Casanova In Love

Casanova In Love
Sebuah Permintaan Maaf


__ADS_3

Dengan begitu cepat Kagami Jiro segera meraih lengan Yuna dan menahannya, "Gadis bodoh! Ini sudah tengah malam! Kau mau pergi kemana?! Tidak puaskah kau memancing para pria hidung belang di luar sana untuk menikmati tubuhmu?! Untung saja aku datang tepat waktu dan segera melepaskanmu dari Amicitia!" tandas Kagami Jiro yang terlihat begitu emosi.


"Apa?! Lalu apa bedanya mereka denganmu, Tuan?! Bukankah kau juga seorang pria hidung belang, Tuan Kagami Jiro?!" tandas Yuna yang juga sudah mulai terpancing.


"Apa kau bilang barusan?!" sahut Kagami Jiro yang terlihat begitu shock.


Bagaimana tidak? Baru kali ini Kagami Jiro bertemu dengan seorang gadis yang berani berkata buruk tentangnya! Terlebih itu di hadapannya! Sungguh gadis yang begitu pemberani!


"Ya! Kau juga adalah salah satu pria hidung belang! Dan aku juga tidak akan mudah untuk terkena tipu muslihatmu!" tandas Yuna dengan cukup tegas.


"Beraninya kau mengatakan hal seperti itu kepadaku, Yuna!!" ucap Kagami mengkerutkan keningnya dan masih begitu tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya saat ini. Karena ini sungguh kejadian yang begitu langka di dalam hidupnya.


"Kau yang memulainya, Tuan! Kau yang mengataiku gadis bodoh! Jika aku bodoh, maka kau adalah seorang sampah dan pria busuk!" timpal Yuna begitu emosi.


Kagami Jiro semakin mengkerutkan keningnya mendengar ucapan dari gadis itu yang tiba-tiba saja berkata dengan begitu berani kepadanya. Bahkan dia benar-benar dibuat melongo mendengar untaian kata-kata pedas dari Yuna. Karena baru kali ini dalam seumur hidupnya ada seseorang yang berani berkata hal seperti itu tentangnya. Terlebih dia adalah seorang gadis.


"Gadis ini benar-benar!!" geram Kagami Jiro segera menarik kuat lengan Yuna dan membuatnya terjatuh dalam pangkuannya.


Kagami Jiro segera mendekati dan mengusap wajah Yuna dengan begitu lembut, "Baiklah! Akan aku buktikan padamu jika aku memang salah satu dari pria hidung belang seperti ucapanmu." ucapnya dengan seringai manis bak setan.


"Dasar penjahat kelamin! Kau sungguh pria busuk tak tau diri! Menjauhlah dariku!" ucap Yuna yang masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman Kagami Jiro.


"Apa?! Penjahat kelamin?! Pria busuk?!" lagi-lagi Kagami Jiro dibuat melongo semakin lebar mendengar umpatan-umpatan dari Yuna. Hingga akhirnya dia semakin mendekati wajah Yuna, dan keduanya saling bertatapan selama beberapa saat.


"Jika aku memang berniat jahat padamu, maka itu sudah aku lakukan sejak awal saat kau menginjakkan kakimu di appartemenku!" tandas Kagami Jiro menatap tajam Yuna. "Bagiku kau hanyalah seorang gadis kecil, sedangkan wanita yang selama bersanding bersamaku adalah wanita-wanita dewasa yang begitu cantik dan anggun, dan tentunya mereka tidak bermulut pedas sepertimu." kini Kagami Jiro mulai beralih menatap tubuh Yuna bagian dada.


"Ukuran ini bahkan hanya hampir termasuk ukuran B. Hanya sekecil ini, apakah aku pantas untuk mengambil keuntungan darimu?" ucap Kagami Jiro seenak jidatnya sendiri.

__ADS_1


Ucapan itu seketika membuat Yuna membelalak dan dengan cepat dia menarik kedua tangannya untuk menutupi bagian dadanya.


"Apa katamu, Tuan? Ukuran B?!" ucap Yuna membelalakkan matanya tak percaya menatap pria dewasa di hadapannya itu.


"Atau apakah itu ukuran C? Apa kau yakin dan begitu percaya diri, Gadis kecil? Apakah sebaiknya aku harus memeriksanya terlebih dahulu?"


