
Sinar mentari mulai memasuki celah-celah kecil gorden putih yang sedikit terbuka hingga menembus masuk melewati jendela kaca yang begitu bening itu.
Seorang gadis terlihat masih tertidur dengan cukup pulas di atas pembaringan itu. Sepertinya gadis itu begitu kelelahan hingga tak sadar jika sekarang adalah waktu yang sudah sangat terlambat untuk pergi ke butiknya.
Sementara berada tak jauh darinya, seorang pria sudah terlihat begitu rapi dan harum. Sebuah setelan jas yang begitu rapi juga sudah dia kenakan saat ini.
Setelah beberapa saat akhirnya gadis itu mulai terbangun dan mulai duduk menatap sekelilingnya. Bahkan gadis yang tak lain adalah Yuna itu mulai memperhatikan tubuhnya dengan begitu cepat dan penuh kewaspadaan.
Setelah Yuna menyadari jika dirinya masih lengkap mengenakan pakaian seutuhnya, Yuna mulai bernafas dengan lega kembali.
"Syukurlah ..." guman Yuna pelan.
"Selamat pagi, Calon istriku yang cantik!" sapaan yang terdengar begitu manis itu reflek membuat Yuna segera mengalihkan pandangannya untuk menatap pria yang saat ini sudah berdiri di hadapan sebuah cermin rias itu sambil membenarkan dasinya yang berwarna hijau kebiruan.
"Oh ... selamat pagi juga." sahut Yuna yang sebenarnya merasa sangat kikuk.
Bagaimana tidak merasa kikuk saat seorang pria melihat wajahnya yang masih baru bangun seperti tidur itu. Masih begitu berantakan dan polos. Namun tiba-tiba Yuna mulai teringat sesuatu dan membuatnya melupakan rasa kikuk itu.
"Jam berapa sekarang?" tanya Yuna yang terlihat sedikit membuka matanya lebih lebar.
"Sekarang sudah jam 9 AM." jawab Kagami Jiro dengan begitu santainya sambil membenarkan bagian lengan jasnya.
"Apa?! Jam 9 AM??" tanya Yuna begitu histeris seolah tak percaya dengan ucapan dari Kagami Jiro. "Aku pinjam kamar mandinya!!" imbuh Yuna lalu dengan cepat mulai melompat dari pembaringan dan beergegas untuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Jangan terburu-buru, nanti kamu bisa terjatuh lagi ..." ucap Kagami Jiro mengingatkan Yuna sebelum Yuna memasuki kamar mandi. "Pakaian ganti untukmu sudah aku siapkan di atas ranjang. Aku akan menunggumu di ruang makan." imbuh Kagami Jiro setengah berteriak karena gemericik air dari kamar mandi sudah mulai terdengar, menandakan Yuna sudah memulai aktifitas mandinya.
"Hhm. Iya ... terima kasih." Yuna juga menyauti dengan berteriak.
Tiba-tiba saja Kagami Jiro terdiam dan malah teringat dengan sesuatu. Kagami Jiro teringat dengan sebuah kejadian beberapa waktu yang lalu saat Yuna yang terjatuh di dalam kamar mandinya dan menyebabkan kaki Yuna terkilir dan tak bisa berjalan.
Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai mendobrak pintu itu untuk menolong Yuna dan melihat tubuh polos bagian belakang Yuna yang tanpa sehelai benangpun. Ingatan itu seketika membuat wajah Kagami Jiro mulai merona kembali dalam beberapa detik.
"Jika dilihat-lihat ... ternyata Yuna memiliki tubuh yang cukup indah juga." gumam Kagami Jiro masih dengan wajahnya yang merona, namun dengan cepat Kagami Jiro segera menepis pikiran mesumnya yang mulai menjalar kemana-mana. "Haish ... jangan pikirkan hal seperti itu lagi saat ini, Jiro!! Sebaiknya menunggu Yuna sambil menikmati kopi." imbuhnya lalu segera melenggang meninggalkan kamarnya.
Setelah beberapa saat ...
Yuna mulai keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandinya. Sebuah pakaian ganti yang sudah Kagami Jiro siapkan di atas pembaringan mulai diambilnya.
Dengan cepat Yuna segera memakainya. Pakaian itu adalah blazer berwarna soft caramel yang dipadankan dengan rok span berwarna hitam. Dan ukurannya sangat pas dengan Yuna.
