Casanova In Love

Casanova In Love
Hukuman Untuk Jessy


__ADS_3

BRRUGGHH ...


"Arrghh ..." seorang gadis dihempaskan dengan cukup kasar oleh seorang pria dan terjatuh tepat di depan kaki seorang pria lainnya yang sedang memakai sepasang sepatu loafer berwarna caramel yang mengkilap.


Gadis berambut blonde yang begitu cantik itu masih menahan tubuhnya dengan kedua telapak tangannya agar tidak terjatuh sepenuhnya di atas lantai. Perlahan gadis itu mulai mendongak dan menatap sang pemilik sepatu loafer caramel mengkilap itu.


Gadis itu mulai untuk berdiri kembali dan berusaha untuk menjelaskan sesuatu kepada pria yang sedang berdiri di hadapannya, yang kini pria itu sudah terlihat begitu murka.


"Kiryu ... kamu harus mendengar penjelasanku dulu! Itu semua bukan salahku!" gadis itu mulai meraih lengan pria yang memiliki gaya rambut jabrik itu, namun pria itu kembali menghempaskannya dengan cukup kasar, hingga gadis itu terhempas sedikit ke belakang hingga keningnya menabrak pinggiran meja dan mulai berdarah.


"Kau sudah membuatku begitu muak, Jessy!! Gara-gara kamu, istriku menggugat cerai begitu saja. Dan sekarang ayahku menurunkan jabatanku begitu saja!" pria bernama Kiryu itu mulai melenggang dengan tegas mendekati Jessy yang masih jatuh tersungkur di atas tanah. "Dasar jaalang sialan kau!!"


DUUAAKK ...


Kiryu menendang perut Jessy dengan cukup kuat dan membuat Jessy semakin meringkuk karena kesakitan.


"Kiryu ... tega sekali kamu melakukan ini padaku setelah apa yang aku lakukan selama ini untukmu." ucap Jessy begitu lirih dan sudah terlihat sangat berantakan.


Pakaiannya yang terlihat begitu lusuh, rambutnya yang mulai berantakan, dan beberapa luka memar dan darah terlihat melekat pada wajah cantiknya itu.


"Ciihh ... memang kamu melakukan apa untukku? Kamu hanya bisa membuat hidupku hancur! Kau sungguh wanita pembawa sial! Pantas saja tuan Kagami Jiro sudah begitu muak kepadamu!! Kau benar-benar membuat hidup orang menjadi sial!!" Kiryu mulai melenggang mendekati Jessy lagi dengan langkah yang tegas.


Rambut Jessy mulai dijambakknya dan wajah yang sudah memiliki beberapa luka lebam itu mulai didongakkannya ke atas.


"Bagaimana jika aku memberimu pelajaran?" Kiryu terlihat begitu menggila dan mulai meraih sebuah pisau lipat dari atas meja dan menodongkan di dekat wajah Jessy.

__ADS_1


Sepasang mata Jessy yang sedang mengenakan softlense berwarna kebiruan kini sedikit membelalak menatap sebuah pisau yang sudah berada begitu dekat dengan wajahnya.


"Bagaimana jika aku merusak wajahmu yang sangat mulus ini? Agar kau tak bisa menggoda para pria lagi?! Gyahahaha ..." Kiryu tertawa lepas dan mulai menempelkan ujung pisau itu pada pipi Jessy yang begitu mulus dan hampir terlihat tak memiliki pori-pori.


"Ja-jangan lakukan itu padaku, Kiryu ... aku mohon jangan lakukan itu padaku, Kiryu. Aku sudah katakan padamu ini bukan salahku, Kiryu. Mana mungkin aku berniat untuk mempermalukanmu di depan umum? Tolong percayalah padaku, Kiryu!" ucap Jessy masih tak jera untuk meyakinkan Kiryu.


"Dasar wanita bermulut manis!! Kau bahkan sudah berniat untuk mempermalukan tuan Kagami Jiro malam itu. Mana percaya lagi aku dengan ucapan manismu yang penuh tipu muslihat itu! Sekarang rasakan kehancuranmu, Jessy!!" Kiryu mulai sedikit menekan pisau itu hingga pisau itu benar-benar sudah memberikan goresan pada pipi Jessy dan darah segar mulai mengalir sedikit.


Jessy masih memejamkan matanya dan menahan nafasnya karena begitu ketakutan. Namun tiba-tiba saja, ritme teratur mulai terdengar dari arah pintu dan membuat Kiryu menghentikkan serangan itu.


