
Seorang gadis terlihat masih tertidur dengan lelap di atas sebuah sofa. Hingga akhirnya dia mulai membuka matanya ketika ponselnya berdering. Dengan mata yang masih sedikit terpejam, gadis itu mulai meraih benda pipih miliknya yang tergelepak di atas meja.
Ponsel itu sudah rusak dan retak layarnya karena kemarin terjatuh saat Aoki menghajarnya. Yuna sempat memungutnya, namun sepertinya dia memang harus mengganti ponselnya lagi.
Belum sempat mengangkat panggilan yang entah dari siapa itu, karena layarnya gelap, tiba-tiba ponsel itu mati begitu saja.
"Haishh ... malam itu adalah malam yang sangat sial untukku! Sudah bertemu degan para perampok, bertemu Amicitia si pria mesum itu, ditambah lagi bertemu dan terjebak di appartemen si casanova busuk ini ... dan sekarang ponselku malah rusak! Haishhh ... disaat-saat seperti ini biasanya senior Sky selalu menghiburku. Huft ... bahkan aku tak bisa menghubunginya saat ini ..." keluh gadis itu sambil merubah posisi duduknya.
Dan begitu terkejutnya dia setelah melihat seorang pria yang sudah berpakaian rapi dengan setelan jaz yang begitu rapi sudah berdiri tak jauh dari sofa.
"Siapa kamu?!" ucap Yuna begitu waspada.
"Selamat pagi, Nona Yuna! Saya Igor, asisten pribadi tuan Kagami Jiro, Nona! Saya datang untuk mengantarkan pakaian ganti dan sarapan untuk nona Yuna." sahut Igor dengan ramah dan menunjukkan sebuah tote bag dan beberapa makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.
Ah ... benar juga. Bukankah aku sudah mengetahui soal ini, jika asisten dari pria busuk itu akan datang pagi ini.
Batin Yuna memicingkan matanya menatap tote bag dan beberapa makanan yang tercium begitu harum dan menggoda saliva itu.
Wah ... wah ... apa tuan Kagami Jiro tau, jika nona Yuna mengatainya dengan panggilan casanova busuk? Benar-benar hebat sekali nona ini! Apa dia bodoh atau memang tidak tau siapa yang sedang dia bicarakan itu? Satu-satunya pria yang ditakuti oleh semua orang. Pria berdarah dingin dan pemimpin dari Doragonshadou yang begitu legendaris. Hhm ...
Batin Igor yang terus memperhatikan Yuna yang mulai meraih tote bag dan melihat pakaian di dalamnya.
"Hhm. Paman Igor, bolehkah aku mandi disini?" celutuk Yuna sambil mententeng sebuah pakaian ganti itu.
"Oh ... tentu saja, Nona. Nona Yuna bahkan boleh tinggal disini sampai kapanpun. Ehehe ..." sahut Igor sambil meringis.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mandi dulu!" dengan langkah cepat, Yuna segera melenggang menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah beberapa saat Yuna sudah kembali lagi dengan mengenakan sebuah T-Shirt lengan panjang berwarna baby pink dan dipadankan dengan overal jumpsuit berbahan jeans.
Tak lupa Yuna juga mengambil kalung milik kakaknya Siena, dan segera menyimpannya pada saku pakaiannya yang saat ini sedang dia kenakan.
Rambut sebahunya diikat. Menjadikan Yuna terlihat begitu fresh and young. Tak lupa Yuna juga memakai sedikit powder dan juga liptint warna natural.
__ADS_1
Setelah itu dia kembali lagi dan bersiap untuk menikmati sarapannya yang bahkan sudah menantinya dari tadi. Bahkan Yuna mempercepat durasi mandinya hanya gara-gara ingin lebih cepat menatap sarapannya.
Yuna mulai menghempaskan tubuh rampingnya di atas sofa, dan menatap Igor yang masih berdiri di tempat yang sama.
"Paman Igor. Duduklah, dan mari sarapan bersama denganku." ucap Yuna dengan ramah.
"Terima kasih atas kebaikan hati, Nona Yuna. Tetapi makanan itu dipesankan tuan Kagami Jiro khusus untuk nona. Jadi lebih baik nona menghabiskannya saja." sahut Igor dengan ramah.
