Casanova In Love

Casanova In Love
Kunjungan Jonathan


__ADS_3

Pagi ini Yuna terlihat sedang melakukan olehraga Yoga bersama dengan seorang instruktur di ruangan kebugaran rumah besar Kagami. Hanya Yuna saja yang melakukannya bersama pelatih itu, karena Aiko dan Christal masih memiliki kesibukan lain di akhir pekan ini.


Sedangkan Kagami Jiro, Kagami Gumi dan Kagami Yosuke sedang pergi ke luar kota dari beberapa hari yang lalu. Kini Yuna hanya seorang diri bersama dengan para asisten rumah tangga dan beberapa pengawal saja.


Sebenarnya cukup bosan! Di rumah yang begitu besar itu, dia tak memiliki teman ( keluarga ) untuk berbincang. Dan Yuna juga tak diijinkan meninggalkan kediaman rumah Kagami sebelum Kagami Jiro kembali lagi.


"Nyonya istirahat dan minumlah dulu." ucap seorang istruktur yoga mulai menghentikkan senam.


"Sebentar lagi, Ginny! Mari lakukan yoga sebentar lagi." sahut Yuna yang sebenarnya sudah terlihat begitu lelah dan nafasnya juga naik turun karena ngos-ngosan dan memegangi punggungnya karena merasa nyeri.


"Nyonya. Meski latihan yoga dirancang untuk meregangkan otot, sebaiknya nyonya juga menghindari meregangkan otot secara berlebihan. Terutama otot pada bagian perut. Dan sebaiknya nyonya segera menghentikan yoga untuk ibu hamil saat merasa tidak nyaman atau nyeri pada bagian punggung." ucap pelatih yoga itu mulai memberikan sebotol air putih untuk Yuna.


"Begitu ya ... ahh ... baiklah." sahut Yuna lalu mulai duduk dengan kakinya diluruskan ke depan dan mulai meneguk sebotol air mineral itu.


"Iya, Nyonya. Selalu hindari latihan yang berlebihan, dan jangan memaksakan diri saat melakukan yoga hamil. Jika sudah merasa sulit untuk bernapas maupun berbicara saat melakukan yoga ibu hamil atau olahraga yang lain, hal ini berarti latihan yang dilakukan sudah terlalu berat. Jadi, sebaiknya nyonya segera berhenti dan beristirahat." ucap Ginny lagi yang mulai meneguk sebotol air mineralnya juga.


"Hhm. Baiklah. Terima kasih karena sudah mengingatkan aku, Ginny." ucap Yuna dengan tulus.


"Yuna ..." tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pria yang terdengar begitu nyaring dan sangat ceria.


Yuna dan Ginny mulai beralih menatap ke asal suara, rupanya Jonathan yang datang. Kening Yuna mulai berkerut karena bingung saat melihat Jonathan yang tiba-tiba saja datang ke rumah besar Kagami.


"Jonathan. Ada apa? Tumben sekali kamu datang dan tidak memberikan kabar padaku lebih dulu?" tanya Yuna penasaran.


"Hhm. Tadi aku datang ke rumahmu. Dan kebetulan bibi memasak cukup banyak kari ayam dan chicken yakiniku. Jadi bibi meminta tolong padaku untuk mengantarkan semua makanan ini untukmu. Kata bibi kamu sedang berada di rumah besar Kagami sendirian. Jadi sekalian aku datang untuk menemanimu, Yuna. Lagipula sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" ucap Jonathan panjang lebar dan meletakkan sebuah rantang stainless susun di dekat Yuna.


Jonathan juga mulai duduk di atas lantai di sebelah Yuna.

__ADS_1


"Kabarku baik, Jonathan! Bagaimana denganmu?" sahut Yuna berbalik bertanya kepada Jonathan.


"Kabarku juga baik, Yuna. Wah ... perutmu sudah semakin besar ya. Tidak aku sangka secepat ini kamu akan menjadi seorang ibu." celutuk Jonathan memandangi perut Yuna yang terlihat sudah semakin membesar.


Mendengar ucapan Jonathan membuat Yuna tertawa kecil, "Ya. Aku sendiri juga tidak menyangka, Jo. Tapi inilah takdir hidupku. Bahkan aku tak pernah untuk bermimpi untuk menjadi istri dari seorang Kagami Jiro."


"Ya, semua terjadi begitu saja."