Sepertinya nasib baik masih berpihak untuk Jessy karena Kiryu segera pergi bersama sang tamu dan meninggalkan Jessy begitu saja. Di saat para kaki tangan Kiryu meninggalkan ruangan itu, Jessy mulai melarikan diri dan meninggalkan tempat itu dengan cara mengendap-endap.


Setelah itu Jessy kembali ke apartemennya dan mulai pergi ke luar kota selama beberapa saat untuk bersembunyi dari Kiryu.


...⚜⚜⚜...


"Ceritanya panjang, Jo. Aku bingung harus bercerita darimana. Hehe ..." sahut gadiss itu yang mulai menikmati es krim coklatnya kembali.


"Asal kamu bahagia dan merasa yakin tidak masalah sih. Yang jelas dia tidak mengancammu untuk menerima lamarannya bukan?" selidik Jonathan menyipitkan sepasang matanya menatap gadis yang tak lain adalah Yuna. "Kamu menerima lamarannya tanpa ada paksaan bukan, Yuna?"


"Hhm ... itu ..." ucap Yuna memutar bola matanya dan berusaha untuk kembali mengingat alasannya mengapa dia menerima lamaran dari Kagami Jiro. "Tidak kok, Jo. Aku menerima lamarannya karena aku memang mau menerimanya. Dan ditambah lagi kedua orang tuaku juga menyukai tuan Kagami Jiro. Jadi tidak ada yang memaksaku kok."


"Hhm. Syukurlah kalau memang begitu." sahut Jo yang merasa cukup lega setelah mendengar jawaban dari Yuna. "Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?


"Mungkin akan segera dilangsungkan. Karena nyonya Aiko sudah tidak sabar untuk melihat tuan Kagami Jiro segera menikah. Dan saat ini beberapa surat sedang diurus untuk pendaftaran pernikahan." sahut Yuna dengan santai.

__ADS_1


"Hhm. Semoga semua berjalan dengan lancar ya." ucap Jonathan dengan tulus.


"Thanks, Jonathan. Semoga kamu juga segera menemukan gadis yang baik." balas Yuna mendoakan kebaikan untuk sahabatnya.


"Hhm. Semoga saja ..." Jonathan tersenyum lebar sepasang kekasih yang kebetulan sedang melenggang bersama di hadapannya. "Oh iya, Yuna. Siapa sebenarnya gadis yang malam itu datang dan membuat kericuhan di malam pertunangan kalian?" kini Jonathan mulai menatap Yuna dan terlihat begitu penasaran terhadap Jessy.


"Dia adalah Jessy. Wanita yang begitu terobsesi kepada tuan Kagami Jiro. Dan dia ingin menjebak tuan Kagami Jiro dengan berpura-pura hamil, agar tuan Kagami Jiro menikahinya." sahut Yuna seadanya karena Yuna memang tak begitu memahami dan mengetahui banyak tentang Jessy.


"Apa kau yakin, jika diantara Jessy dan tuan Kagami Jiro memang tidak ada sesuatu, Yuna? Karena selama ini tuan Kagami Jiro selalu saja dekat dengan banyak gadis, dan dia juga mengencani banyak gadis." sahut Jonathan mulai mencurigai Kagami Jiro.


"Aku tidak tau, Jo. Lagipula bukankah setiap orang pasti memiliki masa lalu? Tapi setiap orang juga memiliki masa depan, Jonathan. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki diri untuk hidup lebih baik di masa depan." jawab Yuna dengan bijak.


"Wah wah, sahabatku sudah dewasa ya. Dan sangat bijaksana ..." celutuk Jonathan menggoda Yuna.


Yuna haya tersenyum lebar, selebihnya meninju pelan lengan Jonathan.


"Sayang sekali senior Sky kalah satu langkah ya ..." celutuk Jonathan tiba-tiba.


"Apa maksudmu, Jonathan?" tanya Yuna tak mengerti.


"Sebenarmya senior Sky sudah kembali ke New York tepat di hari kamu tunangan. Dia tidak sempat menemuimu waktu itu, dan ponselmu sulit untuk dihubungi." jelas Jonathan.


"Wah, cepat sekali kembali ke New York?"


"Ada seauatu yang harus segera diselesaiakan disana, Yuna. Makanya dia kembali dengan cepat."

__ADS_1


Di tengah-tengah perbincangan asyik mereka berdua, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri mereka berdua. Seorang gadis cantik bak bidadari dan bermata hazel sudah berdiri di hadapan mereka dengan gaya yang sungguh stylish dan fashionable.


__ADS_2