Gerakan demi gerakannya begitu cepat, dan memang Yuna sedang sangat terburu-burusaat ini. Karena ini sudah cukup siang untuknya untuk kembali ke butik dan mengerjakan pesanan-pesanan itu dan terjun langsung di dalam produksi butiknya.
Setelah cukup rapi dan cantik, Yuna segera bergegas meninggalkan kamar besar Kagami Jiro dan segera menghampirinya di ruang makan. Namun Yuna datang bukan untuk makan, melainkan untuk segera berpamitan.
"Aku akan segera berangkat ke butik. Terima kasih sudah memberiku tempat tinggal kemarin malam." ucap Yuna yang sudah bersiap untuk meninggalkan ruangan makan ini.
"Yuna, tunggu!" sergah Kagami Jiro dengan cepat dan meraih tangan Yuna sehingga membuat Yuna tertahan. "Makanlah dulu. Aku sudah memesan banyak makanan untuk kita sarapan bersama."
__ADS_1
"Tidak bisa! Ini sudah sangat terlambat. Aku harus membantu karyawanku dan terjun sendiri ke proses produksi." jawab Yuna menolak tawaran dari Kagami Jiro.
"Sudah beres. Semua sudah beres. Aku sudah mencarikan beberapa penjahit profesional. Dan saat ini mereka sudah berada di dalam butikmu. Dan dalam waktu maksimal 5 hari, semua pesanan gaun itu akan terselesaikan. Kamu tenang saja. Kamu tak perlu lagi turun tangan sendiri."
"Benarkah itu?" tanya Yuna seolah masih belum percaya jika masalahnya akan semudah itu diselesaikan oleh Kagami Jiro. "Bagaimana bisa kamu mendapatkan penjahit profesional secepat itu dalam waktu satu malam?" imbuh Yuna masuh saja meragukan Kagami Jiro.
"Apa kamu lupa siapa aku, Yuna? Tak ada yang tidak bisa aku lakukan. Semua yang aku inginkan akan aku dapatkan dengan mudah. Semua yang yang berusaha untuk menghalangi langkahku akan aku singkirkan! Termasuk orang yang sudah berusaha untuk menyakitimu! Aku sudah memeberikan sedikit balasan untuknya." ucap Kagami Jiro dengan penuh percaya diri. "Duduklah dan kita bisa berbincang sambil menikmati sarapan kita."
Yuna dengan patuh mengikuti ucapan dari Kagami Jiro. Sebuah kursi mulai ditariknya, lalu Yuna mulai duduk di atasnya.
"Lalu ... darimana kamu para penjahit profesional itu?" tanya Yuna yang tentu saja memiliki rasa ingin tau karena kali ini mereka sedang mengerjakan desain dari Yuna, dan bukan sembarang produk. Karena yang melakukan pemesanan adalah orang yang cukup berpengaruh di dunia industri hiburan.
"Aku hanya meminjam beberapa penjahit profesional dari LV Fashions." sahut Kagami Jiro sambil menikmati sarapannya.
"LV Fashions? " ucap Yuna hampir tak percaya, hingga membulatkan sepasang matanya dengan kedua jemari yang sudah membungkam mulutnya yang sedikit menganga. "Bagaimana bisa? LV Fashions adalah salah satu fashion yang cukup besar. Bahkan LV Fashions juga masuk 5 besar fashion terbaik di Asia. Bagaimana bisa penjahit mereka saat ini sedang mengerjakan desain dariku untuk butikku?"
Mendengar ucapan dari Yuna membuat Kagami Jiro tersenyum lebar sambil memasukkan sepotong daging kecil ke dalam mulutnya.
"Bukankah sudah aku katakan padamu sebelumnya, Yuna? Tak ada yang tidak bisa aku lakukan." jawab Kagami Jiro dengan santai.
"Aku sedang bertanya serius kepadamu." sahut Yuna dan berharap Kagami Jiro akan memberikan jawaban yang tepat.
Apa Yuna benar-benar tidak tau jika LV Fashions adalah milik dari ibuku?
__ADS_1
Batin Kagami Jiro yang malah dengan sengaja tidak mengatakannya kepada Yuna. Sehingga malah membuat Yuna menjadi sedikit kesal kembali. Namun kekesalan itu tak sebesar rasa bahagianya saat ini karena masalah butiknya kini sudah teratasi dengan baik.
...⚜⚜⚜...