turunkan aku, Tuan Kagami Jiro. Jangan berlebihan. Aku hanya sakit biasa. Dan akan sembuh setelah beristirahat." ucap Yuna sambil berpegangan pada pakaian Kagami Jiro.


"Mengapa di dunia ini ada gadis sepertimu? Begitu membangkang dan sangat tidak manis?" sungut Kagami Jiro tanpa menghiraukan Yuna yang berusaha untuk melepaskan dirinya.


"Tak ada gunanya bermanis-manis di depan semua pria!" celutuk Yuna.


Ciihh ... tak mau bermanis-manis di depan semua pria, namun selalu bersikap ramah dengan pria asing? Apa itu bedanya?! Bahkan hanya di depanku saja gadis ini tak bisa sekalipun memperlihatkan sisi manisnya padaku! Apa dia tak menganggap diriki seorang pria? Dasar menyebalkan gadis ini!


Batin Kagami Jiro terlihat begitu kesal, lalu mulai menurunkan Yuna di atas pembaringan miliknya dengan pelan dan hati-hati.


"Tidur dan istirahatlah! Hari ini tak perlu pergi ke kampus ayaupun ke butik dulu! Aku akan pergi untuk sebuah pekerjaan. Dan aku akan kembali lagi saat sore." ucap Kagami Jiro lalu mulai menyamber sebuah coat hitam yang masih tergantung dengan manis di tempat penggantungan lalu mulai memakainya.


"Soal itu serahkan saja padaku. Aku akan mengurusnya dengan baik. Lebih baik jangan pikirkan apapun saat ini. Tidur dan istirahat saja!" tandas Kagami Jiro lagi. "Aku pergi!" imbuhnya lagi lalu mengambil sebuah tas pipih berwarna hitam dan mulai melenggang meninggalkan kamar pribadinya yang kini malah membiarkannya dihuni oleh seorang gadis.


Yuna menghempaskan tubuhnya dan mulai berbaring, nafas kasarnya dihembuskan begitu saja ke udara. Sebenarnya ada rasa kesal karena Kagami Jiro sangat ikut campur di dalam kehidupannya dan sesuka hatinya mengatur Yuna.


Namun ada rasa lega dan sangat bersyukur karena Yuna bisa beristirahat dengan lebih leluasa disaat kondisi tubuhnya sedikit kurang sehat.


"Sungguh, semua bisa dilakukan dengan uang! Sebuah janji pertemuan dengan seorang model besar seperti Nana Fukada yang sebenarnya harus aku penuhi, kini bisa dibatalkan dengan begitu mudahnya oleh pria itu. Nama, kekuasaan, serta jabatannya sangat diakui dan berpengaruh di dalam segala aspek. Terkadang aku sampai heran ... mengapa dengan mudahnya dia bisa mendapatkan semuanya seauai keinginannya? Jangan-jangan hidupku juga akan dalam pengaturannya juga kelak? Haish ... merepotkan! Aku bahkan tak bisa terlepas dari jeratanya dan selalu saja membuatku terjebak di dalam perangkap dan permainannya!" gumam Yuna pelan dan mencoba untuk mengistirahatkan diri kembali dengan memejamkan sepasang matanya.

__ADS_1


Tak butuh waktu yang lama, kini Yuna sudah tertidur begitu saja, dan kembali terbangun saat pukul 4 PM. Disaat terbangun, masih tak tak ada seorangpun yang berada di dalam apartemen ini. Hanya ada dirinya seorang diri.


Yuna meraih ponselnya untuk mengecek sesuatu. Dan rupanya ada sebuah pesan dari Kagami Jiro.


Aku lupa memberitahumu, aku sudah menyiapkan beberapa pakaian ganti untukmu dan meletakkannya di atas nakas. Pilih dan pakai saja pakaian mana yang kau suka. Kagami Jiro.


Setelah membaca pesan itu, Yuna mulai beralih menatap nakas. Ada sebuah tote bag putih berukuran cukup besar. Kini Yuna mulai meraih tote bag putih itu dan mengeluarkan isi di dalamnya.


Ada beberapa pakaian santai di dalamnya. Dan Yuna lebih memilih sebuah dress selutut lengan panjang berwarna sweet tawny.


"Manis sekali ..." gumam Yuna saat melihat dan menggelar dress polos dan memberikan kesan kalem itu.


Akhirnya Yuna mulai beranjak untuk ke kamar mandi pribadi di dalam kamar itu dan mulai membersihkan dirinya dengan air hangat yang berasal dari shower di dalam kamar mandi itu.


"Baru kali ini aku bisa leluasa seperti ini tinggal di tempat tinggal seorang pria selain di rumah Jonathan. Apartemen ini juga begitu mewah, bersih dan rapi. Tidak mencerminkan jika dia adalah seorang pria yang kejam, seperti yang aku lihat saat malam itu." gumam Yuna yang masih berada di bawah gemericik air shower itu.


Namun tiba-tiba saja terdengar titme teratur yang berasal dari arah pintu disertai pangilan dari seorang pria.


"Yuna, apa kau di dalam?" panggilnya dari luar.


Dan itu semua sungguh membuat Yuna begitu terkejut dan tersentak hingga akhirnya Yuna dengan panik mencari sebuah handuk. Karena begitu panik dan terburu-buru, akhirnya Yuna malah terpeleset dan terjatuh begitu saja.

__ADS_1


BUUGGHH ...


__ADS_2