"Wah, harum sekali masakan ini!" ucap Yuna mulai mencium aroma masakan sang ibu. "Sudah lama aku tidak memakan masakan ibu!"


"Kalau begitu makanlah dulu selagi masih hangat."


"Hhm. Makan bersama yuk!!" ajak Yuna bersemangat.


"Boleh! Aku juga sudah lapar!" sahut Jonathan mulai bangkit dan berdiri kembali.


Lalu Jonathan mulai mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Yuna untuk berdiri.


"Oh ... iya, Ginny. Terima kasih untuk hari ini." ucap Yuna dengan senyum lebar dan masih selalu ramah dengan semua bawahannya.


"Sama-sama, Nyonya." sahut Ginny lalu mulai berpamitan dan meninggalkan rumah besar Kagami.


Sementara Yuna dan Jonathan mulai melenggang bersama menuju ruang makan dan bersiap untuk menikmati masakan dari ibu Yuna. Yuna terlihat begitu lahap, karena nafsuu makannya sudah kembali normal seperti biasanya.


Bahkan saat ini Yuna sudah jarang sekali merasakan mual dan pusing. Hanya saja setiap selesai makan, perut Yuna selalu merasa sesak dan penuh. Dan terkadang Yuna merasa seperti keulitan untuk bernafas, terlebih jika Yuna makan terlalu banyak.


"Ahh ... enak sekali! Sudah cukup lama aku tidak memakan masakan ibu. Rasanya kangenku sudah terobati begitu saja. Lega sekali ..." ucap Yuna kekenyangan dan memegangi perutnya.

__ADS_1


"Hhm. Masakan bibi memang selalu enak. Aku juga selalu kangen." sahut Jonathan yang juga terlihat sudah kekenyangan.


Namun tiba-tiba saja perut Yuna kembali mengalami pergerakan yang cukup kuat dan terlihat, sehingga Yuna mulai memeganginya dan tersenyum lebar.


"Ada apa dengan perutmu, Yuna?" tanya Jonathan mulai penasaran.


"Kedua putraku sedang bergerak, Jonathan." Yuna menyauti dengan wajahnya yang begitu berbinar.


"Apakah terasa saar disentuh? Bolehkah aku menyentuhnya, Yuna?"


"Hhm. Tentu saja!" jawab Yuna dengan entengnya.


Jonathan mulai menggeser sedikit kursinya untuk semakin mendekati Yuna, lalu jemarinya mulai diletakkannya pada perut Yuna. Wajah Jonathan mulai berkonsentrasi untuk menangkap pergerakan dari kedua janin itu.


Dan kini Jonathan mulai tersenyum ketika tangamnya merasakan pergerakan pada perut Yuna yang terasa begitu nyata.


"Yuna. Dia menendangku!!" celutuk Jonathan kegirangan dan tersemyum lebar dengan jemarinya yang masih memegangi perut Yuna.


"Apakah kamu juga ingin merasakan tendanganku, Jonathan? Tendangan dari ayah kedua bayi itu?" tiba-tiba mulai terdengar suara maskulin seorang pria yang terdengar begitu tegas, berat dan berwibawa.


Suara itu seketika membuat Jonathan membeku begitu saja dan dengan cepat Jonathan mulai melepaskan perut Yuna karena ketakutan melihat aura yang begitu kelam dari pria yang tak lain adalah Kagami Jiro.


"Sayang, kamu sudah pulang?" ucap Yuna mulai bangkit untuk berdiri dan mulai melenggang mendekati Kagami Jiro untuk menyambutnya.


"Hhm. Aku pulang lebih awal karena aku sangat merindukanmu, Sayang." ucap Kagami Jiro dengan mesra dan sengaja mencium Yuna di hadapan Jonathan.


"Hhm. Jadi papa dan Yosuke belum pulang?"

__ADS_1


"Belum. Kemungkinan mereka akan pulang lusa, Sayang. Oh ya ... mengapa ada Jonathan disini?" selidik Kagami Jiro mulai melirik Jonathan tajam.


"Jonathan hanya datang untuk mengunjungiku dan mengantarkan masakan dari ibu. Makan yuk! Ibu mengirimkan kari ayam dan juga chicken yakiniku." tanpa menunggu jawaban dari Kagami Jiro, Yuna langsung saja menarik tangan Kagami Jiro dan menggiringnya untuk duduk di salah satu kursi di meja makan.


__ADS_2