Casanova In Love

Casanova In Love
Yuna's First Boyfried


__ADS_3

Yuna yang sedang berada di dalam kamarnya dan rebahan di atas ranjangnya kembali merona saat teringat dengan kejadian di rumah sakit. Wajahnya kembali merona karena mengingat semua itu.


Sebenarnya Yuna tidak ingin pulang dari rumah sakit, namun Kagami Jiro memaksa Igor untuk mengantarkannya pulang agar Yuna bisa beristirahat. Dan Kagami Jiro juga meminta Yuna untuk kembali keesokan harinya saja. Kali ini Kagami Jiro meminta kedua anak buahnya yang lain untuk selalu menjaga karena Jo dan Maki rupanya sengaja dicelakai oleh para preman itu sebelum para preman menculik Yuna.


Maki dan Jo mengalami sebuah kecelakaan mobil yang cukup serius dan saat ini mereka sedang dirawat di rumah sakit.


"Ughh ... rasanya malu sekali jika mengingat saat di rumah sakit." Yuna mulai berbalik dengan posisi tengkurap lalu membenamkan kepalanya di dalam bantal empuknya yang wangi.


"Dia memeluk dan menciumku begitu saja. Dan aku juga membalas pelukannya ... oh tidak ... aku hampir tak akan punya muka saat bertemu dengannya lagi nanti. Ugh ..." Yuna menjejak-jejakkan kakinya di atas pembaringan.


TRING ...


Sebuah bunyi notifikasi yang berasal dari ponsel Yuna membuat gadis cantik itu kembali mendongak dan meraih ponselnya yang tergeletak tak jauh darinya.


Tidur dan istirahatlah. Besok pengawalku akan mengantarkanmu untuk ke kampus dan ke butik. Untuk saat ini mereka yang akan selalu menjagamu. Tapi kelak akulah yang akan selalu menjaga dan mendampingimu, Yuna. Kagami Jiro.


Meskipun hanya sebuah pesan dan tulisan, namun semua itu sukses membuat Yuna kembali merona dan semakin gugup, seakan-akan Kagami Jiro yang sudah mengatakan langsung di hadapannya.


Gadis cantik itu kembali membenamkan kepalanya di bawah bantal karena begitu malu. Seumur-umur baru kali ini Yuna merasakan semua ini.


"Apa aku juga sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya? Arghh ... aku tidak tau itu!! Lebih baik jalani saja seadanya." gumam Yuna berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. "Lalu bagaimana jika dia benar-benar akan melamarku dalam waktu dekat ini? Argghh ... aku bahkan belum pernah berfikir akan menikah secepat ini!!" Yuna kembali histeris dan mulai membenamkan kepalanya lagi di bawah bantal.


"Sebaiknya aku segera tidur. Besok harus bangun pagi dan pergi ke kampus! Yah! Sebaiknya tidur saja!"


Yuna berusaha untuk melupakan semua itu dan memutuskan untuk segera tidur. Sebuah guling mulai dipeluknya dan selimut yang begitu hangat itu mulai ditariknya.


Setelah beberapa saat Yuna sudah tidur begitu saja, karena dia juga sudah cukup kelelahan dan juga sudah mengantuk. Karena saat ini adalah sudah lewat dari tengah malam.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Di tengah hamparan pasir putih yang luas dan berkilauan terlihat seorang gadis yang terlihat sedang memandangi lautan indah itu. Rambutnya yang tergerai begitu indah meliuk-liuk terkena terpaan angin laut di kala senja itu.


Senyumnya selalu menghiasi wajahnya yang begitu ayu natural dan hanya mengenakan polesan make up yang begitu tipis. Cahaya senja yang sudah menjadi kemerahan menyinari tubuh rampingnya dan menjadikannya terlihat hanya seperti sebuah siluet saja.


GREEP ...


Gadis itu sedikit menoleh ke arah samping dan mulai tersenyum ketika sudah melihat sosok seorang pria yang sangat dia kenali datang dan memeluknya begitu saja.


