
TRINGG ...
Seorang gadis yang masih sibuk di meja kamarnya mulai meraih sebuah benda pipih di hadapannya karena sebuah notifikasi baru saja berbunyi, menandakan ada sebuah pesan masuk.
Yuna, keluarlah sebentar. Aku sedang berada di depan apartemmu saat ini. Senior Sky.
Pesan singkat itu tentu saja sukses membuat gadis bernama Yuna itu begitu terkejut dan terperanjat lalu segera duduk dengan tegap untuk membaca kembali pesan itu. Yeap, Yuna membacanya berulang kali untuk memastikan jika pesan itu adalah benar dan Yuna tidak salah baca.
"Senior Sky? Tunggu dulu ... bukankah senior Sky sudah kembali ke New York beberapa hari yang lalu? Lalu mengapa saat ini sudah berada di Jepang lagi? Apa Jonathan berbohong kepadaku dengan mengatakan jika senior Sky sudah kembali ke New York saat itu?" gumam Yuna mengkerutkan keningnya karena bingung.
Akhirnya Yuna mulai memutuskan untuk segera melihatnya, apakah itu adalah benar senior Sky? Yuna segera meninggalkan kamarnya dan mulai bergegas membuka pintu utama apartemennya.
Dan betapa terkejutnya Yuna saat melihat seorang pria yang sangat tidak asing untuknya sudah berdiri dengan tegap di hadapannya dengan wajahnya yang terlihat sedang menanggung sesuatu yang sangat berat. Yeap, ternyata pria itu adalah benar-benar senior Sky.
"Senior Sky? Benarkah itu adalah kamu?" gumam Yuna sedikit bingung sendiri.
Pria itu tak menjawab pertanyaan dari Yuna dan hanya menatapnya dengan tatapan nanar. Setelah beberapa saat pria itu sedikit menarik lengan Yuna dan melemparnya ke dalam pelukannya begitu saja.
Dan tentu saja hal ini sangat membuat Yuna semakin kebingungan. Namun Yuna membiarkannya saja dan tidak berusaha untuk menghentikannya.
"Senior Sky, apa yang terjadi? Apakah sudah terjadi seauatu?" tanya Yuna kembali.
"Tidak, Yuna. Aku hanya ingin melihatmu saha." ucap senior Sky dengan lirih dan masih memeluk Yuna semakin erat.
"Melihatku? Senior bukankah sudah kembali ke New York beberapa hari yang lalu? Dan sekarang datang kembali ke Jepang hanya ingin melihatku?" pertanyaan Yuna mulai dilontarkan begitu saja, meskipun sebenarnya terdengar cukup aneh untuk Yuna sendiri.
"Hhm. Kau benar sekali, Yuna." sahut senior Sky masih dengan pelan dan lembut. "Setelah sampai di New York, aku mendengar kabar jika kamu bertunangan dengan seorang pria. Aku datang untuk menanyakan secara langsung kepadamu. Apakah semua itu benar, Yuna?" tanya senior Sky dengan hati-hati.
__ADS_1
Dan tentu saja senior Sky sudah menyiapkan hatinya untuk mendengarkan apapun jawaban dari Yuna. Selama ini senior Sky sudah begitu menyukai Yuna, namun pria ini masih belum memiliki kesempatan untuk mengungkapkannya kepada Yuna.
Sebenarnya senior Sky sudah berencana untuk kembali ke Jepang 1 tahun lagi, setelah menyelesaikan S2 nya di New York. Dan akan kembali ke Jepang untuk mengutarakan semua perasaannya dan melamar Yuna.
Namun sepertinya semua itu hanya akan menjadi sebatas angan saja bagi senior Sky, karena saat ini Yuna sudah bertunangan dengan Kagami Jiro dan akan segera melangsungkan menikah.
"Semua itu adalah benar, Senior Sky." jawab Yuna dengan jujur dan polos tanpa merasakan apapun, karena Yuna memang tidak pernah mengetahui jika senior Sky sudah lama menyukainya.
Namun jawaban itu terdengar seperti sebuah kilat yang menyambar indra pendengaran senior Sky dan seakan membuatnya berhenti untuk bernafas dalam beberapa saat.
Setelah beberapa saat masih tidak ada jawaban dari senior Sky, namun Yuna merasakan pelukan senior Sky semakin longgar dan tubuhnya terasa sedikit berat, seakan senior Sky memang sedang bersandar sepenuhnya pada tubuh Yuna.