"Dasar otak mesum sialan! Mulutmu bahkan lebih pedas dariku, Kagami Jiro! Bahkan mulutmu sangat beracun!" ucap Yuna memanggil Kagami Jiro tanpa tuan lagi. Karena Yuna sudah begitu emosi tingkat tinggi menghadapi Kagami Jiro.


"Astaga gadis ini benar-benar bermulut pedas ..." Kagami Jiro masih saja begitu terkejut dengan ucapan-ucapan kasar yang dilontarkan oleh Yuna.


"Sekarang lepaskan aku! Aku mau pulang!" tandas Yuna yang masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari jeratan sang casanova sejati.


"Tidak boleh! Jika kamu bersikeras maka aku akan melakukan hal buruk padamu!" ancam Kagami Jiro.


"Aku tidak takut! Lebih baik aku mati, daripada harus selalu bersama dengan pria sepertimu!" sahut Yuna tanpa ada rasa takut


"Baiklah!"


Kini Kagami Jiro mulai melepaskan Yuna yang mulai bangkit dan berjalan ke arah balkon dengan penuh percaya diri.


"Cihh ... mana mungkin dia berani melakukan semua itu. Appartemenku berada di lantai 5. Dan jika dia nekat untuk tetap melompat, maka dia akan rugi sendiri karena hanya akan mengalami patah tulang." gumam Kagami Jiro dengan begitu santai.


Namun Yuna terus saja berjalan dan berjalan, hingga akhirnya dia mulai meraih pagar pembatas balkon yang cukup tinggi dan mulai memanjatnya.


"Sial! Ini tinggi sekali! Aku bahkan lupa jika aku sedang berada di lantai 5 saat ini. Aduh ... sial! Bagaimana ini?! Jika aku kembali lagi, ini hanya akan menjadi senjata untuk pria busuk itu untuk selalu menertawakanku." gumam Yuna yang mulai merinding menatap ke bawah. "Aku tidak boleh kembali dan membuat pria busuk itu merasa menang."


Tuhan ... tolonglah aku ...

__ADS_1


Batin Yuna sambil memejamkan matanya dan mulai melangkahkan kaki kananya ke udara. Angin malam yang berhembus terasa begitu dingin dan menusuk hingga sampai ke tulang. Angin itu meniup-niup rambut Yuna dan membuatnya menari di udara. Kemeja putihnya juga menari-nari terkena terpaan angin malam yang begitu kencang.


SWWUUSSHH ...


Maafkan aku ayah, ibu, kak Siena, Paman Tatsuya ... tapi lebih baik aku mati daripada pria busuk itu melakukan hal buruk padaku.


Batin Yuna yang tubuhnya mulai melayang di udara dan mulai terasa begitu ringan.


GRREEPP ...


Tiba-tiba ada yang meraih tangan Yuna dan menahannya. Yuna yang masih bergelantungan akhirnya mulai membuka matanya. Dia melihat Kagami Jiro yang sudah meraih tangannya.


"Yuna! Apa yang kau lakukan?!" ucap Kagami Jiro hampir saja tidak percaya dengan tindakan Yuna.


"Bukankah kau yang menyuruhku untuk melakukan semua ini?! Dasar orang jahat!"


"Ah ... aku hanya bercanda, Gadis bodoh!"


"Berhenti mengataiku bodoh atau akau akan benar-benar melompat!" Yuna berusaha untuk memukuli tangan Kagami Jiro dengan tangan kanannya agar Kagami Jiro melepaskan pegangannya.


"Yuna, hentikkan! Kamu bisa terjatuh!" tandas Kagami Jiro mulai was-was kembali.


"Aku tidak peduli!" sahut Yuna yang terus saja berusaha untuk melepaskan uluran tangan Kagami Jiro.


"Baiklah-baiklah, aku minta maaf! Dan aku tak akan memanggilmu dengan sebutan itu lagi!" ucap Kagami Jiro dengan begitu terpaksa.


Selama ini Kagami Jiro tak pernah meminta maaf kepada seorang gadis manapun! Bahkan kata-kata itu sangat langka dan hari ini Kagami Jiro membunuh egonya untuk meminta maaf kepada Yuna.

__ADS_1


__ADS_2