Pria itu mulai memiringkan wajahnya dan sedikit menggesekkan hidung mancung pada pipi lembut gadis itu, hingga akhirnya pria itu mulai mengecup pipi gadis itu.


Gadis itu seketika tersipu dan wajahnya menjadi sedikit merona. Namun dia mulai mendaratkan kedua tangannya di atas tangan sang pria yang masih memeluk tubuhnya.


"Aku sangat mencintaimu, Yuna. Hiduplah bersama denganku selamanya ..." ucap pria yang tak lain adalah Kagami Jiro lalu melepas pelukannya dan memutar tubuh Yuna dengan lembut hingga menghadap padanya.


Keduanya saling bertatapan selama beberapa saat, dan saling menatap dengan hangat.


"Maukah kamu, Yuna?" tanya Kagami Jiro kembali karena Yuna hanya terdiam menatapnya saja.

__ADS_1


Yuna mulai mengangguk pelan dan tersenyum tipis, dan itu sangat membuat Kagami Jiro merasa begitu bahagia dan tersenyum lebar. Kini pria itu mulai sedikit menunduk dan memiringkan wajahnya untuk mendekati wajah Yuna.


Wajah Yuna dan Kagami Jiro semakin dekat dan dekat. Dengan reflek Yuna mulai memejamkan sepasang matanya untuk menyambut sesuatu dari Kagami Jiro, hingga akhirnya kecupan itu mulai terjadi dengan begitu lembut dan hangat.


Angin laut kala senja itu terasa begitu dingin, namun tidak untuk mereka berdua. Saat ini mereka sedang merasa begitu hangat karena kehadiran cinta di antara keduanya.


BGGRRUUHH ...


Yuma terjatuh dari pembaringannya dan keningnya terbentur lantai kamarnya. Rupanya semua itu hanyalah sebuah mimpi belaka! Yuna mulai terduduk dan memegangi keningnya yang sakit.


Namun tiba-tiba saja sepasang matanya mulai membelalak ketika mengingat tentang mimpi yang baru saja dialami olehnya.


"Oh tidak!! Dasar meaum sekali kamu, Yuna!! Bagaimana mungkin aku memimpikan hal seperti itu?! Arghh!! Ini tidak mungkin!! Memalukan sekali!" sungutnya begitu kesal. "Mengapa aku bisa bermimpi seperti itu? Apakah itu artinya ... aku yang sedang menginginkan ciuman itu?" ucap Yuna pelan dan memegangi bibirnya sendiri.


"Oh my!! Kamu sudah gila, Yuna! Sebaiknya segera mandi agar otakmu kembali normal!" ucapnya kepada dirinya sendiri lalu mulai turun dari pembaringannya dan segera pergi ke kamar mandi di dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Setelah beberapa saat Yuna mulai menyudahi ritual mandinya dan segera berganti pakaian dan bersiap untuk segera pergi ke kampusnya.


Seperti yang sudah dikatakan oleh Kagami Jiro, baru saja Yuna keluar dari apartemennya, ternyata dia sudah ditunggu oleh 2 orang pria yang mungkin adalah pengawal baru yang ditugaskan oleh Kagami Jiro untuk selalu menjaga Yuna.


Jika sebelumnya Kagami Jiro memberikan pengawal transparan yang tidak diketahui oleh Yuna, maka kali ini kedua pengawal ini sekarang secara terang-terangan selalu menjaga Yuna. Mereka berdua selalu berjalan mengekori Yuna dengan terang-terangan.


Dan sebenarnya ini sedikit membuat Yuna kurang nyaman. Karena saat Yuna pergi ke dalam toilet wanita saja, mereka berdua juga mengikutinya sampai di delan pintu toilet wanita.


Bahkan beberapa teman kuliah Yuna juga mulai menggoda Yuna karena akhirnya Yuna bisa memiliki seorang kekasih. Dan berita kedekatan antara Yuna dan Kagami Jiro sudah mulai beredar dan meluas.


Dan tentu saja berita ini juga sampai pada salah satu gadis yang sangat terobsesi dan begitu menginginkan untuk memiliki Kagami Jiro seutuhnya .

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2