"Makanan ini dipesan oleh tuan Kagami Jiro khusus untukku?" Yuna mengkerutkan keningnya menatap Igor.
"Benar sekali, Nona."
"Darimana dia tau aku menyukai makanan manis dan sea food?"
"Tidak ada di dunia ini yang tidak diketahui oleh tuan Kagami Jiro, Nona."
"Wah ... wah ... kemampuannya mencari informasi benar-benar sangat menakutkan!" celutuk Yuna sambil membuka sebuah kotak makanan. "Makanan ini tidak beracun bukan?"
"Ten-tentu saja tidak, Nona." ucap Igor dengan cepat dan mengayunkan kedua tangannya.
"Tapi, Nona ... makanan ini dipesan tuan untuk nona Yuna."
"Ya sudah! Kalau paman Igor tidak mau makan, maka aku juga tidak akan mau memakannya!" ucap Yuna menggertak Igor.
Padahal sebenarnya saat ini Yuna sudah merasa begitu lapar. Bahkan cacing-cacing di dalam perutnya sudah mulai konser dan menyanyikan sebuah lagu.
"Baiklah, Nona ..." ucap Igor dengan begitu terpaksa lalu duduk di sofa samping Yuna.
"Nah gitu donk!!" sahut Yuna dengan senyum lebar lalu menyodorkan sebuah bingkisan lainnya untuk Igor.
"Makanlah, Paman Igor! Anggap saja tuan sedang menemaniku makan. Karena aku tidak suka makan sendirian dan terus diamati oleh orang lain." celutuk Yuna sambil menikmati sebuah lobster.
"Uhm. I-iya, Nona." sahut Igor lalu mulai membuka bingkisan yang begitu harum itu dan mulai memakannya.
__ADS_1
Aku punya firasat buruk. Pasti tuan Kagani Jiro akan begitu marah padaku. Begitu malangnya nasibku ... mau bergerak bagaimanapun akan selalu mendapat masalah. Namun aku harus tetap bertahan dan tetap bekerja di keluarga Kagami! Karena anak istriku harus aku nafkahi.
Batin Igor yang sudah memperlihatkan wajahnya yang begitu lesu dan tidak bersemangat
"Paman Igor, pilihan paman begitu keren. Pakaian yang sedang aku kenakan ini, paman yang pilihkan bukan?"
"Sebenarnya tuan Kagami Jiro yang memilih. Aku hanya mengantarkannya saja untuk nona Yuna."
"Oh ..." Yuna mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali dan masih terlihat mengunyah sesuatu. "Lalu dimana sekarang dia?"
"Tuan Kagami Jiro ada tugas di luar kota saat ini, mungkin dalam beberapa hari lagi baru bisa kembali."
"Oh ... begitu ya ..."
...⚜⚜⚜...
Scene saat Kagami Jiro memarahi Igor, gara-gara Igor makan pagi bersama Yuna.
"Beraninya kau memakan makanan yang sudah aku pesan khusus untuk Yuna, Igor!! Bahkan berani sekali kamu makan satu tempat bersamanya!" geram Kagami Jiro begitu dipenuhi dengan amarah.
"Maaf, Tuan. Tapi nona Yuna selalu memaksaku untuk menemani dia makan."
"Apa maksudmu, Igor?! Bahkan aku saja baru sekali bisa makan bersamanya! Itupun aku harus mengorbankan egoku dan terpaksa meminta maaf kepadanya. Dan kau baru saja mengatakan bahwa Yuna malah memaksamu untuk makan bersamanya!!" teriak Kagami Jiro dengan suara yang begitu menggelegar.
"Bu-bukan begitu, Tuan. Tapi nona begitu baik dan bermurah hati. Dia juga suka merendah dan tidak sombong. Makanya mungkin saja dia menghormatiku karena aku lebih tua darinya, Tuan."
"Ciihh ... intinya sama saja!!" tandas Kagami Jiro begitu murka.
Ciihh ... pesonaku dikalahkan oleh asistenku sendiri?! Apakah Yuna menyukai seorang pria tua?! Haishhh ...
Batin Kagami Jiro masih terlihat begitu kesal lalu menendang sebuah kotak sampah di sampingnya, hingga isi kertas di dalamnya berserakan dimana-mana.
BBRRAAKK ...
__ADS_1
...⚜⚜⚜...