"Senior Sky?" Yuna mulai curiga karena kedua tangan senior Sky yang tadi digunakan untuk memeluk erat Yuna tiba-tiba saja terjatuh begitu saja. "Senior Sky, apa senior baik-bakk saja?" Yuna mulai mendongak untuk memastikan sesuatu.
Rupanya sepasang mata senior Sky sudah terpejam, dan pria itu masih menyandarkan kepalanya pada bahu Yuna, bahkan tubuhnya terlihat sudah hampir terjatuh begitu saja karena pria itu sekarang sudah tidak sadarkan diri.
Yuna berusaha untuk membawa tubuh itu memasuki apartemennya dengan memapahnya seorang diri, namun Yuna tidak cukup kuat karena tentunya tubuh Yuna lebih mungil jika dibandingkan dengan tubuh senior Sky.
Disaat mereka berdua hampir terjatuh, tiba-tiba saja Jonathan sudah berada di tempat itu dan mulai membantu Yuna untuk membawa senior Sky ke dalam apartemen Yuna.
Mereka berdua mulai membawa senior Sky ke kamar tamu. Karena senior Sky sedikit deman, Yuna mulai menyiapkan air hangat untuk mengkompresnya.
"Jonathan, untung saja kamu datang disaat yang tepat." ucap Yuna setelah selesai mengkompres senior Sky.
"Ya, kebetulan aku sedang berada di daerah sini, jadi aku ingin mampir." jawab Jonathan dengan jujur. "Dimana bibi?"
"Ibu sedang pergi berbelanja." sahut Yuna mulai meletakkan sebuah baskom bekas untuk mengkompres tadi di bawah meja.
__ADS_1
"Tapi, Yuna ... sedang apa senior Sky berada di Jepang dan di apartemenmu? Bukankah seharusnya dia sedang berada di New York?" tanya Jonathan begitu penasaran.
Bukannya segera menjawab pertanyaan dari Jonathan, kini Yuna malah meraih lengan Jonathan dan segera menggiringnya untuk meninggalkan kamar tamu, karena khawatir akan mengganggu senior Sky yang sedang beristirahat.
Kini Yuna dan Jonathan mulai duduk bersama di ruang tengah dan mulai menyalakan TV untuk mengusir hening saat ini.
"Aku juga tidak tau, Jo. Mengapa tiba-tiba saja senior Sky sudah kembali lagi. Padahal masih beberapa hari yang lalu senior Sky meninggalkan Jepang." ucap Yuna duduk dengan santai dengan menopang kepalanya denga salah satu tangannya.
"Aku rasa ... dia kembali setelah mendengar kabar bahwa kamu akan segera menikah, Yuna." ucap Jonathan tiba-tiba.
Mendengar ucapan dari Jonathan membuat Yuna kembali teringat dengan ucapan senior Sky beberapa saat yang lalu yang juga menanyakan pertunangan dan pernikahannya.
"Jonathan, mengapa kamu bisa berfikir seperti itu?" tanya Yuna masih tak mengerti.
"Uhm, itu hanya perkiraanku saja sih sebenarnya." jawab Jonathan sambil meraih sebuah minuman kaleng di hadapannya dan mulai meneguknya. "Yuna, apa kamu benar-benar tidak bisa merasakan sesuatu?"
"Sesuatu apa, Jonathan?" Yuna mengerutkan keningnya menatal sahabat kecilnya yang menurutnya sedikit bawel itu.
"Aku mengira jika senior Sky itu sebenarnya menyukaimu." ucap Jonathan yang membuat Yuna sedang minum tersedak seketika.
Dengan cepat Jonathan mulai menepuk pelan punggung Yuna karena merasa tidak enak sudah membuatnya tersedak.
"Jangan bicara omong kosong kamu, Jonathan!!" ucap Yuna menandaskan setelah tenggorokan Yuna merasa lebih baik. "Orang seperti senior Sky tidak mungkin menyukai gadia kasar sepertiku!!" imbuh Yuna sambil meneguk kembali minuman kaleng itu.
"Dihh .. dasar benar-benar gadis yang kasar dan tidak pernah peka!" gerutu Jonathan kembali meneguk minumannya.
BBUUGGHH ...
__ADS_1
Karena kesal akhirnya Yuna mulai meninju lengan Jonathan.